Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 21 : Melihatmu Kembali


__ADS_3

Pagi itu Angel dan Naura sudah siap untuk hari pertama mereka bekerja. Seorang staff wanita membantu mereka memperkenalkan ruangan-ruangan disana dan memperkenalkan mereka dengan staff yang lainnya.


"Nah ini meja kerja kalian. Kalau ada yang tidak kalian mengerti nanti bisa kalian tanyakan pada saya atau staff yang lain", ucap wanita itu ramah


"Baik Bu.. terima kasih", ucap Angel


"Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu dan selamat bekerja", ujar wanita itu


Wanita itu pun pergi meninggalkan Angel dan Naura. Mereka berdua duduk di tempat kerja mereka masing-masing.


Dito datang menghampiri Angel yang sudah duduk di tempat kerjanya.


"Gimana? Mudah-mudahan kamu betah ya kerja disini", Ucap Dito


"Iya mas.. pegawai disini ramah-ramah", Ucap Angel


"Ya sudah, meja kerja mas ada disebelah sana", Dito menunjuk ke arah meja kerjanya yang sedikit jauh dari meja Angel.


"Kamu kalau ada apa-apa bisa tanya ke mas atau ke staff yang lainnya ya", ucap Dito


"Iya mas..", jawab Angel


"Ya sudah mas balik kerja dulu ya", pamit Dito


Dito pun pergi meninggalkan meja kerja Angel


Naura melihat ke arah Angel yang duduk di meja sebelahnya.


"Eh siapa itu??", Tanya Naura


"Oh itu saudara aku. Kebetulan dia juga yang bantuin aku masuk kesini", jawab Angel


"Ohhhh.. cakep juga ya hehehehe", ucap Naura


"Hustt.. dia udah punya istri dan anak", ucap Angel


"uupss... Yah.. sayang banget ya..", Ucap Naura nampak sedikit kecewa


Angel tersenyum melihat ekspresi wajah Naura itu.


Hari itu mereka mulai bekerja dengan dibantu arahan dari staff yang lain.


Siangnya saat jam makan siang Naura menghampiri meja kerja Angel dan berdiri dihadapannya.


"Makan siang dulu yuk di kantin", Ajak Naura pada Angel


"Emang kamu tau kantinnya dimana?", Tanya Angel


"Gak tau sih.. kita ikuti saja yang lain. Pasti mereka juga pada mau makan dikantin kan?, Ucap Naura


"Ya udah deh ayo..", Ucap Angel


Angel pun beranjak dan pergi meninggalkan meja kerjanya bersama dengan Naura


Saat ini mereka sudah berada di lantai paling bawah gedung itu. Mereka berjalan hendak mencari kantin.


Angel menghentikan langkahnya dan merasakan tumitnya yang mulai sakit karena sepatu yang ia pakai memang ukurannya sedikit kekecilan.


"Kenapa Ngel?", Tanya Naura khawatir


"Tumit aku sakit, kayaknya lecet deh..", jawab Angel


"Emang kamu gak punya sepatu lain?", Tanya Naura


Angel menggeleng

__ADS_1


"Gak ada Ra, ini juga aku pinjem punya mba Rani, istrinya mas Dito", jawab Angel


Sementara itu dari arah belakang pintu lift terbuka. Disana sudah berdiri Aarav dan beberapa staff lainnya.


Aarav yang berdiri di barisan paling depan keluar dari dalam lift dan diikuti oleh para staff lain dibelakangnya yang hendak pergi ke kantin untuk makan siang. Dito yang juga ikut keluar dari dalam lift itu, melihat Angel dan temannya yang berdiri tak jauh dari arah lift.


Dito pun berjalan melewati Aarav dan memanggil Angel


"Angel..", Panggil Dito sambil berjalan kearah dua orang gadis berkemeja putih panjang itu.


Gadis yang dipanggil itu pun menoleh ke belakang.


