
Pagi itu Aarav menjemput Angel pagi-pagi sekali kerumahnya. mereka hendak meluncur ke Bandung untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Karin dan Yoga.
Setelah menempuh hampir empat jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Aarav yang di Bandung.
Aarav menoleh ke samping dan mendapati gadisnya tengah tertidur pulas.
"Sayang kita sudah sampai" Aarav mengelus-elus pipi gadis itu
Perlahan Angel membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Akhirnya setelah sekian lama, ia datang kembali ke rumah itu.
"Ayo kita turun" ajak Aarav
Aarav turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu yang masih nampak seperti orang bingung.
seseorang yang berjaga di rumah itu membantu mereka menurunkan barang-barang mereka dan membawanya masuk ke dalam rumah.
mereka melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu.
"Rumah ini selalu bersih karena memang ada orang yang dipekerjakan khusus untuk membersihkannya. Sebelum bertemu denganmu lagi, sebulan sekali aku selalu mengunjungi tempat ini dan berharap bisa bertemu denganmu lagi di kota ini" Aarav mengusap rambut Angel
Angel menatap wajah kekasihnya itu dan berhambur kepelukannya
"Terimakasih karena kamu begitu mencintai ku" ucap Angel
Angel mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Aarav yang juga sedang memandanginya
"Sekarang istirahatlah, nanti malam kita akan pergi ke acara resepsi pernikahan Karin dan Yoga" ucap Aarav
Angel melepaskan tangannya dari pinggang Aarav dan mengalungkannya di leher pria itu
"Baiklah, dimana kamarku?" Tanya Angel
"Kamu bisa tidur di kamarku di atas. Biar aku tidur dikamar bawah" ucap Aarav
"Kalau begitu antar aku ke atas" pinta Angel
"Baiklah tuan putri" ucap Aarav
Aarav mengangkat tubuh kekasihnya itu dan membopongnya. Ia membawanya menaiki tangga menuju kamar atas
Aarav menurunkan Angel setelah mereka sampai di dalam kamar. Angel melihat sekeliling kamar itu. Nampak tidak ada yang berubah dari sejak dia terakhir menempati kamar itu malam itu. Dikamar itu juga pertama kali mereka saling menyatakan perasaan mereka.
"Kamu istirahat saja dulu. Nanti malam bersiap-siaplah karena kita akan ke resepsi pernikahan Karin" ucap Aarav
"Baiklah" Angel menganggukkan kepalanya
"Aku tinggal ke bawah dulu" Aarav mengusap rambut Angel
Angel meraih tangan Aarav saat pria itu hendak berbalik pergi
"Kenapa lagi?" tanya Aarav menatap mata gadisnya
Angel mendekatkan dirinya dan mengecup pipi Aarav. Aarav tersenyum dan kembali mengusap rambut gadis itu, kemudian ia berbalik pergi meninggalkan gadis itu dikamar.
💞💞💞
Malamnya Angel dan Aarav memasuki sebuah gedung yang sudah padati oleh tamu undangan. Lampu-lampu penerangan yang membuat ruangan itu terlihat begitu megah dan mewah
Angel menggandeng lengan Aarav. Beberapa orang melihat ke arah mereka. Angel juga melihat Nabila yang sedang duduk di kursi bersama temannya sedang memandanginya dengan tatapan tidak suka.
Aarav mengajak Angel berjalan ke arah kursi pelaminan untuk memberi selamat pada pasangan pengantin baru itu lebih dulu
Terlihat beberapa orang juga baru saja berfoto dengan pasangan pengantin itu
Karin dan Yoga yang melihat Aarav datang bersama seorang gadis yang sangat familiar.
__ADS_1
"Apa ini? Angel??" Karin memeluk Angel saat gadis itu sudah berdiri didepannya
Karin melepaskan pelukannya dan menatap wajah Angel. Aarav menjabat tangan Yoga dan memeluknya untuk memberinya selamat
"Kamu kemana saja? Kami mencarimu setiap saat. bahkan Aarav rela bolak-balik dari Jakarta ke Bandung hanya untuk mencarimu. Dia selalu mengunjungi rumah lamamu setiap bulan, berharap kamu sudah pulang dan melihat mu disana" ujar Karin
"Maafkan aku sudah menyusahkan kalian" ucap Angel
Karin menoleh ke arah Aarav yang berdiri dibelakang Angel
"Kamu kenapa tidak memberi tau kami kalau kamu sudah menemukan Angel? Pantas saja beberapa bulan ini kamu tidak datang kemari" ujar Karin
"Aku ingin memberikan kejutan untuk kalian" jawab Aarav
"Oya selamat ya untuk kalian berdua. Akhirnya kalian menikah juga" ucap Angel
"Terimakasih, lalu kapan kekasihmu itu akan menikahimu?" Karin melirik ke arah Aarav
"Aku akan segera menikahi nya" jawab Aarav pasti
Angel tersenyum malu mendengar jawaban dari Aarav barusan
"Apa kamu tau Angel, sebenarnya Aarav sudah menyukai mu dari pertama melihatmu" ucap Karin
"Benarkah? Aku tidak tau" ucap Angel
"Bahkan dia rela memilih kuliah di Bandung hanya untuk melihatmu setiap hari" ucap Karin
"Maksudmu? Aku tidak mengerti" ucap Angel polos
Aarav melingkarkan tangannya di pinggang Angel
"Sudah tidak perlu mendengarkan dia. Ayo kita turun" Ajak Aarav
"Sekali lagi selamat ya buat kalian berdua" ucap Angel sumringah
Aarav menggandeng tangan kekasihnya itu turun dari panggung pelaminan meninggalkan kedua mempelai itu.
