Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 33 Berkunjung ke Asrama Flower Garden


__ADS_3

Hari ini Dio, Nita, Dicky, dan Rasya mengantarkan Genta pergi ke sekolah. Untungnya sekolahnya sangat dekat dengan kos mbak Dara. Genta saat ini sudah masuk sekolah kelas 1 SMP. 


Setelah mengantarkan Genta pergi ke sekolah, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan menemui Mirhan. Tadi malam Mirhan meminta mereka untuk datang langsung ke asrama Flower Garden. Mirhan tidak mau memberitahukan berapa dia akan membayar Dio dan bandnya. Dia lebih memilih membicarakannya secara langsung. Itulah kenapa dia meminta mereka datang ke asrama. 


Dio sengaja tidak mengajak Anton dan Gio, karena saat ini mereka sedang sibuk. Namun mereka sudah bilang menerima setiap keputusan yang diambil oleh Dio. Dicky dan Rasya duduk di depan dengan Dicky yang menyetir mobil. 


Ternyata tempat itu berada tepat di sudut ibu kota. Dicky terlihat sudah hafal dengan wilayah itu. Dicky membawa mobil dengan santai, tidak terlalu cepat, dan tidak juga terlalu pelan. 


Akhirnya mereka memasuki sebuah jalan yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Jalan itu bisa dibilang cukup untuk dilewati mobil yang lalu lalang. Ternyata di jalan itu pun dilalui banyak sekali mobil dan motor. 


"Kita mau kemana sih Ky?..." tanya Nita yang terlihat pusing. 


"Kita bakalan ke asrama Flower Garden…" jawab Dicky sambil tersenyum. 


"Emang anak bernama Mirhan ini tinggal disini?" tanya Dio terlihat menyangsikan. "Bukannya kata lo dia anak orang terkaya di kota ini?..." tambahnya bertanya. 


"Dia memang anak orang kaya, atau lebih cocok dipanggil Anak Sultan…" ucap Rasya menjelaskan. "Tapi dia memilih tinggal disini karena satu anak yang bernama Ryu…" tambahnya menjelaskan. 


"Dan Ryu adalah mantannya Rasya…" ucap Dicky seakan menyindir Rasya. 


"Jadi lo punya pacar anak kelas tiga SMA?..." tanya Nita terlihat sangat bersemangat. 


"Iya...tapi gue udah putus sama dia…" jawab Rasya terlihat sangat bete. 


"Sorry ya Sya?..." Nita terlihat sangat bersalah. 


"Gak masalah juga sih, sebab kami putus bukan karena sebuah konflik…" jawab Rasya kemudian terlihat kembali tersenyum. "Kami putus karena dia sayang sama gue, dia ingin gue lebih fokus buat ujian akhir nasional kemarin…" tambahnya lagi. 


"Pemikiran tuh anak kadang lebih jauh dari yang kita pikirkan...bahkan kebanyakan pengambilan keputusan dan menyelesaikan masalah…" ungkap Dicky menceritakan mengenai sahabatnya bernama Ryu. 

__ADS_1


"Emang dia sesempurna itu ya Sya?..." tanya Nita terlihat sangat penasaran dengan cowok bernama Ryu. 


"Gak ada orang yang sempurna...orang seperti Ryu tetap memiliki kekurangan…" jawab Rasya sambil tersenyum. "Dia adalah orang yang paling jorok sedunia, udah gitu gak terlalu memikirkan penampilan, dan lagi jarang mandi…" ungkap Rasya dengan sengaja membuka aib anak bernama Ryu, karena dia sudah bukan menjadi pacarnya lagi. 


"Sekarang aja...lo ngejelekin dia...dulu lo belain banget…" ucap Dicky sambil tertawa. 


Sementara Dio yang dari tadi hanya diam memperhatikan jalan yang mereka lewati. Dia tidak berminat mengikuti pembicaraan mereka semua. Sedangkan Nita tertawa melihat kekocakan yang ditunjukan Rasya dan Dicky. 


"Woi bro!..." panggil Dicky kepada Dio. 


"Oh...hah...apa?..." tanya Dio sedikit terkejut.


"Lo kenapa sih bro?..." tanya Rasya kemudian. 


"Gue lagi mikirin tentang rencana penampilan kami nanti…" jawab Dio sambil berbalik ke Rasya. 


