
Bismillahirohmanirohim.
" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun kenapa bisa terjadi seperti ini kenapa kalian tega! "
Ibu Mina sudah terduduk di lantai sedangkan suaminya berusaha untuk menahan tubuh sang istri akhirnya apa yang adzantakutkan terjadi juga.
Erlin dan kedua temannya berhasil menguasai semua aset milik teman tunanetra dan pagi ini Ketiga orang itu berniat mengusir semua orang-orang yang ada di rumah itu.
mengetahui hal tersebut hati ibu Minah terasa begitu hancur apalagi dia begitu mempercayai Erlin.
" Kenapa kalian tega nak? Kenapa apa salah ibu dan bapak apa salah semua orang-orang yang ada di sini mereka semua membutuhkan tempat tinggal" Ibu Minah berkata dengan derai air mata.
sedangkan semua orang yang ada di sana hubungkan Tak ada satupun yang akan bicara termasuk Rully sementara Azzam masih menunggu waktu yang pas untuk dia membalikan keadaan.
" tidak ada kenapa-kenapa ibu aku sangat berterima kasih kepada Ibu Mina karena sudah menjagaku dengan baik dan sudah begitu mempercayaiku" Erlin berkata dengan sini.
Azzam terus beristighfar di dalam hatinya dia tidak ingin menggunakan emosinya Untuk masalah ini walaupun sebenarnya Azzam sudah begitu sangat marah.
melihat ibu Mina yang sudah tak sanggup untuk berdiri Ruli mendekati orang yang sudah berbaik hati pada dirinya itu.
" Maafkan Ruli Bu, Maafkan Ruli karena tidak mengatakan sejujurnya pada ibu Apa yang terjadi jika Ruli saat itu langsung memberitahu Ibu mungkin kita semua tidak akan kehilangan tempat tinggal " Sesal Rudi pada ibu Minah.
Ruli terduduk lemas di lantai di dekat Ibu Minah dan suaminya. " ini bukan salah kamu nak Ruli Ibu saja yang tidak tegas kepada kalian"
suami Ibu Minah hanya terdiam dia tak menemukan cara untuk kembali mengambil apa yang menjadi haknya bukan dirinya yang dipikirkan tapi semua orang yang tinggal di rumah ini jika mereka pergi meninggalkan rumah ini maka akan tinggal di mana lagi mereka selain di rumah ini.
' Kenapa Erlang belum datang juga' Azam Emang menyuruh sang adik untuk datang ke rumah tunanetra dan membereskan semua yang terjadi.
__ADS_1
" sudah tak usah banyak drama sekarang Tunggu apa lagi Cepat pergi sekarang dari sini tahu sama bawa apa-apa kami tidak peduli dengan kalian lagi" tegas Danu.
Deg!
hati ibu Minah dan suaminya begitu perih kalau mendengar ucapan dan apalagi mereka menganggap Danu sudah seperti anak mereka sendiri Ibu Minah dan suaminya mantan karena tidak memperhatikan Ruli yang ternyata benar-benar tulus menyayangi para orang-orang di rumah tunanetra.
" Astagfirullah Danu, istighfar nak Kenapa kamu tega kepada kami semua" akhirnya suami Ibu Minah angkat bicara pula.
" Tidak usah mengajari saya Pak!"
" Selama ini Ibu Minah dan suaminya mengajarkan kalian akhlak tata krama dan adab dalam agama kita tapi kenapa kalian tidak menerapkan tata krama tersebut apa begini cara kalian bersikap pada yang lebih tua!" kali ini Azam sudah benar-benar tidak bisa bersabar lagi karena Danu yang berbicara kasar pada mang Harjo.
" dan kamu tidak usah banyak bicara kamu hanya orang yang tidak tahu apa-apa di rumah ini dan kamu hanya orang yang menumpang di sini jadi tidak usah ikut campur" balas Tika, Tika menatap tajam mereka semua termasuk pada Azam dan Ruli.
