Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 48. Berkenalan


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Azzam hanya menaruh tas ranselnya di kamar yang sudah ditunjukkan oleh ibu Minah setelah itu dia kembali ke halaman rumah tunanetra tersebut untuk berkumpul bersama para penghuni rumah tunanetra itu yang sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing.


Azzam sudah tidak sabar ingin mendengar cerita-cerita dari mereka dan ingin melihat mereka menggambar melukis, bernyanyi, Azam jadi teringat masa kecilnya yang sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti itu.


sampai di halaman itu Azam langsung mendekati salah satu pegawai laki-laki yang azan pikir umur karyawan tersebut hampir sama dengan umur Erlang.


" Boleh ikut gabung?" Azam berkata dengan ramah pada laki-laki tersebut, dia harus memastikan lebih dulu apakah dia boleh bergabung bersama mereka.


" Silakan, anak-anak senang melihat kamu bergabung bersama mereka"


Kebetulan sekali Memang Yang Azzam hampiri itu semuanya hampir diisi oleh anak-anak Azam bisa mengira-ngirakan umur mereka ada yang berumur 7 tahun 8 tahun sampai 12 tahun.


" boleh tahu siapa nanya sebelum itu?" tanya Azam lagi pada laki-laki yang menjaga anak-anak itu.


" saya Ruli Kak"


" kalau begitu Ruli salam kenal, Senang bisa bertemu dengan kamu semoga kedepannya kita bisa menjadi teman yang baik"


" amin, insya Allah, Mari Kak aku kenalkan dulu siapa saja nama mereka" ucap Ruri pada akhirnya.


Ada sekitar 5 orang yang bersama Rully 3 anak laki-laki dan 2 yang lainnya anak perempuan mereka menatap Azam dengan rasa penasaran.


" aku akan mengenalkan mereka sekaligus kemampuan yang mereka miliki Bagaimana apa kak Azam setuju "


"Tentu saja Rully Aku senang mendengarnya aku juga penasaran Siapa yang pintar melukis di antara mereka? Apakah ada di antara mereka berlima yang pandai melukis?" Azam Berkata sambil menatap mereka satu persatu.


dari cara bicara Ruli Azam bisa memastikan jika Ruli tidak hanya bertugas menjaga para anak-anak tapi dia juga menaati agamanya kata Alhamdulillah dan insya Allah membuat Azam merasa Rully adalah orang yang baik.


" Nah kenal kan Kak yang ini namanya Gina dia suka membaca dan menulis umur Gina saat ini 10 tahun"


" Ayo Gina berkenalan terlebih dahulu dengan Kak Azam " suruh Rully pada Gina.

__ADS_1


" Hai Kak Azam Aku Gina salam kenal Semoga kita kedepannya bisa berteman baik juga" sapa Gina dengan ramah.


" Halo Gina Salam kenal juga senang bisa berkenalan dengan kamu"


Azzam dapat melihat jika Gina tidak memiliki satu kaki tapi senyum di wajah Gadis itu sama sekali tidak luntur walaupun fisiknya yang tidak sempurna.


" Nah kalau yang ini namanya Gio Dia berumur 12 tahun Dia paling tua di antara mereka mandio pintar menyanyi dia begitu hobi bermain piano dan juga menyanyi"


Azzam dapat melihat jika Gio adalah seorang yang jarang berbaur dengan orang lain Azzam berinisiatif sendiri untuk lebih dulu menyapa Gio.


"Salam kenal Gio Kak Azzam punya sebuah lagu yang insya Allah Kamu menyukainya tapi apakah kamu suka sholawatan?"


Mendengar kata sholawat dan Azzam berbicara dengan ramah membuat beliau akhirnya tertarik pada Azam.


" kakak tidak bohong? jika memiliki sholawat yang bagus Jika benar begitu ayo sholawatan bersamaku" aja Gio pada akhirnya.


Padahal tadi Gio sama sekali tidak tertarik dengan keberadaan Azzam dia yang paling diam saat Azam datang tapi setelah Azam mengatakan sholawat senyum di wajah anak laki-laki itu terlihat mengembang.


