Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 33


__ADS_3

Sore itu, hampir semua karyawan tengah bersiap-siap untuk pulang. Devi menghampiri Angel yang baru saja beranjak dari duduknya


"Angel kamu tolong bantu saya untuk menyalin dokumen-dokumen ini ya? Soalnya itu mau dipakai besok jadi tolong kamu selesaikan hari ini juga" Ucap Devi


"Baik Bu" Jawab Angel


Devi pun berjalan pergi meninggalkan gadis itu.


"Kenapa Pak Aarav tiba-tiba menyuruh ku memberikan tugas tambahan untuk Angel. Padahal dia sendiri sedang di luar kota" gumam Devi


Setelah kepergian Devi, Naura datang menghampiri Angel


"Berarti kamu lembur Ngel? Kenapa mendadak banget ya?" Ujar Naura


"Ya sudah tidak apa-apa. Kalau nanti kamu ketemu mas Dito dibawah tolong sampaikan ya kalau aku masih ada kerjaan jadi dia pulang saja duluan" Ucap Angel


"Baik, ya sudah aku pulang dulu ya" pamit Naura


"Iya" jawab Angel


Angel pun kembali duduk dikursinya dan mulai mengerjakan tugas dari Devi tadi.


Sementara itu di hotel Nabila mengetuk pintu kamar Aarav berkali-kali tapi tidak ada jawaban.


"Aarav kemana sih? Kita kan ada acara makan malam dengan pak Wijaya. Telefon nya juga tidak aktif" Dumel Nabila


Ia pun berjalan ke bawah menuju resepsionis dan menanyakan pada petugas disana.


"Kamar 217 atas nama pak Aarav sudah Chek out sejak 2 jam yang lalu Bu" Ucap Resepsionis wanita itu


"Apa?? Tapi kenapa dia tidak bilang apa-apa padaku? Kamu tau dia pergi kemana?" Seru Nabila


"Maaf Bu kalau untuk itu kami tidak tau" jawabnya


Nabila pun merasa sangat kesal, mana dia sudah sengaja berdandan cantik untuk Aarav tapi Aarav malah meninggalkannya sendirian di hotel itu. Mau tidak mau Nabila memenuhi undangan makan malam bersama pak Wijaya sendirian.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Angel yang sudah menyelesaikan tugasnya pun bergegas untuk pulang. kantor itu sudah mulai gelap dan sepi, hanya tinggal lampu penerangan untuk jalan di setiap koridor di gedung itu. Dan sepertinya hanya tinggal ia sendiri disana. Ia pun bergegas meninggalkan ruang kerjanya itu.


Jam segini sepertinya ia tidak mungkin pulang naik bus, mungkin ia akan pulang naik taxi saja karena ini sudah terlalu malam. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan meja kerjanya.


Ia berjalan ke arah pintu dan seseorang datang dengan nafas terengah-engah. Angel menghentikan jalannya dan melihat sosok pria yang yang kini tengah berdiri didepannya itu.


Pria itu pun menatap ke arah gadis itu. Angel memalingkan muka dan menghindari tatapan pria itu


Aarav berjalan menghampiri ke arah Angel tanpa melepaskan pandangannya dari gadis itu


"Kenapa mematikan handphonemu? Apa kamu masih marah padaku?" tanya pria itu yang sudah berdiri tepat di hadapan Angel


Namun Angel masih tetap diam dan tak bergeming


"Aku meninggalkan makan malam dengan klien ku hanya untuk datang menemui mu. Aku juga meninggalkan Nabila disana hanya untuk datang menemui mu. Apa sekarang kamu masih tetap marah padaku?" Tanya Aarav lagi


Angel kaget mendengar ucapan Aarav barusan. Benarkah ia melakukan semua itu hanya untuknya? Ia pun menoleh ke arah pria itu dan kembali menatapnya.


"Benarkah kamu melakukan semua itu untukku?" Tanya Angel


Aarav menganggukkan kepalanya


Mata Angel mulai berkaca-kaca dan ia pun berhambur kepelukan pria itu



"Maafkan aku yang selalu membuat mu sedih dan terluka" Ucap Aarav


"Tidak, aku lah yang seharusnya meminta maaf. Aku terlalu kekanak-kanakan" Ucap Angel


Aarav melonggarkan pelukannya dan menatap wajah kekasihnya itu


"Ini sudah terlalu malam. Malam ini tidur lah di apartemen ku. Disana ada dua kamar. Lagi pula jaraknya lebih dekat dengan kantor" Ajak Aarav


"Tapi, apakah tidak apa-apa?" tanya Angel


"Tenang saja, aku tidak akan macam-macam" ucap Aarav


"Bukan itu maksudku. bagaimana kalau ada yang melihat kita bersama?" ucap Angel


"Biarkan saja, biar seluruh kantor ini tau kalau kamu adalah kekasihku" jawab Aarav


Angel tersenyum senang mendengar pengakuan pria itu


"Apa kamu sudah makan?" Tanya aarav


Angel menggeleng pelan

__ADS_1


"Kalau begitu kita pergi makan dulu" Ucap Aarav


Angel melepaskan tangannya dari pinggang pria itu. Aarav pun menggandeng tangan gadis itu dan mengajaknya keluar dari ruangan itu. sesampainya dibawah mereka berjalan menuju ke mobil Aarav yang sudah terparkir didepan. Mereka menaiki mobil dan pergi menuju tempat makan.


