
Dio akhirnya berangkat dengan motornya sambil membonceng Nita. Itu dikarenakan Dia masih trauma menyetir mobil. Untungnya L memberi penjelasan pada Nita.
***
Inilah saat L bercerita mengenai Dio pada Nita. Disaat itu Nita sedang mengetuk pintu kamar Dio. Dia sangat khawatir dengan keadaan Dio. Tiba-tiba L muncul dari balik tangga lalu menghampiri Nita.
"Lo kenapa?..." tanya L kepada Nita.
"Gue juga gak tau...tiba-tiba dia langsung masuk kamar…" ungkap Nita. "Tapi sebelumnya gue liat dia mulai berkeringat dan tangannya bergetar."
"Oh...itu…" tanggap L dengan santai.
"Lo tau sesuatu L?..." tanya Nita terlihat sekali dia tidak mengerti.
"Gue sangat mengenal Dio saat ini…" ungkap L dengan serius.
"Gue mohon lo jelasin apa yang sebenarnya terjadi pada Dio…" ucap Nita dengan memelas pada L.
"Lo janji gak akan cerita ke Dio kalau gue ceritain masa lalu Dio ke lo?..." tanya L dengan serius pada Nita.
Nita lalu menganggukkan sambil bilang, "Oke...gue janji…" jawabnya dengan serius.
Saat ini dia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi pada Dio. Dia sangat ingin mengetahuinya, oleh sebab itu dia menyetujui syarat L. Kemudian L tersenyum mendengar jawaban L.
L lalu berjalan menuju balkon kamar atas, lalu dia melirik mobil Alphard yang terparkir di depan kos. "Dia saat ini sedang mencoba sembuh dari sebuah traumanya…" ungkap L kemudian.
"Trauma?..." tanya Nita benar-benar tidak mengerti. "Maksudnya trauma kenapa?..."
"Trauma dari kecelakaan mobil yang dikemudikan oleh Dio…" jawab L kemudian.
"Oh...seperti itu…" ucap Nita baru mengerti. "Terus kenapa dia menjauh dari gue dan berusaha ketus ke gue?..." tanyanya lagi seperti ingin mengorek rahasia yang dimiliki oleh Dio.
"Karena kecelakaan itu ada hubungannya dengan lo…" ungkap L lalu duduk di sebuah kursi yang ada disana.
"Ada hubungannya dengan gue?...maksud lo gue yang mengakibatkan Dio kecelakaan?..." tanya Nita berusaha mencari kesimpulan yang tepat.
"Sama sekali bukan…" jawab L lalu menatap Nita.
"Terus kenapa lo bilang semua ini ada hubungannya dengan gue?..." tanya Nita mencoba mengerti.
"Lo tau Dio sebenarnya dulu memiliki seorang pacar?..." tanya L dengan tatapan menggoda.
__ADS_1
"Hah?...Dio punya pacar?..." Nita mulai merasa sakit hati.
"Iya...tapi dulu…" ungkap L berusaha meluruskan.
"Terus kenapa mereka putus?...apakah ceweknya yang meninggalkan Dio?...atau Dio cowok yang kurang ajar?..." tanya Nita secara berantakan.
"Satu-satu dong…" jawab L dengan kesal.
"Iya...sorry...soalnya banyak hal mengenai Dio yang gak gue ketahui...termasuk kenapa dia ngejauhin gue…" ucap Nita dengan wajah murung.
"Mereka sama sekali gak putus…malah tadinya mereka akan menikah…" ungkap L bercerita mengenai Dio.
"Kalau mereka gak putus kenapa mereka berpisah?..." Nita bertanya lagi karena jawaban L membuatnya tambah penasaran.
"Itu karena kecelakaan yang membuat Dio trauma sampai sekarang...sebab dia pikir dialah yang mengakibatkan ceweknya meninggal…" jawaban L cukup membuat Nita terkejut.
"Oh...jadi karena itu dia gemetaran saat pertama kali bawa motor saat membonceng gue…" Nita baru mengingat sesuatu saat pertama kali dia dibonceng Dio.
"Dan wajah pacarnya Dio seperti wajah lo…" ungkap L kemudian.
"Hah?..." tanya Nita, dia benar-benar terkejut mendengar apa yang diucapkan L. "Itu gak mungkin…" dia berusaha menyangkalnya.
"Memang itu kenyataannya…" ucap L dengan serius.
