
Bismillahirrahmanirrahim.
setelah mendengar penjelasan dari sistem akhirnya Azzam sampai di rumah tunanetra yang sedari tadi Azam cari.
rumah itu terlihat begitu mewah dan luas namun di depan rumah itu terpajang sebuah banner yang menandakan bahwa itu adalah rumah penampungan untuk orang-orang tunanetra.
"Sepertinya benar ini rumahnya tidak salah lagi" ucap Azam pada diri sendiri.
" yang membuat aku penasaran Apakah orang-orang tunanetra ini sudah tidak memiliki keluarga lagi atau mereka masih memiliki keluarga, tapi keluarga mereka dengan sengaja menitipkan mereka di rumah tunanetra"
"Nanti saja aku memikirkan itu lebih baik sekarang aku bertamu terlebih dahulu, toh lagi pula Nanti aku akan menemukan jawabannya di dalam Insya Allah"
perlahan tangan adzan tergerak untuk menekan bel yang memang sudah tersedia di depan rumah itu.
Ting nong, ting tong, ting tong.
suara bel rumah yang dipencet oleh Azam. "Assalamualaikum" tak lupa Azam pula mau mengucapkan salam sambil memencet bel rumah.
"Waalaikumsalam, Iya tunggu sebentar" Azam mendengar ada suara orang yang menjawab salamnya.
Tak Berapa lama pintu gerbang rumah tunanetra tersebut sudah terbuka dengan sempurna menampakkan seorang wanita paruh baya Yang menyungging Senyum dengan ramah pada Azam.
" Maaf sebelumnya cari siapa ya nak?" sapa wanita itu dengan ramah.
Azzam pun membalas senyuman wanita paruh baya itu takala ramah. " saya ingin bertamu di rumah ini apa boleh bu? saya ingin mengenal doa orang-orang yang tinggal di rumah tunanetra ini" menyampaikan maksudnya datang ke tempat itu.
" Ayo silakan masuk dulu tidak enak jika kita mengobrol di luar"
Azzam pun dengan senang hati mengikuti wanita paruh baya itu masuk ke dalam rumah tersebut Azam dibuat terpana dengan pemandangan yang ada di rumah tunanetra itu, Bagaimana tidak pemandangan yang begitu indah dan memanjakan mata membuat Azam kembali menyungging senyumnya.
biasanya jika orang-orang berpikir rumah tunanetra itu hanya akan berisi orang-orang yang tidak memiliki fisik yang sempurna tapi berbeda dengan ini Azam dapat melihat sebuah taman yang indah dan diisi oleh para orang-orang sedang semangat membaca dan belajar dan kegiatan yang lain-lainnya.
__ADS_1
" Apakah mereka semua tinggal di sini Bu?" tanya Azam pada wanita paruh baya tersebut.
" benar nak, Oh iya kenalkan saya Ibu Minah maaf lupa mengenalkan diri Kalau boleh tahu kamu sendiri siapa namanya?" tanya ibu Minah pada Azam.
"Saya Azam Bu, maksud saya datang ke sini Saya ingin membantu bantu di tempat ini Apakah boleh? sambil saya juga bisa belajar bersyukur atas apa yang masih saya miliki fisik yang Allhamadulilah sempurna, tak ada satupun yang cacat, tidak seperti mereka yang tidak memiliki fisik yang kurang sempurna " ucap Azam dengan sedih.
" pasti sulit bagi mereka untuk menghadapi hari-hari mereka ya Bu?" tak tahu kenapa Azzam menjadi penasaran pada kehidupan orang-orang yang ada di depannya ini.
" Ibu senang mendengarnya anak Azzam kamu ingin membantu mereka kita, harus bersyukur dengan apa yang kita miliki"
" Ayo Ibu antar kamu berkenalan kepada mereka, pasti mereka akan senang jika ada orang baik seperti Nazam mau berkenalan dengan mereka" Ajak Ibu Minah pada Azam.
kedua orang itu menghampiri para anak-anak ada yang sedang belajar ada juga yang sedang bermain setiap satu kelompok orang ditemani oleh satu pekerja di sana.
