Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 45


__ADS_3

"Ijinkan aku untuk melakukannya" ucap Aarav


Angel menatap dalam mata Aarav dan mencoba meyakinkan dirinya. Ia melihat kesungguhan pria dihadapannya. Mungkin dengan cara ini ia akan melupakan kejadian buruk yang tadi dialaminya. Ia masih tidak rela jika pria brengsek tadi telah menjamahnya. Ia meneteskan air matanya kembali mengingat kejadian itu. tanpa sadar ia menganggukkan kepalanya seolah menyetujui permintaan kekasihnya itu


Aarav menghapus air mata Angel. ia menatap intens dan mulai mendekatkan wajahnya. ia menyapu bibir gadis itu dengan lembut. Angel masih terdiam dan tidak membalas ciuman kekasihnya itu. ia meremas kemeja Aarav. Bayangan pria bertubuh kekar tadi masih terngiang di pikirannya.


Perlahan Aarav membaringkan tubuh Angel tanpa melepaskan ciumannya. Ia terus menyapu lembut bibir gadis itu. Tangan Angel berada di bahu pria itu dan menekan bahunya seolah ingin mendorongnya.


Aarav beralih ke telinga gadis itu dan menggigitnya dengan lembut. Tangan satunya mulai meraba perut gadis itu dari balik bajunya. Angel memejamkan matanya karena mulai terbuai dengan sentuhan dari Aarav. Aarav membuka kancing baju tidur Angel satu persatu dan menurunkan ciumannya ke leher gadis itu.


"Aaahhh" desah Angel


Kancing baju Angel kini telah terbuka sempurna. Aarav meraba perut gadis itu pelan dan mulai naik ke atas dada gadis itu. Angel menahan tangan Aarav saat tangan pria itu menyentuh dadanya yang masih terbungkus bra berwarna hitam. Ia membuka matanya dan melihat Aarav menatapnya dengan lembut.


Angel masih merasa takut kalau yang menyentuhnya bukan Aarav tapi pria tadi. Aarav membelai wajah gadis itu untuk meyakinkannya bahwa saat ini ia yang sedang menyentuhnya.


"Jangan takut, ini aku. Aku akan melakukannya dengan lembut" bisik Aarav


Angel menganggukkan kepalanya. Aarav kembali mencium bibir gadis itu dan kali ini Angel membalas ciuman Aarav. Aarav membuka kancing kemejanya sendiri tanpa melepaskan ciumannya


Ting


Tong


Ting


Tong


Terdengar suara bel pintu berbunyi. Aarav menghentikan aktivitasnya dan menatap gadis yang berada dibawahnya itu. Gadis itu pun menatapnya.


Ia kembali menyapu lembut bibir gadis itu karena bunyi bel tidak terdengar lagi


Ting


Tong


Ting


Tong


Suara bel kembali terdengar. Aarav melepaskan ciumannya dan kembali menatap gadisnya


"Siapa yang bertamu malam-malam begini" gumam Aarav


"Kamu buka saja dulu pintunya, siapa tau tamu penting" ucap Angel


"Tunggulah disini. Aku akan segera kembali" ucap Aarav


Aarav mengecup kening Angel dan menyelimuti tubuh gadis itu yang sudah sedikit terbuka bagian atasnya karena ulahnya.


Aarav beranjak bangun dari tempat tidurnya dan mengancingkan kemejanya kembali. Ia keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga. Aarav membuka pintu dan melihat dua orang pria sudah berdiri didepannya.


"Kami tidak menggangu kan?" Ucap Alvin sambil menoleh ke arah Yoga yang berdiri disampingnya sambil mengangkat sebelah alisnya


"Bagaimana kondisi Angel? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Yoga


"Dia sudah sedikit lebih baik" ucap Aarav


"Syukurlah kalau begitu" ucap Yoga


"Maaf karena telah mengganggu acaramu" ucap Aarav


"Tidak masalah" jawab Yoga

__ADS_1


"Kami sudah membawa dua bajingan itu ke kantor polisi. Tapi sepertinya mereka masih bungkam dan tidak mau memberi tau siapa yang menyuruh mereka. Tapi tadi aku melihat sesuatu sebelum kamu datang" Ucap Alvin


