Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 25


__ADS_3

Angel menginap di kontrakan Naura dan sudah berganti baju menggunakan baju Naura. Kebetulan besok juga adalah hari Minggu. Ia merebahkan dirinya di kasur lantai di samping Naura. Maklum, kontrakan Naura hanya menyediakan kasur biasa dan lemari baju. kontrakannya terdiri dari tiga petak, bagian depan untuk ruang tamu, tengah untuk kamar dan paling belakang untuk kamar mandi dan dapur.


"Maaf ya Ngel, kontrakan aku sempit. Ya maklum lah cuma ini yang murah, yang lainnya mahal-mahal", Ujar Naura


"Iya gak apa-apa kok. Aku malah seneng karena kamu udah bolehin aku nginep disini", Ucap Angel


"Tapi kenapa kamu tumben-tumbenan mau nginep disini?", Tanya Naura


Angel menghela nafas


"Gak apa-apa, aku cuma pengin suasana baru aja", bohong Angel


"Oya, aku boleh nanya sesuatu gak? Sebenarnya kamu dan pak Aarav ada hubungan apa? Aku lihat tadi di kantin dari tatapan kalian seperti ada sesuatu" Tanya Naura penasaran


Angel menatap ke arah Naura


"Maaf ya kalau pertanyaan aku lancang", Ucap Naura tak enak hati


"Gak apa-apa.." Jawab Angel


Angel pun nampak berfikir sejenak


"Sebenarnya... dia itu mantan pacar aku" jelas Angel


"Apa!!!!!"


Naura melotot dan melongo tak percaya dengan ucapan Angel barusan


"Ma...mantan??", Sambung Naura


Angel mengangguk pelan


"Iya.. dia mantan aku..", lirih Angel


"Ta.. tapi kenapa kalian putus??", Tanya Naura


Angel menghela nafas panjang


"Aku yang ninggalin dia..", jawab Angel


"Tapi kenapa?? Dia kan tampan, kaya.. sempurna deh pokoknya" ujar Naura


Angel menggelengkan kepalanya pelan


"Justru karena dia terlihat sempurna, maka aku merasa tidak pantas untuknya. Lagi pula sudah ada Nabila sekarang disampingnya. Dia gadis yang baik, dia lebih cocok mendampinginya", mata Angel mulai berkaca-kaca


Hatinya sebenarnya sangat sakit jika mengingat Aarav dan Nabila.


"Maaf ya Ngel.. tapi kamu jangan sedih. Kamu pasti sangat mencintai dia ya?", Ucap Naura


Naura pun memeluk Angel, membuat gadis itu menangis di pelukannya.


Sementara itu Aarav yang sekarang tinggal di apartemen sejak pergi dari rumah pun terus memikirkan Angel. Apalagi saat tadi ia melihat Ken menemui Angel, ia khawatir kalau Ken akan berbuat sesuatu pada gadis itu kalau tau Angel sudah bertemu kembali dengannya.


Ia duduk di sofa dan mengotak-atik handphone nya. Ia ingin menelfon gadis itu tapi gadis itu tak punya handphone, karena terakhir dia menelfon yang mengangkat adalah istri Dito, sepupu Angel. Ia berfikir untuk menemui gadis itu saja di kontrakan temannya tadi. Karena tadi dia sempat mengikuti gadis itu ketika pulang dan ia juga tau kalau Ken tadi mengikuti Angel.


"Aku temui saja dia..", gumam Aarav


Ia pun beranjak bangun dan mengambil jaketnya. Ia pergi keluar dari apartemennya dan berjalan menuju parkiran mobil.


Sesampainya di parkiran, ia menaiki mobilnya dan melajukannya pergi meninggalkan tempat itu.


Malam itu di luar hujan sangat lebat, tapi tak membuat niatnya berubah untuk menemui gadis itu.


Sesampainya didepan kontrakan itu. Ia pun turun dari dalam mobil dan berlari menuju kontrakan itu. Ia mengetuk pintunya itu beberapa kali, karena suara hujan yang sangat lebat sehingga membuat penghuninya tak mendengar ada yang mengetuk pintu


Tak lama seseorang membukakan pintunya dan nampak kaget melihat pria yang berdiri didepannya dengan pakaian yang sedikit basah karena terkena guyuran hujan tadi.


"Pak Aarav? Bapak kok bisa ada disini?", Tanya Naura


"Aku ingin bertemu dengan Angel", Ucap Aarav


Angel yang merasa namanya disebut oleh suara yang ia kenal pun beranjak bangun dan berjalan ke arah pintu. Ia berdiri dibelakang Naura. Naura yang menyadari kehadiran Angel pun menengok kebelakang dan melihat Angel sudah berdiri di belakangnya.


"Kalau begitu aku tinggal dulu", Pamit Naura


Ia pun pergi masuk kembali kedalam kamarnya dan meninggalkan dua orang itu.


