Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 45. Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


hari ini Azzam berpamitan untuk pergi dari Desa Sumber Jaya karena sudah waktunya dia meninggalkan Desa itu.


mendengar Azam akan pergi dari Desa mereka para penduduk desa Sumber Jaya berbondong-bondong untuk menemani Azzam sampai ke depan gerbang.


mereka tidak akan melupakan sedikitpun jasa-jasa azan yang sudah dengan sukarela menolong Desa mereka.


kini Azzam dan beberapa rombongan penduduk desa yang mewakili untuk mengatur adzan sampai ke depan gerbang Desa sudah berdiri di sana atau lupa Aji pun ikut mengantar sahabat dalam sekejapnya itu.


" hati-hati di jalan Azam, Ingat jangan ngerabani-beraninya kamu melupakan aku" pesan Aji pada Azam.


Azzam tersenyum pada Aji dan pada warga yang lainnya." Insya Allah Aji Aku tidak akan melupakan semua orang yang sudah berbaik hati padaku di desa ini"


"Termasuk dirimu salah satunya tentu saja, kawan tertawa bersama. Hahahha" canda Azam.


" jangan seperti itu Azam aku rasanya terharu ingin menangis" Aji pun ikut bercanda.


para bapak-bapak yang melihat keakraban Azam dan Ayi merasa jika keduanya seperti saudara bahkan seperti saudara kembar apalagi nama keduanya hampir sama.


" sudah Aji tak usah membuat drama kasihan Azam dia harus segera pergi sebelum waktu sore tiba" peringat RT di desa Sumber Jaya tersebut.


Aji menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal. " hehehe, sudah biasa seperti ini Pak dengan Azam jadi susah untuk menghilangkannya"


"Sudah tidak apa-apa bapak kalau begitu semuanya saya pamit pergi dulu, insya Allah kita akan berjumpa di lain waktu mudah-mudahan Allah memberi kita umur yang panjang dan barokah" doa Azam.


"Aaminn" sambung para bapak-bapak dan beberapa anak muda yang lainnya.

__ADS_1


" Saya pamit semuanya Assalamualaikum" ucap Azzam sambil perlahan meninggalkan Desa Sumber Jaya.


" Waalaikumsalam Nak Azam hati-hati di jalan" pesan pada bapak-bapak dan para pemuda juga menyahuti salam yang Azzam ucapkan.


"Yah jadi ora duwe konco meneh aku, konco guyon konco gelut konco curhat aduh aduh"


" sudah sudah Aji tidak usah meratapi nasibmu masih ada kita-kita kamu anggap apa kita ini bukan teman kamu kah? atau teman kamu hanya izin saja " ucap salah satu laki-laki yang seumuran dengan Azam.


"Bukan begitu Eko tapi kan biasanya si Azam itu akan selalu menasehatiku untuk tidak dendam pada siapapun kadang dia seperti kakakku terasa begitu"


" Tidak usah ribut lagi Ayo kita pulang dan Aji ingat apa kamu lupa Jika di setiap pertemuan itu pasti akan ada yang namanya perpisahan. kamu dan Azam memiliki hal yang harus diurus masing-masing"


" Azam memiliki keisi bukannya masing-masing dan kamu pun begitu Tidak mungkin kamu akan terus membuntuti Azam ingat walaupun hidup bergantung pada orang lain tapi kita punya hidup kita sendiri"


" Tuh dengar apa yang dibilang sama Pak RT Aji" sambung Eko.


" Iya iya ya sudah kalau begitu ayo kita pergi bekerja lagi bukankah kita masih ada pekerjaan yang harus kita selesaikan"


sementara itu Azzam sudah keluar dari Desa Sumber Jaya entah dia lupa bertanya atau bagaimana Azam merupakan satu hal Jika dia tidak hafal akan jalan yang ada di Desa Sumber Jaya itu.