Aarav melangkahkan kakinya sedikit keluar dari pintu, ia menutup sedikit pintu itu. Ia tidak ingin Angel mendengar pembicaraan mereka saat ini


"Apa itu?" Tanya Aarav


"Saat aku sedang menunggumu dari dalam mobil, dari jauh aku melihat sebuah mobil lain masuk ke dalam gang tempat rumah kosong itu. aku tidak tau siapa yang didalam mobil itu dan plat mobilnya juga tidak terlalu jelas karena gelap dan aku memarkirkan mobilku jauh dari tempat itu" ucap Alvin


Aarav nampak berfikir


"Mungkinkah dia orang yang sama dengan orang yang telah mengirim foto-foto ku bersama Nabila waktu itu ke handphone Angel" ucap Aarav


"Foto apa?" Tanya Yoga


"Foto itu di ambil di kota XXX saat aku melakukan perjalanan bisnis kesana. Tapi siapa yang sengaja mengikuti kami sampai ke kota itu" ucap Aarav


"Apa mungkin Nabila di balik semua ini?" Tanya Yoga


"Aku tidak tau. Tapi aku tidak berani mengambil kesimpulan begitu cepat, aku akan mencari tau dulu" jawab Aarav


Ketiga pria itu nampak diam dan bergelut dengan pikiran mereka masing-masing


"Baiklah, kalau begitu gue pamit pulang dulu. Kalau ada apa-apa elu bisa telefon gue" ucap Yoga


"Oke terima kasih" ucap Aarav


"Iya sama-sama" jawab Yoga


Yoga menepuk pundak Alvin dan beranjak pergi meninggalkan halaman rumah itu dengan mobilnya. Aarav dan Alvin memandang ke arah kepergian mobil Yoga.


Aarav menoleh ke arah Alvin yang berdiri disampingnya seolah ingin mengusirnya pergi. Alvin yang merasa sedang dipandangi langsung menoleh ke arah Aarav dengan senyuman manisnya


"Kakak sepupu bagaimana kalau aku menginap disini? Ini sudah terlalu malam untukku kembali ke hotel" ujar Alvin dengan wajah memelas


Aarav mengambil nafas berat


"Oke baiklah" jawab Alvin senang sambil mengikuti masuk dibelakang Aarav


Aarav kembali menaiki tangga dan berjalan masuk ke dalam kamar atas. Ia membuka pintu kamar itu dan menutupnya kembali. ia berjalan mendekati ranjang dan melihat Angel yang sudah tertidur pulas diatas ranjang. Kancing baju gadis itu sudah terpasang rapi kembali. Aarav duduk ditepi ranjang dan memandangi wajah gadis itu. Ia membelai wajahnya, dan mendaratkan ciuman di keningnya. Aarav merasa lega karena kekasihnya itu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Aarav merasa bersalah pada gadis itu karena ia telah lalai menjaganya. Beruntung ia menyuruh Alvin ikut ke Bandung dan memantau mereka dari jauh karena ia sudah merasa akan ada hal buruk yang terjadi.


Aarav berdiri dan membuka kancing kemejanya. Ia berjalan ke arah kamar mandi hendak membersihkan dirinya karena sejak pulang tadi ia belum sempat membersihkan diri.


Setelah beberapa saat Aarav keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan celana tidur panjang. Ia berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia menuju ke arah lemari hendak mengambil bajunya disana. Didalam lemari itu masih tersimpan banyak baju-bajunya yang sengaja ia tinggalkan disana.


Angel membuka sedikit matanya dan melihat Aarav yang berdiri memunggunginya sedang mengambil baju dari dalam lemari. Ia melihat tubuh atletis pria itu dan menelan salivanya. Ia terbangun tadi saat mendengar seseorang sedang mandi di dalam kamar mandi. Ia berpura-pura tidur lagi saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, ia tau pasti Aarav yang keluar dari dalam kamar mandi. Ia merasa malu saat mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya antara dia dan Aarav dikamar itu. Untuk beberapa saat ia melupakan kejadian buruk yang telah dialaminya sebelumnya.


Aarav memakai bajunya dan melempar handuknya ke atas sofa. ia berjalan ke arah ranjang. Ia melihat Angel yang masih tertidur. ia terus memandangi wajah gadis itu sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang


"Kalau kamu tidak bangun aku akan melanjutkan yang tadi" ucap Aarav


Angel langsung membuka matanya dengan cepat dan beranjak duduk saat mendengar ucapan Aarav


Aarav tertawa melihat kepanikan gadisnya. Sementara Angel mendengus kesal karena Aarav hanya mengerjainya.


