
Bismillahirohmanirohim.
Kini hiruk pikuk di rumah keluarga Abraham itu terlihat begitu terlihat bahagia, setelah kedatangan Azam dan nenek Ani, Erlang langsung menjemput sang kakek yang namanya Abraham.
Kakek Abraham tinggal di rumah dan kota yang berbeda dari rumah orang tua Azam, tapi komunikasi mereka yang sempat buruk kini sudah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Mereka juga sering bertukar kabar, tak jarang juga Erlang dan kedua orang tuanya sering berkunjung ke rumah kakek Abraham.
Sampai di rumah anaknya itu kakek Abraham melihat istrinya dia begitu bahagia ditambah lagi kini keluarga sang anak sudah begitu rukun dan sangat enak dipandang mata.
"Alhamdulillah kita semua sudah kembali berkumupul lagi" air mata haru keluar dari pelupuk mata kakek Abraham.
Nama Azam Abraham memang diabil dari nama sang kekek, begitu juga dengan Erlang Abraham, kedua anak Heru itu memang sengaja diselipkan nama sang kakek di nama keduanya.
" Alhamdulillah kek Azzam juga senang kita semua sudah bisa berkumpul lagi seperti dulu sungguh nikmat Allah selalu memberkahi setiap hambanya"
" benar sebenarnya kita tidak perlu mencari kebahagiaan sampai ujung dunia pun karena cara bahagia itu sederhana kita hanya perlu mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah untuk kita"
" Bersyukur dan tersemogakan diri pada sang pencipta itulah yang akan membuat kita merasa bahagia dan balasannya bukan hanya di dunia saja tapi Dunia Akhirat kita akan mendapatkannya" tambah nenek Ani kepada seluruh anggota keluarganya itu.
Maya dan Heru menghampiri kedua orang tua mereka itu keduanya segera meminta maaf dengan apa yang telah mereka lakukan ya mereka termasuk orang-orang yang tidak menuruti kata-kata orang tuanya sehingga anaknya saja tidak becus.
__ADS_1
" Erlang juga merasa senang karena apa yang Sedari Dulu orang harapkan kini Allah mengabulkannya keluarga kita dapat bersatu bahkan dengan Kembalinya Nenek membuat kebahagiaan Erlang tiada tara" sambung anak bungsu dari Maya dan Heru itu.
mereka semua terus bercerita melepas rindu satu sama lain berbagai macam hal yang mereka lewati mereka ceritakan kepada keluarga mereka sampai Azam teringat suatu hal Jika dia masih memiliki janji akan menaikkan Pak Rohim dan beberapa penduduk dari desa Kenanga Lombok untuk naik haji dan semua biayanya Azam lah yang akan menanggung.
" Azzam ingin kita semua di bulan Dzulhijjah nanti pergi berhaji bersama Apakah Nenek dan Kakek mau juga mama dan papa setuju?"
"Ji-"
belum sempat Azam meneruskan percakapannya sang adik lebih dulu memotong ucapan kakaknya itu karena Erlang mengira kakaknya tidak akan mengajak dirinya untuk berangkat haji dia juga ingin berangkat haji bersama-sama dengan keluarga.
" Terus aku ditinggal di sini begitu kak aku juga ingin ikut bersama nenek kakek dan juga mama dan papa Masa kalian tega meninggalkanku sendiri di rumah"
Azam menetap adiknya dengan tatapan heran Padahal dia juga akan mengajak sang adik untuk pergi ke haji bersama-sama kenapa sang adik mengira jika dia tidak akan mengajak adiknya padahal Memang rencana asam untuk mengajak seluruh anggota keluarganya bersama Pak Rohim dan para penduduk dari desa Kenanga Lombok.
Azam mengeruk tengkunya yang sama sekali tidak gatal karena sudah Salah tanggap dengan apa yang kakaknya katakan Dia mengira kakaknya akan meninggalkan dia sendiri dan mengurus dua perusahaan sekaligus.
