Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 49


__ADS_3

Aarav mencoba mendobrak dan menendang pintu gudang itu berkali-kali. hawa panas menyelimuti tubuhnya karena kobaran api disekitarnya. Ia mencoba mendobrak pintu itu lagi dan akhirnya pintu itu terbuka. Ia menerobos masuk dan melihat sekelilingnya mencari dua gadis didalamnya. Dari jauh ia melihat dua gadis yang tergeletak di lantai, ia berusaha mendekati mereka tapi bagian atap yang terbakar mulai berjatuhan. Ia terus melangkahkan kakinya dan menghindari bagian-bagian atap yang berjatuhan itu.


Aarav sampai diantara dua gadis itu. Ia menepuk-nepuk wajah Angel yang sudah pingsan. Ia menoleh ke arah Nabila dan mencoba membangunkannya juga. Ia tidak punya pilihan, ia tidak bisa membawa dua gadis itu bersamaan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Akhirnya ia melepaskan jasnya dan menyelimutinya ke tubuh Angel. Ia menoleh ke arah Nabila dan membopong gadis itu. Ia melihat ke arah Angel Kembali sebelum meninggalkan gadis itu disana


"Tunggulah, aku pasti akan kembali" batin Aarav


Ia pun bergegas keluar membawa Nabila dan melewati kobaran api disekitar tempat itu.


Sementara itu diluar Alvin, Yoga dan Ken datang dengan beberapa polisi. Vania yang melihat kedatangan mereka langsung berusaha berlari pergi dari tempat itu. Dua pria yang sudah terkapar di tanah di bekuk oleh polisi-polisi itu. Dua orang lainnya mengejar Vania yang berusaha kabur dan berhasil menangkapnya.


Alvin , Yoga dan Ken melihat ke arah Aarav yang baru keluar dari dalam gudang yang terbakar itu dengan membopong Nabila. Mereka berlari menghampirinya saat Aarav sudah berhasil keluar. Aarav menyerahkan Nabila ke Ken dan ia bergegas masuk kembali tapi Yoga menahan bahunya


"Sudah tidak mungkin lagi untuk masuk, apinya sudah terlalu besar. Kamu bisa mati terbakar didalam" seru Yoga


Aarav menepis tangan Yoga dan tak menghiraukan ucapannya. ia bergegas kembali masuk menerobos kobaran api itu. Kali ini ia lebih sulit masuk karena api sudah merembet dimana-mana, tapi ia tetap melangkahkan kakinya masuk. Ia berhasil masuk dan menghampiri gadisnya itu. Nafasnya pun mulai sesak akibat asap yang mengepul disana. Aarav berusaha kuat dan mengangkat tubuh gadisnya itu


"Bertahanlah" ucap Aarav


Tangan Angel meremas kemeja Aarav dan menyadari kalau kekasihnya itu datang untuk menolongnya. Aarav melangkahkan kakinya kembali menerobos keluar.


Di luar nampak Yoga dan Alvin yang sudah mulai tegang melihat ke arah gudang itu. Sementara Ken sudah pergi ke rumah sakit dengan membawa Nabila. Polisi juga sudah mengamankan Vania dan dua orang pria suruhannya. Masih ada beberapa polisi disana dan mereka sudah menghubungi pemadam kebakaran untuk datang ketempat itu.


Tak lama Aarav keluar dengan membawa Angel. Yoga dan Alvin pun terlihat lega melihat mereka selamat dari kobaran api itu dan menghampiri mereka.


"Aku akan membawanya kerumah sakit" ucap Aarav


"Bawa ke mobilku saja biar aku yang mengantar kalian kerumah sakit" ajak Yoga


"Aku akan membawanya sendiri" tolak Aarav


Aarav bergegas membawa Angel ke mobilnya dan menjalankan mobilnya pergi meninggalkan tempat itu. Yoga dan Alvin mengikuti dibelakangnya dengan mobil Yoga. Mereka khawatir karena kondisi Aarav yang terlihat lemah dan lelah


💞💞💞


Yuniar dan Aksara datang kerumah sakit, mereka melihat orang tua Nabila yang sedang berdiri didepan ruang rawat bersama Ken, Alvin dan Yoga. Seorang dokter perempuan keluar dari ruangan itu dan semua orang didepan ruang itu langsung melihat ke arah dokter itu


"Dokter bagaimana keadaan putri saya?" tanya mama Nabila yang terlihat sangat khawatir


"Kondisinya baik-baik saja. Dan janin dalam kandungannya juga dalam keadaan sehat" ucap dokter itu


Semua orang terlihat kaget mendengar penjelasan dokter itu


"Janin? Maksud dokter putri saya sedang hamil?" tanya papa Nabila tak percaya


"Benar pak, ibu Nabila sedang mengandung 4 Minggu. Silahkan kalian bisa menemuinya dan ibu Nabila juga bisa langsung dibawa pulang hari ini. Nanti saya akan memberikan vitamin untuk ibu hamil. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter itu dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu


Kedua orang tua Nabila bergegas masuk dan menghampiri putrinya yang masih terduduk di ranjang

__ADS_1


Yuniar dan Aksara ikut masuk ke ruangan Nabila


"Nabila apa-apaan kamu ini! Kamu sedang hamil? Kamu benar-benar bikin malu keluarga" seru Roni papa Nabila


"Pa, tenang pa. Nabila masih belum pulih, jangan memarahinya" Rosa memegangi lengan suaminya untuk menenangkannya


