
Bismillahirohmanirohim.
Satu kata untuk bahagia maka kata apa yang akan kita ucapkan mungkin untuk seorang seperti Azam dia harus tahu bahawa bahagia itu karena kita bisa bersyukur.
Ingat bukan bahagia yang membuat kita bersyukur tapi rasa syukur yang membuat kita bahagia. Mungkin semua orang ingin sempurna tapi ingat mengharapkan kesempurnaan, maka kita tidak akan menemukan rasa puas.
Siapa kita? Jawabnya maka tanyakan pada diri sendiri, siapa sebenarnya diri kita ini, ya siapa kita?
Kali ini Azam benar-benar memanfaatkan waktunya yang hanya sedikit lagi di desa Kenanga Lombok.
Tiga bulan telah berlalu sejak sistem menjumpai Azam terakhir kalinya, tapi sistem ikon itu belum muncul lagi di hadapan Azam.
Sedangkan Robert dan beberapa anak buahnya dibuat bingung ketika mereka sampai di Lombok tak menemukan keberadaan Azam.
Saat ini mereka tengah tersasar diluasnya Lombok, Robert dan anak buahnya tersasar di Lombok yang luasnya mencapai 4.739 km²
Robert dan anak buahnya terjebak di pedalaman kota Lombok, yang hampir mendekati Sumba.
Tiga bulan ini juga Rapum berusah menutupi sesuatu pada Robert, dia berniat menyelesaikan masalah ini sendiri.
Sampai 3 bulan ini Rapum tidak tahu tentang kehilangan anak buahnya yang menjadi mata-mata di Sumba dan merupakan pengkhaianat untuk Azam dan Kino.
Kelompok lain yang bekerja sama dengan pengkhianat itu juga kini tengah menargetkan kelompok Robert sebagai penyebab hilangnya Gio yang merupakan pengkhaianat.
Tinggal sebentar lagi sistem akan membawa Azam pergi dari Lombok, Allhamadulilah selama hampir 1 tahun di Lombok Azam sudah bisa mengerjakan shalat dengan baik.
1 tahun di Lombok banyak hal yang Azam pelajari apalagi dia begitu tekun untuk mempelajari ilmu-ilmu agama.
Saat ini Azam dan beberapa warga desa tengah membantu tukang PLN untuk memasangkan listrik di kampung Kenanga tersebut.
"Ayo semua istirahat dulu" ajal salah satu bapak-bapak.
"Benar ayo istrihat sebentar lagi shalat dzhuru akan segera tiba lebih baik kita beristirahat dulu" sambung pak RT.
__ADS_1
PT Perusahaan Listrik Negara atau biasa disingkat menjadi PLN, adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik.
Walaupun Azam bisa mengendalikan PLN tapi dia sudah lebih dulu memenuhi syarat pengajuan untuk membuat PLN di Lombok.
Tentu saja Azam begitu disegani oleh para pemerintah di negaranya, karena Azam merupakan orang berpengaruh di negaranya itu, siapa yang tidak mengenal seorang Azam Abraham, bahkan para pemerintah tunduk pada dirinya, karena kekayaan yang Azam punya sifat tegasnya yang tidak bisa orang lain lakukan dengan baik Azam begitu disegani oleh banyak orang.
Semua warga pun akhirnya beristirahat, satu lagi pelajaran yang Azam dapat dari desa Kenanga, seluruh warga desanya selalu mengutamakan ibadah mereka, gotong royong selalu ada.
Seperti sekarang ini hampir seluruh bapak-bapak dan anak muda laki-lakinya membantu untuk pembuatan listrik di desa mereka padahal tidak ada yang meminta mereka ikut andil.
Semua dari kesadaran diri mereka masing-masing, para ibu-ibu bahkan membantu untuk memaskaan para warga yang sedang bergotong royong.
