
Aarav melangkahkan kakinya menuju kamar Apartemennya. Ia melihat Nabila yang sudah menunggunya didepan kamar apartemennya. Nabila tersenyum senang melihat kedatangan Aarav. Aarav pun menghampiri gadis itu
Kini Aarav telah berdiri tepat di hadapan Nabila. Nabila memeluk pria didepannya itu
"Aku dengar kamu sedang sakit, jadi aku datang. Aku sangat mengkhawatirkan mu", Ucap Nabila
Nabila melepaskan pelukannya dan menatap Aarav
"Aku baik-baik saja", Ucap Aarav
"Ini sudah malam, Aku akan mengantarmu pulang" tambahnya
Nabila menggeleng pelan
"Aku tidak mau.. bolehkan aku menemanimu malam ini saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu", Ucap Nabila
"Sebaiknya kamu pulang saja. Lagi pula besok juga aku harus berangkat kerja, nanti aku tidak bisa mengantarkan mu pulang" Jelas Aarav
Nabila pun nampak kecewa. ia hanya ingin berdua dengan pria itu tapi rasanya Sulit sekali, selalu saja ada alasan dari Aarav untuknya.
"Baiklah.. aku akan pulang..", Ucap Nabila kecewa
Mereka pun berjalan meninggalkan tempat itu dan menuju ke arah parkiran. Aarav kembali menaiki mobilnya tapi kali ini bersama Nabila
Mobil pun melaju meninggalkan area parkir itu. Sepanjang jalan mereka hanya terdiam.
Mobil pun berhenti, Aarav mengantarkan Nabila hanya sampai depan gerbang rumahnya saja. Karena kalau ia masuk ke dalam pasti akan bertemu orang tuanya Nabila dan akan berbeda cerita nantinya, karena mereka pasti akan menanyakan tentang pertunangan sama seperti mamanya.
"Aku antar sampai disini saja ya?" Ucap Aarav
"Kenapa tidak masuk dulu" Tanya Nabila
"Besok aku harus bekerja" Jawab Aarav
"Baiklah.. sampai jumpa..", Ucap Nabila
Nabila hendak membuka pintu ketika Aarav memanggilnya kembali
"Nabila..", Ucap Aarav
Nabila pun menoleh kembali kepada pria disampingnya itu
"Ya? Kenapa?" Tanya Nabila
Aarav menoleh ke arah Nabila dan menatap mata gadis itu
"Ayo kita sudahi semuanya" Ucap Aarav
Deg
Nabila pun kaget dengan ucapan Aarav itu.
"Selama ini kita tidak pernah ada ikatan apapun bukan? Kalau bukan karena keinginan orang tua kita yang mencoba menjodohkan kita", Ucap Aarav
"Kenapa? Apa kamu tidak mau mencoba membuka hatimu untukku? Atau ada perempuan lain?? Kenapa tiba-tiba seperti ini" Nabila pun mulai berkaca-kaca
"Maafkan aku.. aku hanya menganggapmu sebagai teman, tidak lebih. Dari dulu sampai sekarang, tidak ada yang berbeda", jelas Aarav
"Teman ya...", Lirih Nabila
Nabila tertunduk dan mulai meneteskan air matanya
"Siapa perempuan yang beruntung itu? pasti ada seseorang kan?" Tanya Nabila pelan
Aarav menghempaskan nafasnya kasar
"Nanti juga kamu akan tau. Aku tidak ingin terus-menerus menyakiti mu. Pasti akan ada seseorang yang mencintai kamu dengan tulus", Ucap Aarav
"Tapi kenapa seseorang itu bukan kamu?", Nabila mengangkat wajahnya dan kembali menatap Aarav yang masih duduk disampingnya
"Maafkan aku Nabila.." Ucap Aarav
Nabila mencoba menahan rasa sakit dihatinya. Ia menghela nafas panjang. Ia sudah tau, cepat atau lambat pasti hal seperti ini akan terjadi. tapi ia belum siap menerima kenyataan itu.
"Aku akan menganggap kalau aku tidak mendengar apapun tadi", Ucap Nabila
"Nabila.. kamu tidak bisa terus-terusan seperti ini" Ucap Aarav
Nabila pun membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil. Ia menutup kembali pintu mobil dan berjalan cepat menuju gerbang rumahnya yang sudah dibuka oleh penjaga disana. Ia tidak ingin mendengar penolakan lagi dari pria itu. Ia pun berlari memasuki halaman rumahnya yang luas itu.
Aarav hanya menatap kearah kepergian gadis itu dari dalam mobil. Ia tidak tau harus berbuat apalagi agar terlepas dari gadis itu. Ia tau gadis itu sangat mencintainya, tapi ia tak ingin melukai hati gadis itu karena ia tak akan pernah bisa membalas perasaan gadis itu.
