Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 38. Rencana gagal


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Rapum mulai menjalkan misinya untuk mengacau di Abraham group yang saat ini tengah dipimpin oleh Erlang.


Tapi setiap kali dia mengirim orang lain untuk mengahancurkan Abraham group selalu saja gagal, semuanya dapat dibereskan dengan cepat oleh Erlang dan Kino.


"Bagaimana apakah kali ini berhasil?" entah sudah anak buahnya yang keberapa yang saat ini dia suruh untuk mengacau di perusahaan Abraham group tersebut tapi masih saja gagal.


"Maaf bos kali ini gagal lagi" jawab anak buah Rapum tertunduk lemas, dia tak ingin bernasib sama seperti temannya yang lain karena sudah gagal menjalankan perintah yang Rapum suruh.


"Huh! Kalian semua tidak becus! Masa melawan bocah tengik itu saja tak bisa!"


"Maaf menyela bos tapi Erlang tak jauh berbeda dari kakaknya Azam, Erlang benar-benar cerdas"


"Aku tidak peduli kalian saja yang tidak bisa mengurus bocah itu!" marah Rapum.


Rapum memukul meja frustasi jika Robert tahu dia sudah berapa kali gagal pasti bos besarnya itu akan marah besar pada dirinya.


"Apa yang akan aku katakan pada Robert nanti jika dia tahu aku terus gagal mengurus bocah tengik itu, sepertinya aku harus turun tangan sendiri untuk segera memusnahkan Abraham group" gumun Rapum.


Tapi sebelum itu Rapum menatap anak buahnya yang belum pergi dari ruanganya itu dengan tatapan begitu dingin nan tajam itu.


"Keluar!"


Anak buah Rapum cepat keluar tanpa disuruh dua kali, karena dia takut nyawanya melayang begitu saja jika Rapum marah padanya.


Rapum tentu saja sesuai dengan namanya Raja pembunuh hal itu pasti sangat melekat pada dirinya karena dia akan membunuh siapa saja yang menurutnya bersalah.


Setelah kepergian orang terakhir yang Rapum suruh untuk mengelapakan dana di perusahaan Abraham group, Raja pembunuh itu kembali menyusun rencana semua rencana awal akan dia rubah.

__ADS_1


Dan sekarang dia sendiri yang akan terjun langsung untuk membereskan Abraham group. "Hahhahhahahha!" tawa Rapum pecah di dalam ruangnya.


Selama berjam-jam Rapum memikirkan cara untuk menyusun strategis agar bisa melenyapkan Abraham group setelah dia selesai menemukan strategis yang bagus akhirnya Rapum tertawa puas.


"Tunggu kehancuran Abraham group Azam! Aku yakin setelah ini kamu akan kembali memunculkan diri di publik, akan ada berita besar setelah ini, hahahah!" tawa Rapum kembali pecah.


Setelah itu Rapum keluar dari ruang kerjanya untuk segera menjalakan apa yang sudah dia susuan sebelumnya.


Senyum tak pernah luntur dikedua sudut bibir Rapum setelah menurutnya rencana yang dia susun begitu bagus. Rapum begitu yakin kali ini dia akan berhasil. Tanpa mengandalkan para anak buahnya yang tidak becus sama sekali.


Padahal tadi Rapum sangat marah besar, tapi setelah berjam-jam sedirian di ruanganya dan dia keluar senyum cerah mengembang dikedua sudut bibirnya.


"Rasanya aku sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran Abraham group, sungguh ini yang aku tungu-tunggu dari tadi"


"Bersiaplah penghuni Abraham group aku yakin setelah aku menginjakan kaki di perusahaan itu akan ada berita mengenparkan datang dari perusahan tersebut"


Rapum begitu yakin dengan apa yang sudah dia rencanakan, padahal dia tidak tahu apa yang menunggunya di depan sana karena tidak ada yang bisa menembak apa yang akan terjadi satu jam, dua jam tiga jam kedepan bahkan seterusnya.


