
"Apa yang kamu lakukan?" Angel coba mendorong tubuh pria itu tapi pria itu menahan kedua tangannya ke tembok
"Kak Aarav selalu beruntung dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Tidak apa-apa kan kalau aku mencicipinya sedikit" ujar pria itu
Angel nampak kesal mendengar ucapan pria itu, ia menginjak kaki Alvin dengan keras sehingga membuat Alvin menurunkan tangannya dari tembok dan memegangi kakinya yang sakit.
"Awwww!!! Kenapa kamu menginjak kakiku" seru Alvin memegangi kakinya yang sakit
"Rasakan itu" ketus Angel
Angel bergegas membuka pintu kamar itu dan lari meninggalkan kamar itu
"Gadis yang menarik" gumam Alvin
Angel tak sengaja menabrak Aarav yang sedang berjalan hendak menyusulnya.
"Sayang ada apa? Kenapa kamu terlihat ketakutan?" tanya Aarav
Aarav meraih tangan Angel, ia melihat ke arah pintu kamar tamu yang ditempati Alvin sedikit terbuka. Ia tau gadisnya baru saja keluar dari dalam kamar itu. Ia pun kembali menatap gadisnya itu
"Sudah malam, aku akan mengantarmu pulang" ucap Aarav
Angel mengangguk setuju. Ia menoleh ke arah kamar Alvin sebentar lalu berjalan bersama Aarav menuju ruang keluarga
"Ma, pa. Kami akan pamit pulang" ujar Aarav
"Baiklah, ini sudah malam. Angel terima kasih ya kamu sudah datang kemari" Aksara melihat ke arah Angel
"Tidak om, justru saya yang berterima kasih karena sudah di undang makan malam bersama keluarga ini" jawab Angel
Aksara beranjak dan mendekati ke arah putranya itu. Ia menepuk pundak Aarav
__ADS_1
"Sering-sering lah ajak Angel main kemari. Iya kan ma?" Aksara menoleh ke arah istrinya yang masih duduk di sofa
Yuniar melengos dan tidak menjawab pertanyaan suaminya itu.
"Ya sudah Aarav sama Angel pamit dulu pa" ucap Aarav
"Permisi om.. tante.." ucap Angel sopan sambil membungkukkan sedikit badannya
Aarav mengajak Angel berjalan keluar rumah. Aksara mengantarkan mereka sampai depan rumah. mereka menaiki mobil yang sudah terparkir di depan halaman rumah Aarav.
Selepas kepergian mereka, Aksara Kembali masuk ke dalam rumah dan menghampiri istrinya yang masih duduk di sofa
"Mama Kenapa tidak ikut mengantarkan mereka sampai ke depan" tanya Aksara
"Mama masih belum rela kalau Aarav menjalin hubungan dengan gadis itu" ucap Yuniar sambil beranjak bangun dan pergi menuju kamarnya
Aksara hanya menggelengkan kepalanya dan mengambil nafas panjang.
***
"Kenapa melihatku seperti itu?" Angel nampak gugup karena Aarav terus memandangi nya.
Aarav meraih wajah gadis itu dan mulai mendekatkan wajahnya. Ia mengecup lembut bibir gadisnya. Angel memejamkan matanya menerima perlakuan Aarav padanya.
"Terimakasih untuk keberanianmu malam ini" bisik Aarav saat melepaskan ciumannya
Angel tersenyum mendengar perkataan Aarav
"Aku akan mengantarmu turun" ucap Aarav
Aarav turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Angel. Ia kembali menggandeng tangan gadis itu dan mengantarkannya sampai depan pintu.
__ADS_1
"Aku pulang dulu. Besok pagi aku akan menjemputmu" ucap Aarav melepaskan tangan Angel
"Tunggu" Angel meraih tangan Aarav kembali
"Ada apa?" tanya Aarav
"Tadi itu sepupumu.." ucap Angel terpotong
"Tidak apa-apa. dia memang seperti itu, tidak usah berfikir yang macam-macam" Aarav membelai wajah Angel
"Ya sudah kamu masuk dulu, baru aku akan pulang" ucap Aarav
Angel membuka pintu rumah itu dan masuk kedalamnya. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Aarav lalu menutup pintunya kembali.
***
Esoknya Nabila datang ke kantor seperti biasa. Ia melihat ke arah Angel yang sudah duduk di kursi kerjanya. Angelpun melihat ke arah Nabila yang tengah memandangi nya dengan tatapan kebencian.
Nabila menarik kursinya dengan kasar dan duduk di sana. Naura yang melihat seperti ada perselisihan di antara dua gadis itu pun hanya nampak terdiam.
Siangnya Nabila berjalan ke arah Angel dan Naura yang tengah makan di kantin.
Byuuurrrr
Nabila menyiramkan air dari gelas ditangannya ke wajah Angel
Angel yang kaget pun langsung beranjak bangun. Naura pun ikut bangun dan melihat ke arah Angel dan Nabila bergantian
"Ini biar kamu tersadar dari mimpi kamu. Biar kamu tidak mendekati Aarav lag!!" Teriak Nabila
Semua mata disana pun memandang ke arah mereka. Nabila bergegas meninggalkan dua gadis didepannya itu. Ia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka
__ADS_1
Seseorang yang sedang duduk disebuah kursi menjulurkan kakinya sehingga membuat Nabila terjatuh dan tersungkur ke lantai. Ia juga menumpahkan minuman yang ia pegang ke baju Nabila. Nabila pun nampak kaget dan melihat ke arah orang yang berdiri didepannya itu
"Upsss, sorry gak sengaja" ucap orang itu