
Disebuah ruangan yang cukup luas namun nampak sunyi. Hanya terlihat seorang pria yang sedang duduk di kursinya dan sibuk dengan laptopnya.
Suara bunyi telefon pun memecah keheningan. Pria itu mengambil handphone nya yang berada di atas meja kerjanya
"Halo pa, ada apa? Tumben papa telefon" Tanya Pria itu
"Aarav, nanti malam kamu bisa kan pulang ke rumah untuk makan malam? Kasian mama kamu kangen sama kamu" Ucap Aksara dari balik sambungan telefon
"Baik pa, nanti Aarav akan pulang" Jawab Aarav
"Kamu sekalian ajak Nabila ya?" Ujar Aksara
"Tapi pa?" Protes Aarav
"Sudah.. kamu ajak saja dulu, biar mama kamu senang" Potong Aksara
"Iya.. baiklah Pa" Ucap Aarav nampak enggan
Sambungan telefon pun terputus. Tak berselang lama terdengar suara seseorang mengetuk pintu
"Masuk" Seru Aarav
Devi membuka pintu dan masuk, ia berjalan menghampiri bos nya itu
"Permisi Pak, besok kita ada perjalanan keluar kota untuk bertemu dengan klien. Saya sudah mengatur untuk jadwal keberangkatan kita, dan saya juga sudah membooking dua kamar hotel untuk kita menginap" Ucap Devi saat sudah berdiri di hadapan bos nya itu
"Baiklah, Tapi bagaimana kalau kita langsung pulang dan tidak perlu menginap" Ucap Aarav
"Tidak bisa Pak, kita baru bisa kembali lusa. Soalnya Pak Wijaya dari perusahaan Wijaya Kusuma mengundang Bapak untuk makan malam di hotel tempat kita akan menginap. Mungkin bisa sampai larut Pak. Kalau kita langsung pulang kemari, takutnya nanti bapak kelelahan. Bapak tenang saja, Saya sudah atur jadwal untuk kepulangan kita lusa pagi Pak. Atau bapak mau saya tolak saja undangan makan malamnya pak?" Jelas Devi
"Tidak perlu, kita penuhi undangannya" Ucap Aarav
"Baik Pak. Kalau begitu saya permisi dulu Pak" Pamit Devi
"Oya tolong sekalian kamu panggilkan Nabila ke ruangan saya" Perintah Aarav
"Baik pak" Jawab Devi
Devi berjalan keluar meninggalkan ruangan Bos nya itu.
Sementara dimeja kerjanya Nabila sedang fokus dengan pekerjaannya. Sesekali ia menoleh ke arah Angel.
"Angel?" Panggil Nabila pelan
Angel menoleh ke arah Nabila
"Ya" Jawab Angel
"Cincin kamu bagus" Tunjuk Nabila pada Cincin di jari manis Angel
"Oh ini.." Angel memegangi tangannya
"Dari pacar kamu ya?" Tanya Nabila
"Sayang banget, padahal aku pengin deketin kamu sama Ken. Sepertinya kalian cocok, lagi pula kalian sudah saling kenal. Jadi akan lebih mudah untuk menjalin hubungan bukan?" Ujar Nabila
"Tidak perlu seperti itu, lagi pula aku lihat Ken sangat menyayangi kamu" Ucap Angel
Nabila tersenyum simpul
"Kamu benar.. dia sangat menyayangi aku, dia selalu ada buat aku. Tapi aku hanya menganggap dia sebagai sahabat. Aku sangat mencintai Aarav" Ujar Nabila
Angel memalingkan wajahnya mendengar ucapan Nabila barusan
"Pacar kamu itu, apa dia kerja disini juga? Apa aku mengenalnya?" Tanya Nabila penasaran
Belum sempat Angel menjawab, seorang staf cowok datang menghampiri mereka
"Nabila, kamu di panggil ke ruangan pak Aarav" Ucap nya
Nabila menoleh ke arah sumber suara itu
"Oh baiklah" Jawab Nabila
"Aku tinggal dulu ya" Pamit Nabila pada Angel
Angel hanya terdiam sambil melihat ke arah kepergian gadis itu
"Ada apa? Tumben dia manggil Nabila ke ruangannya" Gumam Angel
***
Nabila melangkahkan kakinya masuk menuju ruangan Aarav setelah sebelumnya mengetuk pintunya terlebih dahulu. Ia tidak mau kalau sampai Aarav marah lagi padanya gara-gara ia menerobos masuk ke dalam ruangannya.