"Robert" ucap Rapum lirih, tidak ingin mengakat karena takut Robert sudah tahu jika misinya terus gagal, tapi jika tak diangkat Rapum takut hal penting.


"Angkat tidak, jika tidak diangkat pasti bos Robert akan marah besar padaku, tapi jika diangkat aku takut dia tahu jika aku gagal"


Tapi tanpa sadar tanganya menekan tobol berwarna hijau dan akhirnya sambungan telepon antara dirinya dan Robert pun tersambung.


'Rapum! kenapa kamu lama sekali mengangkat teleponku!' marah Robert dari sambungan teleponnya.


Rapum segera menjauhkan telepone gengamnya dari kuping saat Robert bicara dengan begitu keras, tak lupa dia juga mengusap kupingnya yang sedikit sakit akibat teriakan yang diberikan oleh Robert.


'Aduh sakit juga denger bos teriak di kuping' batin Rapum, tapi dia cepat membalas perkataan Robert, Rapum tak mau membuat Robert semakin marah.

__ADS_1


'Maaf bos ada apa anda menghubugi saya?' tanya Rapum dengan hati-hati.


'Tak usah kamu teruskan untuk menghancurkan Abraham group kita masih punya waktu untuk itu'


'Aku sudah tahu jika kamu terus gagal untuk menjatuhkan Abraham group, sekarang kembali ke markas ada hal yang lebih penting yang harus kita urus'


'Kelompok mafia black bar sudah begerak target utamanya kelompok kita, mereka ingin menjadi mafia penguasa di kota tempat milik kita' ucap Robert bertubi-tubi, bahkan Rapum tak sempat berucap sepatah katapun.


Setelah itu sambungan telepon dari Robert mati secara sepihak begitu saja, Rapum hanya mampun menatap nanar handpone miliknya.


"Jadi maksudnya sekarang juga disuruh kembali ke markas?" tanyanya entah pada siapa.


"Yah, gagal dah bersenang-senang dengan orang-orang yang ada di Abraham gorup"


"Tapi tak apa aku akan segera kembali orang-orang Abraham group, hahahah, sampai bertemu dilain waktu, tugasku yang satu ini lebih penting dari pada mungurus tikus-tikus di Abraham group"


Rapum tidak sadar dengan apa yang dikatakan mungkin, biasa saja dia yang hanya dianggap tikus oleh orang-orang yang berada di Abraham group saat ini.


Mereka yang tadinya mengejek Erlang tak bisa apa-apa nyatanya sampai saat ini tidak bisa menyentuh Abraham group sama sekali selama berada dibawah pimpinan Erlang.


Rapum pun akhirnya memutar balik mobilnya menuju markas mereka yang ada diluar kota, Rapum segera pergi keluar kota tak lupa menyuruh para anak buahnya yang ikut denganya saat ini tentu saja yang masih hidup untuk menyusul dirinya ke markas.


Rapum tidak sadar jika semua yang dia rencankan sudah terekam oleh sistem ikon yang terhubung langsung di dalam aplikasi bola sayap di dalam handpone milik Azam.


(Akan ada perang besar terjadi dua kelompok besar yang selama ini menyembunyikan diri mereka dari publik kini akan menggemparkan negara ini sebentar lagi)


(Setelah satu kelompok mafia black bar dan kelompok Robert bertemu akan ada kelompok lainnya yang akan segera bermunculan dan kesempatan ini bisa untuk membebaskan desa Sumber Jaya dari tekanan para mafia black bar)


Kelompok Robert bukanlah kelompok mafia, karena Robert tak ingin kelompoknya yang hampir tersebar dibeberapa negara mendapati julukan mafia, tak tahu apa alasnya Robert tak mau dijuluki sebagai mafia.

__ADS_1


Yang pasti orang-orang banyak mengenal kelompok Robert sebagai mafia kematian.


__ADS_2