" Ibu apakah mereka yang berpakaian seragam itu para pekerja yang kerja di sini ada?" tanah Azam pada ibu mina yang mendapati anggukan dari ibu Minah.
"Semuanya sini dengarkan Ibu dulu ada yang ingin Ibu sampaikan pada kalian semua" suara Bu Minah yang sedikit keras membuat mereka semua menjadi memperhatikan.
Tapi tunggu adzan tak memperdulikan sama sekali pada hal itu, fokusnya hanya pada orang-orang yang mengalami netral itu.
' Ya Robb Maafkan hambamu ini yang kurang bersyukur' batin Azam sungguh hatinya terasa teriris melihat pemandangan saat ini.
yang membuat aja merasa sangat suka dengan mereka karena Azam kita mendengar keluh kesah yang keluar dari mulut mereka malah hanya ada senyum yang Azam lihat.
" kalian semua kenalkan dia Kak Azam yang akan membantu kalian" ucap Bu Minah.
senyum orang-orang itu semakin mengembang senyum mereka kala mendengar Adzam akan menjadi salah satu orang yang merawat mereka rata- rata para tunanetra itu sekitar anak-anak berumur 6 sampai 17 tahun baik laki-laki maupun perempuan.
" Hai semua kenalkan nama kakak Azzam, Salam kenal untuk kalian semua" ucap Azam dengan ramah.
" Salam kenal juga Kak Azam" ucap mereka semua dengan kompak.
__ADS_1
"Sudah perkenalannya dengan Kak Azzam biar Ibu menghadap ke Azam istirahat dulu sebentar nanti dia akan menyusul kalian " mereka mengangguk setuju.
" Mari nak Azzam ikut ibu ditaruh dulu tas ransel mu"
Azam mengangguk setuju dan mengikuti Ibu Minah masuk ke dalam rumah mewah itu, lagi-lagi Azam dibuat terpana dengan pemandangan di hadapannya Karena penasaran akhirnya Azam bertanya pada ibu Minah.
" Ibu apakah semua gambar-gambar itu mereka yang membuatnya?"
Azam dan ibu Minah sama-sama memandang gambar yang terpajang di dinding rumah tersebut kedua mata mereka terlepas dari lukisan-lukisan itu sambil Ibu Minah menjawab pertanyaan yang Azam lontarkan pada dirinya.
" Benar Nak zam semua itu lukisan mereka mereka bukan hanya berbakat dalam menggambar tapi ada beberapa yang memiliki IQ yang tinggi walaupun fisik mereka tidak sempurna seperti kita" jelas Ibu Minah pada Azam.
" Masya Allah indah sekali ibu lukisannya" puji Azam.
Mungkin ini untuk pertama kalinya Azam memuji seseorang, Azam benar-benar menyukai lukisan-lukisan yang terpajang di dinding itu.
"Ayo nak Azam Ibu Tunjukkan dulu di mana kamarmu"
"Baik bu"
Azzam paham sekarang walaupun rumah itu terlihat begitu mewah tapi hanya ada beberapa kamar yang berjajar tak ada ruang khusus untuk para keluarga.
" Ibu maaf aku bertanya lagi apakah 20 karyawan ibu semuanya tinggal di rumah ini?"
"Dari mana nak Azzam tahu jika aku memiliki 20 karyawan" selidik ibu Minah.
" aku sempat menghitung para orang-orang yang berseragam tadi Bu sepertinya ada sekitar 11 orang perempuan dan 9 laki-laki"
" Iya Ibu lupa mereka semua ada di sana tadi, Ya sudah sekarang kamu terserah mau istirahat dulu atau mau langsung bergabung bersama mereka, Ibu mengucapkan terima kasih pada na Azzam karena sudah berkenan singgah di rumah tunanetra ini"
"Sama-sama bu"
__ADS_1