Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 22 : Perhatian


__ADS_3

Aarav yang mengikuti Angel sejak gadis itu masuk ke dalam kantor tadi. Ia terus memperhatikan gadis itu, Gadis yang mulai merasa tidak nyaman dengan sepatu kerjanya itu berhenti dan memegangi kakinya yang terasa perih di bagian tumitnya.


Angel berhenti dan duduk di sebuah bangku, ia membuka kedua sepatu nya dan melihat kedua tumit nya lecet karena sepatu yang ia pakai memang sedikit kekecilan.


"Tunggu lah sampai aku mendapatkan gaji pertama ku. Nanti aku akan menggantimu", gumam gadis itu


Aarav yang sejak tadi berdiri dibalik tembok tak jauh dari gadis itu pun tersenyum mendengar gumaman gadis itu.


Angel memakai kedua sepatunya kembali dan berjalan menuju meja kerjanya, Sementara Aarav hanya memperhatikannya dan tidak mengikutinya lagi.


Aarav berbalik pergi meninggalkan tempat itu dan ia pergi menemui Devi sekertarisnya di meja kerjanya.


"Devi kamu ikut saya sekarang", Ajak Aarav


"Baik pak..", jawab Devi tanpa protes


Devi pun beranjak dan mengikuti bos mudanya itu.


Aarav mengajak Devi pergi dengan mobilnya menuju sebuah pusat perbelanjaan. Aarav membawanya ke sebuah toko sepatu wanita


"Bapak mau beli sepatu untuk Bu Nabila??", Tanya Devi


Aarav menghadap ke arah Devi


"Aku tidak tau berapa ukuran sepatunya. Jadi kamu ambil semua sepatu kerja untuk wanita yang ada disini dengan semua ukurannya", Ucap Aarav


Devi nampak kaget mendengar perintah dari bosnya itu


"Semua?? Bapak Yakin???", Tanya Devi tak percaya


"Kenapa Bapak tidak tanyakan saja dulu pada Bu Nabila", tambahnya


"Turuti saja perintah saya, jangan banyak tanya", Ucap Aarav


"Ba..baik Pak..", jawab Devi


Devi pun meminta pegawai toko untuk membungkus semua sepatu kerja wanita yang ada disana.


Setelah selesai, Aarav membayar semua tagihannya.


Pegawai toko disana pun disuruh membantu membawa semua sepatu itu ke mobil Aarav yang berada diparkiran.


Setelah semua sepatu itu di angkut ke bagasi mobil. Aarav dan Devi kembali ke kantor.


Sesampainya di kantor Aarav memakirkan mobilnya didepan kantor kembali


"Kamu suruh dua staff yang baru masuk kemarin untuk memilih sepatu itu untuk mereka. Nanti sisanya kamu bagikan saja untuk staff yang lain", Ucap Aarav


Devi hanya melongo mendengar ucapan bos nya barusan.


"Tolong bantu bawa barang-barang ini masuk kedalam", perintah Aarav pada supirnya yang sudah berdiri di sampingnya.


"Baik tuan muda", jawab supir itu


Aarav melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung itu dan meninggalkan Devi yang masih mematung di tempatnya. Sementara supirnya sudah mulai membuka bagasi mobil dan menurunkan barang-barang itu dari dalam bagasi.


Devi pun menyuruh supir itu untuk membawa barang-barang itu masuk kedalam dan di taruh diruangan yang kebetulan kosong di lantai bawah. Ia juga menyuruh beberapa staff pria yang kebetulan lewat untuk membantunya agar cepat selesai.


Setelah semua selesai terangkut, Devi menyuruh salah seorang staff pria itu untuk memanggil dua staff yang baru.


"Terimakasih kasih buat bantuan kalian. Oya kamu tolong sekalian bantu saya panggil dua staff yang baru masuk kemarin ya? suruh mereka kemari", Ucap Devi


"Baik Bu..", jawab salah satu staff pria itu


Mereka pun pergi meninggalkan Devi sendirian di ruangan itu.


"Ini pak Bos ngapain ya tumben-tumbenan beli sepatu banyak begini, mana suruh bagi-bagi sama orang kantor, terutama sama staff yang baru. Kesambet setan apa si Bos", Gumam Devi sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal


Tak lama Angel dan Naura datang menghampiri Devi


"Permisi.. ibu memanggil kami?", Tanya Angel


"Oh iya... masing-masing silahkan ambil satu dari sepatu-sepatu ini. Kalian silahkan ambil sesuai ukuran sepatu kalian.." Ucap Devi


Angel dan Naura melihat ke arah tumpukan kardus sepatu didepan mereka. Begitu banyak tumpukan gardus sepatu didepan mereka.


