
Aarav membukakan pintu apartemennya dan melihat Angel sudah berdiri didepannya. Saat tadi di telefon Devi bilang kalau Angel memaksa ikut untuk menemuinya, ia pun tau kalau gadis itu pasti sedang mengkhawatirkan nya. Jadi ia menyuruh Devi untuk membiarkan Angel saja yang mengantarkan dokumen-dokumen itu padanya.
"A...aku..", Ucap Angel tergagap
"Aku tau. Silahkan masuk" Ucap Aarav
Angel pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen itu. Aarav menutup kembali pintunya dan berjalan masuk melewati Angel yang masih berdiri terpaku. Angel pun mengikuti di belakang Aarav saat pria itu berjalan melewatinya.
Aarav menghentikan langkahnya setelah berdiri di samping sofa ruangan itu. Ia berbalik dan menghadap ke arah gadis itu. Ia mengambil Map yang berada di tangan gadis itu. Kemudian ia duduk di sofa dan mengambil pulpen yang memang sudah ada di meja. Ia pun membuka Map itu dan menandatangani beberapa dokumen disana.
Sementara Angel hanya berdiri dan melihat ke arahnya.
Setelah selesai semua Aarav bangun dan berjalan ke arah gadis itu. Ia pun menyerahkan Map itu
"Sudah saya tanda tangani semua. Kamu bisa pulang sekarang. Pintu keluarnya sebelah sana", Ucap Aarav menunjuk ke arah pintu
Angel menerima Map itu dari tangan pria itu, tapi ia tak berani menatap wajah pria di hadapannya itu.
Matanya mulai berkaca-kaca, kenapa rasanya sakit sekali di cuekin seperti itu oleh orang yang dia sayangi. Padahal ia sendiri yang memintanya kemarin bahwa hubungan mereka hanya sebatas atasan dan bawahan saja, tapi disaat pria itu benar-benar melakukannya hatinya seperti di iris-iris dan terasa perih.
Setelah Angel menerima Map itu, Aarav berjalan pergi meninggalkan gadis itu hendak menuju ke kamar. Angel melihat ke arah pria itu dengan tatapan sedih.
Baru beberapa langkah Aarav berjalan, tiba-tiba Angel menjatuhkan tas nya dan Map ditangannya itu. Ia pun berlari ke arah pria itu dan memeluknya dari belakang.
Ia pun mulai terisak
"Maafkan aku... Tapi aku tidak bisa untuk tidak mengkhawatirkan mu...", Tangis Angel
Suasana di ruangan itu pun tampak sunyi, hanya terdengar suara Isak tangis gadis itu.
Karena tidak ada respon dari pria itu, perlahan Angel pun melepaskan pelukannya dari pria itu. Mungkin pria dihadapannya itu kini sudah membencinya
"Aku akan pergi.. aku tidak akan mengganggumu lagi..", Ucap Angel
Aarav pun berbalik dan menatap gadis didepannya itu. Air mata sudah membasahi pipi gadis itu. Walaupun ia kecewa dengan gadis itu tapi ia tak bisa jika melihat gadis itu menangis
Ia meraih wajah gadis itu dan memberikan ciuman di bibir gadis itu.
Angel tampak kaget dengan perlakuan Aarav, tapi ia tak memberi penolakan. Ia mencengkram erat baju pria itu saat pria itu ******* bibirnya dengan lembut.
Tangan pria itu pun kini sudah berada di pinggangnya. Sementara Angel masih memegangi baju pria itu. Angel pun terbuai dan mulai hanyut dalam ciuman mereka. Untuk sesaat ia melupakan semua masalahnya. Dia tidak perduli jika pria yang didepannya sekarang adalah kekasih orang. Yang ia tau sekarang, ia sangat merindukan nya.
Setelah beberapa saat, Aarav melepaskan ciuman mereka dan menatap wajah gadis didepannya itu. Mata mereka kini kembali bertemu.
