Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 9 Berduet dengan Cewek Bermain Gitar


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dio sudah siap di kampus untuk mengikuti perkuliahan. Dia juga berniat mengambil semester pendek untuk memperbaiki nilainya yang hancur. Dia duduk di tempat tunggu mahasiswa yang menunggu mata kuliah masuk. 


Tidak lama kemudian datanglah teman-temannya yang menghampirinya. "Widih...tumben lo datang ke kampus pagi-pagi?" sapa seorang cowok memakai baju hem berwarna biru muda.


"Kayaknya ada yang udah mulai serius kuliah nih?..." ucap cewek yang sepertinya pacar cowok itu. 


"Lo pada siapa?..." tanya Dio yang bingung tiba-tiba disamperin orang yang tidak dia kenal.


"Lo kenapa sih Yo?...masa lupa sama gue dan Rasya…" ucap cowok itu terlihat kesal. 


"Udahlah...Dicky...mungkin dia pengen bercanda aja…" ucap Rasya menenangkan pacarnya. 


"Oh...sorry bro...gue lagi pusing banget belakangan ini...masalah gue kayaknya banyak banget…" ucap Dio beralasan. 


"Oke...gue ngerti...tapi belakangan ini...lo sendiri yang ngebikin masalah...mulai dari uang kos yang lo belanjain, terus kuliah lo yang berantakan, sampai lo yang gak akur sama bokap lo…" ucap Dicky sepertinya ngerti keadaan Dio saat ini. 


"Itu makanya...gue mulai sekarang pengen nge perbaikinya satu-satu…" ucap Dio sambil mengecek sesuatu di catatan di bukunya. 


"Lo mau baca apaan?...selama ini aja lo gak pernah nyatet...selama lo kuliah…" ucap Rasya kemudian. "Kalau lo mau...entar gue pinjemin catatan gue biar lo bisa nyalin…" ucap Rasya perhatian pada Dio.


"Aduh...terima kasih banyak ya Sya?..." Dio terlihat sangat senang dipinjemin buku oleh Rasya. 


"Iya...tapi secepatnya lo balikin ya?..." ucap Rasya mengingatkan dengan tegas pada Dio. 


"Iya…lusa gue balikin…" jawab Dio lalu memasukkan buku yang dipinjamkan Rasya ke tasnya. 


Setelah itu mereka ngobrol mengenai mata kuliah dan membicarakan beberapa mahasiswa. Rasya yang paling sering banyak bercerita. Maklum saja cewek kalau urusan ngegosip nomor satu. 


"Lo tau gak di kampus ini katanya ada cewek yang jadi simpanan om-om lho…" ucap Rasya bercerita. 

__ADS_1


"Siapa Sya?..." tanya Dicky terlihat bersemangat. 


"Gue juga lupa sih namanya siapa...tapi yang gue denger dia sering diantar om-om ke kosnya..." ucap Rasya bercerita. Dio sengaja tidak mendengarkan apa yang diomongin Rasya, karena dia tidak tertarik dengan pembahasan itu. "Yo…lo dengerin gak gue cerita?..." tanya Rasya karena kesal Dicuekin Dio.


"Sorry Sya...gue gak tertarik dengan gosip…" jawab Dio sambil membaca buku yang dipinjemin Rasya. 


"Lo kenapa sih Yo?...biasanya kan lo pasti paling semangat mendengarkan orang ngegosip…" tanya Dicky ke Dio.


"Iya...nih…gak asyik tau gak…" ucap Rasya agak kecewa. 


"Iya...sorry...tapi gue sekarang harus fokus ke nilai gue dulu ya?...ibu...bapak…" ucap Dio mencoba memberi pengertian. 


Tidak lama kemudian Wisnu datang ke kampus. Dia ternyata sekelas di mata kuliah hari ini dengan Dio. Dia terkejut saat melihat Dio sudah ada di kampus. 


"Lo berangkat kok gak bareng gue aja?..." tanya Wisnu yang melihat Dio duduk sambil membaca buku milik Rasya. 


"Oh...sorry bro...gue buru-buru...lagian motor gue udah dibalikin mbak Dara…" jawab Dio dengan santai. 


"Gue juga gak tau Ky...soalnya dari tadi malam kelakuannya juga aneh…" Wisnu menjawab pertanyaan Dicky sambil duduk di sebelah Dio. 


"Lo abis kepentok atau jatuh dari motor ya Yo…" tanya Dicky menggoda Dio. 