Sementara itu, Nabila berjalan kembali menuju kamar hotel. Ia telah memenuhi undangan makan malam bersama Pak Wijaya sendirian. Ia terpaksa berbohong kalau Aarav ada urusan penting mendadak sehingga tidak bisa ikut hadir untuk makan malam. Ia benar-benar dibuat kesal oleh Aarav


Ia masuk kedalam kamar hotel dan menghempaskan tubuhnya diatas ranjang


"Aarav benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya dia meninggalkan aku sendirian disini. Aku pikir malam ini akan menjadi malam yang sangat indah untuk kami berdua, tapi malah seperti ini" dumel Nabila


"Apa aku telefon Ken saja ya untuk menjemputku kemari? Ken pasti mau" Pikir Nabila


Ia pun bangun dan duduk di atas ranjang itu. Ia meraih tas kecilnya dan mengeluarkan isinya. Ia mencoba menghubungi seseorang disana


"Ken..." Ucapnya saat sambungan telefon tersambung


"Ada apa menelfon malam-malam begini?" Tanya Ken


"Jemput aku di kota XXX, Aarav meninggalkan aku sendirian disini" Ujar Nabila


"Apa?? bagaimana bisa? baiklah, tunggu aku disana, aku akan datang menjemputmu" Seru Ken


Sambungan telefon pun terputus


"Akhirnya, untung ada Ken yang bisa aku manfaatkan" Nabila menghela nafas lega


Ia pun kembali merebahkan dirinya diatas ranjang


***


Aarav dan Angel telah sampai di apartemen milik Aarav, setelah sebelumnya mereka pergi untuk makan malam dan membeli beberapa pakaian ganti untuk Angel.


Aarav mengantarkan Angel sampai kedepan kamarnya


"Kamu bisa tidur di kamar ini. Kamar mandinya ada disebelah sana" Tunjuk Aarav pada kamar mandi yang terletak disebelah kanan tidak jauh dari kamar itu


"Tapi kalau kamu mau lebih nyaman, kamu bisa menggunakan kamar mandi yang ada dikamarku" Tawar Aarav


"Ti.. tidak perlu.. ini saja sudah cukup" Tolak Angel


"Baiklah, kamu istirahat lah. Kalau perlu sesuatu kamu bisa memanggilku. Kamarku disebelah sana" Tunjuk Aarav menunjuk ke arah kamarnya


" Iya, terimakasih" Jawab Angel


Angel pun masuk kedalam kamar itu setelah kepergian Aarav.


Ia melihat sekeliling kamar itu. Kamar itu cukup luas untuk ukurannya. Ia berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang. ia mengeluarkan beberapa baju yang tadi ia beli dari dalam paper bag.


"Aku akan membersihkan diriku dan mengganti bajuku dulu" gumam Angel


"Tapi dimana handuknya? sebaiknya Aku tanya dia saja" tambahnya


Angel pun kembali menaruh baju-baju itu di atas kasur dan beranjak bangun. Ia keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Aarav.


Angel berdiri didepan kamar Aarav dan mengetuk pintunya. Tak berselang lama penghuni kamar itu pun membukakan pintunya


Angel terperanjat kaget melihat Aarav yang berdiri didepannya itu dengan menggunakan kemeja yang sudah terbuka semua kancingnya. Angel menelan ludahnya melihat tubuh pria dihadapannya itu. Ia pun menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kamu membuka bajumu didepan ku?" Ucap Angel gugup tanpa melepaskan tangannya dari wajahnya


"Kamu yang datang kekamarku, ada apa?" Tanya Aarav


"Aku tidak tau handuknya dimana?" Ucap Angel


"Tunggulah disini sebentar" Ucap Aarav


Ia pun berjalan masuk menuju rak baju yang berisi tumpukan handuk dan mengambil satu handuk. Ia kembali menghampiri gadis itu


"Kenapa masih menutupi wajahmu" Tanya Aarav


"Bukankah kamu sudah sering memeluknya, kenapa harus malu untuk melihatnya?" Goda Aarav


"Cepat mana handuknya" Seru Angel mengulurkan satu tangannya


"Kalau kamu tidak membuka matamu bagaimana kamu bisa melihat handuknya" ledek Aarav


Angel mengintip sedikit dari celah-celah jarinya. Ia pun langsung meraih handuk yang berada ditangan Aarav dan melesat pergi meninggalkan pintu kamar pria itu. Aarav hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.


Angel kembali kekamarnya dan menutup pintu kamarnya. Ia menyenderkan dirinya dibalik pintu. Ia memegangi dadanya, jantungnya berdegup dengan sangat kencang.


"Kalau seperti ini, apa aku bisa tidur malam ini?" Pikir Angel


ia pun segera meraih salah satu baju yang tadi ia letakkan diatas ranjang dan kembali keluar menuju ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Angel yang masih nampak gelisah diatas kasur karena tidak bisa tidur. Ia beberapa kali memejamkan matanya tapi tetap saja tidak bisa tidur.