"Maafin Nabila pa.. ma.." Isak Nabila


Roni menarik nafas panjang


"Katakan siapa ayah dari anak itu" tanya papa Nabila berusaha untuk tenang


"Saya om" jawab Ken dari ambang pintu


Semua orang langsung menoleh ke arah Ken termasuk Yuniar dan Aksara yang juga berada disana. Ken berjalan ke arah kedua orang tua Nabila


"Maafkan saya om.. tante..., Saya akan bertanggung jawab dan akan menikahi Nabila" ucap Ken


Rosa dan Roni pun hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka bersyukur setidaknya Ken mau bertanggung jawab atas kehamilan putrinya itu


Ken melihat ke arah Nabila dan mendekati gadis itu. Nabila yang masih tertunduk sambil menangis, ia mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Ken saat Ken meraih tangannya dan menggenggamnya erat


"Aku tau kamu belum mencintai aku. Tapi ijinkan aku untuk bertanggung jawab atas anak yang sedang kamu kandung. Anak itu tidak bersalah, aku mohon" ucap Ken tulus


Nabila menatap manik mata pria dihadapannya itu. Ia melihat ketulusan dari pria itu untuknya. Nabila menganggukkan kepalanya dan Ken pun memeluk tubuh gadis itu.


💞💞💞


"Suster, bagaimana dengan teman saya?" tanya Angel yang sudah duduk diatas ranjang rumah sakit


"Oh mba Nabila? Dia baik-baik saja. Beruntung dia diselamatkan lebih dulu dari kebakaran itu jadi dia bisa langsung ditangani. soalnya mba Nabila sedang hamil" jawab suster itu


"Apa hamil?" Angel nampak kaget


Angel mengingat percakapan antara Nabila dan Ken waktu itu. Sekarang dia tau kenapa Ken waktu itu bilang akan bertanggung jawab. Tapi Angel merasa sedih karena dia tau kalau Aarav lebih memilih menyelamatkan Nabila lebih dulu ketimbang dirinya. Walaupun dia juga senang mendengar kalau Nabila baik-baik saja. Tapi tidak tau kenapa hatinya merasa egois dan tidak senang karena Nabila yang diselamatkan lebih dulu oleh Aarav


"Saya tinggal dulu ya mba" ucap suster itu


Angel hanya terdiam sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Suster itu berpapasan dengan Aarav yang hendak masuk ke dalam ruangan itu. Aarav melihat ke arah Angel yang sedang terdiam melamun. Ia pun berjalan mendekati gadis itu.


Angel yang merasa seseorang sedang berdiri disampingnya pun menoleh ke arah orang itu. Ia melihat Aarav yang berdiri disana dengan wajahnya yang babak belur dan kemeja putihnya yang nampak lusuh. Angel nampak khawatir tapi saat ia mengingat ucapan suster tadi ia menjadi kesal


"Aku senang kamu baik-baik saja" ucap Aarav sambil mengelus rambut gadis itu dan mencium keningnya



Aarav melihat Angel yang masih nampak terdiam

__ADS_1


"Kenapa? Apa ada yang salah? Katakanlah sesuatu, jangan membuatku khawatir" ucap Aarav cemas


Angel menatap mata Aarav yang berdiri disamping ranjangnya


"Kenapa kamu lebih memilih menyelamatkan Nabila lebih dulu" tanya Angel


Aarav menatap mata gadisnya itu dan melihat keraguan pada gadis itu. Ia pun tersenyum manis pada gadisnya


"Tidak penting siapa dulu yang aku selamatkan, yang terpenting adalah kamu sekarang baik-baik saja" ucap Aarav


"Tapi itu penting buat aku" Angel mengarahkan pandangannya kedepan


Aarav menghela nafas dan meraih wajah gadis itu agar kembali menatapnya. Ia menatap mata gadis itu dalam-dalam


"Satu hal yang harus kamu tau, aku tidak akan membiarkan kamu sendirian didalam sana. Jika saat itu kamu harus mati maka kita akan mati terbakar bersama didalam sana tanpa harus mengorbankan siapapun" ucap Aarav


Mata Angel mulai berkaca-kaca mendengar penjelasannya kekasihnya itu. Ia memeluk perut pria itu dan mulai menangis


"Maafkan aku.. aku salah paham padamu" Isak Angel


"Tidak masalah, bukankah sudah biasa" Aarav mengusap rambut gadis itu


Angel mendongakkan wajahnya dan melihat wajah Aarav yang penuh luka


"Tapi wajahmu terluka" ucap Angel khawatir


Aarav memegang dagu gadis itu dan mendekatkan wajahnya


" Tapi masih terlihat tampan kan?" Ucap Aarav sambil tersenyum manis


Angel ikut tersenyum mendengar kata-kata gombalan Aarav. Aarav mengarahkan bibirnya hendak mencium bibir gadis itu


"Kak.." Alvin datang dan lagi-lagi Melihat pemandangan langka dihadapannya


Angel dan Aarav menoleh ke arah Alvin. Aarav nampak kesal karena Alvin selalu datang di momen yang tidak tepat


"Maaf kak ganggu, hehehe. Salah sendiri kalian tidak lihat tempat buat bermesraan. Ada om Aksara dan tente Yuniar" ucap Alvin


Tak lama Aksara dan Yuniar pun masuk ke dalam ruangan itu. Yuniar yang melihat putranya pun langsung berlari dan memeluk putranya itu.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa, mama khawatir sekali" Isak Yuniar


"Iya ma, Aarav baik-baik saja" Aarav mengusap-usap punggung Yuniar untuk menenangkannya


Yuniar melihat ke arah Angel dan melepaskan pelukannya dari putranya.


Angel merasa sangat gugup karena Yuniar menatapnya dengan tatapan seperti ingin menerkamnya.

__ADS_1


💞💞💞


__ADS_2