"Aku mencintaimu.. dan selalu merindukanmu..." Isak Angel
"Aku tau..." Ucap Aarav
Aarav menghapus air mata gadis itu dan mereka saling bertatapan. Angel berhambur ke pelukan Aarav dan Aarav pun memeluknya dengan erat. Mereka saling melepas rindu.
"Apa kamu benar-benar sangat merindukan aku?", Tanya Aarav
Angel mengangguk dalam pelukan Aarav
"Kalau begitu jangan pernah berfikir untuk pergi dariku lagi", jelas Aarav
Angel melepaskan pelukannya dan menatap pria itu lagi
"Tapi...", Ucap Angel
"Aku tidak ingin mendengar penolakan", Potong Aarav
Aarav membelai wajah gadis itu dengan lembut.
"Aku mencarimu.. aku menunggumu.. dan aku selalu merindukanmu..", Ucap Aarav
"Maafkan aku.." lirih Angel
"Bahkan sebulan sekali aku selalu pergi ke Bandung, aku berharap bisa melihatmu lagi disana.. tapi aku tidak pernah menemukanmu. Sampai akhirnya kamu sendiri yang datang padaku..." Jelas Aarav
Mata Angel pun mulai berkaca-kaca kembali mendengar pengakuan Aarav padanya. Ia tau pria itu sudah banyak berkorban untuknya
"Aku juga sangat merindukanmu.. tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.. maafkan aku..", air mata Angel kembali terjatuh
Aarav kembali mengusap air mata gadis itu
"Mulai sekarang tetaplah di sampingku, dan jangan pernah berfikir untuk pergi lagi dariku", Ucap Aarav
Angel mengangguk dan kembali berhambur kepelukan Aarav. Ia benar-benar merasa nyaman dalam pelukan pria itu.
Tiba-tiba Angel teringat akan Nabila. Ia pun melepaskan pelukannya dan menatap mata Aarav
"Bagaimana dengan Nabila? Kalian akan bertunangan...", Lirih Angel
"Jangan berfikir yang macam-macam. Kamu cukup percaya padaku. Mengerti?" Aarav coba meyakinkan gadis itu
"Tapi Nabila..."
__ADS_1
Ucapan Angel terpotong karena Aarav kembali memberikan ciuman di bibir gadis itu.
Aarav melepaskan ciumannya dan menatap gadis itu lagi
"Aku tau apa yang kamu fikirkan dan kamu takutkan. Tapi percayalah, semua akan baik-baik saja", Ucap Aarav
Angel pun mengangguk mengerti
"Aku antar kamu pulang ya? Atau kamu akan bermalam disini?", Goda Aarav
"Tidak, aku pulang sendiri saja..", tolak Angel
"Kamu kan sedang sakit, jadi tidak perlu mengantarkan aku pulang" tambahnya
"Oh iya benar.. aku kan sedang sakit. Bahkan kamu saja sampai bela-belain kemari demi melihat ku kan?", Aarav kembali menggoda gadis itu
Wajah Angel pun merona merah dan merasa malu karena ketahuan ia bela-belain datang kesitu hanya untuk melihat pria itu
"Kamu nyebelin..", Angel memanyunkan bibirnya
"Jangan ngambek dong sayang. Aku cuma bercanda...", Aarav membelai rambut gadis itu
Angel pun tersenyum dengan perlakuan Aarav padanya
"Aku antar kamu pulang, oke?" Ajak Aarav
"Iya..", jawab Angel
Setelah mengambil tas dan map yang tadi jatuh dilantai, mereka berdua pun pergi meninggalkan apartemen itu.
Aarav mengantarkan Angel pulang dengan mobilnya. Sepanjang perjalanan Aarav terus menggenggam tangan gadis itu dengan tangan kirinya, ia tidak ingin melepaskan gadis itu lagi. Sementara tangan kanannya tetap memegangi kendali mobil
"Kamu belum makan malam kan? Bagaimana kalau kita makan dulu", Ajak Aarav
"Boleh.." jawab Angel setuju
Aarav menghentikan mobilnya disebuah cafe. Mereka pun turun dari mobil dan memasuki cafe itu sambil terus bergandengan tangan.