Nabila langsung duduk di kursi depan Aarav tanpa disuruh. Ia memandangi wajah tampan pria dihadapannya itu
"Ada apa memanggil ku? Apa kamu mulai merindukan aku?" Tanya Nabila
Aarav menatap gadis yang duduk didepannya itu
"Nanti ikutlah denganku. Mama mengundang mu untuk makan malam di rumah" Ucap Aarav
"Oke, aku akan ikut" Ucap Nabila tersenyum senang
"Sekarang kamu bisa kembali ke meja kerja mu lagi" Perintah Aarav
"Bolehkah aku disini sebentar lagi?" Ucap Nabila manja
Aarav tidak menjawab pertanyaan Nabila, ia malah menatap tajam ke arah gadis itu. Nabila yang ditatap seperti itu pun merasa takut.
"Oke.. oke.. aku akan keluar" Ucap Nabila
Gadis itu beranjak bangun dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan itu. Ia kembali ke meja kerjanya dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.
"Keliatannya kamu seneng banget, ada apa? Tanya Angel saat melihat Nabila sudah duduk di kursinya
Nabila menoleh ke arah Angel
"Orang tua Aarav mengundangku untuk makan malam. Nanti malam aku akan pergi dengan Aarav kesana" Jawab Nabila
Angel nampak kaget dan menundukkan wajahnya
"Jadi Dia memanggil Nabila untuk itu" Batin Angel
"Ternyata tidak salah aku ikut bekerja disini. Aku bisa lebih dekat dengan Aarav" Ucap Nabila senang
Angel mengangkat wajahnya dan kembali menatap ke arah gadis yang sedang tersenyum bahagia itu.
__ADS_1
***
Sorenya ketiga gadis itu sudah berdiri di depan pintu utama.
"Aku duluan ya?" Pamit Naura
"Iya hati-hati" Jawab Angel
Naura beranjak pergi meninggalkan Angel dan Nabila
"Aku juga pamit dulu ya?" Ucap Angel
"Eh tunggu.. kamu temenin aku sebentar ya nungguin Aarav disini" Pinta Nabila
"Tapi...
"Ayolah sebentar saja" rengek Nabila
"Baiklah" Ucap Angel pasrah
Sepertinya Angel harus kembali menguatkan hatinya melihat kekasihnya itu berduaan bersama Nabila.
Tak lama pria yang ditunggu itu pun datang dan berjalan ke arah mereka.
Sekarang pria itu sudah berdiri didepan dua gadis itu
"Dia sudah datang bukan?" Ucap Angel melihat ke arah Aarav
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" Pamit Angel
Angel hendak berbalik tapi Aarav menahan tangannya sehingga membuat gadis itu kembali menatapnya
"Aku akan mengantarmu pulang" Ucap Aarav
Angel menoleh ke arah Nabila dan melepaskan tangan Aarav dari tangannya
"Tidak perlu, terima kasih" Jawab Angel
Ia pun kembali berbalik dan melangkahkan kakinya pergi. Nabila yang bingung pun hanya memandang ke arah Angel dan Aarav secara bergantian.
Kemudian mereka berdua pun menaiki mobil yang sudah menunggu mereka sejak tadi.
Mereka duduk berdua di kursi belakang. Supirnya pun melajukan mobilnya meninggalkan area kantor.
Didalam mobil Nabila beberapa kali menoleh ke arah pria disebelahnya itu.
"Sepertinya kamu begitu peduli pada Angel" Ucap Nabila memecah keheningan
Aarav masih tetap terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Nabila
"Sebenarnya aku berniat menjodohkan Angel dengan Ken, mereka sudah saling kenal. Bagaimana menurut mu?" Tanya Nabila
Ia sengaja bicara seperti itu karena ingin tahu bagaimana respon Aarav
Aarav menoleh ke arah Nabila
"Tidak perlu mencampuri urusan orang lain. Biarkan saja mereka dengan urusan mereka" Tegas Aarav.
"Baiklah" Ucap Nabila tertunduk
Aksara dan Yuniar sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.
"Maaf Tante telat, soalnya di jalan macet banget" Ucap Nabila
"Iya tidak apa-apa" Jawab Yuniar
"Ya sudah ayo kita langsung ke meja makan saja. Makanan sudah siap" Ajak Yuniar
Sesekali Yuniar melihat kearah putranya yang hanya terdiam
Mereka pun menuju meja makan dan duduk disana. Mereka mulai melahap makanan dimeja itu. Sesekali hanya terdengar candaan Nabila dan Yuniar, Sementara Aksara dan Aarav hanya nampak terdiam.
