
Pagi menyapa, sinar matahari menerobos masuk dari celah-celah jendela kaca sebuah kamar. baju-baju yang berserakan di lantai dan terlihat sangat berantakan. Dua orang insan yang masih tertidur di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh mereka. Seorang diantaranya mulai membuka matanya dan mengerjip-ngerjipkan matanya. Badannya masih terasa sedikit sakit karena ulah mereka semalam. Ia mengucek matanya dan melihat ka langit-langit kamar itu. Tempat yang asing baginya. Ia menoleh ke samping dan terlonjak kaget mendapati seseorang di sebelahnya
"Ken?" Serunya sambil bangun dan duduk
Ia melihat dirinya yang sudah tidak memakai baju dan hanya di tutupi selimut. Ia pun melihat ke sekelilingnya, baju-baju mereka berserakan disana. Ia mencoba meraih handuk di atas meja sebelah ranjang sebelum pria disebelahnya itu bangun. Ia pun melilitkan handuk itu pada tubuhnya dan memunguti baju-bajunya. Ia berlari ke arah kamar mandi dan menggantungkan baju-bajunya. Ia pun menyalakan shower kamar mandi dan air pun keluar membasahi tubuhnya. Ia menangis di bawah guyuran air yang keluar dari shower
"Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan semalam bersama Ken. Harusnya Aarav yang berada disana, bukan Ken" batin Nabila
Setelah cukup lama berada di dalam kamar mandi, Nabila pun keluar dengan sudah memakai pakaiannya kembali. Ken sudah berdiri disana dengan menggunakan pakaiannya. Nabila memalingkan wajahnya dari tatapan Ken.
Ken berjalan mendekati Nabila
"Nabila. Aku akan bertanggung jawab" Ken meraih tangan gadis itu
Nabila menghempaskan tangan Ken dengan kasar dan menatap nanar pria itu
"Tidak! Aku tidak mau menikah denganmu. Aku hanya akan menikah dengan Aarav" Seru Nabila
"Tapi Nabila apa yang kita lakukan semalam" ucap Ken
"Cukup Ken! ini semua salahmu. Kenapa kamu membawaku ke hotel? Kalau kamu tidak membawa ku kemari, pasti semua ini tidak akan terjadi" Isak Nabila
"Nabila maafkan aku. Tapi ijinkan aku bertanggung jawab atas perbuatan ku" ucap Ken menyesal
"Biarkan aku sendiri Ken" ucap Nabila
"Aku akan mengantarmu pulang" tawar Ken
"Tidak, aku akan pulang sendiri" tolak Nabila
Nabila berlari meninggalkan Ken dan membuka pintu kamar itu, ia pun kembali berlari pergi meninggalkan tempat itu.
Ken mengacak-acak rambutnya dengan kasar melihat kepergian gadis itu.
***
Aarav meraih kedua tangan Angel dan menatap dalam mata gadisnya itu
"Nanti malam aku akan menjemputmu. Aku akan mengajakmu ke rumah" ucap Aarav
"Tapi aku sangat gugup" jawab Angel
"Tidak apa-apa. Ada aku disampingmu" Aarav mencubit pipi gadis itu
"Baiklah. terima kasih kamu selalu menenangkan ku" ucap gadis itu tersenyum manis
"Oya, Nabila hari ini tidak masuk. Apa dia baik-baik saja?" Angel nampak khawatir
__ADS_1
"Tidak usah terlalu memikirkannya. Dia akan baik-baik saja" jawab Aarav
"Kalau begitu aku akan kembali bekerja" ucap Angel
"Tidak perlu, tetaplah disini menemaniku" jawab Aarav
"Uuuhhh.. itu sih mau kamu" Angel mencubit perut Aarav
"Aduh sakit" Aarav meringis dan memegangi perutnya
"Baiklah kamu boleh kembali bekerja" Aarav mengusap rambut gadisnya
Angel tersenyum dan melepaskan tangan Aarav. Ia pun berlalu pergi meninggalkan ruangan bos sekaligus kekasihnya itu.
***
Brakkkkkk
Nabila menutup pintu kamarnya dengan kasar
"Aagghhhh" Nabila mengacak-acak rambutnya kasar
"Dasar bodoh! Apa yang sudah kamu lakukan Nabila?" Maki Nabila pada dirinya sendiri
Tok.. tok.. tok...
Nabila langsung membuka pintu kamarnya dan melihat mamanya berdiri disana.
Rosa melihat penampilan putrinya yang acak adul
"Kamu dari mana saja semalaman? Kamu menyuruh supir pulang sendiri. Katanya kamu minta diturunin dijalan. Lihat penampilan kamu acak-acakan begini" Rosa membalik-balikan tubuh putrinya yang nampak serawutan
"Udah ma, mama nanyanya nanti saja. Nabila capek mau istirahat dulu" Nabila langsung menutup pintunya kembali
"Nabila mama belum selesai bicara nak, buka pintunya" seru Rosa
Panggilan Rosa tidak di hiraukan oleh Nabila. Rosa memilih pergi meninggalkan kamar putrinya karena gadis itu tidak menjawabnya lagi.
"Aarav tidak boleh tau tentang apa yang terjadi antara aku dan Ken semalam" gumam Nabila
***
Rani membuka pintu rumahnya dan melihat Aarav yang sudah berdiri didepan rumahnya malam itu. Tak lama Angel pun datang dari arah belakang Rani dengan penampilannya yang cute sehingga membuat mata Aarav tidak berkedip memandangnya.
"Saya mau minta ijin untuk membawa Angel keluar" ucap Aarav pada Rani
__ADS_1
"Iya silahkan" jawab Rani
"Kalau begitu kami permisi dulu" Aarav menggandeng tangan Angel
"Kami pamit ya mba" ucap Angel
"Iya hati-hati ya" Rani mengusap-usap bahu gadis itu
Mereka pun pergi menuju mobil Aarav yang sudah terparkir didepan sana. Mobil pun pergi melaju meninggalkan area rumah itu dan Rani pun kembali menutup pintu selepas kepergian mereka.
Aarav meraih tangan Angel yang duduk disebelahnya. ia melihat gadis itu begitu gugup
"tidak apa-apa. semua akan baik-baik saja" Aarav mencoba menenangkan gadisnya
Angel mencoba tersenyum agar terlihat lebih tenang.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, mobil itu pun berhenti tepat didepan rumah Aarav. Aarav turun dari mobil dan membukakan pintu untuk kekasihnya itu.
"Silahkan tuan putri" ucap Aarav sambil mengulurkan tangannya
Angel meraih tangan Aarav dan menuruni mobil. ia melihat sekeliling rumah itu yang nampak begitu mewah dilihat dari depan.
"Ayo masuk" ajak Aarav
mereka berdua melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu.
Yuyun yang melihat kedatangan mereka di ruang tengah langsung menyambut kedatangan mereka
"Oalah, ini non Angel kan ya?" sapa Yuyun
"iya mbak Yuyun kan? mba masih ingat saya?" tanya Angel
"ya jelas ingat banget. soalnya tuan muda saya ini sejak kepergian mba Angel jadi pemurung terus" ucap Yuyun
"ehemm.. ehhemmm"
"eh maaf tuan muda, keceplosan. hehehehe" Yuyun menutup mulutnya
Angel menoleh ke arah Aarav
"benarkah itu sayang?" tanya Angel
"menurutmu?" jawab Aarav
"menurutku itu benar" tawa Angel
"kamu sudah tau jawabannya bukan" Aarav mengusap pipi gadis itu
__ADS_1
Seseorang menuruni tangga dan melihat ke arah tiga orang dibawahnya itu.