Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 11 Dio Membonceng Nita Naik Motor


__ADS_3

Wisnu akhirnya mulai bicara untuk keputusan Dio saat. "kalau menurut gue...mending lo terima tawaran Nita, siapa tau dia memang butuh bantuan lo…" ucap Wisnu memberikan saran. "Tapi itu tinggal keputusan lo aja sih…"


"Sebenarnya gue pengen bantuin dia...tapi…" Dio terdengar berpikir keras. 


"Lagian gak ada salahnya kan lo bantuin tuh cewek...siapa tau lo bisa lebih dekat lagi dengan dia…" ucap Wisnu memberi semangat. 


"Huh…" Dio menghembuskan nafas untuk mengambil keputusan. "Oke...gue terima…" ucapnya kemudian menerima tawaran Nita. 


"Nah...gitu dong…" ucap Wisnu sangat senang mendengar jawaban Dio. "Mending lo buruan jih temuin dia…" ucapnya sambil memaksa Dio menuruni tangga. 


Dio langsung berjalan menuruni tangga lalu menuju ke UKM band di kampus itu. Dia melihat Nita yang menunggunya dengan sabar disana. Nita langsung tersenyum saat melihat Dio datang.


"Sudah gue duga...lo pasti datang…" ucap Nita tersenyum karena sangat senang sekali. 


"Sekarang anak-anak sudah nungguin kita di parkiran…" ucap Nita sambil memegang tangan Dio untuk mengikutinya. 


Tiba-tiba Dio seakan melihat sesuatu saat dia dan Nita berjalan sambil berpegangan tangan. Nita ternyata merasakan hal sama seperti yang Dio rasain. Mereka tiba-tiba berhenti seketika itu juga. Sesaat Dio melihat Nita terdiam, dia kemudian mencoba mendekati Nita. 


"Lo kenapa?..." tanya Dio sambil menepuk pundak Nita. 


"Hah!..." seru Nita karena kaget dikejutkan oleh Dio. Dia kemudian melepaskan tangannya dari Dio. "Buruan...anak-anak sudah nungguin…" ucapnya lalu berjalan mendului Dio. 


Dio tau betul apa yang saat ini Nita rasain. Nita melihat saat mereka berjalan bersama di taman sambil berpegangan tangan. Namun Dio tidak bisa menceritakannya pada Nita. 


Mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran kampus. Ternyata band yang dimaksud Nita adalah band yang membuat Dio dan Nita memiliki album di masa depan. Mereka ternyata sudah siap dengan pakaian manggung mereka. 


"Halo teman-teman…" sapa Nita pada teman-temannya.


"Wah...siapa tuh Ta?..." seorang cewek yang memegang stik drum. 


"Cowok lo ya?..." tanya seorang cowok yang menggendong tas gitar di punggungnya. 


"Dia Dio...dia yang akan mengisi vocal dan gitaris di band kita…" jawab Nita sambil tersenyum. "Yo...kenalin...dia Kelvin Febriandy…dan dia Abelia Agnes Tasya…" ucap Nita memperkenalkan teman-temannya pada Dio. 

__ADS_1


"Dio Alfino…" jawab Dio sambil menyalami mereka satu-persatu. 


"Salam kenal…" ucap Abel sambil menyalami Dio. 


"Mohon bantuannya ya Yo…" ucap Kelvin yang juga menyalami Dio. 


"Jadi kita mau ngapain sekarang?..." tanya Dio sambil tersenyum. 


"Kita mau tampil…" jawab Nita sambil tersenyum. 


"Tampil?...maksud lo?..." tanya Dio benar-benar tidak mengerti. 


"Iya...kita mau mengisi acara di sebuah kompetisi band…" jawab Kelvin menjelaskan. 


"Bentar…tapi kita mainin lagu apa sih?..." tanya Dio kemudian berusaha agar dia tidak salah lagu saat mereka tampil. 


"Yang terdaftar sih lagu Jengah dari Pas Band…" kali ini Nita yang menjawab. 


"Santai aja Yo...gue yakin lo bisa...sebab kata Nita suara lo bagus dan cara lo bermain gitar sangat keren…" jawab Abel sambil tersenyum. 


"Oke deh...kalau begitu…" Dio terlihat sudah pasrah. 