"Aarav, kamu ikut papa ya. Papa mau bicara sama kamu" Ucap Aksara setelah selesai makan
"Baik Pa" Jawab Aarav
"Nabila, om tinggal sebentar ya? Kamu lanjutin saja ngobrol-ngobrol sama Tante" Ucap Aksara
"Iya gak apa-apa om" Jawab Nabila
Aksara pun beranjak pergi meninggalkan meja makan diikuti oleh Aarav.
Mereka menuju halaman belakang rumah dan duduk di kursi yang memang sengaja ditaruh disana untuk bersantai.
Aksara melihat ke arah putranya yang duduk dikursi depannya. Aarav yang hanya terdiam sejak ia datang tadi.
"Nabila cantik bukan?" Ucap Aksara membuka obrolan
"Tapi papa perhatikan, hati dan pikiran kamu sedang berada ditempat lain. Jadi.. siapa gadis itu?" Tanya Aksara
Aarav melihat ke arah papanya itu
"Maksud papa?" Tanya Aarav pura-pura tak mengerti
Aksara pun tersenyum
"Papa tau, sudah ada seseorang kan di hati kamu? Sampai kamu menolak gadis secantik Nabila. Siapa gadis itu? Kamu ajaklah kemari dan kenalkan sama mama dan papa. Supaya mama kamu juga tidak menjodohkan terus kamu dengan Nabila" Ujar Aksara
"Tapi dia hanya gadis biasa pa. Apa kalian akan menerima nya? Tanya Aarav
"Kenapa tidak. Papa percaya dengan pilihan kamu" Jawab Aksara
"Baiklah pah, besok Aarav harus keluar kota. Sepulangnya dari sana, Aarav akan mengajaknya kemari untuk bertemu dengan papa dan mama" Ucap Aarav
Aksara Hanya manggut-manggut setuju.
Setelah cukup lama ngobrol, kedua pria itupun kembali ke dalam rumah dan menemui Yuniar dan Nabila yang sedang asyik ngobrol di ruang tamu
"Aku akan mengantarmu pulang sekarang" Ucap Aarav pada Nabila
"Kenapa buru-buru, mama kan masih ingin ngobrol dengan Nabila" Ucap Yuniar
"Besok pagi Aarav harus pergi ma, Takutnya Aarav bangun kesiangan. Kecuali kalau Nabila mau pulang sendiri" Ujar Aarav
"Jangan dong, kalau ada apa-apa di jalan gimana. Kamu anterin dia sampai rumah. Memang kamu mau pergi kemana?' Tanya Yuniar
"Aarav mau keluar kota, ada urusan pekerjaan" Jawab Aarav
__ADS_1
"Kalau begitu kenapa kamu gak ajak Nabila. Sekalian kalian pergi liburan" Tawar Yuniar
"Tidak bisa ma. Aarav kesana untuk kerja, bukan untuk liburan. Lagi pula sudah ada Devi yang menemani Aarav" Tolak Aarav
"Ya jelas beda dong.." Ucap Yuniar
"Sudahlah ma, biarkan mereka pulang. Lagi pula ini sudah malam" Potong Aksara
"Ya udah om.. Tante.. Nabila pamit pulang dulu ya" pamit Nabila
Yuniar dan Nabila pun bangun dari duduknya
"Ya sudah, kamu hati-hati ya sayang. Sering-sering main kesini buat temenin Tante ngobrol. Tante bosan ngobrol sama om terus" Canda Yuniar
"Iya Tante.." Jawab Nabila
Setelah pamit dengan Aksara dan Yuniar, Aarav dan Nabila pun bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah itu.
"Ma, mama jangan memaksakan Aarav terus untuk bersama Nabila" Ujar Aksara yang masih memandangi kepergian mobil putranya
"Mama hanya ingin yang terbaik untuk putra mama. Papa lihat sendiri kan tadi? Aarav dan Nabila terlihat sangat serasi" Ucap Yuniar
"Tapi ma..."
"Sudah... Sudah... Mama lagi malas berdebat dengan papa" Ucap Yuniar
Yuniar berbalik masuk ke dalam rumah dan meninggalkan suaminya itu sendirian di depan rumah.