Mereka memilih tempat duduk dan memesan makanan.
Sambil menunggu makanan datang, Aarav terus menatap ke arah Angel yang duduk didepannya itu. Angel pun merasa risih karena Aarav terus menatapnya
"Kenapa kamu ngeliatin aku terus?"tanya Angel
"Kenapa? Emang aku gak boleh ngeliatin pacar aku sendiri" tanya Aarav
"Ya sudah kalau gak boleh, aku liatin cewek lain aja gimana", Ledek Aarav
Angel pun nampak kesal dengan pernyataan Aarav barusan
"Ya sudah, aku pulang sendiri aja.." Ucap Angel ngambek
"Lah kok ngambek sih... Aku kan cuma bercanda sayang" bujuk Aarav
Tak lama pesanan makanan mereka pun datang. Mereka pun menyantap makanan itu.
Setelah beberapa saat, mereka selesai makan dan Aarav pun membayar semua tagihan makanan itu. Kemudian mereka kembali ke mobil
Aarav kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan menuju rumah yang di tempati kekasihnya itu sekarang.
Aarav menepikan mobilnya didepan rumah itu
"Aku antar kamu masuk" Ajak Aarav
"Jangan sekarang. Lain kali saja, sekalian aku kenalin ke mas Dito dan mba Rani", tolak Angel
"Ya sudah.. kamu masuk dulu, baru aku pergi" Ucap Aarav
Aarav mengambil paper bag kecil di sampingnya dan memberikannya pada gadis itu
"Ini buat kamu", Ucap Aarav
Angel menerima paper bag itu
"Apa ini?", Tanya Angel
"Nanti kamu buka kalau sudah di dalam saja", jelas Aarav
Tiba-tiba handphone Aarav berbunyi. Ia pun mengambilnya dari saku celananya. Ada panggilan masuk dari Nabila. Aarav melihat ke arah Angel, Angel yang seperti sudah tau kalau itu telefon dari Nabila pun menganggukkan kepalanya.
Aarav mengangkat telefonnya
"Iya halo...", Sapa Aarav
"Sayang kamu dimana? Aku di depan apartemen kamu dari tadi. Aku tekan bel nya tapi kamu gak keluar-keluar", Ucap Nabila manja
"Kamu tunggu disitu. Sebentar lagi aku kembali", Ucap Aarav
"Ya sudah, tapi jangan lama-lama ya sayang", jawab Nabila
__ADS_1
Sambungan telefon pun terputus. Aarav melihat ke arah gadis disampingnya yang tampak cemberut
"Kamu kenapa?? Kamu cemburu,??" Tanya Aarav
"Nggak!" jawab Angel sewot
Aarav pun tersenyum melihat kelakuan gadisnya itu. Ia tau gadis itu pasti sedang cemburu pada Nabila.
"Kamu jangan berfikir yang macam-macam ya? Aku gak bakal ngapa-ngapain kok sama Nabila" Ucap Aarav
Angel melihat ke arah Aarav sebentar
"Kamu mau nemuin dia? Berarti kalian hanya akan berduaan saja di apartemen" Ucap Angel mulai resah
Aarav meraih wajah gadis itu dengan tangan kanannya agar gadis itu kembali menatapnya.
"Aku cuma sayang dan cinta sama kamu. Jadi kamu gak usah mikir yang macam-macam. kamu percaya kan sama aku?" Aarav coba meyakinkan gadis itu
Angel hanya terdiam, saat ini hatinya di selimuti rasa cemburu. Ia tak bisa menghilangkan rasa cemas dan cemburunya itu.