"Sayang, aku mau ke toilet dulu" ucap Angel
"Mau aku antar?" tawar Aarav
"Tidak perlu, aku sendiri saja" tolak Angel
"Baiklah, aku akan menunggumu disini" ujar Aarav
Angel melangkahkan kakinya pergi menuju toilet, ia mencari arah menuju toilet dan menanyakan pada seorang pria yang sedang berjaga di pintu
Angel masuk kedalam toilet yang ditunjukkan orang yang berjaga didepan tadi.
Setelah beberapa saat ia kembali melangkahkan kakinya keluar dari toilet karena takut Aarav mencarinya.
Ia mencoba melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan Aarav. dari jauh ia melihat Aarav yang sedang berdiri bersama temannya. Ia pun melangkahkan kakinya hendak menghampiri kekasihnya itu namun ia menghentikan langkahnya saat melihat wanita yang waktu itu di butik sedang menyapa kekasihnya itu. Ia pun nampak kesal melihat wanita yang berpenampilan sangat sexy itu mengobrol bersama Aarav
"Hei Aarav? Kita ketemu lagi disini" sapa Monic
"Hei, kamu datang sendiri?" tanya Aarav
"Tidak, aku bersama suamiku. Dia sedang duduk disebelah sana" ujar Monic
"Kamu sendiri? Mana pacarmu?" tanya Monic
"Dia ada disini. Sebentar lagi juga dia kesini" jawab Aarav
Monic menaruh tangannya didada Aarav dan mengusap-usap jas Aarav
"Ada sedikit kotoran di jas mu" ucap Monic
__ADS_1
Aarav menahan tangan Monic dan menurunkannya dari dadanya
"Aku bisa membersihkannya sendiri" tegas Aarav
"Baiklah, aku mengerti" Monic terlihat kecewa dengan sikap Aarav
Monic terus memandangi wajah Aarav sambil tersenyum
"Sepertinya aku telah membuat pilihan yang salah dengan memutuskan menikah lebih awal" ujar Monic
"Tidak, pilihanmu sudah tepat" tegas Aarav
Aarav melihat sekelilingnya mencoba mencari Angel tapi ia tak melihat gadis itu
"Kemana dia? Kenapa lama sekali" batin Aarav
"Aku permisi dulu" pamit Aarav pada teman-temannya
Ia melangkahkan kakinya pergi hendak menyusul Angel ke toilet
💞💞💞
Angel berjalan dengan kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya. ia berjalan keluar dari ruangan tempat resepsi itu. Ia terus ngedumel sendiri sepanjang jalan
"Siapa sih wanita itu? apa dia mengikuti Aarav terus? waktu itu di butik, sekarang kami di Bandung dia juga ada disini. Memangnya dari sekian banyak orang didalam, hanya Aarav doang yang harus dia sapa?" Angel berbicara sendiri dengan kesal
Angel menghentikan langkahnya dan melihat seorang pria menarik tangan seorang gadis dan membawanya ke sebuah ruangan.
"Ken, apa yang kamu lakukan? Ngapain kamu bawa aku kesini?" ucap Nabila
"Nabila, ijinkan aku untuk bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan malam itu di hotel" ucap Ken
"Cukup Ken! Aku tidak ingin mendengar hal itu lagi. Anggap saja malam itu tidak terjadi apa-apa. Dan satu lagi, tidak ada yang boleh tau tentang kejadian itu termasuk Aarav" Nabila hendak pergi tapi Ken menahan lengannya
"Nabila, kamu tidak bisa membuat seolah tidak terjadi apa-apa dengan kita malam itu" ucap Ken
Nabila menarik tangannya kasar dari genggaman tangan Ken
"Mulai sekarang kamu jauhi aku Ken! Aku tidak ingin punya hubungan apapun lagi denganmu" seru Nabila
Praaaaanggg
Suara benda terjatuh dari luar. Nabila pun nampak panik takut ada yang mendengar pembicaraan mereka tadi. Ia berjalan dan membuka pintu ruangan itu yang memang tidak tertutup rapat tadi. Ia melihat sekelilingnya dari ambang pintu tapi tidak ada siapa-siapa disana. Hanya ada vas bunga yang terjatuh di lantai. Ia pun kembali masuk dan menghampiri Ken yang masih terdiam di tempatnya
"Jangan ikuti aku lagi. Aku tidak mau ada yang melihat kita disini" ucap Nabila
Nabila pergi meninggalkan Ken sendirian di ruangan itu
"Aaarrggghhhhhh" Ken menghantamkan tangannya ke tembok
💞💞💞
Seorang gadis berlari keluar dari dalam gedung itu. Nafasnya tampak terengah-engah. Ia mencoba melihat kebelakang tapi tidak ada siapa-siapa.
Ia melihat sekelilingnya dan nampak banyak mobil terparkir disana. Tidak ada siapa-siapa, tempat itu tampak sepi
"Sepertinya aku salah jalan. Aku harus kembali ke dalam"ucap Angel sambil memegangi dadanya dengan tangan kanannya
"Tapi tadi aku tidak salah dengar kan? Malam itu? Di hotel? Apa yang dilakukan mereka berdua? Kenapa juga Ken harus bertanggung jawab?" Angel nampak berfikir
"Sudahlah, itu bukan urusanku. Sebaiknya aku kembali ke dalam saja" ucap Angel
Angel kembali melihat sekelilingnya dan ia pun mulai merinding dan takut. ia melangkahkan kakinya kembali hendak masuk kembali dalam
"hhhmmppppp" seseorang membungkam mulutnya dari belakang
Pandangannya seketika kabur dan gelap
__ADS_1
💞💞💞