Setelah mengantarkan Nabila pulang ke rumahnya. Aarav kembali ke apartemennya. Ia melepas jas nya dan melonggarkan dasinya. Ia hendak menuju kekamar mandi tapi ia teringat akan Angel. Ia pun meraih handphone nya yang ia taruh diatas meja dan duduk ditepi ranjang besarnya.
Ia coba menghubungi gadisnya itu
Setelah beberapa kali menelfon akhirnya seseorang disana mengangkat telefonnya.
"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Aarav
"Kamu yang membangunkan aku. Kamu menelfon ku berkali-kali, bagaimana aku tidak terbangun" Bohong Angel, padahal ia memang belum tidur
"Baiklah, maafkan aku" Ucap Aarav
"Setelah pergi berdua dengan Nabila, sekarang kamu minta maaf" Sewot Angel
"Aku terpaksa" Ucap Aarav
"Tapi kamu seneng kan?" Sindir Angel
"Baiklah, apa perlu aku pergi menemuimu sekarang" ucap Aarav
"Untuk apa?" Tanya Angel
"Agar kamu tidak cemburu terus" Jawab Aarav
Angel nampak terdiam, suasana pun kembali sunyi
"Kenapa diam?" Tanya Aarav pelan
"Kalau kamu diam, Aku akan kesitu untuk menemui mu" Ucap Aarav
"Tidak perlu!!" Seru Angel
"Kenapa? Aku tidak mau kamu marah terus sama aku" Ucap Aarav
"Baiklah.. maafkan aku.." Ucap Angel lemas
"Tidak perlu meminta maaf. Besok aku akan pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan, aku tidak mau meninggalkan mu dalam keadaan marah" jelas Aarav
"Kamu akan pergi? Dengan siapa?" Tanya Angel
"Aku hanya pergi dengan Devi. Kamu tidak cemburu juga kan pada Devi?" Ledek Aarav
"Tidak, aku tidak cemburu. Lalu kapan kamu kembali?" Tanya Angel
"Aku belum berangkat, kamu sudah tanya kapan aku kembali. Aku tidak akan lama, lusa aku pulang" Jawab Aarav
"Kalau begitu, aku akan merindukanmu" Ucap Angel manja
"Aku juga pasti akan merindukan mu" balas Aarav
"Nanti, sepulang dari sana. Aku akan mengajakmu pergi ke rumah ku. Aku akan memperkenalkan mu dengan kedua orang tua ku" Ucap Aarav
"Apa?? Kenapa secepat itu? Aku masih takut, tidak!! Aku belum siap" Tolak Angel
"Kamu tenang saja, ada aku yang selalu ada disamping kamu" Ucap Aarav mencoba menenangkan
"Sekarang kamu tidur dan istirahat. Ingat, selama aku pergi, kamu jangan macam-macam" Ucap Aarav
"Bukan aku, tapi kamu tuh!" Ledek Angel
"Kenapa aku?" Tanya Aarav polos
"Kan kamu yang selalu tebar pesona didepan cewek" Jawab Angel
"Berarti secara tidak langsung, kamu mengakui kalau kekasihmu ini tampan kan?" Goda Aarav
"Kata siapa? Aku tidak bilang begitu" elak Angel
"Hhhmmm ya sudah, berarti aku jelek" Ucap Aarav
"Tidak, bukan begitu... Iya kamu memang tampan" lirih Angel
Aarav tersenyum manis mendengar pengakuan kekasihnya itu
"Ya sudah, sekarang kamu tidur. Karena kalau kamu sampai terlambat aku akan memberikan hukuman" Ucap Aarav
"Baiklah, lagi pula kalau aku besok terlambat kamu tidak akan tau" Ucap Angel
"Aku pasti akan tau, kamu tunggu aku pulang ya hukumannya" Ucap Aarav
"Tapi, aku juga belum tentu terlambat" Protes Angel
"Kalau begitu anggap saja kalau kamu terlambat. Sekarang kamu tidur lah. Ya sudah aku tutup telefonnya ya? Besok aku juga harus bangun pagi" Ucap Aarav
"Aku mencintaimu" Ucap Angel
"Aku juga mencintaimu" balas Aarav
Sambungan telefon pun terputus. Aarav membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Ia tersenyum mengingat wajah kekasihnya kalau sedang marah. Tak terasa matanya pun tertutup dan ia mulai terlelap saking lelahnya. Ia sampai lupa kalau tadi ia mau mandi.
__ADS_1