
Sebelumnya:
Dio lalu membawa minuman itu dengan sangat hati-hati. Sementara mbak Dara mengikutinya dari belakang. Setelah mereka menaiki tangga, tiba-tiba mbak Dara terpeleset lalu jatuh ke lantai.
"Au!..." seru mbak Dara meringis kesakitan.
Wisnu langsung berinisiatif menolong mbak Dara. "Mbak gak apa-apa?..." tanya Wisnu menanyakan keadaan mbak Dara.
"Iya...mbak gak apa-apa kok, untung Dio yang membawakan minuman itu, kalau gak bisa tumpah semuanya…" ucap mbak Dara kemudian kembali berdiri dibantu oleh Wisnu.
L cukup puas melihat apa yang terjadi barusan. Dia tau bahwa Dio sudah melihat kejadian yang akan terjadi dari jam tangan itu. Jam tangan itu seperti sebuah alat untuk memberitahukan apa yang akan terjadi di masa depan.
Oke...kita lanjutkan…
Saat ini Dio dan L berbicara dengan serius di kamarnya. Kebetulan saat ini mbak Dara minta tolong Wisnu untuk mengantarkannya ke dokter. Dia merasa pinggangnya agak terasa sakit.
Dio dan L duduk sambil minum minuman yang dibuatkan mbak Dara untuk mereka. L terlihat seperti manusia pada umumnya minum kopi susunya. Sementara Dio dengan santainya minum susu coklatnya.
"Jadi ini alat apa?..." tanya Dio pada L sambil memperlihatkan jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Ini adalah jam tangan…" jawab L sambil minum kopinya.
"Iya...gue tau…" tanggap Dio dengan kesal. "Tapi...kenapa gue bisa melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan setelah memakai ini?..." tanyanya lebih jelas.
"Soal itu…" ucap L lalu mengambil sebuah apel dari tasnya. Dia kemudian memakan apel itu dengan santai. "Itu adalah jam tangan yang bisa melihat kejadian di masa depan…" jawab L dengan santainya. "Dengan jam tangan itu...lo bisa melihat kejadian penting di masa depan...jadi lo punya kesempatan buat merubahnya…" tambahnya menjelaskan dengan rinci.
"Jadi apa alasan lo merubah fisik lo menjadi manusia?..." tanya Dio dengan serius ke L.
"Mulai sejak sekarang nyawa lo dan Nita akan lebih berbahaya...sebab lo udah merubah alur waktu menjadi lebih berbahaya…" ungkap L dengan serius.
__ADS_1
"Apa ini ada hubungannya dengan bos mafia bernama Jhonny Alexander?..." tanya Dio sangat penasaran.
"Bisa dikatakan begitu...tapi gue masih belum bisa cerita sepenuhnya…" jawab L kelihatan sangat serius.
"Persetan dengan itu semua…target gue hanya satu...yaitu menyelamatkan Nita…" Dio terlihat acuh dengan masalah bos mafia itu.
"Gue juga gak pengen sampai lo mati...sebab kalau itu terjadi, apa yang gue lakuin selama ini akan kelihatan sia-sia…" ungkap L menanggapi ucapan yang seakan acuh dari Dio.
"Ternyata lo cukup perhatian juga ya?..." puji Dio pada L sambil tersenyum.
Sementara L hanya tersenyum mendengar pujian dari Dio. Dio kemudian melihat jam tangan yang dia pakai. Dia berharap ada sesuatu yang berguna di jam tangan itu.
"Jam tangan itu bisa berguna buat lo mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi...dengan menyentuh tangan yang memakai jam tangan itu ke sebuah benda atau tempat…" ucap L menjelaskan dengan rinci.
"Seriusan?..." tanya Dio seolah tidak percaya.
"Lo cobain aja…" ucap L lalu memberikan sebuah tongkat. Dio kemudian menerima tongkat itu dari L. "Coba lo tekan tombol samping jam tangan lo…" ucap L memberi arahan.