Sesaat kemudian Nita terlihat mengambil sesuatu dari tasnya. Ternyata dia mengeluarkan sebuah kaos yang berwarna hitam berlogokan tengkorak. "Ini buat lo…" ucap Nita. "Kita ganti pakaiannya setelah sampai disana aja…" ucapnya tanpa mendengarkan pendapat Dio tentang pakaian itu. 


"Kita kesana naik apa?..." tanya Dio terlihat polos banget. 


"Ya...naik motor sendiri-sendiri lah…" jawab Kelvin dengan santai. "Gue berangkat sama Abel, dan lo naik motor lo sama Nita," ucapnya menambahkan. 


"Gue sama Nita?..." tanya Dio dengan gugup. Dia kembali teringat kejadian yang mengakibatkan Nita meninggal, itu karena kecelakaan yang diakibatkan olehnya saat menyetir mobil. 


"Ya...iyalah…" jawab Abel sambil tersenyum. 


"Gak ada masalah kan Yo?...kalau gue ikut nebeng dengan lo?..." tanya Nita ingin meyakinkan. 

__ADS_1


"Iya...gak masalah…" jawab Dio berusaha sesantai mungkin,  tapi terlihat sekali tangannya gemetaran. 


Itu terjadi sampai dia duduk diatas motornya. Tangannya bergetar semakin kencang ketika Nita mulai menaiki motornya. Nita yang sadar dengan apa yang Dirasakan oleh Dio sekarang. 


"Lo pertama kali ya ngebonceng cewek?..." tanya Nita yang duduk di belakang Dio. Sementara Dio hanya bisa mengangguk pelan. "Lo nyantai aja...anggap aja ini kayak lo ngebonceng teman cowok lo…" ucap Nita berusaha memberikan sugesti pada Dio. 


"Sayangnya lo gak tau apa yang terjadi saat gue ngebonceng lo terakhir kali...kalau lo tau...lo pasti gak bakalan mau gue bonceng…" ucap Dio dari dalam hatinya. 


Dio berusaha setenang mungkin mulai menjalankan motornya. Motornya mulai keluar dari area parkiran kampus. Mereka mengikuti motor milik Kelvin dan Abel. 


Diperjalanan Nita mulai memeluk perut Dio dari belakang. Kembali Dio seperti kembali merasakan saat dia membonceng Nita naik motornya. Sesaat Dio tersenyum menikmati perjalanannya bersama Nita. Begitu juga dengan Nita sepertinya merasakan apa yang Dirasakan Dio saat ini. Itu sebabnya Nita menganggap Dio seperti pacarnya sendiri. 


Motor milik Kelvin memasuki area kampus. Disana sudah berkumpul beberapa orang yang yang memakai pakaian selayaknya band rock atau funk. Dio merasa dia salah kostum saat ini, sebab hanya dia yang memakai pakaian biasa. 


Pantes aja Kelvin meminta mereka memainkan sebuah lagu yang berjudul Jengah dari Pas Band. Untungnya dia sudah pernah memainkan lagu itu saat dia ngeband saat SMA. Untungnya karena dia berposisi sebagai vocal dan gitar, jadi dia hanya memainkan lead gitar dari lagu itu. 


Setelah sampai mereka langsung memarkirkan motor mereka di parkiran kampus. Setelah itu mereka langsung masuk untuk mengisi absen mereka. Saat mereka sedang asyik bersantai tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil Dio. 


"Yo?..." teriak Seseorang. 


Dio berkeliling melihat datangnya suara, ternyata itu adalah suara panggilan dari Gio. Disana ternyata juga ada Anton dan teman-temannya. Kemudian Gio dan Anton menghampiri Dio yang berkumpul dengan Nita. 


"Lo ngapain disini?..." tanya Anton pada Dio. 


"Gue ingin mengikuti kompetisi band bareng teman gue…" jawab Dio dengan santai. 


"Seriusan?..." tanya Gio terkejut. "Lo mau tampil pakai pakaian lo di kampus?" tanyanya sambil melihat Dio. 


"Gue bakalan memakai ini…" ucap Dio sambil menunjukkan kaos yang diberikan oleh Nita. 


Saat itu juga tanpa mikirin orang yang ada disana, dia langsung membuka pakaiannya. Para cewek yang ada disana melirik ke arah Dio. Terlihat lekuk tubuh Dio yang berisi dan ramping. Setelah dia memakai pakaian hitamnya, baru para cewek membalikkan pandangannya dari Dio. 


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2