
Bismillahirohmanirohim.
sampai di hotel tempatnya selama ini menginap Azzam pun segera membereskan semua pakaiannya untuk dibawa pulang.
kamar hotel itu menjadi saksi bahwa selama ini Azam benar-benar mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala setiap malam dia tidak pernah meninggalkan salat malamnya dan terus beristighfar pada semua puasa.
kalau kesah di hatinya selalu Azam tumpahkan pada sang pencipta Azzam yakin semuanya akan baik-baik saja jika dia selalu ada dan selalu mengadukan semua kelupasannya pada Allah Azza wa Jalla.
kamar hotel yang berwarna putih dominan hitam benar-benar menggambarkan kesukaan Azzam ya dia memang suka dengan warna abu-abu dan hitam.
Tapi semenjak lebih mengenal Islam Azzam lebih menyukai warna hijau dan putih Karena untuk sebuah kamar maka dia tidak mungkin memilih warna hijau atau warna cerah.
setelah selesai dengan kegiatannya Azam berdiri sejenak menatap keluar jendela yang langsung berhubungan dengan pemandangan indah di depan sana.
" Masya Allah begitu indah ciptaan Engkau" Puji Azam kalah melihat pemandangan yang menyegarkan pepohonan yang begitu hijau.
Azzam yang teringat suatu hal merogoh kantong celananya untuk mengambil hp-nya dia akan menghubungi Erlang hari ini dia akan pulang.
tak lama sambungan telepon pun terhubung antara Azzam dan Erlang setelah Azzam menekan tombol kontak yang tertera nama Erlang di sana.
" Assalamualaikum, Halo Halo Erlang Bagaimana kabar semua orang di rumah?" Bapak Azam Setelah dia memastikan jika sambungan telepon itu sudah benar-benar terhubung.
di seberang sana Erlang mengembangkan senyumnya kalah mendapat telepon dari sang kakak Erlang yakin jika kakaknya itu akan memberitahunya bahwa dia akan segera pulang.
" Alhamdulillah Bang semuanya baik-baik saja sehat, Apakah Abang akan pulang?" sahut Erlang.
sejak tadi saat Erlang membaca Siapa yang menghubunginya dan dia tahu itu adalah sang kakak senyumnya tidak pernah luntur senyum Erlang terus berkembang.
" Alhamdulillah Ntar lah ini Abang mau pulang masih siap-siap Tolong sampaikan salam Abang pada ayah dan ibu Assalamualaikum"
__ADS_1
" Waalaikumsalam " Erlang menjawab salam itu dengan pelan karena itu saham yang akan dia berikan kepada kedua orang tuanya dari sang kakak.
" tidak mau dijemput Bang" tawar Erlang pada sang kakak.
di kamar hotelnya Azzam berpikir sejenak tapi tak lama setelah itu dia kembali bersuara. " tidak usah Abang akan pulang sendiri" tolak Azam secara halus.
setelah keduanya cukup lama mengobrol dari sambungan telepon setelah itu Azzam pamit pada Airlangga Jika dia akan segera berada di dalam perjalanan pulang.
Setelah membereskan semua pembayarannya di hotel Azam segera membawa kopernya untuk pergi hanya satu koper yang dia bawa tidak banyak.
Azzam benar-benar memanfaatkan waktunya sebaik mungkin dia sama sekali tidak membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna.
tak lama menunggu baru saja adzan sampai di luar hotel ternyata sudah ada sebuah taksi yang mencari penumpang dengan segera Azam langsung masuk ke dalam taksi tersebut.
tak lupa pula komunikasi Azam pada sahabat-sahabatnya masih baik, bahkan komunikasi Azam dengan Chino menjadi lebih seperti saudara saat ini bukan lagi seperti atasan dan bawahan.
sementara itu dia juga masih menjalani komunikasi dengan Aji yang berada di Desa Sumber Jaya atau lupa pula pada Pak Rohim dan juga para warga di desa Kenanga Lombok.
