
Sebelumnya:
"Weh...keren banget lo…" puji Wisnu yang ternyata sudah ada di depan bersama Nita dan mbak Dara. "Biasanya pakaiannya berantakan mulu…"
"Masa iya...pengen tampil di cafe dengan pakaian compang-camping…" tanggap Dio sambil tersenyum.
"Pasti karena lo mau jalan sama Nita ya?...makanya pakaiannya rapi banget…" ledek mbak Dara pada Dio.
"Apaan sih mbak?..." Dio terlihat kesal diledekin mbak Dara terus.
Sementara Nita hanya tersenyum melihat Dio yang terlihat dibully oleh Wisnu dan mbak Dara. Sedangkan Dio terlihat sangat kesal pada mereka berdua. Dia merasa harga dirinya dirusak di hadapan Nita.
"Ayo...Nit...mending kita pergi aja…" ucap Dio kemudian pada Nita.
"Oh...iya…" ucap Nita sambil tersenyum.
Oke...ayo kita lanjutkan…
Malam ini di cafe Harmony terlihat sangat ramai padahal bukan malam minggu. Malam ini adalah malam perdana Dio dan Anton tampil dan dibayar di cafe Harmony. Saat ini mereka sedang bersiap-siap di belakang panggung. Acara akan dimulai sekitar 15 menit lagi, jadi mereka bisa bersantai di belakang panggung dan merokok.
Nita sendiri saat ini sudah sibuk mengantarkan makanan dan minuman ke meja-meja yang ada di cafe itu. Kali berbeda dari biasanya mungkin karena mereka tau Dio akan tampil di malam ini. Pengunjung mulai berdatangan mengisi meja-meja yang kosong.
"Jarang lho...hari biasa seperti ini pengunjungnya banyak kayak malam ini…" ucap Anton sambil mengintip ke luar.
"Mungkin mereka nungguin penampilan lo kali…" ucap Wisnu yang juga menemani Dio dibelakang panggung.
"Biasa aja ah Nu...mungkin mereka kebetulan ada acara aja…" ucap Dio berusaha merendah menanggapi ucapan Wisnu.
Tiba-tiba Nita datang tergesa-gesa ke arah mereka yang sedang ngumpul. "Gila…" ucap Nita sambil terengah engah.
"Kenapa lo Nit?..." tanya Dio bingung.
__ADS_1
"Penonton kita waktu kita tampil tadi siang semuanya datang…" ucap Nita memberitahukan.
"Hah...lo seriusan?..." tanya Dio seolah tidak percaya. Dia kemudian mengintip ke depan panggung. "Gila...bener lho…" ucapnya kemudian. "Sampai juri-juri tadi siang juga datang…"
"Berarti lo udah punya fans bro…" ucap Anton bersemangat.
"Gue punya ide…" ucap Wisnu kemudian.
"Ide apaan Nu?..." tanya Dio sambil menghisap rokoknya.
"Gimana di depan kita taruh kotak untuk nyawer dan kita rekam aja penampilan lo malam ini…" usul Wisnu bersemangat.
"Kalau kotak buat saweran gue setuju, tapi ngerekam penampilan kita malam ini buat apaan?..." tanya Anton bingung.
"Ya...buat dimasukin ke Utube lah…" jawab Wisnu bersemangat. "Gimana?..." tanyanya sambil melirik ke arah Dio dan Anton.
"Gue sih gak masalah...tapi gimana dengan lo bro?..." tanya Anton melirik ke Dio.
"Hah...ya...udah...kita hajar aja…" jawab Dio sambil tersenyum.
Akhirnya semuanya pun sudah disiapkan lalu Dio dan Anton mulai naik ke atas panggung. Penonton bersorak menyambut kedatangan mereka. Disana ternyata juga ada Kelvin dan Abel yang sedang menonton penampilan Dio malam ini. Mereka berdua juga bersorak menyambut Dio dan Anton naik panggung.
"Ini serius bro...ini adalah penonton yang paling rame selama gue tampil di cafe Harmony…" ucap Anton pada Dio. "Bahkan malam minggu pun gak pernah serame ini…" tambahnya lagi yang berdiri di depan disebelah Dio.
"Iya bro...mana cewek-ceweknya cantik-cantik…" ucap Dio berusaha menggoda penonton. "Yang cowoknya juga…" ucapnya menambahkan. Penonton tertawa mendengar joke Dio yang cukup menghibur.