Tiba-tiba dia seperti berpindah ke tempat yang berbeda. Dia saat ini berada di sebuah rumah yang sangat mewah. Disana ada seorang laki-laki yang berjalan dengan pelan.
Laki-laki itu menelusuri seisi rumah itu dengan membawa tongkat itu. Ternyata laki-laki itu tidak sendirian disana. Dia membawa beberapa orang yang memakai penutup muka. Begitupun laki-laki yang membawa tongkat itu juga memakai penutup muka.
Tidak ada yang melihat kehadiran Dio di rumah itu. Bahkan mereka seperti bisa menembus tubuh yang berdiri di sana. Mereka kemudian membuka pintu kamar rumah itu satu-persatu.
Dio terkejut karena dia sedang melihat perampokan yang terjadi di sebuah rumah. Mereka menggiring pemilik rumah dengan sangat kasar. Dia kembali terkejut saat melihat siapa pemilik rumah itu. Pemilik rumah itu ternyata adalah ayah dan ibu dari Nita dan Genta.
Awalnya perampok itu hanya menyiksa kedua orang tua dari Nita dan Genta menggunakan tongkat yang tadi dipegang laki-laki itu. Setelah itu mereka menguras semua barang-barang yang ada di rumah itu. Orang tua Nita dan Genta terkapar di lantai dengan wajah yang bersimbah darah.
Dio langsung berlari mencari kamar Nita dan Genta berada. Ternyata Dio bisa menembus pintu kamar Nita dan Genta. Dia bisa melihat genta yang masih kecil tidur dengan Nita yang baru SMA.
__ADS_1
Tiba-tiba Nita dan Genta dibangunkan oleh seseorang yang tidak Dikenal oleh Dio. Orang itu menyelamatkan Nita dan Adiknya keluar dari jendela rumah. Dio mengikuti Nita dan Adiknya yang kabur dari rumah itu.
Setelah itu tiba-tiba keadaan kembali ke masa sekarang. Dio terkejut melihat keadaan itu sehingga tongkat itu terlepas dari tangannya. Dia gemetaran melihat kejadian yang sangat mengerikan itu.
"Lo melihat apa yang terjadi?..." tanya L pada Dio yang masih gemetaran.
"Itu tadi apa?..." tanya Dio yang masih tidak bisa mengendalikan keadaannya.
"Itu adalah kejadian yang terjadi pada Nita…" jawab L dengan santai.
"Jadi itu tadi adalah kejadian yang terjadi pada Nita sebelum mereka tinggal di kontrakan itu?..." tanya Dio pada L. Kali ini dia sudah mulai bisa mengendalikan keadaannya.
"Bisa dibilang seperti itu…" jawab L lalu menggigit kembali apelnya. "Jadi lo sudah tau pungsi alat itu?..." tanya L kemudian.
"Apa lo yakin ingin memberikan alat ini buat gue?" tanya Dio sambil memegangi jam tangannya.
"Gue pikir itu cukup membantu buat lo di kemudian hari…" jawab L dengan tersenyum.
"Dari mana lo menemukan tongkat ini?..." tanya Dio penasaran dengan tongkat itu.
"Gue kebetulan menemukannya di sebuah rumah yang terbakar di alamat ini…" ucap L sambil memperlihatkan sebuah alamat rumah dari handphone milik L.
"Ini alamat dari rumah Nita…" ucap Dio saat dia membaca alamat dari handphone milik L.
"Benar sekali…" jawab L lalu menyimpan kembali handphonenya. "Lo pengen gue antarkan ke alamat itu?..." tanya L menawarkan ke Dio.
"Boleh...lo pengen nganterin gue kesana?..." tanya Dio minta tolong pada L.
"Kalau lo mau gue bisa nganterin lo kesana…" jawab L sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu mereka melanjutkan meminum minuman yang dibuatkan mbak Dara untuk mereka. Dio kemudian merenung sejenak membayangkan apa yang terjadi pada Nita dan Genta setelah dia melihat kejadian itu tadi. Disini dia semakin peduli dengan keadaan Nita saat ini.
Bersambung...