
Bismillahirohmanirohim.
"Kamu tahu sesuatu Azam?" pertanyaan itu kembali membuat semua yang ada di dalam isi kepala Azam buyar saat itu juga.
"Heg? Aku seperti tak asing dengan kelompok mafia satu ini"
"Jika kamu tahu tentang mafia ini apakah ada cara untuk melawan mereka?"
"Aku akan pikirkan caranya Ji"
"Serius?!" tanya Aji dengan suara lantangnya yakin saat ini dia begitu bahagia Azam mau membantu desa mereka.
Tadinya dia menuduh Azam sebagai salah satu kelompok dari mafia black bar, kemudian setelah mendengar cerita sedikit tentang Azam, Aji merasa senang kala Azam dengan suka rena menawarkan diri untuk membantu desa mereka yang sedang kesusahan.
"Insya Allah, aku bantu apa yang bisa aku bantu Ji, tapi dimana para mafia itu menetap saat ini?"
"Diperbatasan desa ini dengan hutan sebelah timur, jika kamu ditemukan mak di perbatasan hutan sebelah barat itu artinya kamu masih beruntung tapi kalau sebelah barat mungkin mak tak akan pernah menemukanmu"
Azam mengangguk dengan paham. "Maaf saya lupa mengucapkan terima kasih pada kamu dan mak" sesal Azam.
Seharusnya dia mengatakan terima kasih pada Aji dan ibunya sendiri tadi karena terlalu asik degan dunianya sendiri Azam jadi melupakan kebaikan orang yang sudah dengan suka rela membantunya.
"Saya dan mak akan menerima dengan baik ucapan terima kasihmu Zam" Azam kembali mengangguk dia bersyukur selalu dipertemukan dengan orang-orang baik
"Ngomong-ngomong tentang desa kalian ini memang ada ditengah-tengah hutan?"
__ADS_1
Benar desa yang Azam singgahi kali ini memang sangat aneh letaknya, seperti sebuah desa yang memang sengaja dibangun dalam keadaan tersembunyi.
Mungkin ini juga salah satu alasan mafia black bar ingin mengauasi desa Sumber jaya ini karena letaknya yang begitu terseyumbunyi, jika dipikirkan untuk persembunyian kelompok mafia desa ini memang sangat bagus dan tepat.
Letaknya tepat ditengah-tengah hutan, tapi desa Sumber jaya ini walaupun terletak ditengah-tengah hutan tidak seperti desa pedalaman pada umunya yang tertinggal jauh dari perkembangan zama seperti di kota.
Desa Sumber jaya bahkan begitu mengikuti perkembangan kota, rumah-rumah di desa itu juga desain moder dan unik, siapa saja tak akan menyangka jika di tengah-tengah hutan belantara ini ada sebuah desa yang makmur dan maju.
Azam tidak tahu jika jalan setapak yang dilewati oleh Aji sebelumnya, jalan itu sebenarnya langsung terhubung ke pusat kota di desa tersebut, namun semua itu adalah rahasia desa Sumber Jaya.
Aji juga tak akan menjelaskan apa-apa pada Azam jika laki-laki itu tidak bertanya apalagi rahasia desa, toh Azam tidak membahas lagi tentang jalan setapak yang sebelumnya.
Aji yang mendapat pertanyaan dari Azam tak langsung menjawab dia terdiam cukup lama. "Aku juga kurang tahu sedari kecil aku sudah hidup di desa ini, desa ini adalah salah satu kebanggaan kami orang-orang di sini"
"Setelah datang para mafia itu semuanya berubah drastis semua berbanding terbalik dari sebelumnya, entah sudah berapa nyawa yang tak bersalah melayang oleh mereka"
Kedua bola mata Aji sudah memerah dia menahan air matanya agar tidak tumpah, begitu menyakitkan saat mengingat pertama kali mafia black bar datang di desa mereka.
"Sudahlah lebih baik sekarang kita istirahat dulu, Insya Allah aku akan memikirkan cara untuk mengusir mafia black bar itu dari desa kalian ini" hibur Azam pada Aji.
"Terima kasih banyak Zam sudah dengan suka rela membantu warga di desa kami dan sudah mau membatu mempertahankan desa kami"
"Iya, karena milik kalian tidak pantas dikuasai siapapun apalagi direbut secara paksa seperti ini"
Setelah selesai mengobrol kedua orang itu memutuskan untuk beristrhat sejenak, Aji langsung tertidur pulas setelah bercerita dengan Azam, sedangkan Azam menyibukan dirinya bertasbih sambil menunggu waktu magrib tiba.
__ADS_1
Walaupun berbeda agama dua orang itu bisa saling menghormati satu sama lain, Azam begitu yakin jika Aji dan keluarganya bukan dari golongan islam karena melihat ada beberapa hal yang terpajang di rumah itu menandakan agama apa yang mereka anut.
'Sistem ikon kali ini apakah sistem tidak mau bertanggung jawab sudah menelantarkanku di desa ini, kalau tidak atas lantaran pertolongan dari ibu nya Aji, mungkin saat ini aku masih tergeletak tak berdaya di tengah-tengah hutan'
'Jadi tolong muncul sebentar apakah misi ketigaku ini akan dilakukan di desa sumber Jaya ini atau bagaimana, masalah menolong desa sumber jaya yang aku katakan pada Aji tadi tenang saja Insya Allah aku benar-benar ikhlas membantu"
Lama tak ada tanda-tanda jika sistem itu akan muncul sampai bola sayap akhirnya keluar. dari bagian diri Azam.
Azam belum tahu jika sebenarnya bola sayap itu sudah menjadi salah satu aplikasi ajaib di dalam handpone milkinya. Hanya saja Azam begitu jarang membuka hp dia juga tak terlalu memperhatikan apa saja aplikasi yang terdapat di dalam benda ajiabnya itu.
(Maafkan sistem bos Azam sistem begitu menyesal tidak menolong bos Azam, tapi efek dari lorong waktu miliki sistem ikon yang tidak bisa dikendalikan membuat sistem dan bola saya harus diperbaharui lebih dahulu agar tidak ada kesalahan lagi setelah ini)
Mendengar informasi yang dijelaskan oleh bola sayap membuat Azam sedikit mengerti, manusia saja bisa rusak apalagi sistem ikon yang notabaeknya hanyalah sebuah sistem yang bisa rusak kapan saja jika sudah waktunya.
"Jadi ini alasan sistem tidak menologku saat aku hampir sekarat, ternyata sistem juga hampir rusak"
Azam baru paham sekarang apa yang sudah terjadi. "Aku mengerti sekarang tapi kali ini akh memanggil sistem bukan untuk masalah ini saja, aku ingin berdiskusi pada sistem bagaimana caranya mengusir mafia black bar dari desa Sumber jaya ini, kasihan para warga yang tidak bersalah, jika mereka tidak segera dihentikan maka orang yang tidak bersalah akan kembali menjadir korban mereka" jelas Azam panjang lebar.
(Untuk masalah yang satu ini bos Azam bisa melihat rencana yang sudah disusun dengan matang oleh sistem bos Azam hanya tinggal memahami saja)
Sebuah layar kecil muncul di hadapan Azam memperlihatkan rencana yang sudah disusun begitu apik di dalam layar tersebut.
"Bismillah semoga rencana ini berhasil Insya Allah, aku kan segera membahas rencana ini pada Aji karen tak mungkin aku menjalankan rencana ini sendiri"
Setelah itu bola sayap kembali keasalnya karena ada pergerakan dari Aji dah waktu juga sudah memasuki waktu magrib.
__ADS_1