Angel dan Aarav saling bertatapan


"Ada apa?", Tanya Angel cuek


"Dari mana kamu tau kalau aku ada disini?", tambahnya

__ADS_1


"Aku ingin bicara sama kamu, kita harus bicara", Ucap Aarav


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. hubungan kita sudah lama berakhir, Kita hanya masa lalu. Aku sudah bilang kan, kamu lupain aku", Jawab Angel


Angel pun menutup pintunya. Aarav kembali mengetuk pintu itu


"Angel dengarkan aku dulu, aku tau kamu masih cinta kan sama aku? Angel.. Angel...", Teriak Aarav dari luar


Sementara Angel menyenderkan dirinya di balik pintu dan menangis.


"Aku gak akan pergi dari sini sampai kamu mau bicara sama aku!", Teriak Aarav lagi


Naura yang melihat Angel sedang menangis pun berjalan mendekatinya dan memeluknya untuk menenangkannya.


"Aku gak mau memberi dia harapan lagi, dan aku juga tidak mau berharap lagi padanya.. hiks.. hiks...", Tangis Angel


Naura membawa Angel masuk kembali ke dalam kamarnya


Jam terus berputar, waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Naura terbangun dari tidurnya dan melihat Angel yang masih duduk melamun di sampingnya.


"Kamu belum tidur?", Tanya Naura


Tiba-tiba Naura kembali teringat tentang Aarav


"Oya pak Aarav sudah pergi atau masih di depan??", Sambung Naura


Angel pun teringat Aarav yang masih di depan kontrakan itu. Ia langsung beranjak bangun dan pergi ke ruang depan, ia melihat dari jendela.


Ternyata pria itu masih berdiri menyender didepan mobilnya sambil hujan-hujanan.


"Apa dia mau mati!!", Resah Angel


Angel pun mulai khawatir, Ia pun membuka pintu kontrakan itu dan berjalan menghampiri ke arah pria itu tanpa menggunakan payung


Kini ia pun ikut basah kuyup karena hujan-hujanan. Kini mereka saling berhadapan


"Apa kamu sudah gila??", Teriak Angel di bawah guyuran air hujan


"Ya! aku sudah gila karena kamu", Teriak Aarav


"Aku udah ngelupain kamu.. kamu jangan pernah ganggu aku lagi.. sekarang hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan saja", teriak Angel lagi


Aarav menatap kecewa pada gadis dihadapannya itu. Ia melihat ke arah kalung yang dipakai gadis itu. Itu adalah kalung pemberiannya dulu, tapi gadis itu masih memakainya


Aarav pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan tempat itu. Angel hanya memandangi ke arah mobil Aarav yang semakin menjauh. Kini air matanya sudah menyatu dengan air hujan


***


Sorenya, Angel ijin pulang pada Naura karena besok mereka harus kembali bekerja. Ia pun pulang menggunakan taxi.


Sesampainya di depan rumah Dito, ia pun turun dari dalam taxi setelah membayarnya. Ia melihat Rani yang sedang menemani Miko bermain dihalaman depan rumah.


"Eh kamu sudah pulang?", Tanya Rani saat melihat Angel memasuki halaman rumahnya.


"Iya mba...", Jawab Angel


"Gimana kamu seneng? Sekarang kamu sudah mulai punya teman disini", Ujar Rani


"Iya mba.. aku sudah mulai punya teman disini sekarang", Ucap Angel


Miko berlari ke arah Angel dan menarik-narik bajunya


"Bibi.. bibi.. ayo temani aku main di taman. Mama gak mau aku ajakin main ke taman. Aku kan bosan main di rumah terus", keluh Miko


"Miko.. kamu gak boleh gitu. Tante Angel kan capek baru pulang kerja. Trus kamu kalau panggil Tante Angel yang sopan, jangan seperti itu..", Tegur Rani


"Gak apa-apa mba.. Miko kan masih kecil", Ucap Angel


Angel berjongkok dan menghadap anak kecil didepannya itu. Ia pun mengelus rambut anak itu


"Sekarang kita mainnya di rumah dulu ya, nanti kalau Tante libur lagi, Tante ajak Miko jalan-jalan, gimana??", bujuk Angel


"Bener ya Tante?", Tanya Miko


"Iya.. Tante janji...", Ucap Angel


"Horeee.. asyik...", Miko berjingkrak gembira


Angel dan Rani pun tersenyum bahagia melihat tingkah anak itu


Esoknya Angel kembali bekerja seperti biasa. Ia memasuki kantor itu seperti biasa, sementara Dito pergi memakirkan motornya.


Ia melihat sekelilingnya. Setelah apa yang terjadi kemarin, tapi ia tetap berharap masih bisa melihat pria yang sangat ia cintai itu walau hanya dikantor saja sebagai atasannya. Ia pun berjalan menuju ruang kerjanya dan melihat Naura yang sudah duduk dimeja kerjanya. Mereka pun kembali bekerja seperti biasa.

