
Suasana yang mencekam dan nampak sunyi di pinggiran hutan malam itu. Terlihat dua orang pria berpakaian serba hitam dan menggunakan penutup kepala turun dari mobil. Seorang diantaranya menggendong seorang gadis yang tidak sadarkan diri. Mereka membawa gadis itu masuk ke dalam sebuah rumah kosong. Gadis itu diletakkan tergeletak di lantai. Kedua pria itu keluar dan mengunci pintu ruangan itu.
Tak berselang lama sebuah mobil datang ketempat sunyi itu. Nampak seorang gadis cantik turun dari dalam mobil dan berjalan menghampiri dua orang pria yang tengah menunggunya di depan rumah kosong itu.
"Ini bayaran untuk kalian" gadis itu memberikan sebuah amplop coklat berisi sejumlah uang
"Tugas kalian selanjutnya adalah, menikmati tubuh perempuan itu. Setelah itu kalian bisa tinggalkan dia disini" ucap wanita itu
"Beres bos, kalau itu tugasnya mah kecil" ucap pria bertubuh kekar
"Ingat, jangan sampai ada yang tau. Setelah kalian selesai dengan perempuan itu kalian segera tinggalkan tempat ini dan jangan meninggalkan jejak apapun. Mengerti?" Ucap wanita tadi
"Baik bos kami mengerti" jawab pria bertubuh kekar itu lagi
"Bagus" ucap wanita itu
Wanita itu kembali ke arah mobilnya dan menaikinya. ia bergegas meninggalkan tempat itu sebelum ada yang memergokinya disana.
"Lumayan kita dapat santapan gratis" ucap pria bertubuh kekar
"Iya, sudah lama aku tidak tidur dengan perempuan" ujar pria berbadan jangkung
"Kita tunggu dia sadar saja dulu, biar makin enak. Gak enak kalo dia masih dalam keadaan tidak sadar" ujar pria bertubuh kekar itu lagi
"Oke siap" jawab pria satunya
πππ
Aarav berjalan keluar dari ruangan itu setelah ia tidak menemukan Angel didalam ruangan itu. Ia berpapasan dengan Nabila yang hendak masuk kembali ke ruangan itu. Aarav tetap melangkahkan kakinya keluar tanpa menghiraukan keberadaan Nabila. Nabila terus memandangi ke arah Aarav yang berjalan keluar dengan terburu-buru.
"Ada apa? Wajahnya terlihat panik" Nabila menyilangkan tangannya didadanya
Aarav sampai di parkiran depan, ia menaruh kedua tangannya di pinggang sambil melihat sekelilingnya. Tempat itu nampak sepi karena para tamu masih menikmati jamuan didalam.
"Kamu kemana? Jangan bikin aku khawatir" ucap Aarav sambil menyibakkan rambutnya kebelakang
" πΆYou, you are the one. I Miss you so much, now that you're goneπΆ " bunyi nada dering handphone Aarav
Aarav mengambil handphone nya di sakunya dan mengangkat telefonnya
"Halo" ucap Aarav
"Gadismu ada disini" ucap seseorang dari balik sambungan telefon
Aarav langsung menutup sambungan telefon nya dan bergegas menuju ke arah mobilnya. Ia menaiki mobilnya dan melajukannya meninggalkan area gedung itu.
πππ
Angel mulai mengerjip-ngerjipkan matanya. Ia memegangi kepalanya yang masih sedikit terasa pusing. mungkin karena pengaruh obat bius tadi yang membuatnya tidak sadarkan diri. Ia mencoba untuk duduk dan melihat sekelilingnya. Ruangan yang nampak lusuh dan kotor seperti tidak terawat dan tidak berpenghuni.
"Kenapa aku ada disini? Ini dimana?" Gumamnya
Ia mendengar langkah kaki berjalan menuju ke ruangan itu
"Ceklekkkkk" suara pintu terbuka
Dua orang pria berpakaian serba hitam berdiri di pintu dan melihat ke arahnya. mereka sudah melepaskan penutup kepalanya sehingga terlihat jelas wajah kedua pria itu
__ADS_1
"Dia sudah bangun" ucap pria bertubuh kekar
"Iya, sekarang kita bisa bermain-main dulu dengannya" balas pria bertubuh jangkung
Kedua pria itu masuk dan menutup kembali pintu itu dan menguncinya. Mereka melihat ke arah Angel dengan tatapan liar mereka
"Mau apa kalian?" Seru Angel yang mulai ketakutan
Kedua pria itu berjalan mendekati Angel. Pria bertubuh kekar itu berjongkok didepan Angel dan membelai wajah gadis itu
"Jangan sentuh aku!" Angel menghempas kasar tangan pria itu dari wajahnya
"Ayo kita bersenang-senang dulu sayang" Pria itu hendak kembali membelai wajah Angel tapi Angel menggigit tangannya
"Aaaaaaaaaa" teriak pria bertubuh kekar itu dan terjatuh duduk
Angel bangun dan berlari ke arah pintu. Ia mencoba membuka pintu itu tapi pintu itu terkunci
"Kamu tidak bisa kemana-mana gadis cantik. Kuncinya ada disini" pria bertubuh jangkung itu menunjukkan kunci ditangannya
"Tolong lepaskan aku. Kalian mau apa?" Panik Angel
Pria bertubuh kekar itu bangun dan berjalan ke arah Angel. Ia menarik tangan Angel kasar dan menghempaskan gadis itu hingga ia jatuh tersungkur ke lantai.