"Aku hanya bercanda tapi kenapa kamu beneran bangun? Atau jangan-jangan kamu cuma tidur bohongan?" Ledek Aarav


"Tidak, aku tadi benar-benar sudah tidur" bohong Angel tanpa berani memandang Aarav


Aarav berjalan mendekat dan duduk ditepi ranjang menghadap ke arah gadis itu. Ia meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya sehingga gadis itu menatapnya


"Maafkan aku, harusnya aku menjagamu dengan baik dan tidak membiarkan orang berbuat jahat padamu" Aarav merasa bersalah

__ADS_1


"Tidak, jangan meminta maaf. Akulah yang salah karena cemburu padamu sehingga aku meninggalkan tempat itu" ucap Angel


"Cemburu?" Ucap Aarav tak mengerti


"Iya, aku tidak suka melihat wanita itu mendekatimu" ucap Angel


Aarav mengingat-ingat kejadian di resepsi pernikahan Karin tadi


"Maksud mu Monic?" Tanya Aarav


"Aku tidak tau siapa namanya, pokoknya aku tidak suka" ucap Angel


"Dia itu sudah punya suami" ucap Aarav


"Dia sudah punya suami tapi masih saja mendekatimu" ucap Angel kesal


"Dia hanya sekedar menyapaku saja" jawab Aarav


"Menyapa apanya? Dari begitu banyak orang kenapa hanya kamu yang dia sapa? Jangan bilang kamu sedang membelanya?" Ucap Angel kesal


Angel melepaskan tangannya dari genggaman tangan Aarav. Ia terlihat sangat kesal dan berbaring tidur memunggungi pria itu.


"Kamu cemburu lagi?" Aarav mendekatkan wajahnya kebelakang gadis itu


"Tidak, aku tidak...." Angel membalikkan badannya dan melihat wajah Aarav begitu dekat didepannya.


Mereka saling berpandangan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aarav melihat bibir mungil gadisnya itu yang terlihat begitu menggoda. Ia mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu



"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu diketok


Aarav menoleh ke arah pintu. Ia menjauhkan badannya dari gadis itu dan menghela nafas. Aarav menoleh ke arah Angel yang masih berbaring sambil menatapnya


"Apa ada orang lain selain kita di rumah ini?" Tanya Angel


"Tunggu disini, aku akan membuka pintunya" ucap Aarav


Aarav beranjak bangun dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya sedikit


"Kakak sepupu, aku lapar sekali. Apa kau menyimpan makanan untuk dimakan?" Tanya Alvin dengan wajah tanpa dosa


"Tidak bisakah kau mencarinya sendiri dibawah tanpa harus mengetuk pintu kamarku" ucap Aarav kesal


"Oke.. oke baiklah. Aku tidak akan mengganggu kalian" ucap Alvin mengerti


Aarav Kembali menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam. Ia berbalik dan melihat Angel yang sedang melihat ke arahnya. Ia berjalan mendekati gadis itu lagi


"Itu seperti suara Alvin. Kenapa dia ada disini juga?" tanya Angel


"Besok saja aku menceritakannya. Sekarang tidurlah. Aku akan tidur di sofa" ucap Aarav yang terlihat sudah tidak mood karena lagi-lagi Alvin mengganggunya


"Tapi aku lapar" Angel memasang wajah imutnya


"Aku akan mengambilkannya" Aarav mengambil makanan yang tadi ia taruh dimeja dan menyerahkannya pada Angel


"Suapin" ucap Angel manja tanpa mengambil makanan itu dari tangan Aarav


Aarav menuruti kemauan gadisnya. ia duduk kembali di tepi ranjang dan menyuapi gadisnya itu


💞💞💞


Seorang wanita memasuki kamarnya dan menyalakan lampu kamarnya. Ia melemparkan tas nya ke atas ranjangnya lalu berdiri sambil melipatkan tangannya didadanya

__ADS_1


"Aarav pasti akan meninggalkan mu kalau dia tau kamu sudah ternoda Angel" gumam wanita itu dengan senyum jahatnya


💞💞💞


__ADS_2