" Wow! benarkah begitu seberapa yakin kamu jika aku hanya menumpang makan dan tidur di rumah ini?" walaupun Azam sudah begitu marah tapi dia tetap berkata dengan nada rendah.
tiba-tiba tepuk tangan dan langkah kaki dari luar rumah itu mau masuk ke dalam membuat mereka semua menoleh.
" Wow, wow! ternyata di dunia ini masih ada orang yang tidak tahu diri seperti kalian" orang yang berbicara itu adalah Erlang.
Erlangga datang di waktu yang tepat sudah beberapa hari lalu kakaknya menyuruh untuk datang ke rumah tunanetra.
Erlang tidak datang sendiri melainkan dengan beberapa orang tak lupa di depan sudah ada dua polisi yang menjaga karena dia tidak mengambil resiko berat jika Danu, Erlin dan Tika berbuat macam-macam.
" Siapa kamu? berani ikut campur dengan urusan kamu!" sebenarnya Erlin begitu terpana dengan ketampanan Airlangga tapi dia berusaha menyembunyikan semua itu karena saat ini dia akan mempertahankan apa yang sudah Erlin pejuangkan beberapa tahun ke belakang.
" kamu bertanya siapa saya? Seharusnya saya yang bertanya siapa kamu sehingga berani sekali merampas apa yang menjadi milik orang lain"
__ADS_1
setelah mengatakan itu Erlang melangkah mendekati sang kakak di sana dia menyalimi Azam dengan hikmah sambil memeluk sang kakak.
" pulang Kak keluarga di rumah Benerin itu merindukanmu termasuk aku" ucap Erlang Sedikit keras pada Azam dan semua orang itu dapat mendengar apa yang dikatakan Erlang.
" Insya Allah" sahut Azam sambil menganggukan kepalanya.
" Bukankah Anda tuan erlam shio pengganti di perusahaan Abraham Group?" perkataan yang keluar dari mulut Ruli itu membuat mereka semua yang mendengarnya menganggak tak percaya.
" apa! CEO Abraham Group!" pekik Tika dan Erlin hampir bersama.
"Aku tak peduli mau dia CEO Abraham group atau siapa saja yang aku mau segera meninggalkan rumah ini angkat kaki kalian dari rumah ini" usir Danu pada mereka semua"
Azzam menatap Danu penuh arti." Baiklah Kami akan pergi Tapi sebelum itu Kalian bertiga Harus melihat ini dulu" Azam tersenyum simpul.
Azam membuka aplikasi bola sayap yang memang bisa langsung dilihatkan Di Dinding video itu menjadi lebar dan semua orang dapat menonton semua bukti-bukti di mana Ketiga orang itu ingin mengambil alih tunanetra untuk mereka bertiga dan juga misi-misi yang akan mereka jalani tentang penggelapan dana semuanya terekam jelas di dalam video tersebut.
mereka bertiga melotot tak percaya tak menyangka jika apa yang selama ini mereka rencanakan sudah ada yang mengetahuinya.
" Ba-gai-ma-na bi-sa" ucap Danu terbata-bata sementara mulut Tika dan Erlin sudah tidak dapat berkata apa-apa.
" Tentu bisa karena aku sudah mengetahui dari awal sejak malam pertama aku berada di rumah ini aku mengetahui semua apa yang kalian bertiga rencanakan"
Erlin tertawa." aku tidak peduli Apakah kau lupa jika semua surat-surat sudah beralih nama menjadi Namaku bukan lagi Ibu Minah dan mang Harjo"
" Benar, Tapi sayangnya Anda bertiga terlalu polos untuk membedakan yang mana yang palsu dan yang mana yang asli surat rumah itu sudah aku ganti dengan yang palsu dan kalian buat tiga tertipu"
" Aku sebenarnya tidak ingin menyembuhkan kalian ke dalam penjara tapi karena kalian sudah kelewatan dan adikku juga sudah membawa polisi untuk menangkap kalian Jadi maafkan aku"
__ADS_1