"Kami ingin bersenang-senang denganmu cantik" pria itu membuka jaketnya dan melemparnya ke sembarang tempat
Angel mendorong tubuhnya mundur karena pria itu semakin mendekatinya. Sementara pria bertubuh jangkung hanya menonton mereka. Punggung Angel menempel di tembok hingga membuatnya tidak bisa mundur lagi
"Kamu tidak bisa kemana-mana cantik" pria itu membuka bajunya dan melemparkannya
"Teriak saja. Tidak akan ada yang mendengarkanmu disini" ucap pria itu
Pria itu berlutut dihadapan gadis itu dan memegangi kedua tangan gadis itu dengan erat. Angel mencoba melepaskan tangannya dari genggaman pria itu tapi tenaga pria itu lebih kuat darinya. Pria itu mendorong tubuh Angel hingga tertidur di lantai dan menindihnya
"Jangan aku mohon jangan" Isak Angel berusaha untuk melawan
Pria itu melepaskan tangan Angel dan mulai meraba tubuh gadis itu
"Sreetttt" Pria itu merobek bagian lengan gaun yang di pakai Angel dengan kasar
Angel menahan dada pria itu, ia berusaha menjauhkan tubuhnya tapi tidak bisa. Pria itu menciumi leher gadis itu dengan penuh nafsu. Air mata pun menetes dari mata gadis itu.
"Sreetttt" pria itu kembali menarik bagian atas gaun gadis itu sehingga kini terlihat bra berwarna merah yang di pakai gadis itu
Pria itu pun semakin bernafsu menciumi leher gadis itu dan mulai turun ke dada gadis itu. Temannya yang masih berdiri dan menonton pertunjukan itu pun mulai melepaskan jaketnya
Pria itu mulai meraba paha gadis itu dari balik gaunnya. Angel mencekram bahu pria hendak mendorongnya tapi tenaganya tidak cukup kuat
"Hentikaaannn" suara Angel mulai serak
Pria itu tak menghiraukan rintihan gadis itu. Ia semakin bernafsu mencumbui gadis itu. Pria itu mulai meraba dada gadis itu yang masih terbungkus oleh bra berwarna merah. Sementara gadis itu hanya menangis tertahan dan tidak bisa mengeluarkan suara lagi
"Braaaaakkkkkkkkk"
Seseorang menendang keras pintu itu dengan kakinya. Pintu itu langsung terbuka dengan sekali tendangan. Pria berbadan kekar menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah pintu. Pria bertubuh jangkung juga ikut menoleh ke arah pintu.
Aarav mengepalkan tangannya melihat gadisnya sedang ditindih seorang pria yang bertelanjang dada. Bahkan bagian dada gadis itu sudah terbuka karena gaun yang dipakainya di sobek paksa oleh pria diatasnya itu.
__ADS_1
Aarav melangkahkan kakinya cepat ke arah pria yang tengah menindih gadisnya itu. Amarahnya tersulut melihat keadaan gadisnya itu
"Buukkkkkk" sebuah pukulan mendarat di wajah pria itu
"Buuukkkk" pukulan kembali mendarat diwajah pria itu hingga tersungkur di samping Angel
Aarav melepaskan jasnya dan menutupi bagian atas tubuh gadisnya.
Pria bertubuh jangkung berjalan ke arah Aarav dan hendak memukulnya dengan kayu tapi Alvin datang dan menendang pria itu hingga ikut jatuh tersungkur. Alvin mendekati pria itu dan mendaratkan pukulan di wajah pria itu. Pria bertubuh kekar kembali bangun dan mengarahkan pukulan pada Aarav tapi Aarav menahan tangannya dan kembali memukul wajah pria itu hingga tersungkur kembali. Aarav mendekati pria itu dan kembali memukul pria itu tanpa ampun
"Sudah Aarav, dia bisa mati" Yoga menahan lengan Aarav dari samping
"Kamu urus saja Angel, mereka biar kami yang mengurusnya" ucap Yoga lagi
"Buuuuggghhh" sekali lagi Aarav mendaratkan pukulan diwajah pria yang sudah terlihat lemah itu.
