Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 31. Pergi dari Lombok


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Baru saja Azam membuka pintu kamarnya bersamaan dengan itu cahaya putih berkilau menghampiri Azam.


Merasa ada sesuatu yang datang Azam cepat membalikan badanya waspada, karena biasanya cahaya yang keluar dari sistem bukan warna putih berkilau melainkan putrih kombinasi biru berkilau dengan terang dan selalu masuk ke dalam kedua bola matanya.


"Astagfirullah hal-adzim" Azam mengelus dadanya sebentar .


Sepertinya sistem ikon harus Azam beri pengertian dulu, agar tidak selalu datang tiba-tiba seperti sekarang ini.


"Huhhuh! Tolong sistem jangan menggagetkan bisakan! Hampir saja saya jantugan tahu tidak, ingat jangan sekali-kali lagi seperti ini paham!"


[Sistem mengerti untuk yang satu ini sistem mohon maaf sekali]


"Aku memaafkanmu sistem untuk kali ini, tapi jika hal seperti ini terulang lagi aku tidak akan memaafkanmu paham" ancam Azam.


Ternyata sistem juga bisa diancam seperti ini, dikira sistem tidak bisa diancam, tanpa Azam sadari sistem ikon sudah melekat pada dirinya.


Sebenarnya bukan sistem ikon yang selalu datang secara tiba-tiba, tapi karena sistem ikon sudah terhubung secara langsung dengan Azam, seperti sekarang ini, sistem ikon tahu apa yang Azam pikirkan.


[Bos Azam pemberitahuan untuk yang terakhir di Lombok, malam ini juga kita harus pergi dari sini, karena sudah ada yang mengincar bos Azam, beberapa orang yang menganggap bos Azam musuh sudah menemukan keberadaan bos Azam]


"Hahg! bagaimana itu bisa terjadi?"


[Maafkan sistem bos Azam, sistem tidak bisa mendeteksi hasilnya seperti apa, ada sesuatu yang menghalanginya]


Azam terdiam sejenak sambil mengambil tempat duduk di kursi yang memang sudah ada di kamarnya itu.


Azam menatap sekeliling sebelum dia pergi meninggalkan kamar itu dan entah kapan akan kembali lagi Azam sendiri tidak tahu.


"Apakah jika aku pergi dari sini kekacauan tidak akan terjadi di desa Kenanga ini sistem?"


[Sudah dipastikan bos Azam, tidak akan terjadi kekacauan di desa ini, setelah anda pergi dari desa ini, sistem sudah mengatur semuanya agar mereka tidak membuat kekacauan]


"Saya percaya padamu sistem, sistem memang selalu bisa diandalkan"

__ADS_1


[Tentu saja sistem ikon begitu membantu]


Azam tak menyangka ternyata sebuah sistem juga bisa narsis seperti sekarang ini, tidak bisa dipuji sedikit saja langsung melambung tinggi.


"Aku ingin tahu kabar kedua orang tuaku juga adiku sebelum aku pergi dari sini" ucap Azam lirih ternyata apa yang Azam katakan masih terdeteksi oleh sistem.


[Ting! Ting! Ting! Ting! Pemberitahuan selamat anda mendapatkan level kebahagain 2% lagi kini totalnya menjadi 22% selamat untuk bos Azam]


Azam tak mengerti apa yang sudah terjadi sampai level kebahagiaannya menambah 2% padalah dirinya tak melakukan apapun jugaan misi ketiganya baru akan Azam mulai malam ini.


"Kenapa level kebahagiaanku bisa bertambah padahal aku tidak melakukan apapun?"


[Mungkin bonus untuk anda bos Azam! Bukan maaf salah informasi anda sudah mempedulikan keluarga anda bos Azam maka dari itu level anda bertambah] jelas sistem pada Azam.


Ternyata sistem ikon belum selesai memberikan informasi pada Azam. [Anda ingin tahu kabar keluarga anda buka bos Azam, sistem akan memberitahunya, keluarga anda saat ini baik-baik saja, anda bisa melihat video terakhir yang didapat oleh sistem di rumah anda]


[Berispalah sebelum kita pergi bos Azam boleh melihat video ini lebih dahulu] tak lama kemudian sebuah layar muncul di dinding kamar Azam.