"Aku benar-benar tidak bisa tidur. apa sebaiknya aku menonton tv saja?" Pikir Angel


Ia pun beranjak bangun dari tempat tidurnya. Ia berjalan menuju pintu dan membuka sedikit pintu kamarnya. Ia mengintip keluar dan memang nampak sepi dan sedikit gelap karena lampunya yang sudah dimatikan. Tersisa lampu dekat kamarnya yang menuju ke arah kamar mandi.


"Dia pasti sudah tidur" gumam Angel


Ia melangkahkan kakinya keluar dan berjalan mengendap-endap menuju sofa. Ia duduk disofa dan mengambil remote tv yang ada diatas meja. Ia pun memencet remote itu dan tv pun menyala. Ia mengganti-ganti beberapa channel


"Acaranya tidak ada yang bagus" gumam Angel


"Ya sudah nonton ini saja lah" tambahnya


Ia pun menonton salah satu channel yang sedang menayangkan film horor. karena cuma itu acara yang bagus jadi terpaksa ia menontonnya. sesekali ia terperanjat kaget saat sosok hantunya muncul.


"Tangggg..."


Terdengar suara benda jatuh dari arah belakang


"Aaaaaaa!!!" Teriak Angel


Spontan gadis itu pun berlari menuju kamar Aarav, ia mengetuk pintu kamar itu dengan cepat.


"cepat buka pintunya!!" teriak Angel ketakutan


Tak lam Aarav pun membuka pintu kamarnya. Angel langsung berhambur kepelukan pria itu dan memeluknya dengan sangat erat


"Ada apa? kenapa berteriak?" Tanya Aarav khawatir dan membalas pelukan gadis itu


"Ada hantu" Ucap Angel ketakutan


"Hantu? dimana ada hantu? tidak ada apa-apa" ucap Aarav menenangkan


"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Aarav


"Aku tidak bisa tidur" jawab Angel


Aarav melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis itu


"kamu tunggulah disini" ucap Aarav


"Kamu mau kemana?" tanya Angel


"Sebentar saja" ucap Aarav


Angel melepaskan tangannya dari pinggang pria itu.


Aarav pun berjalan meninggalkan Angel. Ia berjalan menuju sofa dan melihat tv yang menyala dan mengambil remote yang ada dilantai. remote itu jatuh saat tadi Angel kaget dan berlari. Ia pun mematikan tv itu dan menaruh kembali remote nya diatas meja. Ia berjalan kembali menghampiri kekasihnya itu.


"Jam segini kamu belum tidur dan menonton film horor sendirian? Trus kamu juga tidak menyalakan lampunya" Aarav mencubit hidung kekasihnya itu


"Maaf.." ucap Angel


"Ya sudah ayo aku antar kamu tidur ke kamarmu?" Ajak Aarav


"Tapi aku masih takut, aku tidak berani tidur disana sendirian" Ucap Angel


Aarav menghela nafas


"Lalu kamu mau bagaimana? mau tidur denganku?" Tawar Aarav


"Bu.. bukan begitu" Jawab Angel gugup


Aarav meraih tangan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam kamarnya. Ia menuntun gadis itu menuju ranjangnya dan membimbing gadis itu merebahkan diri diatas ranjangnya. Ia pun duduk disamping gadis itu dan memandangi wajah gadis itu yang sudah tiduran di atas ranjangnya. Ia memegangi tangan gadis itu


"Sekarang tidur lah, aku akan menjaga mu disini" Ucap Aarav


"Tapi kamu jangan pergi" Ucap Angel


"Aku tidak akan kemana-mana" jawab Aarav


Angel pun berusaha memejamkan matanya dan mencoba untuk tertidur karena ia juga sudah mulai mengantuk. Apalagi Aarav berada disampingnya sehingga membuatnya merasa lebih nyaman. Ia memegangi tangan pria itu dengan erat seolah takut terlepas


Tak menunggu lama, Angel pun sudah tertidur pulas. Ia pasti sangat lelah karena tadi Aarav sengaja menyuruh Devi memberinya tugas tambahan sembari mengulur waktu agar Aarav bisa menemui gadis itu di kantor. Karena kalau Angel sudah sampai rumah, akan lebih sulit untuk menemuinya karena sudah terlalu malam.


Aarav membelai rambut kekasihnya itu dan terus memandangi wajahnya.


Ia pun melepaskan tangan gadis itu dan beranjak bangun. Ia menyelimuti gadis itu dan memandangi wajah gadisnya dari dekat. ia hendak mencium bibir gadis itu tapi ia mengurungkan niatnya. Ia tidak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ia pun mencium kening gadis itu



"Aku mencintaimu" bisik Aarav

__ADS_1


Aarav mengambil bantal di sebelah Angel dan ia pun berjalan menuju sofa yang berada dikamarnya. Ia membaringkan tubuhnya miring di atas sofa sambil memandangi wajah kekasihnya itu dari jauh.


__ADS_2