" Nenek setuju apa yang kamu usulkan kita harus berpergi haji bersama-sama untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah kita adalah orang yang termasuk mampu untuk menjalankan haji sebelum Allah mengambil nyawa nenek dan kakek kita akan menjalankan rukun Islam yang ke-5 itu secara bersama-sama"
" aku juga setuju mah aku begitu merindukan Suasana bersama seperti dulu lagi walaupun dulu aku dan Mas Heru hanya berakting agar lama dan Papa tidak hingga bahwa kami hanya berpura-pura saja, Maafkan aku mah Ya sudah banyak sekali salah pada mama dan papa" sesamanya.
Ibu dari Maya itu membunuh senyum nenek Ani benar-benar tidak menyangka jika sang anak akan banyak berubah seperti ini sungguh kebahagiaan memiliki orang-orang yang paham akan agama dan menerapkan hukumnya nenek Ani begitu bahagia walaupun dahulu anak belum menantunya selalu saja berbohong pada mereka tapi kesabaran yang dilalui oleh nenek Ani dan pakai Abraham membuahkan hasil.
__ADS_1
bukan hanya anaknya yang saat ini begitu mencintai agama mereka dan meneladani semua yang rasulullah mengajarkan tapi juga cucu-cucunya pun menerapkan apa yang Rasulullah terapkan walaupun tidak begitu bisa seperti Rasulullah mengikuti jejak beliau sungguh sudah mulia.
baru satu malam berada di rumah Maya anaknya Nenek Ani merasa haru ketika melihat Azam dan Erlang bangun di tengah malam untuk melaksanakan salat sunnah tahajud bahkan nenek Ani sampai melihat Azam yang suara berkali-kali salat taubat dan mengqadha salatnya.
" tapi Bolehkah kita berangkat bersama orang-orang yang sudah adzan menjanjikan adzan pernah berjanji pada beberapa orang untuk menaikkan mereka haji mereka adalah orang-orang yang mengajari Azam untuk lebih mengenal sang maha Pencipta"
" macam ingin kita Berangkat dengan rombongan mereka bersama-sama dan kita tetap diperlakukan sama sama-sama seperti orang yang menaik Haji pada umumnya tidak diperlakukan lebih istimewa dari yang lainnya" Azam akhirnya menceritakan semua yang sudah dia janjikan kepada Pak Rohim.
Mendengar hal itu kedua orang tua Azam dan kedua kaki neneknya sama sekali tidak marah bahkan Mereka terlihat begitu bahagia ketika mengetahui bahwa salah satu cucunya berbuat baik kepada banyak orang.
" Baiklah kakek setuju kamu harus mendata Siapa saja yang akan ikut untuk berhaji bersama kita nanti ucap Abraham yang membuat Azam mengembangkan senyumnya.
sungguh saat ini harta bukan apa-apa baik Azam dia bahkan lebih senang untuk sendiri dan beribadah kepada sang maha pencipta.
"Alhamdulillah" ucap mereka semua dengan kompak.
azan bernapas segala sang kakek mengizinkan dirinya untuk membawa beberapa orang dari kampung Kenanga Lombok untuk pergi berhaji bersama mereka.
"Sungguh mulia sekali hatimu nak, kakek begitu bahagia dikaruniai dua cucu yang soleh, tampan dan pintar, walaupun kayak kaliann sama sekali tidak sombong pada orang lain"
"Apakah Erlang juga boleh mengajak orang yang tak terlalu mampu hidupnya untuk naik haji bersama kita?"
__ADS_1
Elang berharap permintaannya kali ini dituruti oleh sang kakek yang begitu dia cintai. "Tak ada yang berhak menghalagi kedua cucu kekek yang ingin berbuat kebaikan pada orang ataupun makhluk lainnya tak ada yang bisa mengahalangi kalian untuk terus berbuat baik