Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system

Mengenal Sang Pencipta dengan bantuan system
Bab 44. Memancing


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Semua keadaan sudah kembali normal di Desa Sumber Jaya setelah beberapa hari para penduduknya membereskan kekacauan yang terjadi akibat peperangan yang ditimbulkan oleh dua kelompok berpengaruh di beberapa negara.


Siapa lagi kalau bukan kelompok Robert dan mafia black bar. para penduduk desa Sumber Jaya merasa lega karena Azzam berhasil mengusir mereka semua.


Sudah beberapa hari ini juga keadaan Desa Sumber Jaya sudah kembali normal seperti sebelum kedatangan mafia Black bar di desa mereka.


Kedamaian dan ketentraman kembali terjaga di desa Sumberjaya itu. " Aji sepertinya sebentar lagi aku harus pamit pergi dari Desa ini aku meminta maaf jika aku banyak salah padamu "


" Kamu ngomong apa sih Zam!"


"kamu serius segera mau pergi dari Desa ini, Ayolah Zam Jangan buru-buru Pergi tinggallah beberapa waktu lagi di desaku ini semenjak ada kamu Aku merasa seperti memiliki teman"


Azam memukul pundak Aji Sedikit keras. " kamu pikir mereka para anak muda yang ada di sini bukan teman kamu hah?"


" bukan begitu maksudnya Azam! hanya saja jika kamu pergi pasti rasanya akan berbeda dan aku juga kesehariannya sudah selalu bersama kamu ya pasti aku akan merasa ada yang hilang nantinya"


" mohon maaf ya Aji aku tunggu tidak peduli!"


" Asem kamu Zam!"


kedua orang itu kini tengah menikmati suasana sore sambil memancing di sebuah kolam yang ada terletak di dekat Desa Sumber Jaya.


hari semakin sore tapi tak membuat kedua orang itu Beranjak Pergi dari kolam tersebut karena memang Aji dan Azam datang memancing sekitar jam 04.00 sore setelah azan selesai melaksanakan salat ashar terlebih dahulu.


saat sedang asyik memancing tiba-tiba Azzam mendengar sistem ikon datang untuk memberi informasi pada dirinya Azam memasang kupingnya untuk mendengarkan informasi apa yang akan disampaikan oleh sistem ikon.

__ADS_1


Padahal sistem itu baru saja kemarin menemui dirinya tapi hanya informasi tentang keluarganya saja Azam merasa lega karena dia melihat keluarganya baik-baik saja dan Erlang tetap fokus bekerja sebagai CEO di perusahaan Abraham Group perusahaan itu kini semakin berkembang semenjak dipegang oleh orang.


( Ting Ting! Ting sistem ikon kembali dengan informasi untuk memberitahukan kepada bos Azam. bahwa misi keempat anda akan segera dimulai)


( seperti biasa sistem akan memperingati anda untuk bersiap menjalankan misi selanjutnya mungkin misi keempat akan lebih slow daripada misi sebelum-sebelumnya)


( hanya tinggal 70% lagi bos azan akan mencapai level kebahagiaan di 100% setelah level kebahagiaan Bos Azza mencapai 100% Bos Azan sudah bisa pulang ke rumah dan kembali bersama keluarga Gus azan bisa berkumpul lagi dengan keluarga Gus Azzam di rumah)


" Baiklah aku akan segera mempersiapkan diri balas Azam"


Informasi yang diberikan oleh sistem ikon pada Azam sama sekali tidak bisa didengar Aji yang duduk di sebelah azan karena hanya azan yang dapat mendengar informasi dari sistem ekonomi.


( besok atau tidak Nanti malam sistem icon akan kembali lagi pada bos Azzam dan memberitahukan misi apa yang akan Bos Azzam lakukan dan juga kapan misi itu akan segera dilaksanakan)


setelah informasi itu diberikan pada Azam cahaya putih transparan yang hanya bisa dilihat oleh Azam itu menghilang begitu saja ternyata cahaya putih itu salah satu dari cahaya yang dimiliki oleh sistem ikon.


