Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 41


__ADS_3

Nabila melihat ke arah pemuda di depannya dengan geram. Ia melihat sekelilingnya yang sudah ramai oleh orang yang sedang melihatnya dan berbisik tentangnya


"eh itu Nabila calon tunangannya pak Aarav kan?" tanya seseorang


"iya benar, siapa cowok itu? sepertinya bukan karyawan sini? dia berani sekali memperlakukan calon tunangan pak Aarav seperti itu" tambah yang lainnya


Aarav yang baru datang ke kantin dan melihat suasana yang begitu riuh tidak seperti biasanya. Ia pun melihat ke arah kerumunan orang yang seperti menonton sebuah pertunjukan. ia pun mulai khawatir akan gadisnya. ia mendekati kerumunan itu dan melihat dari sela-sela orang yang sedang melihat pertunjukan itu. ia melihat Nabila yang terjatuh ke lantai dan sedang menjadi tontonan orang-orang disana.


Ia kembali berjalan mundur dan melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan Angel. Dari jauh ia melihat gadisnya sedang berdiri sambil mengusap bajunya yang basah dengan tangannya. Ia pun berlari menghampiri gadisnya sambil melepaskan jas nya. ia memakaikan jas nya pada pundak Angel


"Kamu tidak apa-apa? Ayo ikut ke ruanganku" ajak Aarav


Aarav merangkul bahu gadis itu dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu


Nabila bergegas bangun dan berdiri kembali. Ia menatap ke arah pemuda didepannya.


"Heh! Kamu gak punya mata ya?" Seru Nabila geram


"Kan aku tadi sudah minta maaf" ucap pemuda itu sambil duduk santai


"Awas kamu ya! aku akan laporin kamu ke Direktur perusahaan ini" seru Nabila


"oh aku takut sekali. kalau begitu sekalian saja" Pemuda itu bangun dan mendekati Nabila sambil membawa gelas berisi air ditangannya


byuuurrrr


ia menyiram wajah Nabila dengan air.


Nabila mengusap wajahnya dengan kasar dan berdecak kesal


"Awas kamu ya!!!"


Nabila bergegas meninggalkan tempat itu menerobos diantara orang-orang yang tengah mengelilingi mereka


Pemuda itu tersenyum simpul melihat kepergian Nabila.


"awas hati-hati. kalau jatuh bangun sendiri" teriaknya pada Nabila


ia melihat sekelilingnya mencari-cari seseorang. tapi orang yang ia cari sudah tidak ada disana


"Huufff.. dia bergerak dengan cepat" ujar pemuda itu


Orang-orang mulai bubar dan kembali ke meja mereka untuk melanjutkan makan mereka.


Aarav mendudukkan Angel di sofa. Ia berjalan menuju meja kerjanya dan menelfon Devi untuk ke ruangannya. Tak lama Devi pun datang


"Bapak memanggil saya?" tanya Devi


"Kamu tolong belikan satu setel baju untuk nya" ucap Aarav sambil memberikan sebuah kartu

__ADS_1


"Baik pak" Devi menerima kartu itu dari tangan Aarav sambil melirik ke arah Angel


Devi pun bergegas pergi meninggalkan ruangan Aarav


Aarav berjalan mendekati Angel dan duduk disampingnya. ia nampak khawatir


"Kamu tidak apa-apa kan?" Aarav mengusap-usap rambut gadis itu


"Tidak, aku tidak apa-apa" Angel mencoba tersenyum


Aarav membelai wajah gadis itu dan mereka saling bertatapan intens


Seseorang menerobos masuk dan mengagetkan mereka. Angel dan Aarav menoleh ke arah orang yang baru masuk itu


"Aku tidak menggangu kan?" tanyanya dengan wajah tanpa dosa


"Apa yang kamu lakukan disini" Aarav beranjak bangun dari duduknya


"Harusnya kamu berterima kasih padaku kak. karena aku sudah membantu gadismu ini balas dendam langsung" ujarnya membanggakan diri


"Baiklah, terima kasih" ucap Aarav


"Mumpung kamu disini, tolong jaga dia sebentar. Aku ada urusan sebentar" ucap Aarav menoleh ke arah Angel yang masih duduk di sofa


