Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 24 Pertama Kali Nita Menyanyi di Atas Panggung


__ADS_3

Bab Sebelumnya… 


"Lo mau tau berapa hutang Nita?..." tanya L dengan serius.


"Berapa?..." tanya Dio sambil menoleh ke arah L. 


"Dia memiliki hutang sebesar 150 juta Rupiah…" jawab L dengan datar. 


"Itu bukan hutang yang sedikit…" keluh Dio setelah mendengar jawaban dari L. 


"Lo patah semangat untuk membayarnya?..." tanya L kemudian. 


"Gue tetap akan membayarkan semua hutangnya…" jawab Dio dengan yakin. 


"Kalau begitu...lo harus bekerja dengan keras lagi…" ucap L lalu memberikan data mengenai Jhonny Alexander. "Ini adalah data mengenai bos mafia itu...siapa tau itu bisa membantu lo menghadapinya…" ucap L pada Dio. 


"Terima kasih…" ucap Dio dengan tulus. 


"Sama-sama…" jawab L sambil tersenyum. 


Dia kemudian memunculkan sebuah apel yang biasanya dimakannya. Kemudian dia menggigit apel itu seperti biasanya. Dio memperhatikan kebiasaan L itu seperti ingin menanyakan sesuatu. 


"Sebenarnya lo kemana sih saat gak ada di sekitar gue?..." tanya Dio kemudian. 


"Oh...soal itu?..." tanggap L sambil menggigit apelnya. "Gue sedang banyak pekerjaan…" jawab L sambil tersenyum. 


"Banyak pekerjaan?..." tanya Dio kelihatan bingung. "Lo punya kerjaan lain selain menemani gue?..." tanyanya dengan serius. 


"Tentu aja...gue saat ini sedang menemani orang yang sudah melakukan kesalahan fatal ke cewek, sampai dia harus berubah menjadi cewek…" L menjawab sambil duduk santai di kasur Dio.


"Emang ada cowok berubah menjadi cewek?..." tanya Dio seolah gak percaya. "Sama sekali gak masuk akal…" tambahnya lagi. 


"Menurut lo masuk akal ada orang yang bisa kembali ke masa lalu dengan tubuh yang sama seperti saat dia masih kuliah?..." tanya L seakan menyindir Dio. "Di dunia ini banyak sekali yang dianggap manusia tidak masuk akal, tapi bisa dilakukan oleh tuhan…" tambah L menjelaskan. 

__ADS_1


Mari kita lanjutkan…


Saat ini Dio sudah bersiap di belakang panggung bersama Wisnu, Dicky, dan Anton. Seperti biasa Dio bersiap akan tampil untuk malam ini di cafe Harmony. Ini adalah malam kedua dia ditonton banyak sekali penonton. 


Penonton di cafe sudah tidak sabar untuk menunggu penampilan Dio dan Anton. Mereka sangat mengidolakan Dio dan Anton. Bahkan sejak kemunculan video cover mereka yang tampil di youtube. 


Anton kemudian menatap Dio yang sedang asyik mengecek senar gitar. Dia seperti ada yang berbeda dari Dio tidak seperti biasanya. Kemudian dia mencoba mendekati Dio untuk mengajaknya bicara. 


"Lo kenapa bro?..." tanya Anton dengan serius. 


"Gak apa-apa kok…" jawab Dio sambil fokus ke gitarnya. 


"Lo ada masalah sekarang?..." tanya Anton sangat penasaran. 


"Dia ada masalah sama Nita…" jawab Wisnu pada Anton. 


"Oh...lo pada berantem?..." tanya Anton baru ngerti apa yang terjadi. "Pantesan dari tadi si Nita gak ikut ngumpul disini…" ucapnya kemudian sambil tersenyum. "Mending lo minta maaf jih...gak baik tau musuhan terus…" dia kemudian menasehati Dio. 


"Apaan sih Ton?..." Dio terlihat berusaha menyangkal. "Lagian gue lagi gak enak badan aja…" jawab Dio beralasan. 


"Ga usah…" jawab Dio ketus. 


"Oke...gue gak perduli ada masalah apa lo sama Nita...tapi gue pengen lo tampih dengan profesional di atas panggung…" ucap Anton kemudian menasehati Dio. 


"Iya...gue tau…" Dio menanggapi ucapan Anton sambil tersenyum. 


