Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 58. kebahagain


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


sekitar 3 jam Azam dan neneknya berada di dalam mobil taksi Setelah istirahat sejenak untuk mengisi perut akhirnya mereka akan segera tiba di rumah keluarga Abraham.


Mobil taksi itu pun berhenti di depan rumah mewah keluarga Abraham di mana rumah itu sangat megah.


"Masya Allah rumahnya masih sama seperti dulu" ucap nenek Azam.


"Ayo nek kita turun" ajak Azam sambil membantu sang nenek untuk turun dari mobil.


Kedua orang tuanya dan sang adik Erlang sudah menunggu kedatangan Azam, mereka tidak tahu jika Azam akan memberikan kejutan yang tidak mereka sangka-sangka.


Azam membantu sang nenek turun dari mobil dengan perlahan-lahan, Azam begitu perhatian pada neneknya dan dia tidak ingin membuat terjadi hal apa-apa yang tidak dingikan.


sopir taksi juga membantu menurunkan barang-barang Azam, saat Azam turun dengan seorang nenek-nenek kedua orang tua Azam dan juga sang adik Erlang belum paham siapa nenek-nenek itu, karena yang mereka tahu jika nenek Ani sudah sudah tiada Sejak hari di mana pembantaian yang dilakukan oleh Robert pada keluarga mereka.


Tapi mereka tidak tahu jika sebenarnya Roebrt hanya mengurung nenek Ani di suatu tempat, walaupun begitu Robert tidak memperlakukan nenek Ani baik sama sekali.


"Assalamualaikum" sapa Azam.


Mereka semua tak langsung menjawab salam Azam tatapan mereka tertuju pada nenek Ani, tatapan yang begitu tak percaya sekaligus haru dan rindu.


" Waalaikumsalam" jawab ke-3 orang itu dengan terbatas masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat hari ini.

__ADS_1


kebahagiaan terasa berkali-kali lipat saat melihat bukan azan saja yang pulang melainkan ada nenek Ani Ibu dari ibu Azzam dan Erlang.


" mama " ucap Maya tidak percaya matanya sudah berkaca-kaca butiran bening itu jatuh begitu saja dari pelupuk matanya Sungguhkah kebahagiaan yang tiada tara dapat dirasakan oleh ibu dari dua anak itu.


Ibu Maya cepat menghampiri sang ibu dan segera memeluk sang ibu masuk ke dalam dekapannya.


bukan hanya Ibu Maya yang merasakan kebahagiaan itu tapi juga suami dan kedua anaknya sungguh takdir Allah tidak ada yang tahu mereka tidak menyangka jika nenek Ani masih hidup.


" Ibu ini benar ibu?" ucap Maya memastikan Apakah dia bisa lihat atau tidak.


" Ibu Selama ini Ibu ke mana?" Maya belum selesai bertanya dia ingin mempertanyakan semuanya pada sang Ibu sudah lama dia merindukan sang Ibu apalagi sejak ibunya tidak ada keluarga mereka semakin tidak harmonis sama sekali.


padahal dulu jika keluarga Ayah Azzam itu tidak akur maka sang nenek yang akan berperan untuk memberitahu mereka yang lebih baik lagi.


" Ayo kita masuk lebih dulu" ajak Erlang.


" benar ibu tidak baik ngobrol di luar rumah ayo kita masuk" tambah Pak Heru.


nenek Ani masuk dengan dituntun oleh sang anak Ibu dari macan dan Erlang hari ini tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan itu rasa syukur kini menyerapi hati mereka semua bahkan para pelayan pun terharu dengan apa yang terjadi hari ini selain itu Maya menyuruh sang ibu untuk membersihkan diri juga begitu juga dengan asam lalu mereka akan makan bersama terlebih dahulu setelah itu nenek Ani akan menceritakan semua apa yang sudah terjadi pada dirinya ketika bersama Robert sahabat Azam atau bisa dikatakan sahabat dalam selimut Azzam.


tapi rasa benci yang ada di dalam diri Azam itu kini sudah hilang sejak dia memahami ini seperti Apa agama yang dia peluk saat ini agama yang nyesel dari kecil dia tinggal padahal begitu penting semenjak baru kenal dengan Pak Rohim aja banyak belajar tentang agamanya.


selesai makan barulah mereka duduk di ruang keluarga akan mendengarkan semua cerita yang akan diceritakan oleh nenek Ani Apa yang sebenarnya beliau alami saat bersama Robert.

