Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 26. Misi ketiga


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Tanpa Azam sadari saat ini Robert sedang menyusun rencana agar dapat memancing Azam keluar, Robert sudah hampir muak dengan seluruh anak buahnya yang tak juga dapat menemukan Azam.


"Dasar tidak becus! Aku sudah memberi kalian waktu 1 bulan tapi kalian belum juga menemukan Azammmm! Apa kerja kalian hah!" maik Robert pada seluruh anak buahnya.


"Sabar bos, masih ada waktu 2 bulan lagi, bukankah bos memberi mereka waktu tiga bulan untuk menangkap Azam"


"Kamu benar Rapum! Tapi kenapa sampai hari ini belum ada tanda-tanda jika mereka berhasil menangkap Azam? Bahkan mereka saja tidak tahu dimana keberadaan Azam! Apakah becus kerja seperti ini hah? Dan kamu dimana tanggung jawabmu Rapum!"


Robert berusaha mengeluarkan semua emosinya di depan para anak buahnya, dia selalu saja ingin mendapatkan sesuatu yang instan.


"Maafkan saya bos belum bisa menyelesaikan misi ini dengan baik, tapi tunggu beberapa minggu lagi saya yakin sudah mendapatkan kabar dimana keberadaan Azam"


"Menurut informasi yang diberikan oleh anak buah kita di Sumba, Azam sudah mulai menghubungi Kino orang kepercayaannya itu di Sumba" jelas Rapum.


Rapum tidak ingin bosnya itu emosi disini dia tahu jika Robert sudah mengamuk maka para anak buahnyalah yang akan terkan imbasnya dari amukan Robert.


"sepertinya kamu kurang teliti Rapum, awasi terus anak buahmu yang berada di Sumba, buhun dia jika mengkhianati kita"


"Kenapa dia bisa berkhianat bos?" tanya Rapum bingung.


"Awasi saja dia, karena orang itu bukan hanya bekerja sama dengan kita juga tapi ada kelompok lain dibaliknya, ingat Rapum sekali pengkhianatan tetaplah pengkhianatan jadi jangan sampai kamu kecolongan"


"Sekarang urus mereka jangan kembali dalam dua bulan ini sebelum menemukan keberadaan Azam! Apa kalian semua paham?" suara Robert menggelegar di seluruh ruangan itu.


"Paham bos!" jawab mereka semua dengan kompak.

__ADS_1


"Bagus ingat yang aku katakan tadi, urus mereka semua Rapum" setelah itu Robert pegi begitu saja dengan perasan dongkol karena usahanya belum juga berhasil.


"Sejauh manapun kamu bersembunyi aku pastikan akan menemukanmu Azam! Dan camkan satu hal kamu tak akan pernah memang dari seorang Robert! Hahhaha!"


"Aku harus turun tangan sendiri untuk mencari keberadaan sahabat tersayangku, aku akan menemukanmu dimanapun kamu berada Azam, jangan pernah meremehkan seorang Robert"


"Oke aku akui kamu menang dengan beratus-ratus peulur dan bom, tapu setelah kegagalanku kali ini aku pastikan mau tidak akan lagi lepas dari tanganku, hidup atau mati kamu harus berada di tanganku Azam! Harus berada di tangan seorang Robert!"


Setelah mengoceh tidak jelas Robert segera membuka laptopnya dia akan melacak keberadaan Azam saat ini, sebenarnya Robert sudah berkali-kali melacak keberadaan Azam tapi dia sama sekali tak berhasil menemukan dimana Azam berada.


Karena memang benda ajaib milik Azam itu sebelumnya disimpa oleh sistem Ikon, agar Azam bisa fokus dalam belajar tentang agamanya.


"Wow! Akhirnya aku mendapatkan dimana lokasinya, kamu tidak akan bisa bermain-main dengan seorang Robert Azam!" Robert kembali mengoceh sendiri.


Padahal sedari dulu Azam tidak pernah membalaskan dendamnya pada Robert, Azam hanya selalu melindungi dirinya dari Robert, tapi dia tak pernah sekalipun membalas perbuatan Robert yang pernah dia lakukan pada Azam.