Aarav menghentikan langkahnya saat mendengar seruan nama itu. Nama yang sangat familiar ditelinganya. Ia melihat ke arah gadis yang berbalik itu. Gadis itu melihat ke arah Dito yang berjalan di depannya itu. Ia pun nampak kaget melihat gadis yang selama ini ia cari-cari kini berada di hadapannya saat ini.


Angel yang tidak menyadari keberadaan Aarav disana karena memang beberapa staff juga berlalu lalang disana karena itu jam makan siang.


Dito menghampiri Angel dan Naura


"Kalian mau ke kantin ya?? Ya udah ayo bareng", Ajak Dito


"Iya mas kebetulan kami gak tau kantinnya dimana", Ucap Angel


Angel memperkenalkan Dito pada Naura.


Angel mulai merasa seperti ada yang memperhatikannya, ia pun menoleh ke arah pria ber jas hitam itu, tapi Aarav dengan cepat berbalik badan dan memunggungi gadis itu sehingga gadis itu tak mengenalinya.


Dito pun mengajak mereka pergi ke kantin. Mereka bertiga pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu menuju ke arah kantin


Aarav kembali berbalik dan melihat ke arah kepergian gadis itu. Dalam hatinya ia ingin sekali mengejar gadis itu dan memeluknya, tapi ia tidak ingin gegabah. Jika gadis itu tau sekarang ia adalah atasannya, ia takut gadis itu akan kembali pergi meninggalkannya. Aarav tidak mau kehilangan gadis itu lagi.


Devi keluar dari lift dan melewati Aarav yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Devi" panggil Aarav


Devi berbalik dan menghadap ke arah atasannya itu


"Setelah makan siang, kamu hubungi bagian HRD dan minta Vino untuk mengirimkan CV staff yang baru masuk hari ini ke ruangan saya", perintah Aarav


"Baik pak..", jawab Devi


Aarav berbalik dan kembali berjalan ke arah lift, ia menekan tombol lift itu. Setelah pintu lift terbuka ia kembali masuk ke dalam lift dan hendak kembali keruang kerjanya.


Angel dan Naura sedang menikmati makan siang mereka di kantin.


"Hhmm makanannya enak-enak ya", Ucap Naura


"Pelan-pelan makannya...", Ucap Angel


Mereka hanya duduk berdua karena tadi Dito pamit pergi untuk duduk bersama teman-temannya.


"Oya.. kamu udah tau belum? Denger-denger direktur muda diperusahaan kita ini ganteng bangeeettt", seru Naura


"Sssttt.. jangan kenceng-kenceng", Ucap Angel


Naura pun menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan melihat sekeliling mereka orang-orang melihat ke arah mereka.


"Hehehe maaf lupa kalau lagi di tempat umum", ujar Naura pada Angel


"Tapi serius kamu udah pernah lihat belum??", Tanya Naura lagi


Angel menggelengkan kepalanya


"Jadi penasaran, seganteng apa sih orangnya. Tapi katanya orangnya dingin banget", ujar Naura


"Mau kerja apa mau lihatin cowok ganteng emangnya?" Ledek Angel

__ADS_1


"Dua-duanya.. hehehehe", jawab Naura


Angel tersenyum mendengar ucapan temannya itu


Angel melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan hampir pukul 1 siang.


"Sudah hampir jam 1, ayo kita kembali kerja", ajak Angel


"Ya udah ayo...", Jawab Naura


Mereka pun beranjak dan meninggalkan kantin yang sudah mulai sepi.


Sementara itu di ruangannya, Aarav tengah sibuk dengan laptopnya.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar seseorang mengetuk pintu ruangannya


"Masuk"


Jawab Aarav tanpa melepaskan pandangannya dari laptopnya


Pintu pun dibuka dan ternyata Devi yang berdiri disana dengan membawa sebuah Map berisi CV


Aarav mengarahkan pandangannya pada Devi yang sedang berjalan ke arahnya


"Permisi pak. Ini CV anak-anak baru yang bapak minta tadi"


Devi memberikan map itu dan Aarav menerima map itu dari tangan Devi


"Apa ada yang diperlukan lagi pak?", Tanya Devi


"Tidak, cukup. Terimakasih, kamu bisa kembali kerja", ucap Aarav


"Baik pak, saya permisi", pamit Devi


Devi pun keluar meninggalkan ruangan atasannya itu.


