
Di pagi ini Dio sedang duduk di balkon yang ada di kosnya. Dia seperti biasanya selalu duduk di sana untuk merokok. Dia bukan hanya merokok di sana, tapi juga mengarang sebuah lagu dadakan.
Dia sebenarnya sedang memikirkan keadaan Nita saat ini. Malam tadi mereka membantu Nita dan Genta pindah rumah dari rumah sebelumnya ke kos mbak Dara. Untung aja mbak Dara sangat baik, dan mau mengizinkan mereka tinggal disana. Namun mereka tetap harus membayar kos untuk tinggal disana.
Rupanya dari tadi Nita memperhatikan Dio yang bernyanyi sambil bermain gitar. Dia sebenarnya sangat ingin mendekati Dio, tapi dia tau Dio tidak akan mau di dekatinya. Dia hanya berdiri sambil mendengarkan Dio bernyanyi sangat merdu.
Nita saat ini memakai baju berwarna putih garis-garis hitam. Dia juga memakai kacamata baca yang sangat cocok dengan wajahnya. Itu cukup membuat Nita terlihat sangat cantik. Meski sekarang dia tidak memakai make up karena pagi sekali.
Anita memakai kacamata
"Lo suka sama Dio?..." tanya seseorang yang berdiri di belakang Nita.
"Ah...oh lo?...L…" ucap Nita terkejut dikejutkan oleh L. "Ngomong apa sih lo?..." tanyanya berusaha menyangkal.
"Lo gak usah bohong kali…" ucap L lalu memakan apel dengan lahap. "Gue bisa lihat dari mata lo…" ucap L sambil tersenyum.
"Lo diem gak?…" pinta Nita sambil menutup mulut L.
"Oke...oke…" jawab L yang mulutnya dibekap Nita.
"Lo janji gak bakalan cerita ke siapapun?..." tanya Nita meyakinkan.
"Iya...gue janji…" jawab L terlihat kesal. "Gue bingung kenapa Dio sangat sayang sama lo…" L sengaja mengungkapkan itu untuk menggoda Nita.
"Bentar...maksud lo apa?..." tanya Nita sangat mendengar apa yang diucapkan L.
"Ngomong apa ya?..." L terlihat nyengir lalu menggigit apelnya.
Mendengar apa yang L ucapkan membuat Nita tersenyum sendiri. Dia sangat senang mendengar apa yang L ucapkan tadi. L sangat senang melihat tingkah Nita yang tiba-tiba baper.
Dia kemudian mendekati Dio yang sedang bermain gitar. Saat ini Dio sedang menyanyikan sebuah lagu ciptaannya. Dia belum menemukan apa judul lagu yang dia nyanyikan. Namun kalau di dengar dari liriknya lagu yang dinyanyikan Dio adalah lagu yang sangat indah.
L kemudian duduk di sebelah Dio sambil tersenyum. Kemudian dengan sengaja dia menghentikan waktu untuk bisa bicara dengan Dio. Dio yang tadinya bermain gitar, tiba-tiba terhenti begitu saja.
"Kenapa lagi sih?..." tanya Dio sangat kesal diganggu L. "Lo bisa gak sih biarin gue menenangkan pikiran bentar aja?..."
__ADS_1
"Lo liat siapa yang sedang menonton lo…" ucap L sambil menunjuk ke belakang Dio.
Disana Dio melihat Nita yang berdiri menyaksikannya bermain gitar. Dio tersenyum melihat Nita begitu cantik di pagi ini. Sementara Nita tidak sadar Dio melihatnya, karena saat ini L sedang menghentikan waktu.
"Terus gue harus gimana?..." tanya Dio sedikit baper.
"Bermain seperti biasa aja bro…" L menjawab pertanyaan Dio dengan santai.
"Lo ngapain ngajak Nita ngekos disini?..." tanya Dio pada L tentang rencana dia tadi malam.
"Kalau dia tetap di rumah itu, dia bakalan tetap ditemui oleh laki-laki tua itu...kedatangannya kedua ini pasti akan membuat masalah buat Nita dan Genta adiknya…" ungkap L dengan serius.
"Ya...tapi bisa ditempat lain aja kan?..." tanya Dio yang masih mengasuh gitarnya.