Apa kata Robert seorang pengkhianat jika sudah menjadi seorang pengkhianat maka kedepannya dia tetap seorang pengkhianat.


***


Di Sumba Kino diam-diam mengikuti salah seorang yang merupakan pengkhianat yang telah berkerja sama dengan kelompok Robert dan satu kelompok lainnya.


"Sebentar lagi aku akan pergi dari Sumba, setelah pengkhianat sialan itu tertangkap, gara-gara dia pekerjaanku semakin bertambah, lihat saja aku tidak akan mengampunimu" oceh Kino entah pada siapa.


Namu sosok yang terus berjalan menuju sebuah lorong menjadi objek Kino saat ini, tatapan yang begitu mengerikan Kino arahlan pada seorang yang tengah memasuki lorong cahaya di kota Sumba tersebut.


"Aku akan menunggunya disini, aku yakin dia sedang menemui salah satu kelompok diatara dua kelompok yang dia ikuti, memang orang gila harta kenapa dia harus mengikuti dua kelompok menyeramkan ini, bukankah dia sadar jika sudah terjerumus dalam kelompok Robert dia tak bisa berkutik lagi ketika ada pengkhianat yang sudah mendukan kelompokmereka"

__ADS_1


Kino masih berpikir memutar otaknya sambil terus memperhatikan orang yang terus melaju di depannya itu.


"Aku harus pastikan apa yang sedang mereka bicarakan saat ini dan kelompok mana yang sekarang dia temui sekarang ini"


Kino terus mengendap-endap kedepan agar bisa lebih dekat dengan orang yang dia incar selama ini, sebenar Kino sudah curgia dari awal jika salah satu dari sepuluh orang itu pasti akan ada yang berkhianat pada bosnya dan benar terjebaknya mereka malam itu di perbatasan pati sudah ada salah satu dari mereka yang membocorkan rahasia mereka.


"Bagaimana apakah kamu sudah mengetahui di mana keberadaan Azam?" tanya seorang yang masih bisa di dengar jelas oleh Kino.


"Sedikit lagi bos tapi yang pasti Azam sudah sering menghbugi orang kepercayaannya di Sumba, saya butuh dua hari lagi untuk mendapatkan informasi yang akurat"


"Oke aku beri kamu waktu dua hari, ingat bermain cantik jangan sampai orang itu curgia"


"Pasti bos"


Kino yang mendengar semuanya mengepalkan tanyanya dengan erat. "Sekali pengkhaianat tetaplah pengkhianat" dengus Kino.


"Lihat saja aku tidak akan membiarkamu lepas!" tekad Kino sudah bulat.


Saat orang itu sudah selesai dengan lawan bicaranya, mereka kembali pergi masing-masing, tapi orang yang diikuti oleh Kino tadi segera Kino bekam, tak lupa dia menghapus semua jejaknya agar tidak ada orang yang tahu, jika seorang pengkhianat ini sudah tidak bisa lagi memberikan informasi kepada kedua pihak.


"Aku yakin setelah ini dua kelompok itu akan berkowar-kowar dan saling menuduh satu sama lain" ucap Kino dengan bangga, dia segera pergi dari tempat itu.


***


Azam menelan ludahnya kasar saat dia mengetahui jika misi ketiganya merupakan misi paling berbahaya, misi ketiganya sangat berbeda dari misi pertama dan kedua.


[Selamat datang kembali di sistem ikon! Sistem Ikon telah aktif dan misi ketiga anda akan dimulai! selamat sudah mencapai misi ketiga ini].

__ADS_1


[Misi ketiga anda adalah......! memberantas kejahatan dan misi ketiga anda tidak dilakukan di desa Kenanga Lombok. Setelah ada selesai belajar dengan pak, kyai Rohim anda akan dibawa pergi ketepat lain untuk menyelesaikan misi ketiga, bos Azam juga akan bertemu dengan orang paham agama juga seperti kyai Rohim!]


__ADS_2