
Seseorang mengetuk pintu ruangan Aarav
Tok.. tok.. tok..
"Masuk.." Jawab Aarav
Pintu pun terbuka dan Nabila sudah berdiri disana dengan style kantoran. Gadis itu pun masuk dan menutup pintunya kembali. Ia memasuki ruangan yang cukup luas itu, Ia berjalan menghampiri Aarav yang tengah duduk di kursi kebesarannya. Ia berdiri tepat di samping Aarav. Aarav pun memutar kursinya hingga menghadap ke arah gadis itu.
"Ada apa? kenapa kamu kemari?" Tanya Aarav Cuek
Nabila tak menghiraukan pertanyaan Aarav. Ia semakin mendekat dan duduk di pangkuan Aarav sehingga membuat Aarav merasa risih.
"Apa yang kamu lakukan? Bangun lah!" Seru Aarav mencoba membangunkan gadis itu
Nabila tak menghiraukan seruan Aarav, ia malah mengalungkan tangannya dileher pria itu dengan gaya manjanya
"Mulai hari ini aku akan menemanimu kerja disini setiap hari" Ucap Nabila
"Bangun lah Nabila!" Perintah Aarav lagi
"Baiklah.. tapi kamu harus mengijinkan ku bekerja disini menemani kamu" pinta Nabila
"Nabila..."
Nabila menaruh jari telunjuknya di bibir pria itu
"Aku tidak ingin mendengar penolakanmu, lagi pula aku sudah meminta ijin pada Tante Yuniar dan om Aksara. Dan mereka mengijinkan aku membantu mu bekerja disini" Ucap Nabila bangga
Aarav pun hanya pasrah dan terdiam. Apalagi orang tuanya andil didalamnya
"Baiklah.. aku akan membuatkan kopi untukmu. Kamu tunggu disini ya?" Ucap Nabila
Nabila pun bangun dari pangkuan Aarav dan berjalan pergi keluar dari ruangan Aarav.
Aarav mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tidak tau harus bagaimana lagi agar terlepas dari Nabila. Sekarang Nabila malah meminta bekerja disitu, berarti ia akan semakin sulit untuk bertemu dengan Angel selama di kantor.
Nabila sedang membuatkan kopi untuk Aarav, ia senyum-senyum sendiri sambil mengaduk-aduk kopi itu
"Ken benar.. aku harus lebih dekat dengan Aarav, agar dia bisa membuka hatinya untuk ku" gumam Nabila
Setelah selesai ia pun kembali berjalan menuju keruangan Aarav. Sebelum masuk Ia melihat Devi dan berjalan menuju ke arah Devi yang tengah duduk di meja kerjanya.
"Devi, mulai sekarang semua jadwal pekerjaan pak Aarav kamu laporkan ke saya terlebih dahulu" Ucap Nabila
"Tapi saya tidak mendapat perintah langsung dari pak Aarav. Saya tidak berani bu" jawab Devi
Nabila mendengus kesal. Devi memang begitu patuh pada bosnya itu
"Baiklah, aku akan bicara dulu dengan Aarav kalau begitu" Ucap Nabila
Nabila meninggalkan Devi dan kembali menuju ke ruangan Aarav dengan kesal
Sesampainya di meja Aarav, Nabila menaruh kopi ditangannya di meja
"Nabila, sebaiknya kamu pulang saja. Kamu tidak perlu sampai sejauh ini" Tegas Aarav
"Ayolah.. aku tidak sedang melakukan apapun. Aku hanya ingin membantu mu disini. Apa itu salah?" Ujar Nabila
"Sudah ada Devi yang membantu ku, Jadi kamu bisa pergi dari sini" Ucap Aarav
"Baiklah.. aku bisa melakukan pekerjaan yang lain. Tapi tolong ijinkan aku bekerja disini" rengek Nabila
Aarav menghempaskan nafasnya kasar
"Baiklah, kamu bisa bergabung dengan staf yang lain. Devi akan mengantarmu ke meja kerjamu" Ucap Aarav
Aarav pun menghubungi Devi dan memintanya masuk ke ruangannya.