"Justru kalau dia tinggal di tempat lain akan tambah membuat dia dalam bahaya…" jawab L menjelaskan.
"Bukannya dengan dia tinggal disini malah akan membuat gue jadi deket sama dia lagi…" ucap Dio terlihat kesal. "Masalahnya lo minta gue menjauhi dia, tapi dia lo suruh tinggal di kos ini...mau lo sebenarnya apa?..."
"Lo takut bakalan baper?..." tanya L to the point.
"Tapi jangan sampai lo pacaran sama dia…" L kembali memperingatkan.
"Ngomong doang mah enak L...lo gak rasain sih apa yang gue rasain…" keluh Dio sambil menghembuskan asap rokok.
L lalu mengembalikan jalannya waktu seperti semula. Nita terdiam karena dia merasa ada yang aneh. Kemudian dia menemui Dio sedang merokok.
"Bukannya tadi lo sedang nyanyi?..." tanya Nita pada Dio.
"Gue udah selesai menyanyi dari tadi kali…" jawab Dio dengan santai.
"Yaudah bro...gue tinggal dulu ya?..." ucap L kemudian berjalan ke dalam rumah.
"Lo mau kemana?..." tanya Dio pada L.
"Gue benci kalau cuman jadi obat nyamuk...lagian lo pada pengen pacaran kan?..." tanya L sambil tersenyum.
"Sialan...sebenarnya mau dia apa sih tentang hubungan gue sama Nita?..." keluh Dio dari dalam hati.
__ADS_1
"Gue pengen nanya sama lo…" Nita kemudian duduk di samping Dio.
"Nanya apa?..." tanya Dio terlihat sangat khawatir.
"Dari mana lo tau bahwa laki-laki tua itu akan datang ke rumah gue?..." tanya Nita terlihat sangat serius.
"Ya...gue…" Dio terlihat berpikir sangat keras untuk mencari jawaban yang lebih masuk akal.
"Ayo...jawab…" paksa Nita dengan tidak sabar.
"Bukannya L sudah bilang bahwa gue liat mobil yang bergerak ke arah rumah lo…" jawab Dio sekenanya.
"Dari mana lo tau itu mobil milik bos mafia itu?..." tanya Nita lagi.
"Gue hanya menebak…" jawab Dio sambil merokok.
Sebenarnya saat ini dia benar-benar grogi didekati Nita. Dia sangat ingin meninggalkan Nita, tapi dia tidak mendapat alasan yang cocok. Saat ini Nita pasti curiga dengan gelagat aneh dari Dio.
"Lo bohong…" ucap Nita mengambil kesimpulan.
"Ngapain gue harus bohong?..." tanya Dio berusaha menyangkal.
"Lo di waktu yang tepat nyelametin gue dari jatuhnya lampu itu, terus lo datang di waktu yang tepat sebelum laki-laki tua itu datang dengan anak buahnya...apa itu tidak aneh?..." tatapan Nita sangat tajam ke arah Dio. Itu cukup membuat Dio sedikit tegang tidak bisa menjawab pertanyaan Nita.
"Semua hanya kebetulan…" jawab Dio dengan santai.
"Malam tadi Genta cerita ke gue, lo berjanji bakalan lindungi gue dan dia...lindungi dari apa?..." tanya Nita dengan sangat serius.
"Kalau lo gak mau gue lindungi ya sudah…" jawab Dio dengan ketus kemudian pergi meninggalkan Nita.
Tiba-tiba dia melihat sesuatu yang akan terjadi pada Nita. Dia melihat Nita yang akan terjatuh ke lantai karena sesuatu. Itu terjadi setelah dia berjalan meninggalkan Nita.
Benar saja setelah dia meninggalkan Nita hal itu benar-benar terjadi. Nita terpeleset karena menginjak sesuatu yang licin. Dengan sigap Dio menangkapnya agar tidak terjatuh ke lantai. Nita kembali terkejut dengan apa yang Dio lakukan.
Dio menatap Nita dengan sangat perhatian. "Lain kali kalau jalan hati-hati…" ucap Dio memarahi Nita.
Bersambung...
__ADS_1