
3 tahun kemudian
Seorang gadis yang sangat cantik menggunakan dress lengan pendek berwarna putih dengan panjang selutut sedang mengendarai mobilnya. Rambutnya yang sedikit bergelombang membuat penampilannya semakin anggun.
Ia sudah mulai familiar dengan jalan yang sudah sering ia lewati itu. Jalanan itu memang tidak begitu ramai.
Tiba-tiba mobilnya terhenti. Gadis itu pun membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya. Ia melihat ban mobil belakangnya kempes.
Ia menghela nafas
"Kenapa harus disini.. sebentar lagi juga sampai..", gumam gadis itu
Ia pun melihat sekeliling, dan sepertinya tidak ada yang bisa ia mintai tolong
"Sebaiknya aku telefon dia saja", pikirnya
Ia pun mengambil tas nya yang berada di dalam mobil, ia merogoh tas itu dan berusaha menemukan hp nya. Akhirnya ia mendapati benda gepeng itu.
Ia pun mulai mencoba menghubungi seseorang. Beberapa kali ia mencoba namun tidak ada respon
"Kenapa gak diangkat-angkat sih.. angkat dong...", Gumamnya sambil terus coba menelfon
Tiba- tiba seseorang pria menggunakan penutup kepala menarik tas nya dan membuat nya kaget. Ia coba mempertahankan tas nya itu dan menarik nya tapi tenaga pria itu lebih kuat sehingga tasnya terlepas dari tangannya.
"Tolong... Tolong...", Teriak gadis itu
Sementara itu Dari arah belakang nampak seorang gadis sedang menaiki sepedanya dan melihatnya. Gadis berpenampilan sederhana itu melajukan sepedanya lebih cepat lagi dan mengejar pria itu.
"Dugggghhh"
Gadis itu mendaratkan kaki kanannya dipantat pria itu sehingga pria itu pun jatuh tersungkur.
Gadis itu dan sepedanya pun ikut jatuh..
"Tolong.. tolongg...", Teriak gadis yang diambil tasnya tadi
Seketika beberapa orang yang melihat mereka disana pun menghampiri mereka dan menarik pria itu. Salah seorang mengambilkan tas gadis itu dan menghampiri gadis itu. ia memberikan tas nya.
"Maaf ini tas anda", ucap orang itu
"Iya.. terima kasih..", ucap gadis itu
Pria itu pun digered oleh beberapa orang tadi dan hendak diamankan
Gadis itu melihat ke arah gadis bersepeda tadi yang jatuh dengan sepedanya. Ia berlari menghampiri nya untuk membantunya berdiri.
"Kamu gak apa-apa kan??", Tanyanya pada gadis bersepeda tadi
"Iya aku gak apa-apa kok", ucapnya sembari bangun
Gadis itu melihat gadis bersepeda itu terluka di bagian lengan tangannya.
"Tangan kamu terluka. Kita bawa ke rumah sakit ya??", Ucapnya panik
"Gak usah.. gak apa-apa. Ini cuma luka ringan nanti aku obati sendiri aja...", Tolaknya
"Oya Makasih ya kamu tadi udah nolongin aku. Kenalin namaku Nabila", gadis itu menyodorkan tangannya
"Nabila??.. sepertinya nama itu tidak asing.. ah mungkin hanya kebetulan saja...", pikir gadis bersepeda itu.
Gadis bersepeda itu pun menyambut tangan gadis itu dan mereka saling bersalaman
"Angel.. namaku Angel..", Ucapnya
"Oya.. mobil kamu kenapa??", Tanya Angel melihat ke arah mobil Nabila
__ADS_1
"Ban belakang nya kempes...", Jawab Nabila
"Emang kamu mau kemana??", Tanya Angel
"Aku mau ketempat kerja pacar ku. Soalnya aku telfonin dia gak diangkat-angkat. Harusnya sih udah Deket dari sini", jawab Nabila
"Mmm.. ya udah ayo aku anterin kamu..", Ajak Angel
Nabila melihat ke arah sepeda Angel yang terjatuh tadi
"Naik sepeda??", Tanyanya
Angel mengangguk dengan cepat
"Iya naik sepeda..", jawab Angel
Nabila nampak ragu-ragu
"Tenang aja.. sepeda aku kuat kok buat boncengin kamu", tawa Angel
Nabila nampak berfikir sejenak
"mmm.. ya udah deh. Bentar ya aku tutup pintu mobil nya dulu sekalian aku kunci", ucap Nabila
Angel mengangguk. Nabila pun berjalan ke arah mobilnya yang berjarak tidak terlalu jauh dari mereka. Sementara Angel membangun kan sepeda nya. Setelah selesai menutup dan mengunci mobilnya, Nabila kembali menghampiri Angel
Angel menaiki sepedanya. Sementara Nabila masih ragu-ragu untuk naik
"Ayo naik", Ajak Angel
Dengan ragu-ragu akhirnya Nabila membonceng di belakang Angel. Angel pun mulai mengayunkan sepedanya.
"Oya tempat kerja pacar kamu dimana??, Tanya Angel sambil melajukan sepedanya
Nabila menunjuk kedepan
Angel pun mengayunkan sepedanya ke arah yang ditunjuk Nabila tadi.
Setelah sekitar 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan yang tinggi dan besar. Angel menghentikan sepedanya didepan bangunan itu.