Azzam terus berjalan menyusuri hutan dengan pohon-pohon yang banyak menjulang tinggi dedaunan kering yang sudah jatuh angin yang sedikit menembus kulit tak membuat Azam menghentikan langkahnya.


Azzam bingung dia harus bertanya pada siapa Jika dia kembali ke Desa Sumber Jaya itu hal yang tidak mungkin karena Azam yakin saat ini dia sudah ada di pertengahan jalan jika bertanya pada orang tapi tidak ada satupun orang yang lewat di tempat itu Azam semakin bingung.


" Bagaimana aku bisa tersesat seperti ini "


"Aku harus memikirkan cara agar berhasil keluar dari tempat ini dilihat-lihat hutan ini sedikit menyeramkan juga sih"

__ADS_1


" apa aku menggunakan bola sayap untuk mencari lokasi agar aku bisa keluar dari hutan ini " Azam berpikir sejenak.


karena sudah berjalan entah beberapa KM Azam akhirnya memutuskan untuk beristirahat di salah satu pohon Rindang sambil dia mengecek lokasi di aplikasi bola sayapnya.


azan membuka tas ransel yang dia bawa tas tersebut pemberian dari Aji tak lupa Azam juga membuka bekal yang sudah disiapkan oleh ibu Imas dan beberapa penduduk Sumber Jaya lainnya.


" Alhamdulillah aku tidak kelaparan masih ada roti dan bekal-bekal yang lainnya yang diberikan oleh para penduduk desa mereka sungguh penduduk yang baik-baik dan ramah" ucap Azam pada diri sendiri.


azan membuka satu roti sambil satu tangannya lagi tangan kirinya itu dia gunakan untuk membuka aplikasi bola sayap sedangkan tangan kanannya Azam gunakan untuk makan roti tak lupa Azam mengucapkan Basmalah sebelum melahap roti itu.


tidak hanya roti Azam juga memiliki air mineral setelah mengunyah roti itu Azam pun menabuk air mineralnya dengan tingkat tegukan meminum dengan cara yang sudah diajarkan Pak Rohim pada dirinya.


Azzam akhirnya membuka aplikasi bola sayap itu dan dia langsung mengecek lokasi saat ini di mana dia berada. ( Selamat datang di aplikasi Ajaib Bola sayap, informasi apapun dapat anda akses di aplikasi ini)


tangan Azam dengan lincah membuka salah satu lokasi yang terdapat di aplikasi bola sayap itu.


" bagaimana cara membaca lokasi di aplikasi ini sungguh rumit Aku tidak tahu caranya, Hai bola saya Apakah bola saya bisa memberitahu lokasi ini aku tidak bisa membaca lokasi yang ada di aplikasi bola saya "


( dengan senang hati bola sayap akan segera membantu Bos Azzam untuk menemukan jalan keluar dari hutan ini maka dengarkan baik-baik apa yang disampaikan dan lihat dengan baik-baik apa yang di Perlihatkan oleh bola sayap)


perlahan sebuah gambar agak sedikit kecil terbuka lalu informasi dari bola sayap Azam mendengarkan dengan sangat teliti.


( Anda harus lurus mengikuti Jalan Setapak ini setelah itu Anda mengambil jalur kanan Di Ujung Jalan Ini di jalur kanan anda akan menemukan jalan raya)


" syukurlah akhirnya ada cara untuk keluar dari hutan ini "


"Alhamdulillah, ya Allah" setelah merasa istirahatnya sudah cukup Azzam pun akhirnya memutuskan untuk meneruskan perjalanannya.

__ADS_1


sepanjang perjalanan hati Azzam tak pernah lepas dari berzikir dan bershalawat, satu sekali azan akan mengucapkan Masya Allah ketika melihat ciptaan sang Maha Pencipta yang luar biasa.


sekitar berjalan hingga 20 menit airnya aja Sampai Di Ujung Jalan tepat di sebelahnya ada gang kanan.


__ADS_2