Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 43. Berhasil


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Semua orang terdiam mencari sumber suara, tapi mereka tak menemukan siapa orang yang sudah berbicara itu, entah Azam dan Aji bersembunyi dimana.


"Siapa kamu cepat keluar jangan jadi pengecut!" anacam Robert.


"Hahahahah, kalian semua tidak perlu tahu siapa saya, tapi jika kalian tak mau pergi dari sini maka jangan salahkan aku melahap habis kalian semua!" ancam Azam.


Mereka terus berwaspada sambil melihat kiri dan kanan depan belakang tak lupa pistol yang sudah siapa ditembakan kapan saja.


Melihat ada peluang untuk menembak Robert, Han memanfaatkan hal itu, tapi belum sempat dia menembak satu tembakan yang terdengar begitu jelas membuat mereka melongok tak percaya.


"Cepat pergi atau kalian akan bernasib sama seperti dua orang itu!" kiri giliaran Aji yang bersuara tapi suaranya masih mirip dengan Azam.


Ternyata dua orang yang tertembak secara bersama itu Rapum dan salah satu orang kepercayaan Han selain Deon.


"Rapum!" teriak Robert segera menghampiri tangan kananya itu.


"Dionnnnn!" kini giliran Han yang berteriak Dion ternyata kembaran Deon.


"Cepat bawa Rapum pergi dia tak boleh mati sekarang kita pergi dari sini!" teriak Robert pada seluruh anak buahnya.


"Ingat Han urusan kita belum beres!" peringat Robert pada ketua mafia black bar tersebut.


"Kamu tengang saja Robert aku belum kalah dan kamu juga tidak akan menang!"


Tak basa-basi lagi Robert membawa semua anak buanya pergi lebih dulu, saat ini nyawa Rapum lebih penting, masalah mafia black bar sebenarnya Robert bisa mengahadpi sendiri.


"Kalian kenapa tidak pergi! Atau ingin bernasib sama seperti dua orang tadi! Apakah kalian lebih memilih menetap disini dan akan aku lenyapkan bersama hutan ini atau kalian mau pergi!" ancam Azam.

__ADS_1


Sebenarnya Rapum dan Dion tidak sampai kehilangan nyawa, Azam sudah mengambil resiko tinggi dalam hal ini, hanya satu yang tidak akan Azam lakukan, dia tidak akan membunuh orang, Azam akan menghindari hal yanh satu ini.


Tembakan yang dipegang oleh Aji juga sudah Azam modipikasi lebih dulu sebelum dia memberikan pistol berbahaya tersebut pada Aji.


"Tunggu apa lagi kalian masih tidak mau pergi!" ucap Azam saat melihat kelompok black bar masih tetap ditempat mereka tak bergerak sedikitpun untuk pergi, setelah kepergian kelompok Robert.


"Jika benar begitu apa yang kalian ingikan bersiap lah, aku hitung sampai 3 jika kalian tidak pergi juga maka aku akan meratakan kalian bersama hutan ini"


1


2


"Baik kami pergi, siapapun kamu kami akan pergi!" putus Han akhirnya dengan suara lantang.


Sia-sia saat ini dia sudah mengambil separu dari bagian desa sumber jaya jika akhirnya dilepas begitu saja, tapi jika tak melepaskan desa itu mereka akan berada dalam bahaya..


"Bagus keputusan yang tepat! Tapi ingat jangan kembali lagi ke desa ini, jika kalian kembali lagi aku tak akan sungkan, cepat pergi!" usir Azam.


"Aku akan memberi waktu kalian 5 menit jika kalian belum pergi semua jangan salahkan aku meratakan tempat ini dengan tanah serata-ratanya"


"Ayo cepat semunya! Cepat! Cepat! Cepat!" intruksi Han pada seluruh anak buahnya yang masih tersisa.


