Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 27. Rencana Azam


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Jadi kapan saya akan pergi dari Lombo?"


Azam masih setia mendengarkan informasi yang diberikan oleh sistem pada dirinya. Azam tengah memikirkan apa yang disampaikan oleh sistem.


[Anda akan segera pergi dari Lombok setelah selesai mempelajari tata cara shalat dengan sempurna, sistem yang akan membawa anda nanti]


[Ada hal penting lagi yang harus bos Azam ketahui bahwa saat ini ada sedang menjadi incaran musuh anda! mereka berusah mencari lokasi anda, jadi berhati-hatilah saat menggunakan handpone]


[Untuk saat ini hanya informasi sedikit saja yang bisa sistem sampaikan pada bos Azam! Jika nanti sistem membawa bos Azam pergi secara tiba-tiba maka jangan kaget, karena hari ini sistem sudah memberitahu lebih dulu].


Wes!


Cahaya putih yang keluar bersamaan dengan bola sayap tadi kini sudah pergi entah kemana. Azam yang mendapatkan informasi seperti itu hanya bisa berdiam diri sambil mengingat kembali semua informasi yang diberikan sistem pada dirinya.


Azam terduduk di kasurnya. "Apakah ilmuku sudah cukup? Kenapa aku harus secepat itu pergi meninggalkan tempat ini, aku masih ingin belajar lebih banyak lagi dari pak Rohim"


[Maka dari itu manfaatkan dengan sabaik-baiknya waktu anda yang sedikit lagi di desa Kenanga ini bos Azam!] suara itu, suara sistem seperti pertama kali berjumpa dengan Azam.


"Apa yang dikatakan sistem benar aku harus memanfaatkan waktu yang tinggal sedikit ini dengan sebaik mungkin"


"Tapi aku juga harus menepati janjiku pada pak Rohim, aku juga harus segera membangun listrik di kampung ini, agar sisa waktuku yang sedikit lagi di desa ini bisa bermanfaat untuk seluruh warga desa"


Akhirnya Azam segera meraih hendponenya untuk menghubungi Erlang sang adik yang Azam tugaskan memgurus Abraham group.


Azam cepat mengetik sesuatu dihandpone miliknya, Azam melupakan peringatan yang sudah diberikan oleh sistem pada dirinya, jika menggunakan handpone dia harus berhati-hati, lalai sedikit saja maka musuh Azam akan mengetahui keneradaanya saat ini


Azam


'Assalamualaikum Erlang, kirim 150 juta uang dan para pekerja ke kota Lombok, hanya di perbatasan kota lombok saja setelah itu aku akan mengurus semuanya.


^^^^^^Erlang^^^^^^


^^^Waalaikumsalam bang Untuk apa memang bang? Iya akan segera aku urus semua yang abang minta, aku akan segera menyelesaikannya.^^^


Azam.


Terima kasih banyak Lang


^^^^^^Erlang^^^^^^


^^^^^^Sama-sama bang^^^^^^


Azam.


Assalamualaikum Lang


^^^Erlang^^^


^^^Wa'alaikumsalam bang^^^


Azam

__ADS_1


(Read)


Erlang mengembangkan senyumnya saat Azam mengirimkan pesan pada dirinya, setidaknya walaupun hanya membahas masalah yang Azam butuhkan, Azam masih peduli pada dirinya.


Senyum Erlang semakin mengembang saat membaca pesan Azam mengucapkan salam lebih dulu.


Sebenarnya tanpa keluarganya tahu Erlang sudah lama secara diam-diam mempelajari tentang agama mereka, dia begitu tersentuh saat ada salah satu teman kuliahnya yang melantukan surat Ar-Rahman berserta isinya.


Erlang selalu tertegun di ayat : Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi-ayyi aalaaa-i robbikumaa tukazzibaan


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"


(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 13)


Ayat ini diulang 31 kali di dalam surat Ar-Raman, sejak mendengar ayat itu hati seorang Erlang seakan terketuk, hidayah menjumpai dirinya.


Erlang menangisi dirinya sediri, Allah sudah memberikan dia segalanya tapi dia tak pernah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, malah dengan tak tahu malunya dia meninggalkan sang pemberi rezeki.


Sejak saat itulah Erlang mulai belajar tentang agamanya, tanpa pengetahuan seorang keluarganya pun.


Masih di temapnya setelah membaca pesan dari Erlang, Azam akhirnya merasa lega tapi Azam tidak sadar jika saat dia menghubungi Erlang tadi, lokasinya terhubung secara langsung pada Robert yang sedari lama menunggu hal itu terjadi.


"Permudahkanlah segalanya Ya Rabb" doa Azam.


Setelah itu Azam pergi memgambil air wudhu untuk membaca ayat suci Al-quran, walaupun masih dalam tahap juz A'maa tapi Azam sama sekali tidak malu, dia benar-benar belajar dari nol.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


bismillaahir-rohmaanir-rohiim


"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ 


al-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin


"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


ar-rohmaanir-rohiim


"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

__ADS_1


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ 


maaliki yaumid-diin


"Pemilik hari pembalasan."


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ 


iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin


"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ 


ihdinash-shiroothol-mustaqiim


"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


صِرَا طَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ


shiroothollaziina an'amta 'alaihim ghoiril-maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhooolliin


"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."


Setelah selesai membaca Al-fatihan entah sudah berapa ulang kali Azam membaca ayat itu segera menutupnya, sejak berada di rumah sederhana pak Rohim Azam jarang beristirahat, istirahat Azam sama sekali tidak beraturan.


Karena Azam benar-benar ingin paham tentang agamanya sampai dia sedikit beristirahat, asalkan dia mendapatkan ilmu agama yang bisa menjadi bekal Azam di dunia dan akhirat.


Di ruangan yang hampir seluruh warna di ruangan itu hitam, hingga membuat ruangan tersebut begitu gelap Robert mengepalkan tangannya begitu erat.


"Argh...Agrh...Agrh....! Padahal sedikit lagi aku mendapatkan lokasinya kenapa sudah hilang begitu saja!" geram Robert, dia merasa begitu marah.


Brak!


Robert mengeberak meja yang ada di depannya begitu kuat hingga membuat Rapum yang tak sengaja melewati ruangan bosnya itu menyerit heran.


"Apa yang terjadi dengan bos Robert?" pikir Rapum.


Tanpa pikir panjang si Raja pembunuh itu langsung masuk ke dalam ruang Robert untuk memeriksa apakah bosnya itu baik-baik saja.


"Bos anda tidak apa?" Rapum begidik ngeri saat melihat mata Robert yang merah menyala.


"Besok siapkan beberapa orang Rapum kita akan terbang ke Lombok lusa! Pilih orang-orang yang pintar disegal bidang!" titah Robert.


Tanpa banyak bertanya lagi Rapum langsung mengiakan apa yang Robert perintahkan. "Baik bos! Semuanya akan disiapkan sesuai dengan perintah"

__ADS_1


Setelah itu Rapum langsung keluar dari ruang Robert, karena memang Robert mengusirnya dari ruang tersebut.


__ADS_2