"Ibu serius kami bisa ambil satu??", Tanya Naura tak percaya

__ADS_1


"Tapi kami ini kan staf baru, kenapa di kasih hadiah?", Tanya Angel


Naura menyikut lengan Angel


"Udah.. anggap aja rejeki..", bisik Naura


Devi yang juga bingung mau kasih alasan apa karena ulah bos nya yang tiba-tiba memborong sepatu dan suruh dibagi-bagikan kepada staf dikantor


"Kalian ambil saja karena ini hadiah dari si bos. Nanti semuanya kebagian kok", Ucap Devi


"Iya Ayuk ambil aja...", Ucap Naura senang


Naura tanpa ragu-ragu langsung mengambil satu sepatu untuknya setelah memilih ukuran nya. Angel yang masih nampak ragu-ragu akhirnya ikut mengambil satu sepatu untuknya juga.


"Terima kasih Bu.. sampaikan terima kasih kami juga untuk Bos disini yang sudah memberi hadiah", Ucap Angel


"Iya Bu.. terima kasih...", Saut Naura


"Iya sama-sama..", jawab Devi


"Nanti tolong sekalian panggil yang lain suruh kemari ya..", Ucap Devi


"Baik Bu.. kalau begitu kami permisi dulu", Ucap Angel


Naura dan Angel pun pergi meninggalkan ruangan itu dan meninggalkan Devi sendirian disana.


Mereka pun berjalan kembali ke arah ruangan kerja mereka


"Eh.. Direktur kita baik banget ya.. kita baru kerja udah di kasih hadiah aja..", Ucap Naura


Sementara itu Angel yang tampak melamun dan tak mendengarkan ucapan Naura barusan.


Naura yang merasa Angel tak menghiraukannya langsung memegang lengan Angel sehingga membuat gadis itu menghentikan langkahnya dan menghadap ke arahnya.


"Ihhh.. kamu gak dengerin aku ngomong ya..", ujar Naura kesal


"Eh.. iya maaf.. maaf..", ucap Angel tak enak hati


"Lagi mikirin apaan sih?" Tanya Naura


"Nggak.. aku cuma heran aja. Kita kan baru kerja dua hari tapi dikasih hadiah juga", ucap Angel


"Iya juga sih.. bisa Kebetulan banget ya..", ucap Angel


"Ya udah Ayuk balik kerja. Nanti dimarahin lho...", Ajak Naura


Mereka pun kembali ke meja kerja mereka.


Angel yang hendak duduk di kursinya melihat ada dua buah plester di mejanya.


Ia pun mengambil plester itu


"Siapa yang naruh plester disini", gumam Angel


Naura yang melihatnya pun langsung menghampirinya


"Udah pakai aja, tumit kamu sakit kan? Abis itu kamu ganti aja langsung sepatunya sama yang baru", seru Naura


Angel pun menuruti perintah Naura. Ia duduk di kursinya dan membuka kedua sepatunya. Ia memakaikan dua plester itu di kedua tumitnya yang lecet. Setelah itu ia membuka gardus sepatu yang baru dan mengambil isinya. Ia memakai sepatu barunya dan sepatu yang punya Rani ia masukkan ke dalam gardus itu. Kemudian ia menaruh gardus itu dibawah meja kerjanya.


***


Sorenya Aarav keluar dari ruang kerjanya dengan buru-buru. Ia pun sudah sampai dilantai bawah dan bertanya pada Security yang menjaga pintu.


"Apa kamu lihat ada dua staf baru? mereka sudah pulang?", Tanyanya


"Oh, yang dua gadis itu ya pak. Sudah pak, mereka sudah keluar dari sepuluh menit yang lalu", jawab Security itu


Aarav pun nampak terdiam sejenak. Kemudian ia berjalan ke arah mobilnya yang sudah standby didepan. Supirnya membukakan pintu mobil untuknya masuk.


Mobil itu pun melaju pulang ke arah rumah Aaarv


Setelah setengah jam perjalanan, mobil itu pun berhenti didepan rumah Aarav. Supir itu kembali membukakan pintu mobil untuk bos mudanya itu.


Aarav turun dari mobil dan berjalan memasuki rumahnya.


