
Bismillahirohmanirohim.
Dua kelompok dari arah yang berbeda sudah memasang kuda-kuda mereka masing-masing di tempatnya.
Dua kelompok yang begitu terkenal itu akan saling menyerang sebentar lagi pada waktu yang sudah ditetapkan atau mungkin akan ada penyusuk sebentar lagi.
"Apa kerjamu Rapum mengurus satu bocah saja tak becus" sindiri Robert saat berada di sebelah dirinya.
"Maafkan saya bos" akhirnya Rapum tak berani menyombongkan diri jika sudah di depan Robert, angkuhnya sudah hilang entah kemana.
Selalu saja begitu pastik jika dia sudah berhadapan dengan Robert, tak tahu apa yang ditakutkan Rapum dari seorang Robert.
"Untuk kali ini aku memaafkanmu Rapum, karena ada hal yang lebih penting untuk diurus ketimbang menurus bocoh ingusan itu"
Rapum bernafas lega saat mendengar Robert memaafkan dirinya padahal tadi dia sudah mengira-ngira hukuman apa yang akan dia dapat karena gagal dalam rencananya sendiri.
"Ter-"
"Aku belum selesai bicara Rapum" potong Azam sebelum orang kepercayaannya itu angkat bicara lebih dulu.
"Sebagai gantinya aku mau orang kepercayaan mafia balck bar ada ditangan kita nanti dan aku mau kamu yang membawa Deon ke hadapanku!"
"Baik bos akan dilaksanakan apa yan bos Robert minta, untuk mengangkap Deon hal yang mudah bagi saya bos" ujar Rapum dengan sombong.
"Jangan sombong dulu Rapum, kamu sudah bertahun-tahun tak bertemu dengan mafia black bar, tak tahu saat ini kekuatan mereka sudah sampai mana bisa jadi kamu kalah dengan mereka"
Mendapat nasihat tiba-tiba saja dari Robert tentu membuat kuping Rapum terasa sedikit gatal, baru pertama kali dia mendapat nasihat bijak dari bosnya itu.
Padahal biasanya Robert akan selalu mengebu-ngebu jika berhadapan langsung dengan musuh, tak tahu saja Rapum jika bosnya Robert yang begitu licik itu sudah menyiapkan jebakan untuk mafia balck bar.
__ADS_1
"Maaf bos saya mengerti dan tidak akan mengulanginya lagi" ucap Rapum dengan sungguh-sungguh.
Robert menepuk pundak Rapum. "Bagus Rapum dan persiapkan dirimu sebentar lagi perang besar antara dua kelompok yang selalu menggemparkan dunia akan segera dimulai"
"Siap bos"
Berbeda dengan Robert dan ketua mafia black bar yang sedang menyiapkan diri mereka untuk perang besar Azam malah disibukan untuk membantu para penduduk desa Sumber jaya mengungsi agar tidak terkena dampak dari perperang yang terjadi.
Setelah Azam dan Aji selesai menonton video yang ditunjukkan oleh aplikasi bola sayap kedua orang itu langsung membicarkan langkah awal apa yang harus mereka ambil lebih dulu saat ini.
Akhirnya kedua orang itu memutuskan untuk memindahkan para penduduk lebih dulu ke tempat yang lebih aman dari pada di desa Sumber Jaya.
Tadinya Aji tidak mau menceritakan pada Azam tentang jalan setapak yang sangat aman itu untuk para penuduk desa mentepa sebentar di sana, keadaan yang mendesak akhirnya membuat Aji menceritakan pada Azam jika mereka bisa melindungi warga desa di jalan setapak itu.
Kalau para warga desa tidak dipindahkan segera takut ada lagi nyawa yang tak bersalah melayang. Maka dari itu mereka berdua langsung mengumpulkan seluruh warga di dalam rumah Aji yang ternyata ada lapangannya.
Setelah menjelaskan semuanya pada penduduk desa Aji dan Azam mulai memandu para penduduk untuk mengikuti arahan mereka berdua.