Aarav mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir gadis itu. Ia tak peduli kalau ada orang yang lewat dan melihat mereka berdua. Angel pun membalas ciuman Aarav. kali ini ia merasa egois, ia tak rela jika Aarav akan pergi menemui Nabila. Padahal ia yang salah dan sudah masuk di antara hubungan Aarav dan Nabila, tapi ia benar-benar merasa sangat cemburu sekarang
Aarav melepaskan ciumannya dan kembali menatap gadis itu
"Atau kamu mau ikut aku lagi kembali ke apartemenku?" Ajak Aarav
Angel menggelengkan kepalanya. walaupun berat, ia mencoba untuk mempercayai kekasihnya itu
"Aku percaya kok sama kamu", Ucap Angel
Aarav pun tersenyum dan membelai rambut gadis itu
"Ya sudah apa aku ikut turun saja?" Pinta Aarav
"Gak usah, kamu disini saja", tolak Angel
Angel membuka pintu mobil itu, ia kembali melihat kearah kekasihnya
"Aku masuk ya? Kamu hati-hati di jalan", ucap Angel
Angel hendak melangkahkan kakinya turun tapi ia kembali berbalik menghadap kekasihnya itu lagi. hatinya masih diselimuti ketakutan
"Tapi kamu janji jangan macam-macam", Seru Angel
Aarav pun tersenyum melihat kecemasan gadis itu. Ia pun akhirnya turun dari mobil dan menghampiri ke arah gadis itu. ia menarik tangan gadis itu agar ikut keluar dari dalam mobil.
Saat sudah saling berdiri berhadapan, tangan Aarav menangkup wajah gadis itu dan menatap intens matanya
"Iya sayangku.. aku janji gak akan macam-macam ya.. ", Ucap Aarav
Kemudian ia mencium kening gadis itu. Angel pun tersenyum dengan perlakuan Aarav padanya
"Tapi... Nabila itu kan calon tunangan kamu. sementara aku...", lirih Angel
Aarav menghela nafas panjang
"Kalau kamu bicara seperti ini terus maka aku akan terus mencium bibir kamu", Goda Aarav
Angel pun nampak gelagapan dengan ucapan Aarav barusan
"Kalau begitu a..aku masuk dulu?", Pamit Angel mulai gugup
Angel hendak melangkah pergi tapi Aarav meraih tangannya. Aarav memegang kedua tangan gadis itu dan menatap matanya lekat
"Kamu denger aku, Mulai sekarang kamu adalah kekasihku, jadi jangan berfikir yang tidak-tidak. Soal Nabila itu urusan ku. kamu cukup percaya padaku", Tegas Aarav
mata Angel mulai berkaca-kaca dan ia pun berhambur ke pelukan Aarav
"Aku hanya takut..." Lirih Angel
Aarav membelai rambut gadis itu
"Jangan takut selama ada aku disamping kamu", Ucap Aarav menenangkan
Setelah beberapa saat, Angel pun melepaskan pelukannya dan menatap kekasihnya itu
"Sekarang kamu masuk dan istirahat ya? besok jangan sampai telat masuk kantor, atau aku akan memberikan hukuman padamu", sambung Aarav
Gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Iya pak bos.. Ya sudah aku masuk ya..?" Pamit Angel
Angel pun melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman rumah itu dan meninggalkan Aarav sendirian didepan. Sesekali ia menengok dan melambaikan tangannya pada pria itu.
Ia pun membuka pintu rumah itu dengan kunci cadangan yang ia bawa. Rani memang sengaja memberikan kunci sendiri untuk Angel agar Angel bisa lebih leluasa di rumahnya itu.
Setelah menutup dan mengunci kembali pintunya, Angel langsung masuk ke dalam kamarnya.
Aarav kembali melajukan mobilnya pergi dari rumah itu setelah memastikan gadisnya itu masuk ke dalam rumah dengan aman. ia pun bergegas menemui Nabila yang sudah menunggunya di apartemennya.
__ADS_1