Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 23 Ngomong Kasar pada Nita


__ADS_3

Dio lalu berbalik menghampiri Nita yang sudah menyelesaikan bermain gitar. Dia tersenyum pada Nita sambil menepuk pundak Nita. Dio lalu mulai mengusap rambut Nita dengan lembut. 


"Gitu dong nyanyinya...lo luapin perasaan lo ke lagunya...maka semua orang akan merasakan perasaan lo…" puji Dio dengan serius. 


Nita terkejut mendengar pujian yang dilontarkan Dio padanya. Dia menyanyi untuk Dio, agar Dia bisa ngungkapin perasaannya pada Dio. Namun Dio tidak merespon seperti yang dia harapkan. Dio hanya memuji cara Nita bernyanyi.


"Lo gak punya perasaan ya?..." Nita terlihat marah pada Dio. 


"Emang ada masalah?..." tanya Dio sambil tersenyum. "Entar malam lo ikut tampil ya?..." ajanya kemudian.


"Lo pengen buat gue malu?..." tanya Nita seolah tersindir. 


"Satu lagu aja...buat tes mental lo bernyanyi…" jawab Dio sambil tersenyum. 


"Gue kan kerja…" Nita terlihat menolak permintaan Dio. 


"Entar...gue yang minta izin…" ucap Dio sambil tersenyum. 


Tidak berapa lama kemudian Dicky, Wisnu, dan Rasya datang. Mereka langsung menemui Dio dan Nita yang duduk di depan kamar. Mereka sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. 


"Malah pacaran disini…" sindir Wisnu pada Dio dan Nita. 


"Apaan sih Nu?..." tanya Dio dengan kesal. 


"Jadi lo sudah siap ceritain apa yang sebenarnya terjadi?..." tanya Dicky tidak sabar. 


"Dan siapa mereka?..." tanya Rasya penasaran. 


"Soal itu biar Nita yang jelasin...soalnya gue kurang ngerti…" jawab Dio lalu melirik ke Nita.


"Dia Jhonny Alexander...seorang bos mafia yang menguasai dunia hitam di kota ini…" ucap Nita mulai menjelaskan. 


"Mafia?..." tanya Rasya terkejut. "Gimana lo bisa mengenal dia?..." tanyanya kemudian. 


"Saat itu gue bekerja di cafe Harmony...di sebuah meja ada seorang laki-laki tua...dia menatap gue sambil tersenyum…" ucap Nita mulai bercerita. "Dia mengajak gue ngobrol...karena gue gak bisa menolak...akhirnya gue menemaninya...awalnya dia bercerita mengenai kehidupannya...hingga sepulang gue dari tempat bekerja...dia menunggu gue dengan mobil mewahnya...dia nganterin gue sampai rumah...sebelum gue masuk ke dalam rumah, kemudian dia memberi gue uang yang katanya untuk keperluan gue sehari-hari…" ungkapnya kemudian menceritakan. 


"Sepertinya biasa aja...kenapa lo kabur darinya?..." tanya Dicky lebih menyedik lagi. 

__ADS_1


"Itu karena dia ternyata sudah memiliki seorang istri...dan dia pengen gue menjadi istri mudanya...selama ini apa yang dia lakukan buat gue hanya agar gue terjebak dalam permainannya...saat ini gue benar-benar gak bisa berbuat apa-apa lagi…" jawab Nita sambil menangis. 


Sebenarnya Dio saat ini sangat ingin memeluk Nita untuk sekedar menenangkannya. "Kenapa lo gak menjauhinya?..." tanya Dio kemudian. 


"Itu karena gue sudah berhutang banyak uang padanya…" jawab Nita sambil menangis. "Ditambah lagi dia berjanji akan membiayai sekolah Genta…" tambahnya menjelaskan. 


"Hanya demi adik lo Genta, lo rela menjual diri lo?…" komentar Dio sengaja menyinggung Nita. 


"Lo pikir gue pengen seperti itu?..." tanya Nita dengan penuh emosi. "Coba lo berada di posisi gue sekarang? Apa yang bakalan lo lakuin?..." tanyanya dengan tajam memandang Dio. 


"Udah Yo...lo bisa gak sih?...ngertiin keadaan Nita sekarang…" ucap Rasya memarahi Dio. 


"Sekarang lo mau apa?..." tanya Dio kemudian pada Nita. "Lo mau nangis aja gitu?..." tanyanya lebih kasar. 