"Cowok-cowok pada ngomong 'Makasih-makasih…'" Anton langsung memperagakannya. Penonton kembali tertawa merespon ucapan Anton.
"Jadi kalau kalian bertanya kenapa disini ada kotak dan kamera...itu karena kita pengen bikin game dengan kalian semuanya…" ucap Dio sambil berkeliling membawa mic. "Kalian boleh request lagu apa aja...kalau kalian terhibur dengan lagu yang kami bawakan...kalian wajib nyawer seikhlasnya…" ucapnya lagi. "Gimana?...setuju?..." tanyanya lalu mengacungkan mic ke penonton.
"Setuju!..." jawab penonton serentak.
__ADS_1
"Oke...jadi kalian tinggal tulis judul lagu beserta penyanyinya di kertas...gue dan Anton akan berusaha bawain…" ucap Dio lagi.
"Kalau boleh sekalian tuliskan nama, nomor handphone, alamat rumah, jenis kelamin…" ucap Anton bercanda.
"Ton...Ton...ini request lagu...bukan untuk nyari jodoh…" Dio menanggapi ucapan Anton. Penonton kembali tertawa mendengar reaksi Dio pada Anton.
Penonton lalu mulai menuliskan request lagu mereka di sebuah kertas. Nita mengumpulkan kertas-kertas dari penonton dibantu Wisnu. Ternyata teman-teman sekos dengan Dio dan Wisnu juga ikut menonton juga. Mereka terlihat menantikan Dio menyanyikan lagu yang mereka request.
Setelah kertas terkumpul Nita dan Wisnu menyerahkannya ke Dio. Dio mulai membacakannya satu persatu. "Ternyata banyak juga ya?..." Dio lalu meletakkan mic ke stand mic yang tersedia. "Bang...request lagu Tanpa Pesan Terakhir dari Seventeen…" Dio membacakan sebuah kertas. "Rupanya ada yang galau teman-teman…" ucapnya seolah menyindir.
"Ada namanya gak bro?..." tanya Anton penasaran.
"Namanya…" Dio sambil membolak-balikkan kertas. "Waduh gak ada bro…" ucapnya pada Anton.
"Sayang banget ya?..." Anton terdengar kecewa.
"Emang kalau ada namanya lo mau ngapain bro?..." tanya Dio penasaran.
"Nggak...pengen tau aja…" jawab Anton mengelak. "Mending langsung kita bawain aja lagunya…" sarannya pada Dio.
"Oke...ini lagu yang berjudul Tanpa Pesan Terakhir dari Seventeen, selamat menikmati…" ucap Dio kemudian.
Lalu Anton mulai memainkan intro dari gitarnya. Dio lalu mulai bernyanyi dengan penuh penghayatan. Semua penonton terkesima mendengar suara Dio menyanyikan lagu itu. Beberapa penonton lalu mulai kedepan menaruh uang di dalam kotak yang telah mereka sediakan. Sementara yang lain ikut bernyanyi menghayati penampilan Dio.
Teman-teman sekos Dio dan Wisnu terkejut melihat penampilan Dio. Selama ini mereka menyangka Dio sama sekali tidak berbakat dalam menyanyi. Setelah melihat penampilan Dio di atas panggung, mereka mulai ikut meletakkan uang ke dalam kotak untuk menyawer Dio.
Lagu ini adalah salah satu lagu yang dinyanyikan oleh Dio malam ini. Total Dio dan Anton memainkan sekitar 6 lagu. Penonton semakin banyak memberikan saweran pada mereka.
Hingga akhirnya mereka turun panggung tepat jam 12 malam. Dio dan Anton terkejut melihat uang yang mereka kumpulkan malam ini. Ternyata uang dalam kotak itu sangat banyak. Terlihat uang dari mulai 10.000 rupiah sampai 100.000 rupiah. Uang itu tidak termasuk dengan uang mereka tampil di cafe Harmony malam ini.
Pemilik cafe langsung menghampiri Dio dan Anton. Dia berterima kasih pada mereka berdua karena membuat cafe malam ini menjadi ramai. Besok malam mereka diminta kembali tampil di cafe Harmony. Dio dan Anton menerima tawaran itu dengan senang hati.
__ADS_1
Mereka berdua pulang setelah cafe Harmony tutup. Sebelum pulang Dio melihat Nita dijemput oleh seorang om-om. Nita terlihat sangat terpaksa masuk ke dalam mobil. Dio tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sama sekali tidak ada hubungan dengan Nita, kecuali hanya teman.
Bersambung...