__ADS_1


Siangnya saat jam makan siang Angel dan Naura sudah duduk di kantin dan sudah memesan makanan. Naura mulai melahap makanan didepannya itu, sementara Angel yang nampak celingak-celinguk melihat ke sekelilingnya.


Naura pun menghentikan makannya dan melihat ke arah Angel yang belum menyentuh makanannya


"Kamu nyariin siapa sih? Pak Aarav ya?", Tanya Naura pelan


Angel melihat ke arah Naura yang duduk di depannya itu


"Aku hanya khawatir saja.. apakah dia baik-baik saja. Kemaren dia kan hujan-hujanan sampai pagi di depan kontrakan kamu", Ucap Angel


"Kamu masih cinta kan sama dia?", Tanya Naura


Angel Hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Naura. Hatinya kini sedang dilema, dia yang meminta pria itu untuk menjauh tapi dia juga yang merasa kehilangan.


Naura menghela nafas panjang melihat temannya itu. Ia pun melihat sekeliling


"Eh.. itu ada Bu Devi, sekertaris nya pak Aarav", Naura menunjuk ke arah Devi yang duduk tak jauh dari mereka


Angel pun ikut melihat ke arah Devi yang sedang makan bersama pak Vino, HRD disana.


"Kamu tanya saja sama dia. Dia pasti tau soal pak Aarav" suruh Naura


"Nggak ah... Ngapain juga aku nanyain dia", tolak Angel


"Ya ampun Angel.. kalau cinta itu gak usah gengsi. Yang penting kan dia cinta sama kamu terus kamu juga cinta sama dia, itu sudah cukup. Yang lain urusan belakangan", nasehat Naura


Angel pun mencoba mencerna omongan Naura barusan. Ia memang masih mencintai mantan kekasihnya itu. Dan ia juga tau kalau Aarav masih mencintainya. sepertinya ucapan Naura memang ada benarnya juga.


Sorenya Angel menyuruh Dito pulang duluan karena dia bilang masih ada sedikit kerjaan, nanti dia akan pulang naik taksi saja. Padahal ia ingin mencari tau tentang Aarav karena ia tak melihatnya seharian di kantor, ia benar-benar mencemaskan pria itu.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Angel melihat Devi yang baru saja keluar dari dalam gedung itu. Ia pun ikut keluar dan mengejar Devi


"Bu Devi tunggu Bu...", Panggil Angel


Devi pun berbalik dan melihat ke arah Angel yang sudah berdiri dihadapannya dengan nafas terengah-engah.


"Iya kenapa? Kamu Angel kan?", Tanya Devi


"Iya Bu..." Jawab Angel


"Ada apa ya? Kenapa kamu belum pulang? Ini sudah mau Maghrib, harusnya kamu sudah pulang dari tadi" Tanya Devi


"Ibu sendiri kenapa baru mau pulang?", Tanya Angel balik


"Oh saya tadi harus menyelesaikan beberapa kerjaan. Ini saya juga mau menemui pak Aarav dulu soalnya mau minta tanda tangannya", Ucap Devi


"Emang pak Aarav gak masuk hari ini Bu??", Tanya Angel menyelidik


"Iya Dia sedang sakit jadi saya yang harus menemui dia sekarang" Jawab Devi


"Saya saja ya Bu yang mintain tanda tangannya" Pinta Angel


"Tapi ini kerjaan saya. Nanti saya malah di marahin sama si Bos lagi kalau ngasih kerjaan saya ke kamu", Tolak Devi


"Ayo lah Bu.. saya saja.. jadi ibu bisa langsung pulang kan", Rengek Angel memelas


"Mending kamu saja yang pulang. Ya sudah, saya sudah di tunggu sama pak Aarav", Ucap Devi


Angel menahan lengan Devi yang hendak beranjak pergi


"Bu, saya boleh ikut ya??", Pinta Angel memohon


"Aduhh.. kamu ini kenapa sih? Saya itu mau kerja, bukan jalan-jalan. Saya sudah di tunggu sama supirnya pak Aarav", ujar Devi menunjuk ke arah supir yang sedang menunggunya.


Angel pun melihat ke arah supir itu


"Saya gak akan lepasin tangan ibu kalau saya gak boleh ikut", ancam Angel


"Kamu mau minta di antar pulang??", Tanya Devi


Angel menggelengkan kepalanya


Tiba-tiba suara handphone Devi berbunyi dan itu panggilan dari Aarav.


"Sebentar, saya angkat telefon dulu", Ucap Devi


Angel melepaskan tangan Devi. Devi berjalan sedikit menjauh dari Angel dan mengangkat telefonnya. Angel hanya melihat dari kejauhan tanpa bisa mendengar pembicaraan mereka.


Setelah selesai menelfon, Devi kembali menghampiri Angel


"Ya sudah, ayo kamu ikut naik" Ajak Devi


"Baik Bu..."

__ADS_1


Angel pun nampak senang dan ikut masuk ke dalam mobil bersama Devi.


__ADS_2