
Angel menghentikan sepedanya didepan sebuah rumah yang nampak sederhana jika dilihat dari sudut pandang orang kota. Jika di kampung mungkin rumah ini bisa dibilang cukup bagus untuk kalangan orang biasa.
Seorang wanita muda berusia sekitar 35 tahunan keluar dari rumah itu dengan mengenakan baju rumahan dan menyambut kedatangan mereka.
Miko langsung turun dari sepeda dan berlari berhambur ke wanita itu yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
Miko memeluk kaki perempuan itu, perempuan itu pun mengusap rambut Miko.
Angel ikut turun dan menghampiri mereka.
"Makasih ya Angel kamu udah jemput Miko lagi..", Ucap wanita itu
"Iya sama-sama mba..", jawab Angel
"Gimana? kamu udah mulai hafal kan jalan di sekitar sini..", Tanya Wanita itu lagi
"Iya udah mulai hafal mba.. jadi Angel bisa bantu mba Rani buat jemput Miko setiap hari deh...", Tawa Angel
"Iya.. iya... Ya udah ayo masuk. Mba udah siapin makan siang buat kalian", Ucap wanita bernama Rani itu
Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah.
Rani kembali menutup pintu rumahnya, ia pun berjalan dibelakang Angel dan Miko. Ia melihat luka ditangan gadis itu
"Angel tangan kamu kenapa??", Tanya Rani cemas
Ia langsung menghampiri gadis itu dan melihat luka ditangan gadis itu.
"Gak apa-apa mba.. tadi gak sengaja jatuh dari sepeda", ucap Angel
"Kok bisa jatuh?? Ya udah ayo mba obati dulu..", Ucap Rani
Rani melihat ke arah Miko yang sedang berdiri menunggu mereka
"Miko.. kamu ganti baju sendiri dulu ya sayang.. mama mau ngobatin tangan Tante Angel dulu", Ucap Rani
"Iya deh ma... ", Jawab Miko tanpa protes
Miko pun pergi ke kamarnya. Rani mengajak Angel duduk di sofa ruang tamu. Lalu ia pergi mengambil kotak p3k. Ia pun mulai membersihkan luka Angel dan mengobatinya.
"Tahan ya ini agak perih..", Ucap Rani
Angel mengerutkan keningnya karena menahan perih di tangannya.
Terakhir Rani menutup luka Angel dengan plester
"Sudah selesai...", Ucap Rani
"Makasih ya mbak..." Ucap Angel
"Iya sama-sama.., Oya, mas Dito tadi telefon kalau dia udah masukin CV kamu di perusahaan dia kerja. Mudah-mudahan kamu diterima disana ya?", Ucap Rani
"Makasih ya mba.. Aku malah jadi ngerepotin mba Rani sama mas Dito disini..", ucap Angel
"Kamu ini ngomong apa sih.. gak ada yang direpotkan. Kamu ini kan masih saudaranya mas Dito ya wajar lah kalau kami bantu kamu", ucap Rani
"Ya sudah ayo kita makan siang dulu", ajak Rani
"Mbak panggil Miko dulu ya dikamarnya..", tambahnya
Angel mengangguk
"Iya mba...", Ucapnya..
Angel yang meninggalkan kampung neneknya sejak dua bulan lalu. Ia ikut kejakarta bersama Dito dan Rani. Dito adalah cucu dari kakak nenek Sarini. Waktu itu keluarga Dito pulang kampung dan mengunjungi rumah nenek Sarini. Dito yang melihat Angel disana pun mengajak Angel ikut ke Jakarta untuk mencari pekerjaan di Jakarta saja dan tinggal di rumahnya. Walaupun rumahnya tidak terlalu besar tapi cukup untuk menampung Angel disana. Dirumahnya masih ada satu kamar yang kosong, kamar untuk tamu. Jadi Angel bisa mengisi kamar itu. Awalnya Arini menolak dan tidak mengizinkannya pergi, tapi Angel coba untuk meyakinkan mamanya itu sehingga dengan berat hati Arini melepaskan kepergian putrinya untuk ikut ke Jakarta bersama Dito dan Rani
***
__ADS_1
Nampak Nabila dan Aarav yang tengah duduk disebuah cafe sambil menikmati makanan mereka.
