Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 32. Lorong waktu


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Azam masih berada di lorong waktu milik sistem ikon, Azam tak tahu kapan rasa sakit yang semakin menjalar diseluruh tubuhnya itu akan segera menghilang.


"Sebenarnya saya mau dibawa kemana sistem?" Azam bertanya tapi kedua bola matanya masih setia terpejam.


Tak ada balasan dari sistem Ikon, jika Azam membuka kedua bola matanya pasti dia akan merasa aneh dengan tempat yang saat ini dia lewati.


Lorong waktu, jelas jika lorong pasti akan berbentuk lorong, tapi lorong waktu di dalam sistem ikon ternyata begitu berbahaya, bukan hanya ada satu lubang tapi disetiap sudut lorang tersebut ada lorong waktu lainnya yang siap menghisap Azam kapan saja.


Azam yang merasa tidak ada jawaban dari sistem ikon memutuskan untuk membuka kedua bola matanya, anehnya saat Azam ingin membuka kedua bola matanya seakan ada yang membisikkan pada dirinya.


'Jangan buka mata kamu Azam! Jangan, sekali lagi jangan dibuka ini terlalu bahaya' suara itu sudah berkali-kali memperingati Azam.


"Sistem dimana ini?" sekali lagi Azam mengeluarkan suaranya.


Tapi lagi-lagi tidak ada jawab yang keluar, Azam merasa hanya ada dia sendiri di dalam lorong waktu tersebut.


Azam merasa perjalanan yang dia tempuh begitu jauh seperti tidak memiliki ujung sama sekali.


'Sebenarnya aku akan dimana?' tanya Azam dalam benaknya.


'Kemana perginya sistem? lalu suara siapa yang mengahalagiku untuk membuka kedua bola mataku?'


Azam terdiam sejenak sambil berusah dia ingin kembali membuka kedua bola matanya yang masih terpejam.


Lagi dan lagi suara itu kembali terdengar semakin jelas di kedua telinga Azam. "Azam! Jangan membuka mata!"


'Jangan buka mata kamu Azam! Jangan, sekali lagi jangan dibuka ini terlalu bahaya'


'Ini peringatan untukmu Azam jadi tolong dengarkan!' kembali Azam mendengar suara yang melarnganya membuka mata kembali terdengar dengan begitu jelas.


"Sebenarnya suara siapa itu" ucap Azam akhirnya.


Tapi tak lama setelah itu Azam seperti menyadari sesuatu. "Ada yang salah dengan tempat ini sepertinya"


Azam merasa ada hal yang aneh, otaknya berpikir kerasa untuk mencari tahu suara siapa itu tadi, bagi Azam suara yang barusan dia dengan begitu Azam kenal.


"Suara i-" Azam menggantung perkataannya.

__ADS_1


"Bukankah tadi itu suara aku sendiri kenapa bisa?" bingung Azam.


Sementara di tempat Azam berada, berbagai lubang lorong waktu terus berebut untung menyedot Azam masuk ke dalamnya, tak ada satu pun yang berhasil, karena Azam terus ditarik kebawah oleh lorong waktu yang paling besar.


Entah apa yang terjadi kenapa lorong waktu milik sistem ikon itu sangat tidak beraturan, mungkin jika Azam membuka kedua bola matanya dia akan ditarik oleh salah satu lubang lorong waktu yang lainnya dan sistem tidak bisa menjangkau keberadaan Azam.


"Sebenarnya dimana sistem ikon kenapa dia tidak memberikan informasi apa-apa padaku" keluh Azam.


"Baiklah mungkin ini cara satu-satunya semoga aku baik-baik saja Ya Rabb" doa Azam.


Sampai saat ini Azam tak kunjung membuka kedua bola matanya, karena peringatan dari suaranya sendiri dan terjadi berkali-kali.


"Sistem ikonnnnnn........!" teriak Azam yang semakin menguncang kuat tempat di dalam lorong waktu.


Bahkan Azam merasakan goncangan yang begitu kuat itu. "Apa yang terjadi?" tanya Azam entah pada siapa.