Sunggu sebuah desa yang begitu di dambakan banyak orang, rukun dan tenteram yang paling utama mereka selalu ingat pada Sang Pencipat, tak pernah lupa rezeki yang mereka dapat dari mana.
Hari ini untuk pertama kalinya Azam makan bersama diatas daun pisang bersama bapak-bapak itu. "Bagaimana rasanya makan diatas daun pisang nak Azam?" tanya salah satu bapak-bapak disana.
"Ini pengalaman pertama saya pak, jujur luar biasa"
"Kita biasanya sering mengadakan begibung nak Azam kalau sedang ramai-ramai begini"
Pak Rohim tersenyum begitu juga dengan para warga yang sedang makan bersama dengan Azam.
"Begibung itu, Begibung adalah tradisi makan bersama yang dikenal dalam budaya Sasak"
"Budaya masyarakat di Lombok ini nak Azam"
"Jadi kita sekarang kita sedang begibung bapak-bapak?"
"Betul sekali nak Azam!"
Siapa yang akan menyangka jika CEO dari Abraham group orang paling disegani di Negara mereka akan makan diatas daun pisang dengan banyak orang.
Hanya lantaran dari sebuah sistem mengubah segala hidup seorang Azam Abraham, yang tadinya hidup serba apa kata dirinya kini Azam merasakan bagaimana hidup menjadi orang dewasa.
__ADS_1
Sejak hari itu dimana Azam menghubungi sang adik, Azam tidak lagi berkomunikasi pada Erlang, sampai Erlang benar mengirimkan apa yang Azam minta.
Azam benar-benar hidup menjadi orang biasa di desa Kenanga, suatu hal yang tidak pernah terpikir oleh seorang Azam sebelumnya.
"Selain begibung apalagi yang sering dilakukan bersama oleh masyarakat disini bapak-bapak?"
Azam masih begitu pemasaran dengan budaya yang ada di Lombok. "Biasanya kita juga akan mengadakan peresean"
"Peresan?" ulang Azam.
Azam mengaruk tengkunya yang sama sekali tidak gatal heran dengan bahasa yang asing, bahasa baru Azam dengan baginya.
'Kenapa bahasanya aneh-aneh semua' bati Azam.
"Iya peresean atau sering juga disebut dengan perisean, ini adalah seni bela diri yang diadakan di Lombok"
"Cara permainannya bagaimana pak?" tanya Azam pada salah satu bapak-bapak yang begitu antusias menceritakan tentang Peresean.
"Perasan ini biasanya dimainkan oleh dua orang tapi di kampung Kenanga peresan sedikit berbeda"
"Berbeda?" semua orang yang berada disana mengangguk dengan serentak.
"Jadi Peresean atau perisean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok"
"Nah tapi kalau di desa Kenanga yang semua pemain harus menggunakan baju lengkap" (autor ngarang🙏)
"Oh jadi begitu kapan diadakan seni bela diri ini? jadi penasaran pengen ikut nonton juga hehehe" cengir Azam.
Seorang Azam Abraham yang begitu terkenal dingin bisa banyak bicara di hadapan orang-orang dewasa, Azam Abraham 1 tahun lalu dengan yang sekarang masih sama.
Hanya saja yang berbeda sifat dari seorang Azam Abraham yang kini jauh lebih baik dibandingkan 1 tahun lalu.
"Di zama dulu pertunjukan peresean dilakukan khususnya ketika akan perang, karena peresean dilakukan untuk memilih para pepadu yang kuat dan tangguh di medan pertempuran"
__ADS_1
"Tapi kalau sekarang Peresean lebih sering dijadikan pertujukkan seru untuk menjadi hiburan warga desa pada musim kemarau dan juga untuk menarik wisatawan domestik dan asing berkunjung dan menikmati tontonan duelnya yang eksotis"
Azam kini sedikit paham dengan keadaan di Lombok. "Sudah mau dzuhur ayo kita berisap untuk shalat" ajak pak Rohim dan disetujui oleh semua orang.