Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
24. Lantaran niat baik


__ADS_3

Bismillahirihmanirohim


Azam terlihat bengong di atas ranjang sempitnya, ranjang itu bahkan tak muat untuk satu orang saja, jika tidur Azam harus tidur dengan posisi miring, barulah dia bisa tidur dengan benar.


Saat ini Azam duduk di atas kasurnya, sambil menatap langit-langit kamar yang tak ada apa-apanya disana.


Beluma ada listrik di tempat pak Rohim tinggal, warga sekitar biasanya menggunakan tenang surya untuk menangkap listrik agar dapat menerangi rumah mereka dengan cahay lampu yang berasal dari tenaga surya bukan tenang listrik.


Energi surya adalah energi yang berupa sinar dan panas dari matahari. Energi ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan serangkaian teknologi seperti pemanas surya, fotovoltaik surya, listrik panas surya, arsitektur surya, dan fotosintesis buatan.


Pemanfaatan tenaga surya dilakukan dengan mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik. Dua tipe dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic, yaitu tenaga matahari. Bahan dasar untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi adalah bahan semi konduktor.


Sedangkan cara kerja tenaga surya atau energi surya Sederhananya, ketika sel surya menyerap cahaya, maka akan ada pergerakan antara elektron di sisi positif dan negatif. Adanya pergerakan ini menciptakan arus listrik sehingga dapat digunakan sebagai energi bagi alat-alat elektronik.


Tapi sayangnya di rumah pak Rohim, beliau tidak menggunakan energi surya, selain memang tak mampu pak Rohim pernah memiliki alatnya, tapi beliau lebih memilih untuk disodaqohkan ke masjid, karena di masjid belum ada cayah penerang sebelumnya.


"Kenapa misi keduaku sudah selesai? memang hal apa yang aku lakukan sampai bisa menyelesaikan misi kedua dengan cepat?"


Sedari tadi pagi setelah berkomunikasi dengan sistem ikon, sebenarnya Azam bertanya-tanya pada dirinya sendiri hal apa yang sudah dia lakukan sehingga bisa menyelesaikan misi kedua dengan begitu cepat.


Azam begitu ingat bagaimana dia harus menyelesaikan misi pertamanya membutuhkan waktu berbulan-bulan, tapi misi kedua ini belum ada satu bulan sudah selesai.


Azam sendiri bingung apa yang sudah dia lakukan sebenarnya, aneh bukan kenapa dia tak bertanya langsung pada sistem ikon, atau kenapa dia tidak memikirkan misi ketiganya saja, kenapa mempermasalahkan misi kedua.


Azam masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri. "Kenapa juga ini kepala dari tadi cuman mikirin misi kedua" dengus Azam dia sedikit kesal pada diri sendiri.


"Pasti sebentar lagi misi ketiga akan segera dimulai"

__ADS_1


Azam yang sedang berbicara pada diri sendiri tiba-tiba pikirnya ingin membuat warga di desa Kenanga tempat Azam saat ini menimba ilmu pada salah satu sepuh di desa Kenanga tersebut.


"Begini saja mungkin aku bisa menghubungi Kino agar dia bisa menyalurkan dana di Lombok tepatnya di desa Kenanga ini"


"Tapi sebelum itu alangkah baiknya aku usulkan lebih dulu pada pak Rohim, nantinya juga pak Rohim dapat mengatur semuanya yang lebih baik" molong Azam.


"Sudahlah besok aku hubungi Kino, lebih baik aku sekarang tidur saja dulu"


Saat Azam akan memejamkan kedua bola matanya seperti biasa cahaya yang begitu silau selalu memberontak menerjang kedua bola matanya.


"Kebiasaan ini sistem!"


Azam baru kali ini merasa kesal dengan sistem Ikon, pasalnya setiap kali sistem itu muncul mau dia berbentuk cahaya dan bola sayap pasti akan muncul dengan tiba-tiba.