Setelah itu mereka kemudian tampil seperti biasanya di atas panggung. Dengan mudah Dio menutupi masalah yang dia hadapi dengan Nita. Dia sudah biasa tampil di atas panggung dalam keadaan seperti apapun. Itu sebabnya dia bisa dengan mudah menyembunyikan perasaannya saat ini. 


Penonton bersorak dan memberikan saweran yang banyak untuk Dio dan Anton. Penonton sangat menikmati penampilan Dio dan Anton malam ini. Bukan hanya langganan pengunjung cafe Harmony yang datang malam ini, tapi juga mahasiswa-mahasiswa dari tempat Dio kuliah. 


Dio terkejut saat menerima secarik kertas dari Dicky. Dia bingung siapa yang ingin tampil pada malam ini. Dicky dan Rasya tersenyum melihat reaksi Dio saat menerima kertas itu. 


"Oke...ternyata ada seseorang yang ingin tampil pada malam ini…" ucap Dio kemudian.

__ADS_1


"Wah…siapa tuh?..." tanya Anton penasaran. 


"Yaelah...bentar dulu napa?...belum gue baca ini kertas bro…" ucap Dio sambil membuka kertas itu. Dia susah menebak isi kertas itu tertulis nama Anita Acesha. "Wah...ini pasti bakalan keren banget bro…" ucapnya kemudian berkomentar. "Oke...langsung aja gue panggilin teman kita yang akan tampil...Anita Acesha…" serunya bersemangat. 


Nita terkejut saat mendengar namanya dipanggil Dio untuk naik ke atas panggung. Teman-teman Nita sesama pelayan menarik-nariknya agar naik ke atas panggung. Nita akhirnya mau naik setelah melihat Dio yang terlihat memberi kode padanya agar naik. 


Seluruh penonton bertepuk tangan saat melihat Nita mulai menaiki panggung. Dio juga tersenyum melihat Nita yang berjalan menuju panggung. Sementara Wisnu, Dicky, Rasya terlihat antusias menunggu penampilan Nita. 


"Halo Nita…" sapa Dio dengan ramah. 


Nita terlihat bingung dengan perubahan sikap dari Dio. "Halo juga Dio…" Nita menjawab sapaan Dio sambil tersenyum. 


"Wah...ternyata yang tampil hari ini adalah salah satu pegawai cafe Harmony…" ucap Anton berusaha membuat suasana menjadi cair. 


"Jadi lo mau nyanyi?..." tanya Dio basa-basi.


"Gak...pengen baca puisi…" ucap Nita terlihat kesal dengan pertanyaan Dio. "Ya iyalah...pengen nyanyi...kan lo yang ngajarin…" 


"Oh...ternyata lo salah satu murid Dio?..." tanya Anton pura-pura terkejut. "Jadi pengen nyanyi lagu apa Nit?..." tanya Anton kemudian. 


"Pengen nyanyi lagu dari Utopia yang berjudul Antara Ada dan Tiada…" jawab Nita yang sudah siap di depan mic. 


"Kalau gitu gue ikut main gitar bro…" ucap Dio sambil mengambil gitar akustiknya. 


Dio mulai intro lagu itu diikuti oleh Anton yang main di melody. Lagu itu mengalun dengan sangat indah membuat penonton bersorak. Sementara Nita menutup matanya untuk menyiapkan diri. 


Nita mulai menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Dio terkejut bukan hanya suaranya yang lebih bagus daripada tadi siang, ternyata juga penghayatannya. Dio merasakan perasaan yang ingin Nita sampaikan dalam lagunya. 


Penonton mulai memberikan saweran mereka lagi. Ada yang nyawer dengan uang yang sangat besar. Bahkan ada beberapa penonton yang terlihat ikut menyanyi bersama Nita. 


Hingga sampai berakhir lagu yang Nita nyanyikan. Seluruh penonton bertepuk tangan melihat penampilan Nita. Terlihat Dio tersenyum setelah dia menyelesaikan permainan gitarnya untuk mengiringi lagu yang Nita mainkan. 


"Itu tadi lebih keren daripada saat kita latihan…" puji Dio dengan tulus. 

__ADS_1


"Siapa dulu gurunya…" Nita tersenyum menanggapi pujian dari Dio. 


Bersambung...


__ADS_2