"Yaelah...santai aja kali Yo...ini hanya manggung di SMA kok...bukan manggung di konser besar…" ucap Dicky menyemangati. "Jangan terlalu lo pikirin lah…" tambahnya lagi. 


"Kita manggung dibayar...jelaslah gue harus mikirin sesuatu yang akan menghibur mereka…" ucap Dio mengutarakan pendapatnya.


"Terserah lo deh, bro…" ucap Dicky yang terlihat sudah menyerah berdebat dengan Dio. 


Mobil mereka akhirnya sampai di sebuah rumah yang bergaya klasik. Di samping rumah di sebelah kiri ada sebuah warnet yang diberi nama warnet Flower Garden. Sedangkan di sebelah kanan ada bakso bertuliskan Bakso 68.


Mobil Dicky diparkirkan di depan rumah itu di belakang sebuah mobil bermerek alphard. Mobil itu terlihat sangat besar dengan warna hitam. Mobil ini biasanya dimiliki para artis terkenal atau orang-orang kaya. 


Sesaat Nita terpana memandangi mobil itu, sebab dia tidak pernah menaiki mobil itu selama ini. Mobil yang biasanya dinaikinya milik bos mafia itu hanya mobil bermerek BMW. Itu pun Dia kurang nyaman duduk di mobil itu, karena harus duduk di samping laki-laki tua itu.


"Ayo buruan masuk…" ucap Rasya ke Nita dan Dio. 

__ADS_1


Sementara Dio hanya melihat-lihat rumah itu. Dia seperti mengenal orang yang bernama Ryu yang diceritakan oleh Rasya. Namun dia lupa dimana dia pernah melihatnya. 


"Iya...sabar napa Ky…" jawab Dio lalu mengikuti Dicky dan Rasya. 


"Oke…" jawab Nita yang mengikuti Dio. 


Dicky kemudian memencet bel yang terletak di samping pintu rumah. Tidak beberapa lama kemudian pintu rumah itu terbuka. Muncullah seorang wanita yang yang mungkin seumuran dengan mbak Dara. Wanita itu tersenyum ramah pada Dicky dan Rasya. 



Ibu Manda


"Dicky...Rasya…" serunya sangat senang sekali. "Sudah lama sekali ya? Kalian gak berkunjung ke rumah ini…" 


"Kebetulan kami ada urusan dengan Mirhan bu…" jawab Rasya sambil berciuman pipi kiri dan pipi kanan dengan wanita itu. 


"Oh begitu…" ucap wanita itu sambil tersenyum. "Mereka siapa?..." tanyanya setelah melihat Dio dan Nita. 


"Oh ya bu...perkenalkan dia Nita dan Dio…" ucap Dicky memperkenalkan teman-temannya. "Dio,  Nita, kenalin...beliau ibu Manda...guru kami dan pengawas asrama Flower Garden…" ucap Dicky memperkenalkan ibu Manda. 


Dio dan Nita lalu bersalaman dengan ibu Manda. Ibu Manda memakai pakaian kaos cewek berwarna putih dan celana pendek berwarna levis. Dia tersenyum melihat Nita dan Dio yang dianggapnya berpacaran. 


"Oh...iya...silahkan masuk dulu...kebetulan hari ini anak-anak kelas tiga sedang libur…" ucap ibu Manda mempersilahkan bekas murid dan teman muridnya itu masuk ke dalam rumah. 


Mereka kemudian memasuki rumah itu yang disebut sebagai asrama. Mereka memasuki ruang tamu yang sangat bersih. Di ruang tamu itu terdapat beberapa furniture yang bisa dibilang mahal. Mereka kemudian duduk di sebuah sofa yang berwarna putih bersih. 


"Tunggu sebentar ya?...aku bikinin kopi atau minuman dulu…sekalian aku panggilin Mirhan dan Ryu..." ucap ibu manda setelah tamu-tamunya duduk. 


Ibu manda lalu pergi ke lantai atas untuk memanggilkan muridnya dengan menaiki tangga. Cukup lama dia berada di lantai atas untuk memanggil kedua muridnya itu. Rasya dan Dicky sangat tau siapa yang susah dibangunkan.

__ADS_1


Kemudian mereka yang dibawah terkejut mendengar suara yang sangat keras, termasuk Dio dan Nita."Woy!...Jin Botol!...Bangun!..." suara itu lebih keras dibanding suara speaker untuk konser.


Bersambung...


__ADS_2