Tak berselang lama Devi pun datang
"Permisi. Bapak memanggil saya?" Tanya Devi
"Tolong kamu antarkan Nabila ke meja kerjanya. Mulai sekarang dia akan bekerja disini. Perlakukan dia seperti karyawan yang lain" Perintah Aarav
"Tapi..." Ucap Nabila
"Kamu yang memintanya bukan?" Potong Aarav
"Baiklah" Ucap Nabila pasrah
"Baik pak. Mari Bu saya antar ke meja kerja ibu" Ucap Devi
"Panggil dia Nabila saja. Tidak perlu memperlakukan dia secara istimewa" Perintah Aarav
Nabila menatap kesal pada pria itu
"Baik.. Mari Nabila.." Ajak Devi
Nabila pun dengan kesal keluar dari ruangan Aarav, diikuti Devi dibelakangnya.
Devi membawa Nabila ke ruangan yang sama dengan Angel dan Naura
"Perhatian, kita kedatangan karyawan baru. Namanya Nabila Arininta, tolong kerja samanya untuk membantu Nabila bila tidak ada yang dia mengerti" Seru Devi
"Baik Bu" jawab mereka serentak
"Silahkan kamu bisa duduk di meja yang itu. Kebetulan disana kosong" Tunjuk Devi ke meja sebelah Angel
Nabila pun berjalan ke meja sebelah Angel dengan kesal
"Kalau disini, sama saja aku tidak bisa berduaan dengan Aarav" batin Nabila"
Ia pun duduk dimeja kerja barunya
__ADS_1
Setelah Devi pergi, Naura bangun dari duduknya dan menghampiri Nabila
"Nabila? Kamu kok bisa kerja disini? Kamu kan bukan tipe orang yang kekurangan uang seperti kita-kita disini" Tanya Naura
"Iya Naura benar. Kenapa kamu Tiba-tiba mau bekerja?" Tanya Angel yang duduk di meja sebelahnya
"Kebetulan sekali aku disini bersama kalian. Iya aku kerja memang bukan untuk cari uang, tapi agar aku bisa bertemu setiap hari dengan Aarav. Aku tidak mau kalau sampai dia melirik wanita lain" Ujar Nabila
Naura dan Angel pun saling berpandangan.
Angel menundukkan kepalanya, ia merasa tak enak hati pada Nabila. Bagaimana jika Nabila tau kalau ia menjalin hubungan dengan Aarav. Pastinya Nabila tidak akan mau menegurnya seperti sekarang.
***
"Ken, disini!!" Nabila melambaikan tangannya saat berdiri di pintu depan kantor
Ken pun berlari menghampiri Nabila
"Maaf ya membuat mu jauh-jauh kemari" Ucap Nabila
"Tidak apa-apa. Bagaimana hari pertama mu bekerja?" Tanya Ken
"Ya lumayan menyenangkan. Setidaknya kalau disini aku bisa bertemu dengan Aarav setiap hari" Jawab Nabila senang
"Oya, aku akan mengenalkan mu dengan teman-temanku disini. Mereka cantik-cantik lho. Ayo.." Ajak Nabila
Nabila menarik tangan Ken dan membawanya ke arah kantin. Disana sudah ada Angel dan Naura yang sedang duduk sambil menikmati makan siang mereka
"Hei.." Sapa Nabila
Angel dan Naura menoleh ke arah mereka
"Ken??" Ucap Angel kaget
"Angel?" Ucap Ken
Nabila melihat ke arah Ken dan Angel bergantian
"Kalian saling kenal?" Tanya Nabila penasaran
Ken Melirik ke arah Angel yang sedang duduk
"Iya, kebetulan dulu kami satu kampus saat di Bandung"Jawab Ken
"Satu kampus?? Berarti kamu kenal dengan Aarav juga dong disana?" Tanya Nabila pada Angel
Angel nampak bingung dan gelagapan mau menjawab apa
"Tidak! Mereka tidak saling kenal. Benarkan Angel?" Ken melihat ke arah Angel lagi
Angel hanya terdiam menatap ke arah Ken. Ia tidak mengerti kenapa Ken juga harus berbohong pada Nabila. Sepertinya Ken benar-benar menyayangi Gadis itu sehingga tidak ingin kalau gadis itu terluka hatinya.