Selama ini saat dia berada di samping Dio selalu merasa seperti sudah saling mengenal. Dia merasa sangat sayang pada Dio saat di dekatnya. Bahkan kadang dia melihat saat Dio berpacaran dengan cewek yang wajahnya mirip dia.
"Terus kenapa dia malah ngejauhin gue?...bukankah wajah gue mirip pacarnya?..." tanya Nita lagi untuk meyakinkan dirinya. Saat ini dia masih berpikir L mengarang cerita saja.
"Itu karena Dio gak ingin lo sampai kenapa-kenapa kalau bersamanya…" jawaban L masih membuat Nita kurang puas.
"Lo ngarang...gak mungkinlah sampai segitunya…" ucap Nita menyangkal jawaban L.
"Dio sangat sayang pada pacarnya...dia takut takdir buruk pada lo akan terjadi kalau dia disamping lo…" L kembali menjelaskan.
"Kalau begitu...gue akan merubah takdir ini...gue akan buktikan bahwa apa yang dipikirkan Dio itu hanya ketakutannya…" ucap Nita dengan mantap.
L lalu tersenyum mendengar ucapan Nita. Dia merasa sesuatu yang menarik akan terjadi. "Sepertinya alur cerita ini sedang berubah…" uceh L sambil tersenyum.
"Apa kata lo tadi L?..." tanya Nita yang ternyata mendengar ucapan dari L.
"Gue penasaran...bagaimana alur cerita lo dengan Dio…" ungkapnya pada Nita lalu pergi meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
"Lo mau kemana L?..." tanya Nita penasaran.
"Gue pengen keluar sebentar...soalnya ada urusan di tempat lain…" jawab L tanpa berbalik ke arah Nita.
Nita kemudian terdiam sejenak sambil melirik mobil yang dipinjamkan Mirhan. "Ternyata lo menyimpan beban yang sangat besar...dan beban itu lebih besar dari beban gue…" gumam Nita kemudian.
***
Saat ini Dio hanya diam diatas motornya yang sedang membonceng Nita. Sementara Nita sendiri tidak ingin mengajaknya berbicara. Dia lebih memilih diam saja sambil memeluk perut Dio dari belakang. Tidak ada gestur penolakan dari Dio, bahkan dia seperti menikmati pelukan dari Nita.
Motor mereka akhirnya masuk ke area parkiran kampus. Mahasiswa-mahasiswa sudah berkumpul di area kampus. Kadang mereka menghampiri Dio dan Nita hanya untuk berfoto bersama. Dio dan Nita terpaksa melayani mereka, karena ini adalah sesuatu hal yang harus mereka jalani saat mulai terkenal.
Pihak kampus pun bangga dengan mereka berdua. Kampus tempat mereka kuliah mulai berminat untuk menggaet mereka menjadi model iklan untuk kampus mereka. Sebelumnya Dio dan Nita sudah bertemu dengan pihak kampus.
"Dio...Nita…" panggil Rasya yang baru saja sampai di kampus bersama Dicky.
"Lo baru sampai?..." tanya Dicky menghampiri Dio dan Nita.
"Iya...baru aja…" jawab Nita sambil tersenyum.
"Eh...lo pada sudah ngerjain tugas C++?..." tanya Dio kemudian.
"Emang ada?..." tanya Dicky dengan terkejut.
"Ya ampun...gue lupa…" jawab Rasya sambil menepuk jidatnya.
Nita tidak sekelas dengan Dio, Rasya, dan Dicky. Itu sebabnya dia santai aja mendengarkan. Namun rencananya dia akan mengambil kelas yang sama dengan mereka setelah UAS (Ujian Akhir Semester).
"Yaudah...buruan lo pada kerjain jih…" ucap Nita pada mereka berdua.
"Gimana gue mau ngerjain...soalnya aja gue udah lupa…" jawab Dicky dengan jujur.
"Lagian belakangan ini gue sibuk banget…" tambah Rasya yang juga kebingungan. "Lo udah ngerjain Yo?..." tanyanya kemudian pada Dio.
Dio lalu mengeluarkan sebuah buku yang ada di tasnya. "Ini...lo catat ke buku dan komputer lo jih…" perintahnya pada kedua temannya.
"Aduh...makasih banyak Yo…" ucap Dicky menerima buku itu.
"Lo penyelamat kita berdua…" ucap Rasya sambil tersenyum.
"Tapi sebelum masuk mata kuliah C++ lo harus balikin ya?..." Dio memperingatkan pada kedua temannya.
__ADS_1
"Siap bos…" jawab mereka berdua.
Bersambung...