Sedangkan di atas salah satu pohon Aji sebisa mungkin berusaha menahan tawanya agar tidak pecah saat itu cuga. Lucu bagi Aji melihat mafia yang begitu sadis seperti black bar merasa takut hanya dengan sebuah suara yang keluar entah dari mana asalnya.


"Cepat jangan lelet! Cepat!" Han gereget sendiri dengan para anak buahnya.


Setelah setengah jam menunggu di atas pohon sampai semua anggota black bar sudah pergi Azam dan Aji pun turun dari pohon.


Keduanya sudah memastikan jika semuanya aman, para mafia black bar juga sudah pergi tidak ada yang masih tinggal.

__ADS_1


"Hahhahaha" turun dari pohon tawa Aji pecah begitu saja kala mengingat wajah para mafia yang ketakutan itu.


Disaat itu juga sistem ikon muncul tapi hanya Azam yang mengetahui kehadiran sebuah sistem ajaib tersebut. (Selamat! Selamat! selamat pada bos Azam! Anda berhasil menyelesaikan misi ketiga dengan sangat baik, ini adalah sebuah kebanggaan sendiri untuk sistem pada bos Azam!)


(Ting! Ting! Ting! selamat level kebagian anda sudah diatas 30% bos Azam, bersiaplah untuk menanti misi-misi selanjutnya, bonus hadia dan rewerd sudah dikirim ke akun anda, disana ada beberapa buka yang dapat bos Azam pelajari)


(Sekali lagi Selamat untuk bos Azam, selamat anda memang orang baik bos Azam, sistem akan pergi karena sudah memberikan informasi pada bos Azam)


Azam dan Aji pulang ke pusat desa Sumber jaya untuk memberitahu warga mereka akan mengumpulkan para mayat-mayat yang bertaburan dimana-mana, tak lupa ada yang akan menggali lubang untuk jasad semua orang yang sudah tiada.


"Kamu hebat sekali tadi Azam, aku saja sampai tidak percaya jika yang tadi itu kamu, kamu hebat Azam dapat mengusir dua kelompok yang sangat berpengaruh di berbagai negara" Aji hebos sendiri sedangkan Azam tak menanggapinya sama sekali.


Sampai mereka berdua sampai di pusat desa Sumber jaya, Azam meminat para warga untuk membantu menguburkan para orang-orang yang sudah tiada di tempat agar mayatnya tidak menjadi bangkai dan tidak bau agar tidak menyadi penyakit juga.


Semua warga merasa senang karena mendapat informasi dari Aji, jika kelompok mafia black bar sudah pergi dari desa mereka.


"Ayo bapak-bapak semua dan para pemuda kita menguburkan para mayat itu agar tidak membusuk" Ajak Aji setelah dia memberikan informasi pada warga desa.


Mereka semua berbodong-bondong pergi ke arah barat tempat perang terjadi antara dua kelompok.


Azam senang bisa membantu orang lain, dia mengusir kelompok Robert dan mafia black bar bukan hanya karena misi yang harus Azam selesaikan.


Tapi dia benar-benar iklas membantu semua warga yang ada di sumber jaya ini, para warga yang lainnya masih berada di jalan setapak merasa bersyukur atas berita yang mereka dapat jika mafia black bar sudah berhasil diusir dari desa mereka.


Perang antara kelompok mafia black bar dan kelompok Robert hampir terjadi dua hari dua malam jika dihitung begitu tak terasa Allhamadulilah nya tidak akan warga yang terkena dampak atas kejadian itu, tapi kerusakan hutan begitu parah di bagian barat.


"Terika kasih banyak nak Azam sudah dengan suka rela menolong desa kami" ucap para bapak-bapak.


"Sama-sama pak lagi pula jika tak ada Aji mungkin saya tidak bisa berbuat apa-apa dan kebaikan ibu dari Aji lah yang membuat semua ini bisa terjadi, jika saya tidak ditolong ibu Imas mungkin kita tak akan bertemu hari ini"

__ADS_1


'Rencana Allah memang indah' batin Azam.


__ADS_2