"Benarkah? Tapi Aarav begitu populer, mana mungkin kamu tidak mengenalnya?" Ujar Nabila pada Angel
"Oke, baiklah. Kita duduk disini saja ya berempat" Ajak Nabila
"Terserah kamu saja" Jawab Ken
Mereka pun duduk dan bergabung bersama Angel dan Naura
Suasana pun nampak canggung, hanya terdengar candaan antara Nabila dan Ken. Sementara Angel hanya nampak diam. Naura pun yang memahami situasi Angel pun hanya ikut diam dan tak banyak bicara.
Selesai makan, mereka berempat pun pergi keluar meninggalkan kantin.
Saat berada ruang depan kantor, mereka pun berpapasan dengan Aarav dan berdiri saling berhadapan.
"Ya ampun, aku sampai lupa tidak mengajakmu makan siang. Apa kamu sudah makan?" Tanya Nabila
Namun Aarav hanya terdiam dan menatap tajam ke arah Ken.
"Aku tidak tau kalau ada tamu dikantor ku" sindir Aarav pada Ken
Ken hanya tersenyum kecut menanggapi Sindiran Aarav
Nabila berjalan maju dan berdiri disamping Aarav, ia menggandeng lengan Aarav
"Maafkan aku, aku yang mengundang Ken kemari. Aku ingin mentraktirnya makan karena ini hari pertama aku kerja" Ujar Nabila
Aarav melihat ke arah Angel yang hanya berdiri terdiam. Ia tau pasti Angel bingung dengan situasi yang sekarang sedang mereka hadapi.
"Sebaiknya kalian kembali ke meja kerja kalian. Jam istirahat sudah selesai" Perintah Aarav
"Baiklah" Nabila melepaskan tangannya dari lengan Aarav
"Ken Aku kembali kerja dulu ya? Angel.. Naura ayo..." Ajak Nabila
Angel pun melihat ke arah Aarav sebelum berjalan melewati pria itu. Aarav pun membalas tatapan gadis itu, rasanya ia ingin menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi dari situ
Ketiga gadis itu pun pergi meninggalkan dua pria itu.
Ken berjalan mendekat ke arah Aarav
"Jangan pernah berfikir untuk memberi tau Nabila tentang hubungan masa lalu kamu dengan Angel" Tegas Ken
Aarav pun tersenyum kecut
"Sudah seharusnya dia tau bukan? Bahkan bukan cuma masa lalu, dia pun juga harus tau hubungan kami sekarang" Sindir Aarav
Mereka berdua pun saling bertatapan tajam
Tak berselang lama, Aarav pun pergi meninggalkan Ken sendirian.
***
__ADS_1
Nabila beranjak dari tempat duduknya
"Kamu mau kemana? Sebentar lagi kita akan pulang" Tanya Angel
"Aku mau ke ruangan Aarav. Aku akan mengajaknya pulang bareng nanti", Jawab Nabila
Nabila pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Angel hanya terdiam melihat ke arah kepergian Nabila
"Kamu yang sabar ya Ngel, aku tau ini pasti sulit untuk kamu" Ucap Naura yang duduk di meja sebelahnya
Angel menganggukkan kepalanya pelan
***
Nabila menerobos masuk ke dalam ruangan Aarav tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Aarav yang sedang duduk dikursi nya pun menoleh ke arah gadis itu.
Nabila pun berdiri tepat didepan meja Aarav
"Aku paling tidak suka kalau ada orang yang sembarangan masuk ke ruanganku" tegas Aarav
"Maaf.. tapi aku hanya ingin bilang kalau.." Ucap Nabila terputus
"Nabila! Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu kesini untuk bekerja. Jadi berperilakulah layaknya seorang karyawan. Sekarang kamu keluar dari ruangan saya!" Tegas Aarav
"Tapi aku..."