Benar-benar sebuah video yang menunjukkan keluarga Azam sedang sarapan bersama. Tak terasa Azam menitikan air mata kala mendengar perkataan Erlang.


"Aku merindukanmu Erlang, maafkan abangmu ini sudah memberikan tugas yang begitu berat untuk dirimu, pasti tidak mudah untuk mengurus Abraham group, apalagi banyak para tikus yang berkeliaran di Abraham group" ucap Azam lirih.


Azam tahu jika Kino sudah beberapa bulan lalu kembali dari Sumba dan dia juga sudah mengangkap pengkhianat yang Azam maksud.


Kino selalu memberikan kabar pada Azam tentang perkembangan Abraham group dan juga para tikus yang berusah menjatuhkan Abraham group kala berada ditangan Erlang.


Mereka semua mengira jika Erlang tak seperti Azam yang susah sekali untuk ditaklukkan, mereka para tikus itu mengira Erlang lemah dan tidak bisa memimpin Abraham group.


Tapi nyatanya mereka semua salah besar, setiap ada masalah di Abraham group Erlang selalu menyelesaikannya dengan cepat.


Mereka tidak tahu Erlang itu hampir 11, 12 dengan Azam, hanya saja jarang yang mengetahui tentang kepintaran Erlang.


Erlang memang tidak begitu menonjol dibandingkan dengan Azam yang sudah banyak orang mengenal Azam Abraham.


Masih di kamar Azam, Azam masih betah menonton keluarnya yang sedang sarapan bersama. "Aku sudah selesai menontonya" ucap Azam.

__ADS_1


Azam tak sampai menonton Zevana yang datang, karena dia hanya merindukan keluarganya bukan orang lain.


Setelah Azam mengatakan jika dia sudah selesai menonton, layar tadi hilang dalam sekejap.


[Bersiap lah bos Azam akan pergi sekarang!]


"Tunggu dulu" cegah Azam sebelum sistem itu membawa dirinya entah kemana.


"Boleh saya menemui pak Rohim untuk yang terakhir kalinya berada disini?"


[Permintaan anda disetujui, hanya ad waktu 10 menit untuk bos Azam!]


Azam seger keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan pak Rohim, setelah menemukan keberadaan pak Rohim, Azam langsung menghampiri beliau.


"Pak" panggil Azam dengan suara pelan.


Pak Rohim sudah tahu jika Azam akan berpamitan terlihat dari cara bicaranya dan gerakan tubuh Azam yang mudah sekali dibaca oleh pak Rohim.


"Sini Nak Azam" pak Rohim menyuruh Azam untuk mendekat.


Kali ini Azam yang langsung memeluk pak Rohim. "Azam pamit pak, Azam minta maaf jika selama disini selalu menyusahkan pak Rohim, Azam juga minta maaf jika ada salah dengan pak Rohim" ucapnya dengan tulus.


"Sama-sama Nak Azam, jangan menangis, ingat diluar sana harus berbuat baik pada sesama" pesan pak Rohim.


"Insya Allah pak" setelah itu Azam melepaskan pelukannya pada pak Rohim, Azam juga sudah pamit tadi sore pada berapa bapak-bapak yang memang dekat dengan dirinya.


Setelah selesai berpamitan dengan pak Rohim, sistem ikon benar-benar membawa Azam pergi.


"Argh....Argh...Argh....!" Azam merasakan dirinya seperti terlempar jauh sekali.


[Maaf sistem lupa memberi informasi jika saat ini bos Azam akan merasakan pukulan yang sangat kerasa karena kita melewati lorong waktu yang ada di dalam sistem ikon]


Sepertinya Azam sudah tidak mendengar apa yang disampaikan oleh sistem Ikon, karena saat ini yang Azam rasakan hanyalah badannya yang terasa sakit semua.


"Kenapa bisa begini" keluh Azam sambil menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


__ADS_2