Mengubah Takdir Kita

Mengubah Takdir Kita
Bab. 25 Penghuni Kos Baru


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu minggu Dio kembali ke masa lalu. Dia masih berusaha menjauhi Nita dengan susah payah. Namun Nita semakin hari malah semakin mendekati Dio. 


Dio terbangun pagi-pagi dari tempat tidurnya. Dia merasa sangat lelah karena tadi malam sudah tampil sampai jam 2 malam. Sekarang adalah hari minggu jadi dia tidak memiliki jadwal kuliah hari ini. 


"Yo…" panggil seseorang dari luar kamarnya. Itu adalah suara dari mbak Dara yang sambil mengetuk kamar Dio. 


"Iya mbak...sebentar…" jawab Dio dari dalam kamar. Dio kemudian memakai kaosnya lalu membuka pintu kamarnya. "Ada apa sih mbak?..." tanya Dio kemudian. 


"Mbak bisa minta bantuan lo gak?..." tanya mbak Dara kemudian. 


Dara memakai kaos berwarna putih dan celana pendek cewek. Dia membawa sebuah sapu di tangan kirinya. Dio bingung kenapa mbak Dara meminta bantuannya. 


"Iya mbak…" jawab Dio sambil tersenyum. "Emang ada apa?..." tanya Dio kemudian. 


"Jadi gini...tadi pagi mbak mendapat telepon dari seseorang yang ingin ngekos di salah satu kamar di rumah ini...tapi mbak lupa membersihkan kamarnya, lo bisa bantuin mbak gak?..." tanya mbak Dara dengan penuh harap. 


"Emangnya yang lain gak bisa?..." tanya Dio kemudian. 


"Yang lain sudah pulang ke rumah mereka kemarin...yang ada di kos cuman lo dan Wisnu...tapi tuh anak pasti belum bangun…" jawab mbak Dara. 


"Yaudah biar gue bangunin dia dulu…" ucap Dio berinisiatif. "Supaya gak terlalu capek-capek amat bersihin kamarnya…" Dio lalu pergi menuju kamar Wisnu. "Nu…Wisnu…" panggilnya pada temannya. 


"Iya…" jawab Wisnu kemudian. Cukup lama Wisnu baru bisa membukakan pintu kamarnya. Akhirnya pintu kamar Wisnu terbuka menunjukan Wisnu yang sambil mengucek-ngucek matanya. "Ada apa sih Yo?..." tanyanya kemudian. 


"Lo baru bangun?..." tanya Dio pada Wisnu. 


"Hari ini hari minggu...ya iyalah gue baru bangun...lagian ada apa sih bangunin gue?..." tanya Wisnu sambil menguap. 


"Ini...mbak Dara minta bantuan kita buat bersihin salah satu kamar kos...katanya ada yang mau masuk ngekos hari ini…" ucap Dio menjelaskan. 

__ADS_1


"Oh...gitu…" ucap Wisnu yang terlihat masih ngantuk. 


"Cuci muka dulu jih...masa bantuin mbak dengan wajah yang masih kusut gitu…" ucap mbak Dara menyindir Wisnu. 


"Iya...mbak…tunggu bentar ya?..." Wisnu lalu menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. 


Sementara Dio dan mbak Dara lalu berjalan menuju kamar yang akan mereka bersihkan. Sesampainya di kamar itu mbak Dara lalu membukakan kunci kamar. Kamar itu terletak disamping kamar milik Dio. 


Kamar itu akhirnya terbuka setelah mbak Dara memutarkan kunci kamarnya. Dio terkejut melihat keadaan kamar yang sangat berantakan. Disana kasur dan lemari terlihat sangat kotor. 


Tidak lama kemudian Wisnu datang menemui Dio dan mbak Dara di kamar itu. "Gila...ini kamar atau gudang?..." ejek Wisnu saat melihat betapa berantakannya kamar itu. 


"Itu makanya mbak minta bantuan kalian buat bersihin ini kamar…" ucap mbak Dara sambil memegangi sapu. "Kalian berdua tolong kuarin dulu isi barang-barang di kamar ini dan bersihin di luar…" perintahnya mengomandui Dio dan Wisnu. 


"Siap mbak…" jawab Dio dan Wisnu serentak. 


Mereka berdua mengangkat kasur yang terlihat sangat berdebu keluar kamar. Kemudian mengangkat lwmari dari plastik, kemudian meja komputer kecil seperti yang ada di kamar Dio. Wisnu dan Dio teelihat sangat hati-hati mdngangkatnya keluar.


"Ini kasur kayaknya harus kita jemur dulu deh mbak…" usul Dio sambil membentangkan kasur itu bersama Wisnu. 