" Woi Azzam! Kenapa kamu bohong saja ada yang kamu pikirkan?"


Azam menoleh pada Aji yang duduk di sebelahnya itu, Azzam baru menyadari jika Haji ternyata sudah mendapatkan dua ikan yang cukup besar mungkin karena dia terlalu fokus pada sistem ikon sehingga Azam tidak menyadari hal itu.


" tidak ada apa-apa kok Aji, Oh iya Sejak kapan kamu mendapatkan dua ikan nila ini?"


" kamu serius tidak melihat aku menarik pancing ketika mendapatkan ikan nila ini, pantas saja sudah dari tadi aku menarik sendirian kesusahan tapi kamu tidak sama sekali membantu"


" Apa kata dari tadi kamu hanya melamun saja Azam? Apa yang sedang kamu pikirkan sebenarnya apakah tentang perusahaan Abraham Group"


" Bukankah perusahaan itu semenjak dipegang oleh Erlang semakin maju dan berkembang pesat bahkan CEO pengganti di Abraham group terkenal begitu ramah pada setiap karyawannya"

__ADS_1


" tidak seperti CEO pemilik Abraham group yang sebenarnya terkenal begitu dingin dan Acuh terhadap orang lain " Sindir Aji.


Dia bermaksud menyindir Azam yang merupakan CEO dari perusahaan Abraham, ternyata Azam memang sudah terkenal di mana-mana jika memiliki watak yang dingin dan tidak berinteraksi dengan orang lain.


tapi hal itu terjadi sekitar hampir 2 tahun silam 2 tahun saat ini Azzam sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik, Bahkan dia seakan merasakan menjadi seorang yang tidak memiliki apa-apa.


Azzam tak menghiraukan Aji yang terus mengoceh dia membiarkan saja Aji mengoceh sampai puas lama-lama dia akan berhenti sendiri tanpa Azam yang menghentikan.


tak mendengar suara Aji lagi akhirnya Azzam pun bersuara. " sudah capek ngocehnya Aji?" tanya Azam.


Aji diam tak menjawab. Melihat Aji tak menjawab pertanyaannya Azam pun kembali bersuara. " kalau begitu lebih baik kita pulang saja hari sudah sampai maghrib, setelah itu kita akan membakar hasil pancingan ini"


" ayo pulang " ajak Azam pada Aji.


" Baiklah aku akan mengalah padamu Azzam saat ini karena Sebentar lagi kita tidak akan bertemu aku tahu pasti kamu banyak hal yang harus dilakukan tidak untuk mengurus Desa Sumber Jaya ini saja"


" aku berterima kasih karena kamu dengan sukarela mau menolong orang-orang di desa kami ini, aku tidak bisa membayangkan jika Desa Sumber Jaya ini jatuh ke tangan mafia Black entah bagaimana nasib para penduduk desa nantinya"


Hmmmmmm.


angin yang terus berhembus membuat keduanya merasa nyaman dan tak terganggu sama sekali keduanya mengobrol seperti seorang yang sudah lama menjalani hubungan pertemanan.


" Sudahlah Aji yang lalu biarlah berlalu jangan diungkit lagi ini untuk pelajaran kita semua agar berhati-hati terhadap orang lain"


" untuk masalah mafia Black bar sudah takdir sama puasa jika mereka tak mungkin bisa menguasai Desa Sumber Jaya ini, karena yang berhak adalah kalian para penduduk desa Sumber Jaya kalianlah yang berhak menempati Desa ini. Dengan tangan kalian Desa ini bisa terawat dengan sangat baik"


"Sudah yang berlalu jangan diungkit lagi Ayo sekarang kita pulang" ajak Azam lagi pada Aji

__ADS_1


keduanya pun pulang ke rumah Aji dengan membawa hasil pancingan mereka, toleransi antara Azam dan Aji memang benar-benar saling menghargai satu sama lain


__ADS_2