Yuyun yang sedang menyapu lantai dan melihat kedatangan Aarav didalam rumah pun langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Eh.. tuan muda ganteng sudah pulang? Pasti capek ya? Mau Yuyun siapin makanan?", Seru Yuyun


"Tidak perlu. Saya mau istirahat saja dulu", Ucap Aarav


"Ya sudah kalau begitu. Nanti kalau tuan muda lapar, bilang saja sama Yuyun", Ucap Yuyun


Tiba-tiba Yuniar muncul dan menghampiri mereka


"Aarav kamu sudah pulang? Mama mau bicara sama kamu, Kamu kenapa sih selalu cuekin Nabila?", Tanya Yuniar


"Ma, Aarav capek. Aarav malas berdebat untuk masalah seperti ini", Ucap Aarav


"Tapi kalian udah mau tunangan. Kamu harusnya ajak Nabila buat beli cincin tunangan buat kalian", Ujar Yuniar


"Itu kemauan mama kan?? Bukan kemauan Aarav??", Ucap Aarav tegas


Aarav pun berjalan pergi menaiki tangga hendak menuju kamarnya.


"Aarav mama belum selesai bicara!!! Aarav!! Aarav!!", Teriak Yuniar


Aarav terus melangkahkan kakinya pergi tanpa menghiraukan panggilan dari mamanya itu.


Yuniar pun nampak kesal karena putranya itu tak menghiraukan panggilannya.


Yuniar melihat ke arah Yuyun sebentar lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan kesal.


Yuyun melihat ke arah kepergian tuan mudanya dan nyonyah nya itu secara bergantian


"Kasian tuan muda.. sejak pindah kemari Yuyun gak pernah lihat tuan muda tertawa seperti dulu lagi...", Gumam Yuyun


Yuyun pun kembali teringat tentang Angel


"Oya.. gadis itu kemana ya?? Dia juga gak pernah kelihatan lagi.. pasti cuma gadis itu yang bisa buat tuan muda kembali ceria seperti dulu lagi..", gumam Yuyun lagi


Sementara itu dikamarnya, Aarav yang sudah selesai mandi dan mengganti bajunya membaringkan tubuhnya diatas ranjang besarnya.


Ia kembali mengingat kejadian dikantor tadi saat ia mengikuti dan memperhatikan Angel dari jauh. Rasanya ia ingin sekali menemui gadis itu secara langsung, namun ia harus menunggu waktu yang tepat.


Ia mengambil handphone nya yang berada diatas meja samping ranjangnya. Ia pun membuka handphone nya dan mencoba menghubungi seseorang.


Suara panggilan telefon pun tersambung dan terdengar suara seorang perempuan dari balik sambungan telefon


"Halooo...", Ucap suara itu


Aarav tidak menjawabnya karena ia hanya ingin mendengar suara gadis yang selalu ia rindukan itu


"Haloo...? halo ini siapa ya?"


Lagi-lagi Aarav tetap terdiam


"Siapa yang menelfon sayang??", Tiba-tiba terdengar suara seorang pria


Aarav yang mendengar suara pria itu pun langsung kaget dan beranjak duduk diatas ranjangnya


"Gak tau mas.. gak ada suaranya", jawab perempuan dari sambungan telefon itu lagi


Tiba-tiba sambungan telefon pun terputus.


Aarav menarik handphone nya dari telinganya dan menatap layar handphone itu.


Itu nomor yang ia ambil dari CV Angel kemarin.


"Kenapa ada suara pria? Siapa pria itu? Apa dengan begitu mudahnya dia melupakan aku?", Gumam Aarav


Aarav masih tidak percaya dan bertanya-tanya dalam hatinya tentang suara pria di telefon tadi. Apakah selama ini hanya dia yang merasakan rindu pada gadis itu, sementara gadis itu sudah melupakannya.


Sementara itu dirumah Dito. Rani meletakkan handphone nya diatas meja riasnya. Ia berjalan menghampiri suaminya yang sudah berbaring diatas ranjang. Rani pun ikut berbaring disebelahnya.


"tadi siapa yang telefon??", Tanya Dito pada istrinya


"gak tau mas, nomor baru. udah gitu gak ada suaranya", jawab Rani


"ya sudah biarin aja. gak usah diladeni. lain kali gak usah diangkat aja kalau ada nomor gak dikenal", ucap Dito


"iya mas.. ya sudah ayo tidur, besok kamu kan harus bangun pagi dan kerja", ucap Rani


"iya sayang..." Dito mengelus rambut istrinya itu

__ADS_1


Mereka pun memejamkan mata dan mulai tertidur


__ADS_2