Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 29 Bertemu dengan Bos Mafia


__ADS_3

Nita masih dengan tubuh yang gemetar memeluk Dio. Dia terlihat sangat ketakutan setelah melihat sesuatu yang akan menghilangkan nyawanya. Sementara Dio tetap berusaha menenangkannya dengan memeluk Nita.


"Lo tenang aja…semuanya udah lo lewati kok…" ucap Dio dengan suara yang sangat lembut menenangkan Nita. 


"Tapi aku masih takut…" jawab Nita gemetaran sambil menangis. 


Rasya dan Dea karena kasihan sama Nita, mereka lalu berdiri lalu menghampiri Nita. Mereka tau apa yang terjadi barusan pasti membuat Nita sangat shock banget. Rasya lalu memeluk Nita dengan lembut untuk menenangkan, begitu juga Dea. 


"Aneh banget dah...kok bisa lampu itu jatuh tepat sebelum Nita lewat?..." Gio terlihat tidak percaya dengan kejadian barusan bakalan terjadi. 


Pemilik cafe langsung menghampiri Dio dan kawan-kawannya. Dia diberitahukan oleh anak buahnya tentang kejadian itu, langsung menemui mereka. Beliau terlihat sangat khawatir dengan keadaan Nita. Meski Nita tidak bekerja di cafe ini, tapi dia takut ini akan membuat Dio dan yang lainnya tidak ingin tampil lagu di cafe Harmony.


"Saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini…" ucap pemilik cafe Harmony pada Anton dan yang lainnya. 


"Untung Dio langsung menggendong Nita, kalau gak...bisa-bisa fatal sekali apa yang di dapat Nita…" ucap Dicky dengan sangat kesal. 


"Harusnya lain kali dicek lagi dong pak…" ucap Wisnu ikut marah. 


"Udah...udah...ini hanya kecelakaan, jangan dianggap terlalu serius…" ucap Dio menengahi. 


"Benar kata Dio...ini hanya kecelakaan...jangan dibesar-besarkan dah…" ucap Anton setuju dengan apa yang Diucapkan Dio. "Lagian Nita juga gak kenapa-kenapa kan?..." Anton ternyata lebih bijak. 


"Terima kasih banyak…" ucap pemilik cafe Harmony terlihat sangat lega dan menyalami Dio dan Anton. 


"Mending kita anterin Nita pulang aja Ky…" ucap Rasya sambil memeluk Nita. 


Kebetulan Dicky dan Rasya ke cafe naik mobil punya Dicky. Mereka akhirnya bareng dengan Nita dan Dea naik mobil. Sementara Dio dan L naik motor bareng, dan Gio, Anton, dan Wisnu naik motor masing-masing.


"Ternyata lo bisa menggunakan alat itu dengan benar ya?..." puji L yang duduk di belakang Dio. 


"Apakah yang terjadi tadi murni kecelakaan?..." tanya Dio dengan serius ke L tanpa memperdulikan pujian L. 


"Yah...gimana ya?..." jawab L terdengar sedang berpikir. 

__ADS_1


"Lo jawab aja napa?..." desak Dio dengan kesal. 


"Bisa dibilang ini adalah ulah dari anak buah bos mafia itu…" jawab L dengan serius. 


"Kenapa mereka mengincar Nita?..." tanya Dio penasaran. 


"Alasannya apalagi kalau bukan agar Nita gak bisa membayar hutangnya…" L terlihat sangat serius menjawab pertanyaan Dio. "Sepertinya lo harus lebih memperhatikan Nita...sebab gue yakin ini baru permulaan dari aksi mereka…" tambahnya menjelaskan. 


"Kenapa mereka gak bisa biarin Nita damai sih?..." keluh Dio terlihat sangat marah. 


"Kalau Nita bisa membayar hutangnya, bos mafia itu gak bakalan bisa menikahi Nita terus menjualnya…" jawab L yang duduk di belakang Dio. 


Dio tiba-tiba menghentikan motornya lalu mematikannya karena terkejut mendengar ucapan L. "Menjualnya?..." tanya Dio ingin mendengarkan dengan baik apa yang diomongin L. 


"Iya…" jawab L dengan santai.


"Lo tau dari mana?..." tanya Dio tidak percaya apa yang L jawab. 


"Gue ini malaikat, Nyet…gue taulah apa yang gak lo ketahui…" jawab L dengan kesal karena Dio kelihatannya tidak mempercayainya. 