Tapi apa nyatanya sekarang Aji begitu bergantung pada Azam, ditambah lagi Aji sudah mengetahui setatus Azam yang sebenarnya.
Para warga sudah berbondong-bondong menuju jalan setapak tersebut tak lupa Azam dan Aji juga membina warga untuk mendirikan tenda yang begitu banyak Aji sendiri tak tahu Azam mendapatkan tenda-tenda begitu banyak itu dari mana.
Tenda itu bahkan cukup untuk satu penduduk desa yang jumlahnya ada hampir 1000 kelapa, setiap satu keluarga mendapatkan satu tenda, keluarganya yang lebih banyak akan mendapatkan tenda yang lebih besar.
"Perhatikan semuanya ingat harus saling membantu" intruksi Aji pada mereka semua.
Sedangkan Azam ternyata masih mendegarkan informasi dari sistem ikon, setelah berhari-hari tidak mumcul akhrinya sistem ikom kembali menemui Azam lagi, dengan informasi yang membuatnya bersyukur.
Azam semakin yakin jika disetiap musibah pasti akan ada hikmahnya dan Azam merasakan itu, disaat dia sedang membantu orang dalam bahanya Azam mendapatkan informasi dari sistem ikon.
__ADS_1
(Ting! Ting! Ting! Sistem ikon kembali lagi dengan informasi yang baik, maaf sebelumnya jika sistem ikon sudah tak muncul selama berhari-hari)
(Karena sistem ikon sedang dalam proses pemulihan data, sejak tak bisa mengendalikan lorong waktu milik sistem, berapa data-data sistem ikon menjadi eror dan harus diperbaiki)
(Selamat atas bos Azam! Anda kini sudah mencapai level kebahagiaan di atas 30% sungguh luar biasa misi ketiga anda sudah dipertengahan jalan, jika adan bisa menghentikan pertaruang yang akan menimpa desa sumber jaya itu artinya misi ketiga anda telah usai bos Azam!)
"Alhamdulillah" syukur Azam saat mendengar dua berita sekaligus, menurut Azam satu berita yang menyengakan tapi satu lagi berita yang kurang menyenangkan.
selesai mendengar informasi yang diberikan oleh sistem ikon Azam segera mengahapiri Aji untuk membahas rencana selanjutnya.
"Bagaimana Aji sudah beres semua?" tanya Azam memastikan.
Aji memang menghedel semua urusan mengurus warga masalah bagi membagi agar tidak ada perbuatan yang terjadi.
"Hampir beres Azam"
"Setelah itu suruh para laki-laki yang sudah bisa membela diri untuk berkumpul, kita akan membagi dua mereka nanti"
"Satu kelompok untuk menjaga di sini dan satu kelompol lagi untuk menjaga desa kalian, tak mungkin desa itu dibiarkan kosong begitu saja, jika kelompok mafia itu tahu desa kalian sedang kosong saat ini tentu mereka bisa menguasai desa sumber jaya dengan mudah"
"Aku sudah memasang penjaga palus di desa kalian agara para mafia itu tak bisa masuk, namun penjaga palsu itu tak bisa bertahan lama kita harus segera cepat kembali ke desa kalian"
Lagi-lagi Azam bicara dengan panjang lebar dan Aji yang setia mendengar apa saja kata-kata yang Azam ucapkan.
Intinya Aji akan manut apa yang Azam suruh karena menurut Aji, kata-kata Azam benar dan Azam memeng ingin menolong semua orang yang ada di desa sumber jaya.
"Aku akan menyuruh mereka berkumpul karena tenda sudah hampir dipasang seluruhnya"
Azam menepuk pundak Aji pelan. "Aku percayakan semuanya padamu Ji" Aji mengangguk untuk meyakinkan Azam.
__ADS_1
Lama-lama Azam merasa Aji hampir mirip dengan Kino jika seperti ini, Azam sedikit merindukan sahabatnya itu.