"Terserah kalian aja...tapi yang bener ya naruhnya...jangan sampai robek…" ucap mbak Dara mengingatkan. 


"Iya...l jawab Wisnu yang lalu mengangkat kasut itu ke pembatas balkon atas. 


Setelah itu mereka memukul-mukul kasur itu dengan raket pemukul kasur. Ini supaya debu dan kutu di kasur itu rontok semua. Ini wajib dilakuin saat menjemur kasur yang sudah mulai menipis. 


Cukup lama mereka bekerja membersihkan kamar itu. Setelah mengepel kamar itu, mbak Dara kemudian membuatkan Dio dan Wisnu jus jeruk. Mbak Dara sangat perhatian pada anak-anak kosnya, apalagi kalau mereka rela membantunya sperti sekarang. 


"Kalian minum dulu…" ajak mbak Dara pada Dio dan Wisnu. "Dan ini pisang gorengan, tadi mbak sempatkan buat bikin buat kalian…" ucap mbak Dara sambil tersenyum. 

__ADS_1


"Wah...gak usah repot-repot mbak…" ucap Wisnu tapi tangannya mengambil salah satu pisangnya.


"Hedeh…" keluh Dio melihat tingkah temannya yang seperti itu. 


Sementara mbak Dara tersenyum melihat ulah Wisnu. Saat ini kamar itu masih basar karena dipel makanya dia memutuskan untuk membuatkan makanan dan minuman untuk Dio dan Wisnu. Dia senang memiliki anak kos yang siap membantunya saat dia membutuhkannya. 


"Lagian siapa sih yang bakalan mendiami kamar ini mbak?..." tanya Wisnu sambil memakan pisang. 


"Katanya sih namanya L Leonardo…" jawab mbak Dara sambil minum jusnya. 


"L?..." tanya Dio terkejut. Dia mulai berpikir L yang selama ini dia kenal yang akan mendiami kamar ini, tapi dia seolah menyangkalnya sendiri. "Gak mungkin lah...dia kan seorang malaikat…" ucap Dio dari dalam hatinya. 


Tapi mulai kemarin malam L tidak pernah muncul lagi menemui Dio. Bahkan dia bingung kenapa malaikat itu tidak pernah muncul lagi. Kemudian dia meminum jus jeruknya yang tadi diberikan mbak Dara. L sempat cerita ke Dio bahwa saat ini dia memiliki banyak tugas. Dio berpikir mungkin saat L sedang sibuk mengurus tugasnya yang lain. 


Setelah air pel di kamar itu sudah mengering Dio dan Wisnu memasukkan kembali barang-barang yang mereka keluarkan tadi. Mereka memasukan barang-barang itu satu-persatu ke dalam kamar. Mulai dari lemari, lalu meja laptop, kemudian kasur dan bantal. Sekarang kamar itu sudah kembali rapih.


"Ah...akhirnya kelar juga…" ucap Dio sambil meregangkan badan. 


"Kalau begini mah…gue juga mau tidur di kamar ini…" ucap Wisnu mengomentari kamar itu. 


"Lo beresin dulu kamar lo...kalau lo pengen pindah kamar…"ucap mbak Dara berkomentar atas ucapan Wisnu. "Terimakasih banyak ya?...udah bantuin mbak bersihin ini kamar…" ucap mbak Dara pada Wisnu dan Dio. 


"Iya...mbak…" ucap mereka kemudian. 


Dio dan Wisnu kemudian kembali ke kamar mereka masing-masing. Sementara Dio sudah mulai merekam kegiatannya bermain gitar di kamar. Dia sudah mulai mengisi channel Utubenya dengan video cover di cafe dan videonya mengcover lagu dengan gitar di kamarnya. 


Saat dia sedang asyik menyanyi di kamarnya, tiba-tiba dia dengar suara orang yang sedang membereskan barang di kamar yang dibersihkannya tadi pagi. Dia bergegas keluar kama berniat ingin ikut membantu penghuni kos baru itu membereskan kamarnya. Dia kemudian berjalan menuju kamar yang terletak di sebelah kamarnya. 


Disana terlihat seorang cowok sedang meletakkan beberapa barang ke dalam lemari. Dio bergegas menyapanya untuk menawarkan bantuan. "Butuh bantuan?..." tanya Dio dengan ramah. 

__ADS_1


Cowok itu lalu berbalik pada Dio sambil tersenyum. "Gak perlu...terima kasih…" jawab cowok itu sambil tersenyum pada Dio. Betapa terkejutnya Dio saat menyadari siapa yang menjadi tetangga kamarnya. 


Bersambung... 


__ADS_2