Nita menatap Dio dengan penuh emosi. Dia sadar orang yang selama ini dianggapnya baik ternyata tidak seperti apa yang dia pikirkan. Dia lalu mengambil tasnya dan berniat akan pergi. 


"Ternyata lo gak sebaik yang gue pikirin…" ucap Nita kemudian lalu meninggalkan Dio. 


"Nit…" panggil Rasya pada Nita. "Lo tenang dulu…"


"Ini yang terbaik buat dia…" Dio menanggapinya dengan datar. 


"Apanya yang lo anggap terbaik?..." tanya Dicky juga marah ke Dio. "Lo malah membuat Nita tambah sedih…" Dicky lalu menyusul Rasya yang keluar kos Dio. 


Nita terlihat pergi meninggalkan kos Dio dengan tergesa-gesa. Sementara Dicky dan Rasya buru-buru menaiki mobil mereka berniat mengantarkan Nita pulang. Dio dari atas balkon hanya diam memperhatikan kepergian Nita. 


Dia kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan Wisnu yang ada di luar. Dengan penuh emosi Dio membanting gelas yang ada di lantai. Dia sebenarnya merasakan sakit saat ngomong kasar pada Nita, tapi dia harus melakukannya untuk kebaikan Nita. 


"Lo sengaja membuatnya marah?..." tanya L menghampiri Dio. 


"Ini harus gue lakuin kan?..." tanya Dio menatap L dengan tajam. "Agar Nita bisa selamat dari kematiannya…" 


"Jadi apa rencana lo sekarang?..." tanya L pada Dio. 


"Gue akan menjauhinya…" jawab Dio dengan air mata yang mengalir dari pipinya. 


"Lo ingin biarin dia menderita dengan bos mafia itu?..." tanya L dengan serius. 

__ADS_1


"Tentu aja gue akan berusaha membayarkan hutang Nita pada bos mafia itu…" jawab Dio dengan mantap. 


"Lo mau tau berapa hutang Nita?..." tanya L dengan serius.


"Berapa?..." tanya Dio sambil menoleh ke arah L. 


"Dia memiliki hutang sebesar 150 juta Rupiah…" jawab L dengan datar. 


"Itu bukan hutang yang sedikit…" keluh Dio setelah mendengar jawaban dari L. 


"Lo patah semangat untuk membayarnya?..." tanya L kemudian. 


"Gue tetap akan membayarkan semua hutangnya…" jawab Dio dengan yakin. 


"Kalau begitu...lo harus bekerja dengan keras lagi…" ucap L lalu memberikan data mengenai Jhonny Alexander. "Ini adalah data mengenai bos mafia itu...siapa tau itu bisa membantu lo menghadapinya…" ucap L pada Dio. 


"Terima kasih…" ucap Dio dengan tulus. 


"Sama-sama…" jawab L sambil tersenyum. 


Dia kemudian memunculkan sebuah apel yang biasanya dimakannya. Kemudian dia menggigit apel itu seperti biasanya. Dio memperhatikan kebiasaan L itu seperti ingin menanyakan sesuatu. 


"Sebenarnya lo kemana sih saat gak ada di sekitar gue?..." tanya Dio kemudian. 


"Oh...soal itu?..." tanggap L sambil menggigit apelnya. "Gue sedang banyak pekerjaan…" jawab L sambil tersenyum. 


"Banyak pekerjaan?..." tanya Dio kelihatan bingung. "Lo punya kerjaan lain selain menemani gue?..." tanyanya dengan serius. 


"Tentu aja...gue saat ini sedang menemani orang yang sudah melakukan kesalahan fatal ke cewek, sampai dia harus berubah menjadi cewek…" L menjawab sambil duduk santai di kasur Dio.


"Emang ada cowok berubah menjadi cewek?..." tanya Dio seolah gak percaya. "Sama sekali gak masuk akal…" tambahnya lagi. 


"Menurut lo masuk akal ada orang yang bisa kembali ke masa lalu dengan tubuh yang sama seperti saat dia masih kuliah?..." tanya L seakan menyindir Dio. "Di dunia ini banyak sekali yang dianggap manusia tidak masuk akal, tapi bisa dilakukan oleh tuhan…" tambah L menjelaskan. 


Bersambung…


 

__ADS_1


__ADS_2