"Dunia mafia tidak seperti novel-novel mafia yang lo baca…" L kemudian menjelaskan. "Kalau mereka sudah puas dengan cewek itu, maka mereka akan menjualnya...itu untuk mengembalikan uang yang mereka keluarkan, atau untuk mendapatkan untung yang lebih banyak…" ungkapnya untuk menambahkan penjelasannya.


"Gue harus secepatnya membayarkan hutang Nita ya?..." gumam Dio lalu menyalakan motornya kemudian melanjutkan perjalanan. 


"Mau lo bisa membayar hutang milik Nita pun, bos mafia itu gak akan semudah itu melepaskan Nita…" L menanggapi gumaman Dio.


"Jadi harus gimana lagi agar si Nita dia bebaskan?..." tanya Dio dengan sangat kesal. 


"Mau gak mau lo harus menghadapi dia…" jawab L kemudian. 


"Masalah ini tambah ribet banget…" keluh Dio kemudian. 


Kemudian Dio seperti melihat sesuatu yang akan terjadi di rumah Nita. Dia melihat di rumah Nita sudah ditunggu para anak buah dari bos mafia itu. Mereka terlihat memaksa Novia untuk ikut dengan mereka. 

__ADS_1


"Gawat!..." teriak Dio kemudian. 


"Lo liat kejadian buruk lagi?..." tanya L seakan dia tau apa yang dilihat Dio saat ini. 


Dio langsung menggeber motornya dengan cepat. Dia sangat khawatir dengan sesuatu yang akan terjadi. Kejadian yang dia lihat itu akan terjadi dalam beberapa jam lagi. 


Saat inii Dicky, Rasya, Dea, Gio, Wisnu, dan Anton pasti masih ada di rumah Nita. Dia berharap mereka belum sempat pergi dari rumah Nita. Dengan begitu mereka bisa menahan mafia itu membawa Nita. 


Dio terlihat menyalip beberapa mobil yang ada di depannya. Bahkan mereka mereka hampir bertabrakan dengan mobil yang berlawanan arah dengan motor milik Dio. L tersenyum menyadari bahwa Dio sangat mencintai Nita. 


Dia sangat lega saat sampai di rumah Nita, yang ternyata masih ada teman-temannya. Itu terlihat dari mobil dan motor yang terparkir di depan rumah Nita. Dio dan L langsung turun dan memarkirkan motornya. 


Dia kemudian masuk ke dalam rumah Nita dengan sangat tergesa-gesa. Dio terlihat sangat berkeringat karena harus buru-buru ke rumah Nita. Sementara Nita dan yang lainnya terlihat bingung dengan keadaan Dio saat ini. 


"Lo kenapa Dio?..." tanya Nita sangat bingung. 


"Tau nih...kayak dikejar setan aja…" ucap Anton mengejek Dio. 


"Kenapa sih Yo?..." tanya Wisnu pada Dio. 


"Hah...hah...hah…" Dio terlihat mengatur nafasnya sebelum mulai menjelaskan. 


"Biarin dia mengatur nafas dulu…" ucap L menanggapi teman-temannya Dio. "Biar gue yang jelasin semuanya...gue dan Dio ngeliat mobil yang sering nganter Nita kesekolah bergerak kesini…" ucap L menjelaskan. 


"Bentar mobil yang sering nganter Nita?..." tanya Gio terlihat bingung. 


"Maksudnya mobil bos mafia itu?..." tanya Dicky yang teringat dengan kejadian saat dia dicegat di parkiran kampus.


Sesuai apa yang dilihat Dio tadi saat di perjalanan. Tiba-tiba datanglah beberapa mobil ke rumah Nita. Dio dan yang lain terkejut dengan sesuatu yang mendadak seperti ini. 


Dio terlihat sudah bersiap dengan apa yang akan terjadi setelah ini. Begitu juga dengan Dicky, Wisnu, dan Gio juga sudah bersiap melindungi Nita. Kemudian tiba-tiba pintu rumah Nita dibuka secara paksa oleh beberapa orang berpakaian hitam. Kemudian masuklah seseorang yang berpakaian sangat mewah memasuki rumah itu. Dia tersenyum melihat Dio dan teman-temannya berkumpul menyambutnya. 


"Kamu pikir bisa lepas begitu saja dari saya?..." tanya laki-laki yang bisa dipastikan bos mafia yang mengancam Nita. 

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2