
Bismillahirohmanirohim.
( selamat untuk mencapai mantap air untuk mendapatkan lebar kebahagiaan menjadi 100% tak terasa sudah membuat tanggung jawab WhatsApp melewati semuanya dengan sistem)
( Bos Azam sudah boleh pulang jika pesanan memang ingin bunga dan sistem akan terus bersama-sama tapi jika aku suka sama izinkan nanti sistem akan mencuri orang lain untuk kembali menjalankan misi-misi selanjutnya)
Azam termenung sejenak sambil mendengarkan semoga informasi yang diberikan oleh sistem.
ketika itu Azam sangat bersyukur karena rumah tunanetra itu terjadi beralih tangan pada Erlin dan kedua temannya yang begitu licik dan tega mengusir semua orang sama sekali tidak bersalah.
waktu itu juga Azam berpikir untuk menyelesaikan misinya lebih dulu sebelum dia pulang ke rumah. karena Azam berpikir untuk menghabiskan waktunya bersama keluarga Jika dia sudah pulang ke rumah tanpa menyelesaikan misi lagi, dan tidak akan ada yang mengganggunya lagi.
Azam juga tidak menyangka jika dia sudah mampir 4 tahun bersama dengan sistem yang dulu pernah Azam temui.
Angin yang berhembus dengan semilir membuat Azam begitu betah berada di tempat itu, saat ini Azam berada di tempat pertama kali dia menemukan sistem Ikon.
Azam menatap sebuah cahaya itu dengan tatapan teduh dan lurus masih tak menyangka jika banyak hal yang mereka lewati bersama.
" Terima kasih banyak sistem sudah membantuku untuk lebih mengenal sang pencipta" ucapan Azam dengan sungguh-sungguh.
( Seperti ini lah sistem harus mencari seseorang yang dapat terus berbuat kebaikan untuk orang lain dan dia benar-benar ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi)
Azam mengangguk dia mengerti apa yang dikatakan sistem, tiba-tiba pikirannya baik ke beberapa tahun silam saat dirinya masih memiliki sifat yang begitu dingin dan tegas.
" Pertemuan aku dengan sistem sebuah kebetulan atau memang sudah takdir yang aku dapatkan?" tak tahu Azam bertanya pada siapa.
__ADS_1
Tapi yang pasti sistem saat ini yang berada di depan Azam akan kembali memberikan informasi apa saja untuk Azam.
( ini bukan sebuah kebetulan Bos Azzam semuanya sudah takdir yang sudah digariskan untuk bos Azam dan pilihan bos Azam untuk mengambil cahaya seperti sistem atau tidak saat itu)
Azzam kembali termenung dengan penjelasan yang diberikan oleh sistem Apakah benar Semua ini memang sudah takdirnya.
tapi Azam sekarang sudah berbeda bukan seperti Azam yang dulu selalu mengandalkan logikanya Azam sekarang percaya takdir sang pencipta benar-benar ada Allah Azza wa Jalla.
" Jadi benar semua level kebahagiaanku sudah mencapai 100%?" tak tahu kenapa Azam rasanya belum percaya karena dia merasa Semua yang dia lakukan Masih jauh dari kata cukup bahkan Azam merasa Semua yang dia lakukan masih begitu kurang.
( ini hanya penilaian level sistem Bos Azzam Jika Anda memang benar-benar ingin berbuat baik ingin mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya maka berbuat baiklah pada setiap orang sampai bos Azzam kembali kepada sang pencipta)
( Sama halnya dengan mencari ilmu mencari ilmu tak akan pernah usai jika kita belum kembali ke liang lahat dan begitu pula berbuat baik berbuat baik kepada orang lain itu tidak ada batasnya terbaik kepada sesama makhluk pun tidak ada batasnya bukan hanya berbuat baik kepada manusia saja tapi kepada hewan dan tumbuhan pun sama)
" Iya aku akan segera pulang 6 bulan lalu aku menolak ajakan Erlang untuk mengajakku pulang ke rumah tapi untung dia tidak kecewa dengan keputusanku"
Azam mengatur nafasnya sejenak sambil menikmati angin yang sedari tadi begitu semilir dan sejuk tak ada niatan bagi Azam untuk bangkit dari tempat itu.
" Aku benar-benar merindukan mereka mendengar cerita 6 bulan lalu dari Erlanh tentang orang tuaku, aku semakin ingin bertemu dengan mereka dan berkumpul lagi bersama dengan mereka"
mungkin saat ini Azam Tengah mengungkapkan isi hatinya pada sistem apa yang selama ini dia rindukan selama 4 tahun.
( Ya Bos aja memang harus benar-benar pulang dan ingat janji yang pernah bosan berikan kepada Pak Rohim dan para warga desa di kampung kananga Lombok)
" Benar sistem Untung saja informasi yang kau berikan kembali mengingatkanku atas janji yang sudah pernah aku buat pada Pak Rohim jika aku tidak menepati janji sungguh aku salah satu orang yang dusta"
__ADS_1
" Nanti setelah berada di rumah Aku akan kembali lagi ke Lombok untuk mengurus semua keberangkatan haji aku dan keluargaku juga akan ikut serta dalam haji itu nanti"
hari yang semakin sore akhirnya Azam memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya dia harus mencari masjid dulu untuk melaksanakan salat ashar terlebih dahulu.
Azzam tak pernah lagi memakai jas sejak dia meninggalkan rumahnya hanya ada pakaian sederhana yang melekat di tubuhnya pakaian seperti orang biasa pada umumnya.
Azam berjalan kaki menyusui jalan di tempat itu untuk kembali ke hotel yang digunakan adzan untuk tempat asal menginap padahal tempatnya saat ini dengan jarak kantornya tidak terlalu jauh tapi Azam memang belum ingin bertemu dengan orang-orang rumah.
bukan karena dia Membenci orang-orang itu melainkan Azam sedang mencari waktu yang tepat untuk kembali bersama-sama dengan keluarganya.
setelah sampai di jalan raya Azam menunggu di halte bus dia akan menunggu bus untuk mengantarnya kembali ke tempatnya tinggal saat ini Mungkin setelah itu Azam akan langsung pulang ke rumahnya.
tentunya Azam akan mengabari keluarganya lebih dulu Jika dia akan pulang karena Azam pernah mendengar nasihat dari Pak Rohim jika ingin pergi ke rumah orang atau pulang harus memberitahu lebih dulu merupakan suatu sunnah yang dijalankan oleh Imam Syafi'i.
dahulu Azzam tempat mendengar cerita yang sedikit tentang imam Syafi'i tentang memberikan kabar pada ibunya Jika dia akan pulang setelah diizinkan oleh sang ibu untuk pulang ke rumah Lalu setelah itu Imam Syafi'i menyuruh salah satu muridnya untuk memberitahu ibunya Jika dia akan segera tiba di rumah.
dari cerita yang baru aja menceritakan pada dirinya Azam banyak mengambil pelajaran dari cerita tersebut.
sedangkan sistem ikon yang sudah jadi bersamaan Entah sudah pergi ke mana setelah Azam pergi sistem Ikon ikut pergi.
" Bismillahirohmanirohim" ucapan saat Sebuah bus berhenti di halte tempatnya menunggu.
asam segera naik ke dalam bus ternyata di dalam bus sudah lumayan ramai orang mungkin karena hari sudah sore mereka semua baru saja pulang dari pekerja.
asam yang tidak ingin dikenai oleh orang lain menunjukkan sedikit kepalanya agar tidak ada tahu bahwa dia sebenarnya CEO Abraham group
__ADS_1