"Keluar!!" Teriak Aarav
Mata Nabila pun mulai berkaca-kaca, karena ini untuk pertama kalinya Aarav berani membentaknya seperti itu. Ia pun berlari keluar dari ruangan pria itu sambil menangis.
Aarav menyenderkan tubuhnya dikursinya dan menghela nafas panjang
Sementara Nabila kembali kemeja kerjanya sambil menangis. Ia pun duduk kembali di kursinya dan menghapus air matanya.
Angel melihat ke arah Nabila
"Kamu kenapa?" Tanya Angel khawatir
"Untuk pertama kalinya Dia berteriak seperti itu padaku" Lirih Nabila
Angel pun nampak terdiam
"Mungkin dia sedang lelah dengan pekerjaannya" Ucap Angel menenangkan
Nabila pun tersenyum ke arah Angel
"Kamu persis sekali seperti Ken. Dia juga selalu bilang seperti itu kalau aku mengeluhkan tentang sikap Aarav padaku" Ucap Nabila
"Oya, kamu pulang sama siapa nanti?" Tanya Nabila
"Oh, aku pulang sama sepupu aku. Mas Dito" Jawab Angel
Naura datang menghampiri mereka
"Pulang Yuk" Ajak Naura
Angel pun bangun dari duduknya
"Kamu jadi pulang sama Pak Aarav?" Tanya Angel memastikan
"Tentu saja" Jawab Nabila
Angel pun nampak kecewa dengan jawaban Nabila barusan. Ia tau pasti dengan kehadiran Nabila disana berarti sama saja dengan jarak antara dia dan Aarav
Tak lama mereka pun beranjak dan keluar dari dalam gedung itu.
"Aku duluan ya? Itu mas Dito sudah nungguin aku" Pamit Angel menunjuk ke arah Dito yang sudah duduk diatas motor matic nya tak jauh dari mereka
"Aku juga duluan ya? Soalnya aku jalan kaki sendirian sih" pamit Naura
"Kamu bareng sama aku aja. Nanti aku minta Aarav buat nganterin kamu dulu" Ajak Nabila
"Nggak... Nggak usah.. aku jalan kaki aja. Ya udah kita duluan ya? Dadaahh" Ucap Naura
Naura dan Angel pun pergi meninggalkan Nabila sendiri didepan pintu kantor.
"Aarav mana ya? Kok lama banget sih" Gumam Nabila
Setelah beberapa saat Aarav pun datang dan keluar dari pintu utama. ia berdiri disamping Nabila
"Kamu lama banget sih.. aku udah nungguin kamu dari tadi" Ucap Nabila seolah tidak terjadi apa-apa tadi
Aarav melihat sekelilingnya seperti mencari seseorang
"Kamu sendirian?" Tanya Aarav
Nabila mengangguk
"Iya, Angel dan Naura sudah pulang dari tadi" Jawab Nabila
"Ya sudah ayo naik" Ajak Aarav
Aarav pun berjalan menuju mobilnya yang sudah menunggu didepan, diikuti oleh Nabila dibelakangnya. Aarav duduk di kursi belakang bersama Nabila, Aarav sengaja menyuruh supirnya untuk menjemputnya karena ia tak ingin hanya berduaan saja dengan Nabila didalam mobil.
***
Angel tengah berbaring diatas ranjangnya sambil memeluk bantal gulingnya. Handphone nya yang ia taruh disamping bantalnya terus bergetar, namun ia membiarkannya dan sengaja tak mengangkatnya. Disana panggilan dari Aarav berkali-kali masuk tapi tak dihiraukannya.
Hatinya sedang bimbang, ia benar-benar tak mengerti dengan situasi yang sekarang sedang ia alami. Sekarang ia merasa berada diantara hubungan persahabatan antara Aarav, Ken dan Nabila.
Jika Nabila mengetahui hubungan dia dengan Aarav, pastinya apa yang dulu terjadi antara dia dan Vania akan terulang lagi.
__ADS_1
Tapi ngomong-ngomong dimana Vania? Sudah sejak Angel pergi, ia benar-benar memutus kontak dengan semua orang yang ia kenal dulu.