" Kakak setuju tapi sebelum itu aku harus berkenalan dulu dengan yang lainnya bagaimana Apakah kamu mau menunggu?"


"Good"


" Nah kalau kamu siapa namanya?"


Anak yang Azam tanya itu merupakan yang paling kecil di antara mereka berlima tapi saat Azam bertanya Tak Ada Jawaban yang keluar dari anak itu mulutnya tetap diam tak menjawab sepatah-patah pun pertanyaan Azam pada akhirnya azan terindah kalah mendengar penuturan yang diucapkan oleh Ruli.


" Dia bernama Robert Kak, tapi dia bisu jika Kakak penasaran Siapa yang menggambar banyak lukisan di sana itu adalah gambar-gambar yang dibuat oleh Robert Robert adalah seorang anak yang paling kecil di rumah ini kak" ucap Ruli dengan pelan pada Azam.


hati Azzam begitu terenyah saat mendengar penjelasan dari Ruli. " Maafkan aku, aku tidak tahu" Sesal Azzam.


"Tak apa kak wajar kakak belum tahu, tapi walaupun begitu robot sangat ramah dengan teman-teman yang lainnya"


azan tiba-tiba saja mengingat sahabatnya Robert yang dulu begitu dekat dengan dirinya tapi sekarang menjadi musuhnya sendiri Robert bagaikan bom waktu bagi Azam.

__ADS_1


tangan adzan terangkat untuk mengelus pucuk kepala Robert. " Insya Allah kamu akan bahagia selalu Robert Kakak menyayangimu"


dan robot yang mendengar apa yang Azzam katakan menyinggung senyum pada Azam lalu tiba-tiba saja dia mencium punggung tangan Azam.


" Robert mengatakan terima kasih pada kakak" ucap Ruli yang mengerti maksud dari apa yang Robert lakukan itu.


Azzam akhirnya memutuskan untuk mengambil duduk di sebelah Robert yang memang sedang kosong kursi itu tak ada yang mengisi.


"Baiklah aku akan lanjut mengenalkan yang lainnya, dia Kania, Kania salah satu anak yang pendiam karena dia tidak bisa mendengar seperti yang lainnya " ucap Ruli dengan sedih.


" lalu Hal apa yang paling kalian sukai?" tanya Azzam.


" Kania sama seperti aku Kak Azzam dia juga suka menyanyi kadang aku akan bernyanyi bersama dengan Kania" bukan Rully yang menjawab melainkan Gio.


" Kalau begitu bagaimana setelah ini kita bertiga bernyanyi atau tidak bersholatan bersama Apa kalian setuju?" ucap Azzam pada Gio dan Kania.


Kania yang tidak tahu Azam bicara apa akhirnya dengan gerakan yang ditunjukkan oleh Rully barulah Kania menganggukan kepalanya tanda dia juga setuju.


" dan yang ini siapa namanya?" tanya Azam pada Ruli.


" Aku Vino Kak" laut anak itu dengan suara yang terdengar nada senang.


" kalau begitu salam kenal Vino hobi apa yang paling kamu sukai di sini?"


" Aku suka bercerita Kak kadang aku mengarang cerita untuk teman-temanku " jawab Vino dengan tertawa.


" lalu berapa umurmu Vino?" tanya Azam, Vino tidak memiliki satu tangan.


"aku masih berumur 8 tahun"


" Dan kalian semua selama ini yang menjaga Kak Rully?" tanya Azam pada kelima anak itu mereka berlima sama-sama mengangguk kompak"


" benar Kak aku lebih suka Kak Rully yang menjaga kami daripada yang lainnya karena Kak Rully yang paling bisa mengerti keadaan kami kami disini anak-anak yang paling kecil umurnya daripada yang lain " jelas Gio pada Azam.

__ADS_1


ternyata Gio tak seperti yang Azzam pikirkan Gio akan banyak bicara pada orang yang sudah dia kenali.


__ADS_2