Tapi Azam berusaha tetap menenangkan dirinya agar tidak panik. "Sepertinya aku harus berteriak sekali lagi" putus Azam akhirnya.


"Sistem Ikon......!" teriak Azam semakin kencang.


Brug


Brug


Goncangakan yang tadi Azam rasakan semakin kuat, Azam merasa dirinya ditarik dengan begitu kasar ke dalam jurang yang sangat dalam.


"Ada apa?" Azam semakin bingung dia dibuat kalap sendiri oleh diri sendiri.


Setiap lubang yang ada di dalam lorong waktu itu semakin membesar saat mendengar teriakan Azam yang begitu kerasa, entah apa yang Azam pikirkan sampai dia terus saja berteriak.


Berteriak memanggil sistem yang sudah menyeret dirinya ke dalam lorong waktu yang begitu dalam dan mengerikan, jujur sama selama berada di dalam lorong waktu Azam sama sekali tidak membuka kedua bola matanya.


Sementara itu sistem sendiri sedang berusaha mengumpulkan semua data-datanya agar Azam tidak terjebak di dalam lorong waktu.


Karena data-datangnya yang begitu rumit sistem harus fokus dan tidak bisa menghampiri Azam, sebenarnya sistem tahu jika Azam sedang berteriak memanggil sistem ikon tapi sistem tidak bisa meninggalkan data-data yang sedang dikumpulkan.


Salah sedikit saja maka Azam akan terjebak selamanya di dalam lorong waktu milik sistem ikon.


Anehnya lagi bola sayap sama sekali tidak bisa melewati lorong waktu padahal, bola sayap bagian dari sistem itu sendiri, entah apa penyebabnya sehingga bisa membuat sistem ikon begitu rumit.

__ADS_1


[Kenapa bos Azam terus berteriak ini bisa berbahaya untuk bos Azam jika dia terus berteriak seperti ini, sistem sama sekali tidak bisa membantu]


[Bola sayap! Bola sayap! Bola sayap!] sistem terus mengunjungi bola saya, tapi tak ada sedikitpun tanda-tanda jika bola sayap akan keluar lalu menghampiri sistem ikon yang masih bagian dari bola sayap.


[Bagaimana ini, kenapa bola sayap tidak mendengar sistem, semoga bos Azam bisa bertahan sebentar sedikit lagi akan sampai di tempat yang akan dituju sayangnya sistem sendiri tidak tahu dimanan bos Azam akan singgah]


[Entah lorong waktu akan meletakkan bos Azam dimana, lorong waktu milik sistem benar-benar sangat susah dikendalikan dia seperti memisah sendiri dari sistem]


Azam masih terus berusaha agar dia tak lagi merasakan rasa sakit pada tubuhnya yang terus berdatangan, tak hanya itu saat teriakan Azam tadi Azam merasa dirinya berbenturan dengan benda kerasa.


"Astagfirullah hal-adzim kenapa sakit sekali" keluh Azam sambil memegangi kepalanya.


"Rasanya seluruh badanku remuk semua" keluh Azam.


Dug!


Dug!


Dug!


"Argh, Ya Allah, ada apa ini" lagi-lagi Azam merasakan jika dirinya bertentuaran dengan bendan yang begitu kerasa.


"Benar-benar perjalanan yang begitu melelahkan sudah kedua bola mata ini terasa begitu lengket sekali, sekarang rasanya badan dan kepala sakit semua"


Azam terus saja mengeluh tanpa tahu apa yang sebenarnya dia alami saat ini, Azam merasa dia sudah melewati bermalam-malam di tempat itu tapi tak kunjung sampai dan tak kunjung keluar.


"Sistem ikon kapan aku sampai?" Azam sudah hampir habis kesadaran yang dia milik.


"Kenapa sedari tadi tidak ada jawaban dari sistem ikon, bahkan bola sayap tak keluar aku sudah tidak sanggup lagi"


"Aku merasa seperti dijebak oleh sistem ikon, aku benar-benar sudah tak kuat lagi"


Bruk!


Bruk!


Bruk!


Suara benturan yang sangat kuat tedengar begitu kerasa bersamaan dengan itu Azam tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2