Apalagi sekarang ia juga sudah kembali bersama Angel, gadis yang sangat ia cintai. Ia juga tak ingin menyakiti hati Angel jika ia terus bersama Nabila
Aarav kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat itu dan Kembali pulang menuju ke apartemennya.
***
Sementara itu Angel yang sedang duduk termenung diatas kasurnya. Ia pun melihat ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 12 malam
"Kira-kira mereka sedang apa ya?", Gumam Angel
__ADS_1
Angel yang tidak bisa tidur dan nampak gelisah karena terus memikirkan Aarav yang sedang bersama Nabila. Ia pun mulai membayangkan yang tidak-tidak.
"Tidak mungkin kan kalau mereka...", Pikir Angel mulai berimajinasi
Angel mencoba menepis bayangan-bayangan Aarav dan Nabila dalam pikirannya. ia benar-benar di buat gila oleh imajinasi nya sendiri.
Tiba-tiba terdengar dering handphone.
Angel pun melihat ke sekelilingnya. Ia tak punya handphone tapi kenapa ada bunyi handphone dikamarnya.
"Bunyi handphone siapa itu?" Gumamnya
Ia pun beranjak bangun dan mencari sumber suara itu. Ia menghampiri meja riasnya dan melihat paper bag yang tadi diberikan Aarav padanya. Ia pun membuka isinya dan melihat gardus handphone, ia pun membuka gardus itu dan memang ada handphone didalamnya.
Ada panggilan masuk disana dengan nama kontak yang bertulis "Sayang"
Angel pun tersenyum senang, ia tau pasti itu Aarav yang menelfonnya
"Berniat sekali dia menulis nama kontak nya seperti ini" Ucap Angel saat melihat nama kontak Aarav di handphone itu.
Ia pun mengangkat teleponnya
"Ha.. halo...", Sapa Angel
"Kenapa belum tidur? ini sudah malam. kalau sampai besok kamu terlambat masuk kantor, aku akan memberikan mu hukuman" Ucap Aarav dari balik sambungan telefon
"Kamu sendiri juga belum tidur..", Ucap Angel tak mau kalah
"Karena aku sedang memikirkan mu" Jawab Aarav jujur
Angel pun senyum-senyum sendiri mendengar pengakuan Aarav barusan, hatinya rasanya berbunga-bunga sekali.
"Benarkah?? Kamu benar-benar hanya sedang memikirkan aku saja kan?" Tanya Angel
Ia hanya ingin memastikan apakah sekarang Aarav masih bersama Nabila atau tidak
"Kenapa? Kamu takut kalau aku sedang berduaan dengan Nabila disini?" Aarav tau apa yang sedang dipikirkan gadis itu sekarang
"Bukan seperti itu.." sergah Angel
"Kamu tenang saja, Nabila sudah pulang dari tadi" Ucap Aarav
Angel pun merasa lega mendengarnya. Akhirnya ia tau kalau kekasihnya itu hanya sendirian di apartemennya. tidak seperti apa yang tadi dia bayangkan.
Angel berjalan ke arah ranjangnya dan duduk di tepi ranjang.
"Kenapa? Apa kau baik-baik saja", Tanya Angel khawatir
"Tidak apa-apa. aku hanya merindukan mu saja" Jawab Aarav
Lagi-lagi Angel senyum-senyum sendiri mendengar pengakuan pria itu
"Bukankah tadi kita baru bertemu.. lagi pula besok juga kita akan bertemu di kantor", Ucap Angel
"Apa kamu tak merindukan ku?" Tanya Aarav
"Te.. tentu saja.. aku juga merindukanmu" Jawab Angel tergagap
"Kalau begitu tidur lah. Agar malam ini cepat berlalu dan besok kita bisa bertemu lagi" Ucap Aarav
"Baiklah.. tapi kamu juga harus istirahat. Jangan sakit lagi, karena aku akan sangat khawatir" Ucap Angel
"Iya Sayang ku... I Love You" Ucap Aarav
"I love you to" balas Angel
"Selamat istirahat" Ucap Aarav lagi
"Kamu juga.. selamat istirahat.. " balas Angel
Sambungan telefon pun terputus. Angel melihat kearah layar handphone nya dan Aarav memasang foto wallpaper nya disana. Angel pun tersenyum geli melihat foto Aarav sebagai wallpaper handphone nya.
Angel menaruh handphone nya di atas meja samping ranjangnya. Ia pun membaringkan dirinya di atas ranjang dan mencoba untuk tidur.
***
Esoknya Angel benar-benar bangun kesiangan gara-gara terus memikirkan Aarav sehingga ia tak bisa langsung tidur semalam setelah pria itu menelfonnya.
Padahal Rani sudah mencoba membangunkannya beberapa kali tapi ia tak mendengarnya.
Dito yang jadi ikut terlambat karena menunggu Angel.
"Maaf ya mas.. mas jadi ikutan telat", Ucap Angel merasa bersalah
"Iya gak apa-apa. Kamu masuk saja dulu. Mas mau parkir motor dulu" Ucap Dito
Angel pun berjalan memasuki gedung itu dengan tergesa-gesa
Angel berjalan ke arah lift, ia akan menaiki lift agar cepat sampai.