[Selamat malam! Sistem menyapa bos Azam, maaf jika telah membuat anda kesal, sekali lagi sistem meminta maaf, sistem pasti tidak akan mengulanginya lagi, sistem berjanji!]


Azam mengambil nafas dalam untuk mengendalikan emosinya, sadar semua hal tidak bisa dibawa jika masih dalam keadaan emosi.


"Sabar Zam, sabar, yang kamu hadapi sekarang ini hanyalah sebuah sistem yang tak memilik perasaan seperti manusia jadi sabar biarkan dia terus memajutkan informasi apa yang akan dia berikan" Azam mengelus dadanya sendiri agar emosinya bisa terkendali.


"Sudah malam tak bisanya sistem menemui Azam, apakah ada informasi yang akan disampaikan pada Azam?"


Azam berusaha mengeluarkan nada biacarnya sealus mungkin, Azam tidak mau jika dia emosi dan mengganggu ketangan pao Rohim yang sedang beristirahat karena sekarang sudah larut malam.


[Berita pertama sistem ikon sudah berrevolusi untuk pertama kalianya! Berita kedua misi ketiga anda berbeda dari misi kedua dan pertama, misi ketiga anda kali ini akan sangat berbahaya jadi berhati-hatilah nanti jika misi ketiga sudah diaktifkan ]


"Jadi kapan saya bisa menjalankan misi ketiga?" tanya Azam penasaran.

__ADS_1


Tentu saja Azam penasaran dengan misi ketiganya, bagaimana tidak penasaran, jika diingat-ingat yang pertama sistem ikon tak pernah menemuinya saat malam hari, pasti jika membicarakan misi sistem ikon akan datang diwaktu yang kundusip tidak seperti sekarang ini.


[Untuk itu tunggu informasi selanjutnya dari sistem ikon, sistem akan segera mengabarkan bos Azam kapan misi ketiga akan dimulia!]


"Baiklah apa sudah selesai? Atau masih ada yang harus dibahas lagi saat ini, kalau tidak aku mau tidur sudah mengantuk sekali"


[Masih ada yang harus disampaikan ini malasah yang saat ini sedang anda pikirkan, kenapa anda bisa menyelesaikan misi kedua dengan begitu cepat, maka sistem ikon akan menjawab pertanyaan yang terus muncul di kepala anda]


[Tapi sebelum itu sampai kapan anda akan berada di desa Kenanga Lombok ini? Ataukan anda berniat untuk tinggal semalanya di desa ini?]


Azam merasa bingung kenapa sistem ikon bertanya seperti itu pada dirinya, Azam saja tak tahu kenapa dia bisa berada di desa Kenanga ini, jawaban yang ada dipikirkan Azam tentu saja saat ini hanya satu, pasti sistem lah yang sudah membawanya sampai ke tempat ini.


"Kenapa sistem bertanya seperti itu? Bukankah sistem yang membuat saya bisa sampai ke tempat ini, jadi jika saya keluar dari sini itu tergantung kapan sistem menyuruhnya keluar atau menyeret saya secara langsung keluar dari Lombok.


[Baiklah sistem hanya memastikan saja untuk hal ini, mohon persiapakan diri anda untuk misi ketiga]


"Ya!


Kedua bola mata Azam saat ini sudah begitu sayup-sayup, jika boleh jujur Azam sudah begitu mengantuk sedari tadi.


[Sekarang sistem akan memberikan jawaban pada bos Azam, kenapa bos Azam bisa menyelesaikan misi kedua dengan begitu cepat, jawabannya sesederhana saja, karena niat baik yang ingin bos Azam lakukan pada pak Rohim dan beberapa orang di desa Kenanga ini yang kurang mampu]


Penjelasan sistem membuat Azam merasa bingung, Azam merasa dia selama ini tak pernah untuk melakukan niat baik.


"Niat baik?"


[Benar! Niat baik anda yang ingin membawa mereka ke tanah suci! Maka misi kedua anda sudah selesai]

__ADS_1


"Padahal hanya berniat untuk membantu mereka"


__ADS_2