Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 37


__ADS_3

Angel berbalik dan melihat seseorang yang sudah berdiri di balik pintu pagar


"Nabila" lirih Angel


Nabila membuka pintu pagar yang memang tidak terkunci itu dan berjalan mendekati Angel


Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Angel. Angel nampak kaget dan memegangi pipinya yang terasa perih


"Aku sudah melihat semuanya. Jelas kamu tau kalau Aarav itu milikku. Tapi kamu berani menggodanya hah!!" Teriak Nabila


"Aku tidak menggoda Aarav atau siapapun. Kami memang sudah lama kenal" jawab Angel


Nabila tersenyum sinis


"Perempuan macam apa yang mau bermalam dengan seorang pria di apartemen? Kamu pikir aku bodoh? Aku peringatkan ya sama kamu, jauhi Aarav!!" ucap Nabila penuh penekanan


"Tidak Nabila. Kali ini aku tidak akan melepaskan Aarav. Untukmu atau siapapun. Aarav hanya milikku dan akan tetap menjadi milikku" Seru Angel


"Kurang ajar!!"


Nabila mengangkat tangannya dan hendak menampar Angel kembali. Tapi seseorang menahan tangannya.


Kedua gadis itu pun menoleh ke arah orang itu


"Aarav" lirih Nabila


"Ikut aku!''


Aarav menarik tangan Nabila dengan kasar dan membawa gadis itu keluar dari halaman rumah itu.


Aarav menghempaskan tangan gadis itu dengan kasar setelah mereka berada di tepi jalan. Nabila memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit


"Aarav! Kenapa menarikku dengan kasar? Aku harus memberi pelajaran pada perempuan itu!" Teriak Nabila


"Cukup Nabila! Angel adalah kekasihku, dan kamu jangan pernah menyentuhnya kalau kamu tidak mau aku berbuat kasar padamu!" Seru Aarav


Nabila tidak percaya Aarav bisa berkata seperti itu padanya


"Kamu lebih memilih perempuan itu dari pada aku? Aku kurang apa? Apa kelebihan perempuan itu?" Seru Nabila


"Tidak ada. Kamu cantik, tapi aku tidak mencintai kamu. Kelebihannya dia adalah karena dia bisa membuat aku jatuh cinta padanya" ucap Aarav


Nabila mulai menangis dan kesal dengan pernyataan Aarav. Ia pun berjalan menuju ke arah mobilnya yang berada di seberang jalan.

__ADS_1


Ia membuka pintu mobilnya. Sebelum naik ia kembali melihat ke arah Aarav dengan tatapan kemarahan lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil yang di naiki Nabila pergi, Aarav kembali masuk ke dalam halaman rumah itu dan menghampiri Angel yang masih berdiri terpaku di tempatnya.


Aarav menatap mata gadis itu yang mulai berkaca-kaca. Ia pun memeluk gadisnya itu


"Maaf. Harusnya aku tidak membiarkan hal seperti tadi terjadi padamu" ucap Aarav


Mereka pun terdiam untuk beberapa saat.


Aarav melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah gadis itu. Ia menyeka air mata gadis itu


"Kenapa kamu kembali?" Tanya Angel


Aarav mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyerahkannya pada gadis itu


"Ini, handphone mu ketinggalan di jok mobil" ucap Aarav


Angel mengambil handphone itu dari tangan Aarav


"Terima kasih" ucap Angel


Aarav mengusap rambut gadis itu


"Kemana?" Tanya Angel


"Nanti kamu akan tau sendiri" ucap Aarav


"Sekarang masuklah" perintah Aarav


Angel menganggukkan kepalanya


Aarav mendekat dan mencium kening gadis itu. Ia melepaskan ciumannya dari kening gadis itu dan menatapnya. Gadis itu pun tersenyum manis padanya.


Angel melangkahkan kakinya mundur dengan pelan sambil melambaikan tangannya pada Aarav. Aarav pun membalas lambaian tangan gadis itu.


Setelah sampai di depan pintu, Angel membuka pintunya dan masuk ke dalam. Ia menutup pintu itu dan berjalan menuju kamarnya. Ia berpapasan dengan Rani


"Angel? Kamu sudah pulang?" Tanya Rani


"Tadi mba seperti mendengar ribut-ribut di depan" tambahnya


"Oh.. bukan apa-apa kok mba. Itu tadi ada orang salah alamat" bohong Angel


"Kamu nggak pulang sama mas Dito?" Tanya Rani

__ADS_1


"Nggak mba. Aku tadi diantar sama Aarav" jawab Angel


"Oh ya sudah. Mba mau ke dapur lagi lanjutin masak buat nanti kita makan malam" ucap Rani


"Angel bantuin ya mbak? Tapi Angel ganti baju dulu" ucap Angel


"Iya boleh" jawab Rani


Angel melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti bajunya.


***


Ken masuk ke dalam sebuah bar. Ia menerobos masuk di antara para orang-orang yang berada disana. ia berusaha mencari seseorang. ia melihat seseorang yang ia kenal duduk lemas di sebuah sofa. Ia pun berlari ke arahnya dan duduk disampingnya


"Nabila? Kamu gak apa-apa? Kamu kenapa bisa minum sebanyak ini?" Tanya Ken yang mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut gadis itu


Nabila mengedip-ngedipkan matanya


"Ken.. kamu pasti tau kan hubungan Aarav dan perempuan itu " ucap Nabila


"Maksud kamu apa? Aku akan mengantarmu pulang" ajak Ken


Nabila menggelengkan kepalanya


"Tidak.. aku tidak mau pulang. Aku masih mau minum disini" ucap Nabila


"Nabila pasti sudah tau hubungan Aarav dan Angel" batin Ken


Ken memaksa Nabila untuk bangun dan memapahnya keluar dari dalam bar. Ia memapah gadis itu menuju ke arah mobilnya. ia membuka pintu mobilnya dan mendudukkan Nabila disana. Ia menutup pintu mobil itu dan menghela nafas kasar. Ia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping gadis itu. Ia menoleh gadis itu dan membelai wajah gadis itu


"Aku tidak mungkin mengantarkannya pulang ke rumahnya dalam keadaan seperti ini" ucap Ken


"Aku akan mencarikan tempat untuk dia bermalam" ujar Ken


Ken pun melajukan mobilnya pergi menuju sebuah hotel. Ia memesan sebuah kamar di hotel itu untuk Nabila. Ia pun menggendong gadis itu menuju kamar itu.


Ken menidurkan Nabila di atas ranjang. Nabila membuka matanya dan melihat wajah Ken yang begitu dekat. Mereka saling menatap lekat


"Aarav" gumam Nabila


Nabila mengalungkan tangannya di leher Ken dan mendekatkan wajahnya, ia mencium bibir pria itu dengan lembut. Ia terus menciumi pria itu karena melihatnya sebagai sosok Aarav.


Ken yang tidak bisa menolak karena gadis itu terus menciumnya. Perlahan Nabila membalikkan tubuh Ken dan kini ia berada di atas tubuh pria itu tanpa melepaskan ciumannya. Ken yang ikut terhanyut karena perlakuan gadis itu pun membalas ciuman gadis itu. kini ciuman mereka berubah semakin panas. Nabila mulai membuka satu persatu kancing kemeja Ken. ia pun melepaskan ciumannya dan membuka bajunya lalu melemparnya ke sembarang tempat.


Malam itu Nabila terbuai dengan aksinya bersama Ken yang ia lihat sebagai sosok Aarav. ia menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Ken.

__ADS_1


__ADS_2