"Mungkin…" jawab Dio tapi dia tetap fokus ke buku yang dia baca. 


Saat mereka sedang asyik ngobrol, tiba-tiba bel masuk kuliah berbunyi. Mereka langsung saja masuk ke ruang kelas teori. Dio selama mata kuliah ini fokus memperhatikan. Kadang dia bertanya mengenai apa yang diajarkan dosen mereka. 


Dicky, Rasya, dan Wisnu kembali bingung melihat temannya tersebut. Mereka kayak melihat Dio yang berbeda dari yang mereka kenal, sebab disini Dio lebih aktif bertanya dan menulis dari biasanya. Bahkan Dio bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dosen untuknya. 


Setelah keluar dari kelas teori mereka langsung pergi ke kantin. Namun Dio sepertinya memilih tidak ikut makan, karena uangnya tidak cukup untuk makan ke kantin. Akhirnya dia memutuskan membeli minuman gelasan saja untuk menghilangkan haus. 

__ADS_1


Kemudian dia berkeliling ke area UKM kampus. Akhirnya dia melewati sebuah UKM musik dan seni. Disana terdengar suara gitar akustik yang sangat merdu. Dia tau betul itu adalah lagu dari Eross Candra yaitu Cahaya Bulan. 


Dia sengaja mendekat ke arah datangnya suara gitar itu. Dia terkejut karena yang memainkan gitar itu adalah seorang cewek. Sebab dari tadi dia hanya mendengar suara gitarnya saja, tanpa ada yang menyanyikan. 


Tanpa pikir panjang dia langsung menyanyikan liriknya untuk menemani alunan gitar dari cewek itu. Cewek itu tidak memperdulikan siapa yang menemaninya duet, sebab dia tetap fokus pada gitar yang dimainkannya. Dio lalu mendekat ke arah cewek itu sambil terus bernyanyi. Tidak terlihat mereka sebagai pasangan duet dadakan. Suara Dio bernyanyi sangat indah diiringi suara petikan gitar dari cewek itu. 


Sampai akhirnya lagu itu selesai mereka bawakan. Kemudian cewek itu berbalik pada Dio yang berdiri tepat di sampingnya. Dio terkejut saat menyadari cewek yang bermain gitar itu adalah Nita, sebab yang dia ketahui selama ini Nita hanya bisa bernyanyi, tapi tidak bisa bermain gitar. 


"Pantesan gue ngerasa pernah denger suara orang yang bernyanyi bersama alunan gitar gue...ternyata lo…" ucap Nita saat menyadari Dio yang mengisi suara penyanyi untuk gitarnya. 


"Sorry kalau gue ganggu…" ucap Dio bergegas ingin ninggalin Nita. 


"Eh...tunggu…" ucap Nita menarik tangan Dio tiba-tiba. "Boleh gak gue minta nomor telepon lo?..." tanyanya kemudian. 


Dio tidak bisa pergi dulu karena pakaiannya dipegang Nita. Akhirnya dia terpaksa mengambil handphonenya. Dia lalu mencari bagian untuk menelpon. 


"Sini nomor lo...biar gue yang miskol…" ucap Dio kemudian sambil menunggu Nita menyebutkan nomor teleponnya. 


Nita buru-buru menyebutkan nomor teleponnya pada Dio. Kemudian Dio mencatat nomor itu di handphonenya. Setelah dia mengulangi nomor yang diberitahukan Nita, dia langsung menelpon. Saat itu juga handphone Nita berbunyi. Nita langsung mengecek nomor itu, di sana tertulis nomor telepon yang memanggil. 


"Itu Nomor telepon gue…" ucap Dio lalu dia menyimpan nomor telepon Nita, begitu juga Nita menyimpan nomor teleponnya. 


"Terima kasih…" ucap Nita dengan tulus. 


"Iya...sama-sama...jawab Dio dengan acuh. "Gue pergi dulu ya?...soalnya ada urusan…" Dio beralasan pada Nita. 


"Iya...silahkan…" jawab Nita sambil tersenyum.


Dio buru-buru kabur dari tempat itu dengan berlari. Sebenarnya jantung Dio saat berhadapan dengan Nita tadi berdegup dengan kencang. Dia berhasil menutupinya dengan berpura-pura cuek pada Nita. 

__ADS_1


"Lo kenapa Bro?..." tanya L mengagetkan Dio yang berdiri di dekat tangga. Hampir saja dia terjatuh dari tangga karena kaget. 


Bersambung… 


__ADS_2