"Oya.. Minggu depan kamu ke Bandung lagi??", Tanya Nabila
Aarav menatap Nabila sebentar
"Ya.." jawabnya Singkat
"Aku gak tau, sebenarnya apa sih yang kamu cari disana. Sebulan sekali pasti kamu pergi kesana. Tapi kamu gak pernah ijinin aku buat ikut", ujar Nabila
Tapi Aarav seperti tak menghiraukan ucapan Nabila. Ia tetap menikmati makannya itu dengan santai
Nabila pun merasa kalau Aarav tak menghiraukannya. Walaupun sudah setahun ini mereka bersama tapi Aarav tetap dingin padanya.
Memang benar mamanya dan Tante Yuniar yang berniat sekali menjodohkan mereka sejak Nabila pulang dari luar negeri. Tapi saat itu Aarav tak memberi respon apapun sehingga orang tua mereka menganggapnya telah menyetujui perjodohan itu. Saat itu ia pikir Aarav mulai membuka hati untuknya tapi nyatanya tidak pernah ada respon dari Aarav untuknya.
"Aku akan kembali ke kantor. Nanti aku suruh supir untuk menjemputmu dan mengantarkanmu pulang", Ucap Aarav
"Supir?? Kenapa aku gak pulang sama kamu saja??", Tanya Nabila tak percaya
"Aku masih banyak kerjaan. Aku tinggal dulu", jawab Aarav dingin
Aarav pun beranjak dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Nabila yang masih tertegun tidak percaya dengan sikap Aarav padanya.
"Kenapa kamu selalu cuek sama aku kayak gini..", Umpat Nabila kesal
Nabila mengambil tas nya dan mengeluarkan hp nya. Ia mencoba menelfon seseorang
"Jemput aku sekarang.. aku ada di cafe biasa...", Ucapnya
Lalu ia mematikan sambungan telefonnya dan menunggu seseorang yang tadi ia telefon.
Setengah jam kemudian seorang pria menggunakan jas biru navy datang menghampirinya dan duduk disampingnya.
"Hei.. kenapa cemberut gitu??", Tanya pria itu
"Ken.. kenapa aku merasa Aarav tidak pernah mencintai aku...", Ucap Nabila
"Kenapa bicara seperti itu...", Ucap pria yang ternyata adalah Ken
Nabila menghela nafas panjang
"Kami akan segera bertunangan. Tapi dia selalu bersikap dingin padaku", ujar Nabila
Ken tersenyum ke arah gadis itu. Nabila memang orangnya sedikit manja dan Ken juga selalu memanjakan gadis itu.
"Kamu jangan berfikir yang macam-macam, mungkin Aarav capek karena banyak kerjaan", Ken mengusap rambut gadis itu
"Iya.. semoga saja begitu.." ucap Nabila
"Kamu sudah selesai makan kan? Ya sudah, aku antar kamu pulang ya??", Ajak Ken
Nabila mengangguk dan tersenyum pada Ken, selama ini memang hanya Ken yang selalu perhatian dan peduli padanya.
***
Malamnya jam 7 malam Dito pulang kerumahnya dengan motor matic nya.
Ia memarkirkan motornya di halaman rumahnya. Rumah itu dikelilingi tembok keliling dan halaman yang tidak terlalu luas.
Ia masuk ke dalam rumah nya yang memang belum di kunci. Rani yang melihat suaminya datang pun langsung menyambutnya.
"Kamu udah pulang mas..", ucap Rani
Ia menyalami suaminya itu dan mengambil tas kerja suami nya.
