Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 54. Sembuh


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


entah memang takdir Deon dan Rapum bersama atau bagaimana tidak tahu tapi kedua orang itu siuman di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda di rumah sakit yang berbeda-beda.


" Akhirnya kamu sadar juga" Rasa Bahagia meliputi hati Robert ketika sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu membuka mata Setelah sekian lama.


Entah sudah hampir berapa lama Rapum tidak sadarkan diri dan hari ini untuk pertama kalinya dia kembali sadar setelah beberapa waktu lalu.


rabun berusaha bangkit dan memahami situasi saat ini apa yang sudah terjadi pada dirinya obat atau Rumah Sakit langsung masuk ke Indra penciumannya.


" Apa yang sudah terjadi padaku? rapuh memegang kepalanya terasa sedikit sakit.


mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut terapung membuat Robert membelakangi kedua matanya." Yang benar saja kamu melupakan kejadian yang membuatmu sampai begini!


Rapum tanggung jawab dia kembali memegang kepalanya yang masih terasa sakit." Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" pertanyaan itu Kembali keluar dari mulut Rapum.


Robert harus memendam emosinya terlebih dahulu apalagi saat ini rapun baru saja bangun dari komanya, Baiklah saat ini Robert akan berusaha mengalah terlebih dahulu pada Rapum karena dia baru saja bangun dari komanya yang sekian lama.


" Kau berada di rumah sakit sudah hampir 3 bulan kamu mengalami koma tapi sekarang Jangan pikirkan itu dulu, pulihkan dulu kesehatanmu lalu terserah kamu bertanya apa saja aku akan menjawabnya nanti!" peringat Robert pada Rapum.


" Setidaknya kau harus bersyukur karena tidak mengalami amnesia ataupun tidak mati sia-sia begitu saja" tukas Robert sekali lagi.


" Boleh Tolong panggilkan dokter"


terapung sebenarnya sedikit ragu untuk menyuruh Robert bagaimanapun Robert tetaplah ketuanya mana mungkin dia seorang bawahan bisa menyuruh ketua dengan sesuka hati tapi mau bagaimana lagi jika diteruskan Robert akan terus saja mengoceh dan tidak akan menghasilkan ocehannya itu.


" aku akan memanggilnya untukmu tenang saja" setelah itu Robert menekan tombol yang ada berankar tempat Rapum tidur.


setelah itu keheningan pun terjadi diantara kedua orang itu robot tak lagi mengeluarkan kata-katanya dan Aku pun merasa bersalah pada Robert karena sudah berani menyuruh Bosnya itu.

__ADS_1


dia bingung dia takut jika Robert marah padanya rapuh benar-benar merasa bersalah karena dia sudah salah Sudah menyuruh Robert.


" Maafkan aku bos sudah lancang "ucap Robert merasa tidak enak hati akhirnya kata-kata itulah yang keluar dari mulutnya.


" Why? Kenapa kamu minta maaf padaku aku"


Rapum kira Robert akan marah padanya tapi ternyata tak tahu apa yang membuat Robert diam saja.


melihat raspon Robert seperti itu akhirnya walaupun hanya menggeleng tanda tidak ada apa-apa dan lagi-lagi Robert terdiam hal itu kembali membuat terapung merasa bersalah Dia kira Robert kembali marah padanya padahal entah apa yang dipikirkan Bosnya itu.


Tapi Tak lama kemudian setelah itu datang seorang dokter untuk memeriksa keadaan Rapum. " Permisi tuan Robert dan Tuan Rapum akan saya periksa dulu tak dapat di ucap sang dokter.


Robert sedikit bergeser dari tempatnya untuk memberi ruang pada dokter itu agar memeriksa keadaan Rapum, tak lupa Robert mengangguk tanda merespon ucapan dokter tersebut.


di dalam hatinya Rapum terus bertanya-tanya Apakah selama ini yang menjaga dirinya di rumah sakit adalah sang bos dan yang merawatnya robot sendiri ataukah bukan pertanyaan itu terus muncul di kepala Rapum.


...****************...


" akhirnya Yang ditunggu-tunggu bangun juga" kan lebih dulu menemui deona karena Dion lah yang paling lama terluka Tapi tetap saja dia pun mengalami hal yang sama dengan Deon.


Bukankah dikatakan jika setiap kembaran itu jika satu kembarannya merasa sakit maka kembaran yang lain pun akan merasa sakit begitulah anak kembar sepertinya hal itu pun dialami oleh Deon dan Dio.


" kamu sudah sadar rupanya Deo Entah sudah berapa lama aku menunggumu agar kamu Segera sadar aku kira kamu tak akan sembuh lagi" ucap hanya yang baru saja datang di kamar rawat Deon.


" Terima kasih bos dengan sukarela sudah mau menjagaku sampai aku kembali sembuh" ucap mungkin pada Han.


" kau tak perlu berterima kasih padaku Deon karena aku sebagai ketua sudah seharusnya bertanggung jawab pada kalian semua"


walaupun bahan adalah seorang ketua mafia besar tapi dia tetap memperdulikan keselamatan para anggotanya kan selalu bertanggung jawab apa yang terjadi pada para anggotanya begitulah karakter Maka dari itu dia menjadi salah satu pemimpin yang disegani oleh banyak orang dari kalangan mafia manapun.

__ADS_1


" kau sudah bisa jalan kan? "


" Sepertinya begitu bos"


" Baiklah jika kamu sudah benar-benar bisa berjalan Mari ikut denganku untuk menemui Dio Aku dengar kabar Jika dia juga sudah siuman"


" syukurlah di selamat dia tidak apa-apa kan Bos?" Deon merasa penasaran dengan kabar kembarannya itu.


pantas saja dia tidak menemukan bio saat dirinya terbangun, Deon baru ingat jika saat pertarungan itu dia kalah terlebih dahulu daripada yang lainnya dari kelompok Robert dengan begitu ingat dengan jelas Siapa yang sudah mengalahkannya.


" boleh aku bertanya sebelum kita pergi ke kamar rawat Dio?"


" Apa yang ingin kamu tanyakan?" kan menatap curiga Deon.


" Bagaimana bisa Dio tidak sadarkan diri? Apakah kita kalah dalam peperangan untuk itu?? "


Han mengelola nafas berat sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari Deon padanya.


" tidak ada mana tidak ada juga yang kalah" sahut tahan akhirnya.


Deon mengerutkan dahinya tanda tak mengerti apa yang dikatakan oleh Han sebenarnya Tapi handphone tidak bergerak untuk menjelaskan dia malah kembali mengajak Deon untuk segera menjenguk Dio.


" sudah kau tidak usah banyak tanya padaku jika kamu ingin tahu semua apa yang terjadi maka tanyakan saja nanti pada kembaranmu itu memangnya aku siapa mau disuruh-suruh menceritakan apa yang terjadi " kesalahan Han.


lagi-lagi dewan merasa dia membuat kesalahan padahal pun akhirnya kembali meminta maaf pada sang Bos.


setelah itu barulah mereka menuju kamar rawat Lion sampai di sana ternyata Dion sedang diperiksa oleh dokter dan benar saja Dio juga sudah siuman.


" akhirnya kau sadar juga aku kira kau tidak akan sadarkan diri lagi setelah satu minggu tidak makan dan tidak minum hanya sebungkus roti bertahan untuk beberapa minggu"

__ADS_1


kata-kata yang keluar dari mulut Tuhan itu adalah sebuah ejekan bagi dia tapi dia tidak bisa apa-apa karena yang dikatakan Bosnya itu benar.


__ADS_2