__ADS_1
Ia menekan tombol lift, setelah menunggu beberapa saat pintu lift itu pun terbuka dan seorang pria sudah berdiri didalam lift itu dengan jas hitamnya. Pria itu pun memandang ke arahnya.
Angel yang merasa di pandangi pun merasa malu karena ia benar-benar terlambat hari ini. Ya walaupun baru terlambat 10 menit. ia pun masuk ke dalam lift dan berdiri di samping pria itu
"Apa anda tidak akan keluar?" Tanya Angel saat pria itu hanya diam saja ditempatnya
Pria itu malah menekan tombol lift dan pintu lift kembali tertutup kembali
Pria itu menghadap ke arah gadis yang berdiri disampingnya itu. Gadis itu pun nampak gugup karena pria itu menatapnya dengan tajam.
Angel berjalan mundur karena pria itu berjalan pelan ke arahnya. Namun karena ukuran lift yang sempit sehingga membuatnya terpojok.
"Aku sudah bilang untuk jangan terlambat bukan", Ucap pria itu
Pria itu menarik pinggang Angel dengan tangan kirinya ke arahnya, sehingga jarak mereka sangat begitu dekat.
Mereka pun saling bertatapan. Kemudian pria itu mendaratkan ciuman dibibir gadis itu sebentar dan Kembali memandang wajah gadis itu
"Ini hukuman karena kamu sudah datang terlambat" Ucapnya
Aarav hendak menciumnya kembali tapi Angel menahan dada bidang pria itu dengan kedua tangannya
"Jangan seperti ini.. ini di kantor, bagaimana kalau nanti ada yang melihat kita?" Ucap Angel sedikit khawatir
"Kenapa? Apa kamu takut?" Tanya Aarav
"Bukan seperti itu tapi..." Angel menundukkan wajahnya
"Semua orang taunya Nabila adalah calon tunanganmu. Kalau mereka melihat kita seperti ini, mereka pasti akan berfikir kalau aku..." Ucapan Angel terpotong karena Aarav menaruh jari telunjuknya di bibir gadis itu
Aarav mengangkat dagu gadis itu dan membuatnya kembali menatapnya.
"Aku tau kekhawatiran mu.. maafkan aku...", Ucap Aarav
"Tidak.. bukan seperti itu.. " Ucap Angel
Aarav kembali mendaratkan ciuman di bibir gadis itu sekilas
"Nanti pulang lah bersama ku" pinta Aarav
"Baiklah..." Jawab Angel
Itu berarti ia harus mencari alasan lagi agar tidak pulang bersama Dito, sepupunya.
Aarav melepaskan tangannya dari pinggang gadis itu.
Pintu lift pun terbuka, Angel melangkahkan kakinya keluar lift. Sementara Aarav masih tetap berdiri di dalamnya. Angel berbalik dan melihat ke arah pria itu
"Aku mencintaimu..", Ucap Aarav
"Aku juga mencintaimu.." balas Angel
Pintu lift pun kembali tertutup. Angel berbalik dan berjalan menuju ke ruang kerjanya.
Ia melihat Naura yang sudah duduk di kursinya.
"Kenapa baru datang? Kok kamu tumben terlambat sih?" Tanya Naura dengan suara pelan saat melihat Angel duduk di meja kerjanya yang berada di sampingnya.
"Iya.. aku kesiangan tadi.." Bisik Angel
"Tumben bangun kesiangan? Oya, Kemaren kamu jadi nemuin pak Aarav??" Tanya Naura
Angel menganggukkan kepalanya
"Trus gimana??" Tanya Naura penasaran
"Nanti aja aku ceritain nya.." jawab Angel
"Oke" Naura mengacungkan kedua jempol tangannya.
Tak lama Dito pun juga datang dan duduk dikursi kerjanya.
***
Aksara duduk di tepi ranjang dan menghadap ke arah istrinya yang sedang duduk selonjoran di ranjang.
"Mama makan dulu, nanti mama sakit" Bujuk Aksara
"Mama gak mau makan. Mama kangen sama Aarav. Mama pengin Aarav pulang ke rumah lagi" Ucap Yuniar
"Makanya mama jangan memaksakan kehendak mama pada Aarav" Ujar Aksara
"Papa itu harusnya dukung mama. Papa bantu mama bujuk Aarav biar mau bertunangan dengan Nabila. Dari pada nantinya kita punya menantu yang tidak jelas, papa mau?" Ucap Yuniar
Aksara hanya menggeleng kepala dan menarik nafas panjang
"Mama.. mama.. masih aja egois.. " Ujar Aksara
Aksara pun beranjak dan pergi keluar dari kamarnya meninggalkan istrinya itu sendirian dikamar mereka. Ia tidak mau berdebat lagi dengan istrinya itu.
__ADS_1