" perumahan nangkasari Jalan mangga Bang"
"Oke siap"
setelah itu mobil taksi melaju dengan kecepatan sedang membela jalan raya yang sudah ramai para pengemudi baru pulang bekerja.
Robert benar-benar tidak pernah lagi mengganggu Azzam sejak kejadian di Desa Sumber Jaya itu di mana kejadian itu hampir saja merebut nyawa orang kepercayaannya tapi sepertinya keberuntungan masih berpihak pada Rapum karena dia hanya mengalami koma saja.
yang Azzam tidak tahu jika Robert sudah membebaskan Sang nenek yang selama ini ditahan robot di dalam penjaranya dan Sejak saat itu juga keberadaan Robert seakan menghilang dari publik.
saat adzan Tengah menikmati pemandangan di sekitar tempat yang dilewati oleh mobil taksi tiba-tiba saja ekor matanya menangkap seseorang yang begitu Azam kenali.
__ADS_1
" Pak tolong berhenti sebentar" minta Azam pada sang supir.
tanpa banyak bertanya pada Azam Sopir itu pun menepikan mobilnya untuk berhenti di pinggir jalan karena tak mungkin mereka berhenti di tengah-tengah jalan sedangkan Jalan Raya masih ramai lancar oleh para pengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat.
" Pak tunggu di sini sebentar ya Saya akan menghampiri perempuan itu saya seperti mengenalnya Bapak Tenang saja saya tidak akan kabur Jika Bapak takut saya kabur maka saya akan membayar lebih dulu" jelas Azam Apa maksudnya dia menghentikan mobil taksi yang dia tumpangi saat ini.
" tak apa nak kamu hampir saja wanita paruh baya itu sepertinya Dia kasihan"
setelah mendapat persetujuan dari sopir taksi Adam pun keluar dari mobil taksi itu menghampiri seorang nenek-nenek bukan lagi wanita baru bayar padahal dari kejauhan dia masih terlihat seperti wanita paruh baya.
mata aja memanas butiran bening mulai berjatuhan dari kedua bola matanya dia begitu mengenal siapa perempuan itu.
" Nenek" satu kata yang keluar dari mulut Azam membuat nenek-nenek itu menoleh pada Azam.
" nenek ini bener nenek?" tanpa pikir panjang Azam langsung memeluk nenek-nenek itu yang dia anggap neneknya.
" kamu Azzam" satu kata yang keluar dari mulutnya yaitu membuat Azam semakin yakin jika saat ini nenek-nenek yang bersama dirinya adalah neneknya yang selama ini dia cari yang selama ini Entah Dibawa Kemana oleh Robert.
" Nenek kenapa bisa ada di sini dan Apakah benar selama ini nenek ada bersama Robert?"
" Iya nanti nenek akan ceritakan semuanya pada kalian"
" pasti semua orang akan senang jika mengetahui nenek masih hidup selama ini kami mengira selama ini Robert sudah membunuh nenek " ucap Azam dengan begitu Lirih.
" Ayo kita pulang Nek" Azam melentungkan nenek menuju taksi di sana sopir taksi seakan bertanya-tanya Apakah Azzam kenal dengan nenek-nenek itu ataukah memang dia orang yang begitu baik dan sengaja menolong seorang nenek-nenek gelandangan.
tapi sopir taksi itu pun Tidak berkomentar sama sekali setelah memastikan Azam dan nenek itu masuk ke dalam mobil mobil taksi tersebut kembali melaju dengan kecepatan seperti sebelumnya.
" Allhamadulilah nih aku senang melihat nenek baik-baik saja seperti ini tapi kenapa nenek bisa pontang-panting di tempat seperti ini apakah Robert membuang nenek begitu saja?"
__ADS_1
sang nenek mahalan nafas berat. " Ya begitulah Yang Terjadi" jawab nenek singkat saja karena dia sudah mengatakan akan bercerita pada semuanya nanti