Nabila turun dari sepeda Angel dan ia berdiri menghadap ke arah Angel
"Makasih ya...", Ucap Nabila
"Iya sama-sama..., Maaf ya kamu jadi harus panas-panasan", ucap Angel
"Iya gak apa-apa. Malah kamu yang jadi keringetan gara-gara boncengin aku. Oya kamu mau masuk dulu sekalian aku kenalin sama pacar aku..", Ajak Nabila
"Gak usah makasih, lain kali aja. Soalnya aku buru-buru. Ya udah kalau gitu aku duluan ya..", Ucap Angel
Angel pun kembali mengayunkan sepedanya dan meninggalkan tempat itu. Nabila melihat ke arah kepergian Angel. Kemudian ia melangkah kan kakinya masuk ke dalam gedung itu.
"Selamat siang Bu Nabila", seorang satpam membukakan pintu untuk Nabila
"Siang..", jawab Nabila
Nabila kembali melangkah masuk ke dalam dan setiap staff yang melihatnya menyapanya seperti sudah tidak asing lagi melihat Nabila disana. Nabila menaiki lift dan menekan tombol lantai paling atas di tempat itu.
Setelah pintu lift itu terbuka Nabila kembali melangkahkan kakinya menuju ruang yang ia cari.
"Bu Nabila..", ucap salah seorang staf disana
"Devi.. pak Aarav mana??", Tanya Nabila
"Pak Aarav ada di ruangannya. Sebentar biar saya beri tahu kalau ibu datang", ucap Devi
__ADS_1
"Tidak perlu, biar saya langsung masuk saja", ucap Nabila
"Tapi Bu.. pak Aarav tidak suka kalau ada yang sembarangan masuk ke ruangannya", Ucap Devi
"Tapi saya ini kan calon tunangannya", Ujar Nabila
"Tapi Bu.. tunggu Bu....", larang Devi
Devi adalah sekertaris Aarav di kantor, siapapun yang ingin menemui Aarav harus lapor pada Devi terlebih dahulu, biar nanti Devi yang memberi tahu Aarav siapa tamunya. Karena Aarav paling tidak suka ada yang lancang langsung masuk ke dalam ruangan nya tanpa ijin dari nya.
Nabila tidak memperdulikan ucapan Devi, ia tetap menerobos masuk. Devi mencoba menghalangi nya tapi Nabila tetap kekeh.
Nabila membuka pintu ruangan Aarav dan melihat pria berjas hitam itu sedang berdiri disamping meja kerjanya sambil memegang sebuah Map berwarna merah.
Aarav pun melihat kearah Nabila dan Devi dengan tatapan dinginnya.
"Maaf pak, saya sudah melarang Bu Nabila masuk tapi Bu Nabila tetap memaksa masuk", ucap Devi sedikit takut kalau nanti bosnya itu akan marah
Aarav hanya mengedipkan kedua matanya pelan yang artinya ia sudah tahu. Devi yang mengerti maksud bosnya itu pun mengangguk dan meninggalkan mereka berdua dan menutup pintu ruangan itu
Setelah Devi pergi, Nabila berjalan menghampiri ke arah Aarav.
Aarav meletakkan Map ditangannya itu di atas meja kerjanya.
"Aku telfonin kamu kenapa gak diangkat-angkat??", Tanya Nabila
"Kamu sama siapa kesini??", Tanya Aarav mengalihkan pertanyaan Nabila tadi
"Aku bawa mobil sendiri, tapi mobilnya bannya kempes di jalan tidak jauh dari sini", jawab Nabila
"Lain kali minta tolong supir untuk mengantar. Nanti aku akan suruh orang untuk mengurus mobil kamu", ucap Aarav
"Oya.. tadi tas ku hampir saja di jambret orang. Untung ada seorang gadis pemberani yang nolongin aku. Tadi dia juga yang nganterin aku kesini naik sepeda nya", cerita Nabila
"Sepeda??", Tanya Aarav
"Iya... Tapi kasian tangannya tadi terluka karena jatuh. Aku ajak ke rumah sakit tapi dia tidak mau", ucap Nabila
Aarav pun agak penasaran dengan cerita Nabila barusan
"Sebentar lagi jam makan siang, kita makan siang bareng ya??", Ajak Nabila
"Baiklah...", Jawab Aarav
Nabila pun tersenyum senang dan menggandeng tangan kekasihnya itu.
Sementara itu Angel menghentikan sepedanya di sebuah taman kanak-kanak.
"Bibi kau terlambat lagi...", Ucap seorang anak kecil berusia 5 tahun
"Jangan panggil aku Bibi, panggil Tante", Ucap Angel
"Itu sama saja kan.. tapi kau benar-benar terlambat", ujar anak itu
"Baiklah Tante minta maaf ya Miko sayang...Tante kan belum terlalu hafal jalanan disini", ucap Angel sambil mengusap rambut anak laki-laki itu
"Ya sudah ayo kita pulang, mama kamu sudah menunggu di rumah", ajak Angel
Miko melihat ke lengan Angel yang terluka dan sedikit berdarah
"Tangan mu kenapa??", Tanya Miko
Angel melihat tangan nya yang terluka, memang agak perih tapi ia menahannya sejak tadi.
"Tidak apa-apa.. ini hanya luka kecil. Nanti aku akan mengobati nya di rumah", Ucap Angel
__ADS_1
Angel pun naik ke sepedanya dan Miko membonceng di belakangnya.
Ia pun mengayunkan sepedanya meninggalkan sekolah Miko.