Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 51. Merasa haus


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Bos Deon! Bos Deon...., bos Deon" teriak mereka saling bersahutan satu sama lain.


pencarian neon di rumah itu masih berlanjut walaupun rumah itu Sudah usang tapi bangunan itu tetap kokoh memiliki dua lantai.


Yang tidak ambeles sama sekali hal itu sedikit menyulitkan mereka untuk mencarikan keberadaan Leon tapi untungnya mereka tidak hanya satu atau dua orang saja melainkan 10 orang jadi mereka bisa membagi ke masing-masing tempat untuk mencari keberadaan Deon.


" terus mencari jangan sampai berhenti sebelum Bos Deon ditemukan! perintah Ziko pada mereka semua.


"Baik!"


Deon yang berada di dalam salah satu ruangan di rumah itu samar-samar mendengar teriakan orang-orang yang memanggilnya terus saling bersahutan satu sama lain.


"Bos Deon"


"Deon"


"Bos Deon"


Deon semakin mempertajam pendengarannya Apakah dia salah dengar atau tidak, dewan seperti mengenali salah satu suara dari orang-orang itu dengan seksama Deon kembali mempertajam pendengarannya guna mendengarkan orang-orang itu memanggil dirinya Apakah dia salah dengar atau tidak.


"Bos Deon"


"Deon"


teriakan itu kembali terdengar dan kembali bersahut-sahutan membuat dewan semakin yakin jika mereka memang benar-benar kelompok mafia black bar.

__ADS_1


" Bukankah itu suara Ziko?" ucap Deon pada diri sendiri.


"Deonnnn....!"


benar sekali sekali lagi Dion mendengar suara orang yang begitu dia kenali Deon yakin suara orang yang baru saja memanggilnya itu merupakan suara milik Ziko, Deon paham sekali seperti apa suara Ziko.


" Akhirnya mereka datang juga " lega Deon karena merasa dirinya bisa keluar dari tempat yang paling Deon benci ini.


tapi kelegaan Deon itu tidak berangsur lama karena dia harus mencari cara bagaimana caranya memberitahu mereka semua jika dirinya berada di ruangan ini.


Ruangan paling sempit di dalam rumah itu di antara ruangan-ruangan yang lainnya sedangkan saat ini kaki dan tangan Deon begitu kaku dan tidak bisa digerakkan karena sudah seminggu lamanya menahan sakit yang tak kunjung diobati dan tak kunjung sakit itu pun dirawat agar segera sembuh.


tapi lambat laut suara orang-orang yang memanggil namanya itu hilang ditelan kesunyian hampir kembali putus asa tapi di saat itu juga pintu tempatnya bersembunyi itu terbuka dengan lebar.


" Bos Dion!" teriak salah satu orang yang mencari keberadaan Deon dan dia menemukan Deon di mana berada.


' akhirnya kalian datang juga' tapi kata-kata itu hanya dapat lewat ucapkan di dalam benaknya saja karena bibirnya sudah ke aku tak bisa untuk berkata apa-apa lagi.


Melihat kondisi Deon yang sangat memprihatinkan membuat Ziko menyuruh para orang-orang yang ikut dengannya itu segera membawa Deon ke dalam mobil agar bisa dilarikan segera ke rumah sakit saat itu juga.


" Cepat Angkat bos Deon bawa ke mobil sekarang juga!" perintah Ziko tidak dapat dibantah.


Saat para orang-orang itu mendekati Deon tiba-tiba saja Deon terjatuh pingsan mungkin karena sudah tak sanggup lagi untuk menahan diri dia sudah terlalu lelah, tapi dia merasa lega karena dirinya sudah ditemukan oleh para anggota mafia black bar.


" Cepat bantu Bos Deon !" perintah Ziko yang semakin panik karena melihat kondisi Deon saat ini.


mereka akhirnya segera membawa dewan ke rumah sakit meninggalkan rumah tersebut tak lupa jejak yang mereka tinggalkan segera dihapus dengan salah satu ahlinya agar tidak ada orang yang tahu jika kelompok mafia Black baru pernah menginjakkan kaki di tempat itu jika jejak mereka ketahuan bapak akan berbahaya untuk mereka sementara itu saat ini mereka sedang menutup diri dari dunia mafia.

__ADS_1


hilangnya dua anggota kelompok yang sangat berpengaruh di beberapa negara membuat para orang-orang bertanya ke mana kelompok Robert dan kelompok mafia Black bar berada.


benar sekali sejak peperangan dan kekacauan yang terjadi antara mafia Black bar dan kelompok Robert saat itu lalu Aza. berhasil mengusir mereka.


Kedua kelompok itu seakan menutup diri dari publik hilangnya kedua kelompok itu membuat banyak orang merasa legah karena pasti jika mereka tidak ada tidak ada kan ada ancaman yang begitu besar pengacau yang begitu besar seperti dua kelompok yang sangat berpengaruh.


#####


Malam hari Kesunyian terjadi di rumah tunanetra, Azam baru menyadari jika ada peraturan yang harus dia turuti di rumah tunanetra itu, di atas jam 09.00 malam sudah tidak boleh ada lagi orang yang berkeliaran di rumah itu kecuali jika dia akan pergi ke kamar kecil dan Azam pun menuruti peraturan itu.


Azzam merasa lega ketika dia mengetahui jika teman satu kamarnya adalah Ruli, jadi dia tidak perlu mengkhawatirkan lagi karena Azan sudah tahu seperti apa sifat Ruli.


Tapi Azam harus tetap menerima jika ada beberapa orang yang tidak suka dengan kedatangannya entah apa sebabnya adzan sendiri tidak tahu tapi sebisa mungkin Azam terus bersikap positif dan tidak berhusnuzan kepada orang lain.


"Rasanya aku haus sekali, tapi kenapa tidak ada air di dalam kamar ini?"


"Bukankah ibu Minah mengatakan jika disetiap kamar menyediakan tiga atau dua botol air minum untuk orang yang menempati kamar tersebut? Apakah Ruli meminum dua botol air ini sekaligus?" Bingung Azam.


" Sudahlah Lebih baik aku mau ngambil air minum itu di dapur" putus Azam akhirnya.


Azzam melangkah pergi meninggalkan kamarnya dan kamar Ruli menuju ke dapur untuk mengambil air minum, tapi baru saja hampir memasuki dapur Azzam sama-sama mendengar perbincangan orang tapi dia tidak melihat Siapa orang itu yang jelas itu suara dua orang perempuan dan satu orang laki-laki.


dengan hati-hati Azam mencari tempat amal agar tahu siapa yang sedang membicarakan hal-hal yang seharusnya tidak mereka berbicarakan dan Azam juga penasaran siapa dibalik Ketiga orang itu.


" Kita harus hati-hati dengan orang baru itu sepertinya aku merasa ada yang aneh dengan dia jangan sampai dia tahu dan mengungkapkan jika kita menggelapkan hampir 60% dana yang ada di rumah tunanetra ini" suara seorang perempuan itu terdengar jelas di telinga Azam.


'Seharusnya aku tadi membawa handphone agar bisa merekam apa yang tengah mereka bicarakan' batin Azam dia sedikit kesal pada diri sendiri.

__ADS_1


" Yang dikatakan oleh Eli benar kita harus waspada terhadap orang baru itu apalagi dia dekat dengan Ruli" terdengar suara seorang laki-laki yang ikut menyahuti kata-kata perempuan tadi.


__ADS_2