Mendengar ucapan Aarav, Angel langsung bangun dan menggandeng lengan kekasihnya itu


"Kamu tidak berniat meninggalkan aku sama dia kan?" Angel menatap mata kekasihnya itu coba memastikan


"Tidak. Aku tidak mau" Angel menggelengkan kepalanya


"Tenang saja kakak ipar. Aku tidak akan macam-macam denganmu" ujar Alvin


"Jelas saja dia takut. Kamu memberi dia kesan yang buruk di pertemuan kemarin" ujar Aarav


Angel melepaskan tangannya dari lengan Aarav dan menabok lengan Aarav


"Kalian berdua sekongkol untuk mengerjai ku?" ucap Angel kesal sambil melipatkan tangannya didada


Aarav mengusap rambut kekasihnya itu


"Aku tidak mengerjaimu. aku juga tidak tau kalau kemarin Alvin sudah ada di rumahku. jangan marah lagi ya? tunggulah disini, aku akan segera kembali" Aarav mengusap rambut Angel


Aarav bergegas meninggalkan Angel bersama Alvin berdua di ruangannya


Melihat Aarav sudah keluar dan pintu sudah tertutup. Alvin melihat ke arah Angel dan memberikan tatapan mautnya. ia berjalan mendekati gadis itu


"Mau apa?" tanya Angel panik


"Kak Aarav sudah pergi. Jadi kita bisa berduaan disini" Alvin mengedipkan sebelah matanya

__ADS_1


"Jangan macam-macam kamu ya?" Seru Angel


"Hei... Bukankah pacar orang memang lebih menggoda. apalagi pacar sepupu sendiri" ucap Alvin


"Kalau kamu macam-macam aku akan berteriak" Angel terlihat semakin panik dan ketakutan


Alvin tertawa puas melihat ke panikan Angel. Ia pun menjatuhkan dirinya di sofa sambil terus tertawa dan memegangi perutnya.


***


Aarav berjalan ke arah Nabila yang tengah duduk di kursinya sambil terus ngedumel. Ia menarik kasar tangan gadis itu sehingga membuat gadis itu terbangun dari duduknya. Aarav membawanya keluar dari ruangan itu. Semua mata melihat ke arah mereka.


"Aarav sakit, lepaskan tanganku!" Nabila merintih kesakitan


Aarav tidak menghiraukan rintihan Nabila dan terus menarik Nabila hingga menuju pintu keluar kantor. Ia melepaskan tangan Nabila dengan kasar hingga membuat gadis itu jatuh terduduk dilantai


"Awwww sakit..." rintih Nabila memegangi pan***nya


"Mulai sekarang kamu tidak perlu bekerja lagi di kantorku. Aku tidak suka pembuat kegaduhan berada di kantorku" tegas Aarav menatap kecewa pada gadis itu


Aarav bergegas pergi masuk dan meninggalkan Nabila


"Aarav tunggu Aarav.." Nabila bangun dan berusaha mengejar Aarav tapi dua orang Security menahan lengannya


"Maaf anda sudah tidak boleh masuk. Ini tas anda" salah seorang Security menyerahkan tas Nabila


Nabila mengambil tas itu dengan kasar


"Awas kamu Angel" batin Nabila kesal


Nabila meninggalkan tempat itu dengan kesal. ia menyetop taxi dan menaiki taxi itu.


***


Alvin menarik tangan Angel sehingga Angel terduduk disebelahnya


"Duduklah, apa kakimu tidak pegal" ujar Alvin


Alvin menatap mata Angel dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu


"Dilihat dari dekat kamu lebih cantik kakak ipar" bisik Alvin di telinga Angel


Angel menaruh tangannya di dada Alvin dan hendak mendorong pria itu, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka


kreekkkk


Angel dan Alvin pun menoleh dan melihat Aarav sudah berdiri disana dengan membawa paper bag berisi baju untuk Angel di tangannya


"Kalian sedang apa?" Tanya Aarav

__ADS_1


💞💞💞


__ADS_2