__ADS_1


" nenek akan bercerita semuanya apa yang terjadi pada nenek dari hari ketika kita berpisah sampai hari ini " ucap nenek Ani mengawali perkataannya.


" jika ini terlalu berat lebih baik Mama istirahat lebih dulu jangan dulu cerita Mah kasihan Mama butuh istirahat" sahut Maya yang tidak tega melihat.


" tak apa Mama akan menceritakannya hari ini sekarang juga semuanya akan Mama ceritakan pada kalian apa yang Mama alami tapi Mama mohon untuk kamu dan suamimu juga untuk cucu-cucu lama jangan membenci orang yang telah memisahkan kita dia pasti akan mendapat balasannya" peringatannya Ani sebelum dia bercerita perihal kejadian yang menimpa dirinya.


Falback on.


" Aku tidak akan membunuh nenek tapi tenang saja aku akan membunuh ini secara perlahan-lahan! " ucap Robert dengan suara yang begitu mengerikan.


" aku akan membalas dendam semua yang terjadi pada keluargaku dan juga aku tidak akan melepaskan nenek sebelum Robert ada di tanganku " tak disangka ternyata Robert yang selama ini bersikap manis di hadapan keluarga Abraham memiliki sifat yang begitu kejambahkan nenek Ani sendiri sudah menganggap robot seperti cucunya sendiri.


nenek Ani sama sekali tidak membedakan Azam robot dan Erlang mereka bertiga sudah seperti susunya walaupun Robert bukan cucu kandung nenek Ani tapi tak disangka yang Robert lakukan pada Nenek Ani hal yang tidak pernah menyayangi pikirkan sama sekali.


" Astaghfirullahaladzim Robert kamu cucu nenek tapi kenapa kamu tega melakukan semua ini dengan nenek air mata sudah membasahi kedua pipi nenek Ani yang sudah tidak kencang lagi.


" Mulai detik ini aku bukan Susu nenek lagi sejak dulu aku hanya berperan manis di hadapan keluarga Abraham!"


Akhirnya nenek Ani bertanya pada robot apa yang menyebabkan dia begitu membenci keluarga Abraham dan robot menceritakan semuanya setelah kabur menciptakan semuanya pada nenek Ani ternyata nenek Ani bisa menangkap jika Robert salah paham tapi seketika nenek Ani menjelaskan kebenarannya Robert sama sekali tidak percaya Karena fakta yang membuktikan saat itu dia melihat jika keluarga Abraham yang sudah membunuh orang tuanya.


Tapi sejak Rapum pembangun dari rumput sepertinya sudah menemukan kebenaran tetapi lagi-lagi robot ulah dia bukannya memulangkan nenek Ani pada keluarga Abraham melainkan malahan telantarkan orang tua itu begitu saja tanpa peduli apa yang akan dilewati nenek Ani Jika dia hidup sendiri di jalanan.


sampai takdir Allah memang benar-benar indah nenek Ani dipertemukan dengan cuci pertamanya saat adzan akan pulang ke rumah setelah 4 tahun berpergian.

__ADS_1


" jadi Begitu ceritanya dan yang sudah tua tidak bisa berbuat apa- apa tapi Allah Maha segala-galanya skenarionya begitu indah sehingga mempertemukan nenek dengan Azam dan kembali ke rumah ini"


__ADS_2