Aarav membuka Map ditangannya itu dan melihat CV Angel dan Naura disana. Aarav membuka CV milik Angel untuk memastikan bahwa itu benar-benar gadis yang ia cari selama ini. Ia tertegun melihat foto gadis itu dan nama yang tercantum disana "Angelica Audrey". Aarav pun menyenderkan badannya dikursi besarnya itu dan menutup kedua matanya. Ia benar-benar tidak percaya bahwa itu memang benar gadis yang ia cari-cari selama ini.


***


Aarav masih sibuk dengan laptopnya ketika jam sudah menunjukkan hampir pukul 6 petang. Devi pun sudah pamit pulang dari tadi. Aarav menutup laptopnya dan ia bangun dari duduknya. Ia memakai kembali jas nya yang tadi ia lepas.


Ia pun keluar dari ruangannya dan menaiki lift turun ke bawah.


Sesampainya dibawah, Ia pun keluar dari gedung itu dan melihat mobilnya sudah terparkir di depannya.


"Saya akan bawa mobilnya sendiri"


Ucap Aarav pada sopirnya yang berdiri disamping mobil itu.


"Baik tuan muda", Jawab supir itu


Supir itu pun membukakan pintunya untuk tuannya itu


Aarav melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Ia hendak menuju alamat rumah Angel yang sudah ia kantongi dari CV gadis itu tadi. Ia pun melajukan mobilnya kesana.


Karena jalanan yang sangat macet, ia butuh waktu 1 jam untuk sampai kesana. Ia memarkirkan mobilnya diseberang rumah sederhana itu. Ia melihat ke arah rumah itu yang tampak sunyi dari luar. Ia hanya ingin memastikan bahwa gadis itu benar-benar tinggal di dalam rumah itu.


Setengah jam ia menunggu di dalam mobilnya, tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dan ia melihat sosok yang selalu ia rindukan keluar dari dalam rumah itu. Gadis itu mengenakan baju tidur lengan pendek dan rambutnya yang panjang terurai. Gadis itu berjalan dan membuka pintu pagar rumah itu. Ia membawa tentengan kantong plastik berwarna hitam di tangannya. Ia membuang tentengan itu ke arah tong sampah yang berada di ujung depan rumah itu.


Aarav yang mobilnya terparkir diseberangnya pun hanya bisa memandangi gadis itu dari dalam mobilnya. Ia tak ingin kehadirannya diketahui Gadis itu untuk saat ini. Walaupun ia ingin sekali turun dan memeluk gadis itu tapi untuk saat ini melihat gadis itu baik-baik saja itu sudah cukup.


Angel kembali menutup pagar rumah itu dan berjalan ke arah pintu rumah yang sedikit terbuka dan membukanya. Sebelum melangkah masuk, Angel membalikkan badannya dan melihat ke arah belakang karena ia merasa seperti ada yang sedang memperhatikannya. Tapi ia tak melihat siapa-siapa disana, hanya ada sebuah mobil berwarna hitam yang berada diseberang jalan sana. Tapi ia tak bisa melihat ada orang didalam mobil itu. Ia pun kembali berbalik dan masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu rumah itu.

__ADS_1


Aarav menghempaskan nafasnya lega. Ia benar-benar bahagia sekali bisa melihat gadis yang sangat ia cintai itu lagi. Tapi untuk sementara ia tidak bisa tiba-tiba muncul di hadapan gadis itu. Ia akan memilih waktu yang tepat untuk menemui langsung gadis itu.


Aarav menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu untuk pulang ke rumahnya.


__ADS_2