Aarav beranjak bangun tanpa mengalihkan tatapannya dari pria di depannya yang sedang merintih kesakitan karena mendapatkan pukulan berkali-kali.
"Patahkan tangannya" ucap Aarav
Aarav berjalan ke arah Angel dan menghampiri gadis yang tengah duduk meringkuk ketakutan itu. Aarav mengangkat tubuh gadis itu dan membopongnya keluar dari ruangan itu.
"Sepertinya malam pertamamu akan tertunda" ledek Alvin
"Tidak masalah, setidaknya aku bisa meregangkan otot-otot ku terlebih dahulu. Buugghhh" Yoga ikut mendaratkan pukulan diwajah pria yang sudah terkulai lemah itu
Aarav mendudukkan Angel didalam mobil. Angel memegangi kemeja Aarav dengan kencang seolah tidak mau melepaskannya. Mata gadis itu tertunduk. Hati Aarav merasa sakit melihat gadisnya dalam keadaan seperti itu
"Aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap Aarav
"Tidak.. aku ingin pulang saja" lirih Angel dengan tatapan kosongnya
Aarav menatap wajah Angel yang tertunduk itu. Ia tidak kuat melihat keadaan gadis itu sekarang. Rasanya ia ingin menghabisi dua pria tadi yang telah membuat gadisnya jadi seperti ini. Aarav menutup pintu mobil itu dengan pelan, ia masuk kedalam mobil. Aarav menoleh ke arah Angel yang terus memandang keluar kaca samping. Aarav memasangkan safety belt gadis itu kemudian ia melajukan mobilnya.
Aarav menghentikan mobilnya didepan rumah. Ia melepas safety belt nya dan melihat ke arah Angel. Gadis itu masih tetap terdiam memandang kekaca samping. Aarav melepaskan safety belt gadis itu dan bergegas turun dari mobil. Aarav membuka pintu mobil samping, ia menatap wajah Angel. Angel menundukkan matanya dari pandangan Aarav. Aarav menghela nafas berat dan kembali membopong gadis itu masuk ke dalam rumah.
Sesampainya didepan kamar atas, Angel meminta diturunkan didepan pintu kamar. Aarav menuruti kemauan gadis itu. Angel langsung membuka pintu kamar dan menutupnya. Ia menyenderkan tubuhnya di balik pintu dan mulai menangis sesenggukan. Aarav yang masih berdiri didepan pintu kamar itu mendengar gadisnya itu sedang menangis didalam. Aarav menyentuh pintu itu dengan tangan kanannya, ia memejamkan matanya agar air matanya tidak keluar. Hatinya sakit mendengar tangisan kekasihnya itu.
Angel melepaskan jas Aarav dan menjatuhkannya. Ia berlari ke arah kamar mandi dan menyalakan shower. Air mulai membasahi tubuhnya dan ia duduk meringkuk sambil terus menangis
Satu jam kemudian Aarav membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Angel. Ia sudah tidak mendengar suara tangis gadis itu lagi. Ia membuka pintu kamar itu Pelan dan melihat gadisnya itu sudah tertidur di atas ranjang. Ia menaruh nampan itu di atas meja. ia berjalan mendekati gadis itu dan duduk ditepi ranjang menghadap gadis itu.
"Jangan.. jangan sentuh aku.. pergi..." Angel mengigau dalam tidurnya
Aarav terlihat panik melihat kekasihnya itu ketakutan sekali dalam tidurnya.
"Sayang bangun sayang, ini aku" Aarav memegang tangan gadis itu
Angel membuka matanya dan nafasnya terengah-engah seperti habis dikejar orang. Ia menoleh ke arah Aarav yang sudah duduk didepannya. Angel bangun dan memeluk Aarav
"Jangan takut, aku ada disini" Aarav mengusap-usap rambut gadis itu
Aarav melepaskan pelukan gadis itu dan menangkupkan kedua tangannya di wajah gadisnya. ia melihat ketakutan dalam mata gadis itu. gadis itu pasti trauma dengan kejadian yang dialaminya tadi. matanya menembus mata gadis itu seolah meminta persetujuan. Mereka saling terdiam untuk beberapa saat
"Ijinkan aku untuk melakukannya" ucap Aarav
πππ
__ADS_1