"Aku udah siapin makan malam buat kamu, kamu mau mandi dulu atau langsung makan?" Tanya Rani
__ADS_1
"Aku mandi dulu aja.. biar segar..", jawab Dito
"Ya udah kalau gitu..", Ucap Rani
"Oya Angel mana??" Tanya Dito
"Ada dikamar Miko, lagi ngajarin Miko belajar", jawab Rani
"Besok Angel ikut aku ya, soalnya mau interview. Tadi Pak Vino bilang sama aku", Ucap Dito
"Yaahhh.. gak ada yang nemenin aku lagi dong di rumah sama bantuin jemput Miko", canda Rani
"Gak apa-apa.. kamu jemput Miko sendiri ya naik ojek aja biar gak capek", jawab Dito
"Iya mas.. lagian tujuan kita ngajak kemari kan buat bantuin dia nyari kerja. Kalau di kampung kalian kan mau nyari kerja juga jauh harus ke kotanya. Mau gak mau ya Angel harus ngekost, kan sama aja. Kalo disini kan Angel gak harus kost, ada kita ini", Ucap Rani
"Iya sayang.. makasih ya.. kamu udah anggap Angel seperti adik kamu sendiri", ucap Dito
"Kamu ini ngomong apa sih mas.. Angel kan sepupu kamu, jadi dia juga saudara aku dong", Ucap Rani
"Iya kamu memang istri yang terbaik", Dito memencet hidung istrinya itu
"Ya udah aku mandi dulu ya..", tambahnya
"Iya.. kalau gitu aku panasin dulu makanan buat kamu", Ucap Rani
Dito berjalan menuju kamarnya, Sementara Rani berjalan menuju ruang makan untuk memanaskan makanan untuk suaminya itu.
Sementara itu dikamar Miko Angel sedang mengajari anak itu belajar
"Bibi aku mengangguk..", ujar Miko
"Kenapa kau terus memanggilku bibi?", Protes Angel
"Ya sudah ayo berbaringlah di tempat tidurmu, biar aku yang membereskan buku-buku mu", Ujar Angel
Miko beranjak dan langsung menuju kasurnya, ia pun langsung berbaring memeluk bantal guling nya. Tak butuh waktu lama matanya langsung terpejam dan tertidur.
Angel yang selesai membereskan buku-buku Miko pun berjalan menghampiri ke arah ranjang anak itu. Ia tersenyum melihat anak itu ternyata sudah tertidur pulas. Ia pun menyelimuti anak itu.
Angel keluar dari kamar Miko dan menutup pintunya kembali. Ia berjalan ke arah kamarnya yang kebetulan melewati ruang makan. Disana ada Dito dan Rani
"Angel..", panggil Dito yang melihat Angel lewat
"Iya mas..", jawab Angel
"Besok kamu ikut mas ya, besok kamu interview di tempat mas kerja", Ucap Dito
"Beneran mas???", Tanya Angel sumringah
"Iya.. sekarang kamu istirahat saja. Besok bangun pagi soalnya..", ucap Dito
Angel mengangguk senang
"Iya mas.. kalau gitu aku masuk kamar dulu", Ucap Angel
Angel pun pamit dan pergi menuju kamarnya dengan bahagia.
Angel masuk kedalam kamarnya dan membaringkan diri di atas ranjangnya yang ukurannya cukup luas jika dibandingkan ranjangnya sebelumnya dirumah neneknya.
Ia merasa senang sekali akhirnya ia mendapat panggilan untuk interview. Ia berharap semoga ia diterima kerja besok ditempat kerja mas Dito agar ia bisa mengirimkan uang setiap bulannya untuk mamanya dan neneknya di kampung.
Ia memegang kalung yang ia pakai dan membuka liontin kalung itu. Ia tersenyum melihat foto Aarav disana.
"Mungkin sekarang kamu sudah bahagia walaupun bukan dengan aku..", batin Angel
Ia kembali mengingat setiap kenangan bersama Aarav dulu. Matanya pun mulai terpejam dan tak terasa air matanya menetes.
__ADS_1